NovelToon NovelToon
ELENA

ELENA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:235.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rinjani Asa

Hai,
Ini merupakan karya pertamaku, mohon dukungannya ya dengan cara like, love, vote dan komen sebanyak-banyaknya.
Kasih juga ya hehehe.

❤️❤️❤️❤️❤️
Anyelir, gadis yatim piatu yang cerdas dan cantik. Tapi sayang nasibnya tak secantik rupanya. Ia harus rela mengubur impiannya untuk bekerja keras demi sang Nenek tercinta yang sedang sakit.
Kehormatan nya direnggut secara paksa oleh seseorang yang mempunyai pengaruh di tempatnya bekerja.

Ken, anak dari pengusaha kaya raya. Hidupnya tidak tenang, selalu dihantui rasa bersalah setelah malam kejadian ia merampas kehormatan salah satu karyawannya.

Elena, seorang gadis manis yang sangat hebat. Diusianya yang masih kecil ia memiliki bakat melukis serta bermain biola. Disamping kelebihannya, Elena merupakan gadis yang pendiam, saking diamnya sampai-sampai ia tidak mau berbicara. ia berkomunikasi dengan bahasa isyarat dan juga note book electric nya.

Akankah mereka bisa bersatu menjadi satu keluarga yang utuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rinjani Asa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sehari Bersama Papa

"Papa!" Teriak Elena pada pria itu kemudian memeluknya erat.

Anyelir membeku di tempatnya. Tubuhnya menegang, apalagi setelah netranya bertemu tatap dengan pria yang sedang Elena peluk dengan erat.

Ken tidak tahu harus bahagia atau takutkah? Ia merasa syok sekaligus lega bisa bertemu dengan gadia yang telah dinodainya. Ken terpaku menatap Anyelir yang diam mematung hingga ia melupakan gadis kecil yang tengah melepas rindu dengan memeluknya erat.

"Papa." Ucap Elena lirih sambil memandangi wajah Ken. Ken yang merasa terpanggil akhirnya menunduk demi melihat gadis kecil dalam dekapannya. Ken menautkan kedua alisnya saat mendengar kata papa keluar dari mulut gadis kecil itu.

"Kamu bilang apa Sayang?" Tanya Ken pada Elena untuk memastikan bahwa pendengarannya masih normal.

"Papa." Ulang Elena.

Ken tidak dapat membendung rasa harunya. Ia memeluk Elena dengan erat. Benarkah? Benarkah anak ini darah dagingku? Saat sedang menerka-nerka, Ken melihat Anyelir mendekat padanya untuk memanggil Elena.

"Elena." Ucap Anyelir dengan suara tercekat seperti anak kucing terjepit. Bagaikan ada ganjanlan besar pada kerongkongannya yang menghalangi keluarnya suara.

Elena melepaskan pelukannya ia lalu berjalan menuju Anyelir. Ia berdiri di hadapan Anyelir sambil memilin-milin ujung bajunya.

"Mama, tolong katakan padaku dengan jujur Ma. Benarkah dia papaku?" Tanya Elena sambil menunjuk pada Ken.

Anyelir menangis sampai terduduk di lantai. Ia tak peduli tatapan aneh dan heran dari pengunjung restoran. Elena membantu Anyelir berdiri. Ia lalu menyuruh Anyelir duduk di meja yang sama dengan Ken. Elena memeluk ibunya dengan erat sambil melihat ke arah Ken. Ken yang dirundung rasa penasaran pun bertanya pada Anyelir.

"Benarkah apa yang dikatakan Elena?" tanya Ken pada Anyelir yang tak kunjung mendapatkan jawaban. Ken hampir frustasi karena ada satu orang wanita dewasa dan satu anak kecil sedang menangis di hadapannya. Ia takut dituduh macam-macam kepada mereka.

Selang beberapa menit akhirnya Anyelir mau membuka suaranya. "Ya benar. Kalau tidak percaya, silahkan melakukan test DNA." Kini Anyelir sudah berani menatap Ken. Ken menarik Elena lagi dalam pelukannya. Entah kenapa Ken sangat bahagia. Bukankah berita ini akan jadi masalah besar bagi dirinya apabila kedua orang tuanya tahu.

Ken mengajak Anyelir dan Elwna makan di meja yang sama. Tadinya Anyelir menolak tapi karena Elena memaksa ia pun akhirnya luluh. Sepanjang makan siangnya, Elena tidak ada berhentinya tertawa dan tersenyum riang. Ada saja yang menjadi bahan tertawanya.

Anyelir senang melihat Elena bisa tertawa lepas.

"Kamu masih punya hutang penjelasan kepadaku." Ucap Ken pada Anyelir yang tengah menatap Elena. Anyelir langsung menundukan kepala. Ia hanya berharap tidak mendapat masalah setelah ia jujur pada pria di depannya ini. Yang terpenting sekarang baginya adalah kebahagiaan Elena.

Setelah selesai makan Ken mengajak ibu dan anak itu mall. Karena tadi sewaktu makan Elena bilang ingin ke timezone. Sebenarnya Anyelir merasa tidak nyaman pergi bertiga dengan pria itu, tapi dia juga nggak mungkin melepaskan Elena begitu saja pada pria yang baru ditemuinya. Walaupun ia yakin bahwa pria itu merupakan papa kandung Elena.

Anyelir memilih duduk di bangku belakang, karena masih canggung pada papa Elena ini. Sedangkan Elena sudah pasti dengan senang ia duduk di depan samping papanya. Ia tak henti-hentinya berceloteh ria. Sampainya di mall Elena langsung menarik tangan Ken dan juga Anyelir. Dia nggak sabar untuk bermain timezone.

"Mama tunggu di sini saja ya." Ucap Anyelir. Ia memilih duduk pada kursi yang disediakan untuk para orang tua yang sedang menunggu anaknya bermain di timezone.

"Mama nggak asik banget si. Biasanya juga Mama seneng kalau nemenin aku main." Elena cemberut, ia sengaja memanyunkan bibirnya.

"Biar saya saja yang di sini. Kamu bisa temenin Elena bermain." Ucap Ken merasa tidak enak pada Anyelir. Ken tahu Anyelir merasa canggung karena keberadaan dirinya.

"Tapi aku mau main sama Papa juga," rengek Elena.

"Mumpung di sini, Elena puas-puasin main sama papa. Kalau Mama kan udah sering temani Elena main. Mama capek Sayang, Mama di sini saja ya?" Anyelir mencoba membujuk Elena supaya mau main dengan Ken saja.

Elena akhirnya mengangguk. "Ayo Pa! Kita ke sana," ajak Elena.

Ken mengikuti Elena bermain. Pertama, Elena menuju arena permainan bola basket. Mereka berlomba memasukan bola terbanyak ke dalam ring dalam waktu 30 detik. Dan permainan dimenangkan oleh Elena. Tentu saja, karena Ken memang sengaja mengalah. Lalu mereka beranjak menuju permainan berikutnya. Kini mereka sedang bermain balap mobil. Elena terlihat sangat senang. Tawa ceria selalu menemani wajahnya.

Hampir semua permainan telah dicoba oleh mereka berdua. Kini Elena memasuki arena bermain mandi bola. Karena merasa lelah Ken membiarkan Elena bermain sendiri. Sambil mengawasi Elena ia pun menghampiri Anyelir. Anyelir tersentak saat merasa ada seseorang yang duduk di sampingnya.

Ken mengulurkan botol minum air mineral pada Anyelir. Mau takau Anyelir menerima minuman itu. Masih dalam diam keduanya bersama-sama membuka tutup botol lalu menenggak isinya.

"Maaf," ucap Ken sambil menoleh ke arah Anyelir. Anyelir yang merasa dirinya diajak berbicara pun ikut menoleh. Keduanya kembali diam. Hanya terdengar helaan nafas keduanya.

"Maaf, saya benar-benar tidak bermaksud berbuat seperti itu. Bahkan saya pun tak menyadarinya disaat malam itu terjadi." Ken akhirnya memulai terlebih dulu untuk menyuarakan isi hatinya. Anyelir masih terdiam. Ia bingung harus menanggapi dengan apa ucapan Ken barusan.

"Maaf, karena kejadian itu Elena harus lahir tanpa Ayah disampingnya, dan mungkin tak diharapkan," ucap Len lirih.

"Kejadian itu memang sama sekali tidak terlintas sedikitpun dalam pikiran saya, bahkan saya sudah mencoba menguburnya dalam-dalam. Tapi untuk Elena, kelahirannya merupakan hari yang saya tunggu-tunggu sejak saya memutuskan untuk mempertahankannya," ucap Anyelir dengan tegas.

"Mama! Papa! Ayo kita cari minum. Aku haus," teriak Elena sambil berlari menghampiri keduanya.

"Sudah mainnya?" tanya Anyelir sambil menyeka keringat pada dahi Elena.

"Sudah. Mama nggak ikut main jadi Elena bosen. Papa juga mainnya sebentar doang." Elena mengatakan dengan cemberut dan melipat kedua tangannya di depan dada.

"Kapan-kapan kita main lagi." Jawab Ken sambil mengangkat Elena untuk digendong.

"Beneran Pa? Boleh ya Ma, kapan-kapan kita main bertiga lagi."

Anyelir mengangguk kaku sambil melirik Ken. Mereka mencari minum sesuai keinginan Elena. Setelah itu Ken mengantar Elena san Anyelir ke hotel. Elena tidak mau turun, katanya masih ingin bersama papanya. Anyelir sudah membujuk tapi tetap Elena keras pendiriannya.

"Besok pagi Papa jemput untuk sarapan bersama di tempat yang Papa jamin bikin Elena suka. Sekarang Elena masuk dulu, istirahat sama mama gimana?" Bujuk Ken pada gadis cantiknya. Tanpa Anyelir kira, Elena langsung menuruti perintah Ken. Elena pun turun dari mobil tak lupa mencium tangan dan pipi papanya berulang kali membuat Ken tertawa geli.

"Dah Papa... jangan lupa besok jemput Elena sama Mama ya," ucapnya sambil melambaikan tangan pada mobil Ken yang bergerak melaju keluar hotel.

***

Keesokan paginya, Ken menepati janjinya menjemput mereka untuk sarapan bersama di tempat yang sudah Ken pesan. Tempat itu ada di sebelah danau yang indah dengan sebuah meja makan bundar dan tiga buah kursi yang mengelilinginya. Di sekitar danau itu dibuat hiasan dari balon dan bunga.

Elena sangat senang saat melihat ada beberapa angsa putih yang sedang berenang di tengah danau.

"Tempatnya bagus banget Pa. Tenang dan nyaman. Cocok banget buat tempat melukis." Elena berlari membawakan bunga mawar yang ada di meja untuk Anyelir.

"Bunga mawar ini untuk Mama kan Pa?" tanya Elena menunjukan bunga mawar di tangannya.

Ken terlihat salah tingkah. "I--itu buat kamu Sayang. Kamu suka bunga kan?" Jawab Ken gugup.

"Aku tidak suka bunga. Mama yang suka iya kan Ma?"

Anyelir menanggapi dengan senyum kaku. Setelah sarapan rencananya Anyelir dan Elena akan langsung berangkat ke Bandung dengan menggunakan bus. Tapi Elena menangis, dia belum ingin berpisah dengan papanya. Anyelir sudah membujuknya tapi anak itu tetap menolak.

"Biarkan malam ini Elena tidur dengan saya. Saya janji besok akan mengantarkan Elena ke Bandung."

Sebenarnya Anyelir tidak sanggup harus berjauhan dengan Elena. Tapi mau bagaimana lagi. Akhirnya diputuskan Elena tetap tinggal dengan Ken. Dan Anyelir berangkat ke Bandung sendiri. Tapi saat bus yang ditumpangi Elena berangkat, Elena segera turun dan mengejar Ken dan Elena yang berjalan menuju parkiran.

1
Nabilah Putri
keren
Nabilah Putri
Semangat
Lenny Susilawati
sangat bagus dan tetlalu simple
cheng phong
sangat bagus,aku suka alurnya👍
Sundari Sekariputi
bgs ceritanya thor 👍👍👍
Dede Dengah Rumayar
extra partnya mana thor😁😁😁
Salfanei
😭😭
Salfanei
biar banyak yg komen
Salfanei
padahal novel y bagus ya menurut saya tp g ada yg komen buat nyemangatin author y
re
Ditunggu Ektra partnya
Anita Candra Dewi
terlalu lemah ini ken
Prima Dewi
siapa ya yang udah ngeracuni elana....🤔apa seseorang yang udah sakit sama Ken ya...
Welly Sumarni
CPT bgt tamat nya.. pdhl ud nunggu brp hr episode nya..
Mahameru
sedih si, harus tamat padahal batu dikit bab nya
extra part-nya yg byk thor
Ratna Wati
akhir nya tamat juga
Umi Ningsih Mujung
❤️
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Umi Ningsih Mujung
❤️🥰😍😘
Welly Sumarni
lanjut KK, semngat
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Sri Wahyuni
baguslah ada cerita kearifan lokal. semangat thor.
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Ratna Wati
lanjut kk semangat
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!