Tari gadis 18 tahun, ia di lahirkan dari keluarga sederhana, dan murid yang pandai di sekolahnya sehingga mendapat kan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan nya namun sebuah peristiwa yang tidak terduga yaitu Tari harus menikah dengan sosok pria kaya raya ,sehingga beasiswa yang ia peroleh pun hilang seketika.
Dan sosok pria itu bukan hanya kaya raya namun ia juga big bos dari agen rahasia.
........
Dan didalam cerita ini akan terjadi cinta segitiga dalam sebuah keluarga.
.......
Penasaran dengan jalur ceritanya?
yu ikuti terus dan pantau terus novel ku😜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 18
...----------------...
Tari berlari menuju toilet dan mual² di dalam toilet .
"Sayang, kamu kenapa? " Pangeran khawatir dengan Tari.
"Menjauh, aku sangat bau, aku tak suka" Tari yang mual terus menerus.
"Bau? " Pangeran langsung mencium badannya tapi menurut nya tak bau. "Aku gak bau sayang" ucap Pangeran.
Tari semakin mual² dan berasa pusing kepalanya akhirnya ia terjatuh pingsan. Pangeran panik dan langsung menggendong Tari untuk membawa ke rumah sakit...
"Buka pintunya" Perintah Pangeran dengan tergesa-gesa.
"Baik tuan baik" Bu Iroh panik melihat non Tari pingsan tak berdaya.
Pangeran langsung lari ke luar rumah dan memerintahkan pak satpam untuk membuka pintu mobilnya "Cepat buka kan pintu mobil" .
Pangeran langsung melaju secepat mungkin.
"Sabar sayang aku akan berusaha cepat untuk membawa mu ke rumah sakit" Pangeran sambil mengelus tangannya Tari..
Sesampainya di rumah sakit..
"Sus dok tolong istri saya" Pangeran yang khawatir dengan Istri mungilnya itu.
Pihak rumah sakit langsung membawa Tari ke ruang UGD agar tau apa yang terjadi pada Tari.
"Bapak tunggu sini, biar dokter bisa memeriksa pasien" Perintah suster ke Pangeran.
Pangeran terus berdoa agar istrinya baik2 saja tapi ia juga sangat khawatir. Ia memenangkan dirinya lalu ia menelepon kedua orang tuanya.
"Mah, Tari pingsan dan sekarang lagi di rumah sakit kasih ibu" ucap Pangeran
📞 Apa? (Mamahnya Pangeran terkejut mendengar menantu kesayangannya sedang di rumah sakit) mamah kesana sekarang, dan kamu tenangkan diri kamu, kabarin juga orang tua Tari.
Sambungan telepon terputus lalu Pangeran langsung menelepon kedua orang tuanya Tari.
"Assalamu'alaikum pak"
📞 waalaikumsalam, ada apa nak? Bapak dan ibu tiba2 kepikiran Tari terus menerus, tapi anak bapak baik² saja kan?
Ikatan batin anatara orang tua dan anak memang selalu benar.
"Tari pingsan pak, sekarang dia lagi di periksa dokter di ruang UGD" Pangeran dengan pelan² bicara ke bapaknya Tari.
📞Sekarang bagaimana?
"Lagi nunggu dokter keluar dari ruangan pak, tapi bapk tenang ya gak usah panik nanti Pangeran akan kabarin ke bapak lagi"
📞 Bapk khawatir dengan Tari, kenapa ini bisa terjadi?
"Aku juga gak tau pak, tadi dia mual² lalu jatuh pingsan"
📞 kabarin bapak kalau sudah ada kabar dari dokter
"Baik pak"
Sambungan telepon terputus..
...****************...
Rumah Tari
"Ada apa pak? " Bu Irah sangat cemas mendengar percakapan suaminya dengan menantunya itu.
"Tari masuk rumah sakit karena dia pingsan dan mual²" Jawab Pak Budi
Bu Irah langsung lemas mendengar Tari masuk rumah sakit.
"Ibu tenang, jangan panik, kita tunggu kabar dari menantu kita" Pak Budi langsung memeluk bu Irah agar tenang.
...****************...
Rumah Sakit
Dokter yang menangani Tari keluar dari UGD.
"Dok, apa yang terjadi dengan istri saya? dia baik² saja kan? " Tanya Pangeran yang sangat khawatir terhadap istri mungilnya
Dokter malah terseyum melihat kepanikan dan kekhawatiran Pangeran.
"Dok"
"bapak tenang ya, istri bapak baik² saja"
"Baik2 saja? lantas kenapa ia tadi mual² dan pingsan? "
"Ikut saja yu kedalam"
Di dalam ruangan Tari sudah tersadar dari pingsan nya..
Pangeran dan bu dokter berdiri di samping Tari.
"Selamat ya pak bu" Ucap bu dokter
"Selamat? selamat untuk apa dok? " tanya Pangeran
"Istri bapak sedang mengandung dan sekarang berusia 1 minggu"
"Maksud dokter, hamil? " Perjelas Tari
"Ya betul sekali ibu"
Pangeran sangat bahagia mendengar kabar ini, tapi Tari merasakan kebahagiaan dan juga keterpurukan.
"Sayang, kita akan menjadi calon ayah dan bunda" Ucap Pangeran sambil mengelus perut Tari.
"Tapi pak bu, ingat ya jaga baik² kandungan ibu apalagi umur ibu masih muda karena sangat retan terhadap berbahaya jika tidak di jaga baik², akibatnya akan mengalami keguguran"
"Baik dok, saya akan menjaga istri saya dan calon bayi saya"
"ya sudah, saya permisi dulu, dan ini obat yang harus di tebus, dan ibu boleh pulang malam ini juga"
"Baik dok, terimakasih" Ucap Pangeran.
Setelah bu dokter keluar kamar, Orang tua dari Pangeran datang ke rumah sakit.
"Sayang, ada apa bisa seperti ini? " Tanya mamah Novia.
"Mmah tenang" ucap Pangeran.
"Tenang bagaimana? anak mamah masuk rumah skit mana bisa tenang"
"Dia gak sakit mah, tapi bentar lagi mamah akan menjadi oma dan papah akan menjadi opah" Pangeran sambil tersenyum.
"Ah? Serius? " Tanya Pak Bimo dan Bu Novia , bisa barengan gitu ya wkwk.
"Iya lah serius"
"Ahh sayang, selamat ya,jaga baik2 cucu mamah ya"
"Iya mah, makasih"
Pangeran heran melihat sikap Tari seperti bahagia tapi ada yang di sembunyikan nya.
"Ya sudah sayang kita pulang ya ke rumah" Ajak. Pangeran.
"Ya sudah kalau begitu, mamah papah pulang duluan ya, kalian hati² di jalan, maaf mamah dan. papah gak bisa anter pulang karena papah ada urusan" Pamit pak Bimo.
"Ya pah gpp"
Kedua orang tua Pangeran sudah pulang, sekarang mereka pun menyusul untuk pulang tapi Pangeran dan Tari menebus obat dan mengurus biaya administrasi terlebih dahulu.
Di perjalan pulang Tari hanya terdiam dan. memalingkan wajahnya ke jendela tanpa sedikit pun melihat suaminya.
Pangeran sangat heran terhadap istrinya.
"Apa aku ada salah ya terhadap nya? " guam hati Pangeran
Beberapa menit kemudian sampai lah di rumah..
Pangeran langsung turun dan berjalan untuk membukakan pintu mobil tapi Tari sudah turun dan membuka pintu mobil oleh dirinya sendiri.
Pangeran semakin heran ada apa. yang terjadi oleh istrinya.
"Non" Panggil Bi Inah
Tari hanya tersenyum dan langsung pergi ke kamar .
"Tuan, apa yang terjadi? " Tanya bi Inah
"Bentar lagi rumah ini akan ada tangisan bayi" Jawab Pangeran lalu ia berjalan menyusul Tari ke kamar.
"Roh ahh seneng pisan,mereka akan punya anak" ucap. Bi Inah
"Ahh bener banget nah, aku seneng mendengar nya"..
Pangeran sampai di kamar ternyata Tari sedang berbaring di kasur tapi membelakangi Pangeran.
" Sayang, kamu kenapa? " Tanya Pangeran dengan hati² karena takut menambah mood Tari semakin ancur.
"Aku ingin tidur, aku capek"
Tari langsung memrjamkan matanya sedangkan Pangeran masih terheran-heran dengan sikap Tari terhadapnya semenjak tau kalau dia hamil.
Pangeran terus memandang Tari walaupun hanya belakangnya saja..Tapi ia langsung memeluk ke perut Tari dan mengajak ngobrol ke calon bayinya..
"Junior, ayah pusing, apa si yang terjadi dengan bunda mu? " Pangeran yang bicara sendiri sambil mengelus elus perut Tari dengan perlahan karena ia tidak. mau Tari terbangun dari tidurnya, ia ingin Tari istrahat yang cukup.
"Selamat malam sayang" Pangeran sambil mencium kepalanya Tari.
Dan setelah Pageran puas mengelus elus perutnya, ia pun ikut tertidur sambil memeluk Tari dari belakang.
...----------------...
Tunggu kelanjutan eps selanjutnya 😘
mari saling mendukung sesama author kak 👋
#udah ganti judul kak
mampir kembali ke (nona buta wasiat papa)
# udah up
"little princess and childish mafia"
terus tu stela dgn pangeran ada rahasia apa sampai pangeran begtu lalai terhadap istri nya,,,,,gak bisa apa di singkir kan tu cewek gatel,enek aku baca nya
"little princess and childish mafia"