Dara Sabrina adalah gadis yang ceria dan begitu dewasa, penampilannya yang selalu berhijab terlihat begitu anggun dan cantik. Sehingga banyak sekali yang menyukainya sejak dia sekolah menengah atas, Tak terkecuali pria bernama Reiki Tonda (REI) yang baru dikenal Dara sejak 3 bulan. Mereka memutuskan menikah karena secara tiba-tiba Reiki melamar Dara tanpa sepengetahuan Dara. Akan tetapi pernikahan mereka hanya berjalan selama 1 bulan.
Ikuti terus kisahnya, dijamin seruu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Joging bersama
Dara sudah terbangun sejak subuh tadi, saat inipun matahari belum menampakkan sinar terangnya. Dara mengirim sebuah pesan singkat kepada Kin sambil tersenyum senang.
"Apa kau sudah bangun Kin, ayo kita joging di taman sekitar Danau? " Dara
Dara sudah terlihat tidak sabar menunggu jawaban dari Kin.
" Ayo, bersiaplah, aku akan menjemputmu! " Kin
Dara segera beranjak berdiri mengambil baju dari lemari pakaian, dia memakai setelan celana panjang dan kaos lengan panjang, tak lupa sepatu olahraga yang sempat ia bawa dari rumah kemarin. Dara masih menunggu Kin didalam kamar Hotel.
tring.
Sebuah pesan masuk ke ponsel Dara yang dengan cepat disambar oleh Dara.
" Turunlah, aku sudah di bawah! " Kin
Dara berlari keluar kamar dengan membawa ponselnya menuju ke parkiran menemui Kin, Kin membuka pintu mobil setelah melihat Dara menuju mobilnya.
" Hai Kin " Dara melebarkan senyumnya kepada Kin dan duduk di samping Kin yang berada di belakang kemudi. Kin tersenyum melihat Dara begitu bahagia pagi itu.
Kin melajukan kendaraannya. Dara sekilas menatap kaca depan mobil lalu menoleh ke belakang. Dara terkejut mendapati Kenzo dan seorang wanita dibelakangnya tanpa ia sadari saat masuk mobil tadi. Kenzo dan wanita itu melambaikan tangan sambil tersenyum. Dara menjadi sangat malu dan tersenyum kepada mereka.
" Sebelumnya kau tidak bilang mau mengajak Kenzo, Kin" Dara berbisik kepada Kin yang masih terdengar oleh Kenzo.
"Mereka berdua yang mau ikut? " Kin menjawab santai, Kenzo menautkan kedua alisnya.
" Apa kakak tidak salah? "
Kin diam menahan senyum. Mobil sudah sampai di parkiran taman, mereka turun dan melanjutkan rencana mereka untuk joging. Dara berlari pelan di samping Kin diikuti oleh Kenzo dan Nina.
" Siapa wanita yang bersama Kenzo, Kin? " Dara bertanya dengan napas yang ngos ngosan.
Kin berhenti mengajak duduk Dara di rerumputan. " Dia adik sepupuku, tadi malam baru datang dari Jepang " Kin menatap Kenzo dan Nina yang masih berlari mengelilingi taman.
" Jauh sekali dari Jepang " Dara manggut-manggut.
" Kenapa, kau belum pernah kesana? " tanya Kin.
" Belum " Dara tersenyum malu.
" Apa kau jadi menikah dengan ku ?"
" Kenapa bertanya begitu? " Dara menatap Kin dalam.
" Aku ingin bertanya saja "
" Menurutmu bagaimana? " sambil tersenyum
" Jawab saja, kau ini menyebalkan " Kin malu menatap Dara. dia mengalihkan pandangannya ke arah lain.
" Iya, aku mau " Kin menahan senyumnya. Lalu menatap Dara kembali.
" Jawab begitu saja sulit sekali "Kin berdiri dan hendak melangkah meninggalkan Dara.
" Kin, mau kemana? "
" Tunggulah sebentar, aku mau beli minum dulu! " Dara mengiyakan Kin. Dia menatap kembali Kenzo dan Nina yang berlarian sambil bercanda.
" Kak Kenzo, kau ini jahat sekali, aku kan masih berumur 20,masih masa pertumbuhan, sebentar lagi tinggi ku juga akan menyamaimu " Nina berlari mengejar Kenzo yang dari tadi usil terhadapnya.
Nina terlihat sudah lelah mengejar Kenzo yang berlari cepat, dia duduk di samping Dara yang tersenyum kepadanya.
" Aku lelah sekali kak " Nina masih ngos ngosan dan mengipasi lehernya dengan tangannya.
" Kin masih membeli minum, kau tunggu saja di sini! "
" O iya kak, kita belum kenalan, aku Nina adik sepupu kak Kin "Nina mengulurkan tangannya kepada Dara.
" Aku Dara, " Dara membalas uluran tangan Nina.
Mereka berbincang memperkenalkan diri masing-masing. Tidak ada yang disembunyikan Dara, walau hanya sebatas inti dan menjawab setiap pertanyaan Nina.
" itu hanya masa lalu kak, yang jelas masa depan kak Dara adalah kak Kin sekarang " Nina tersenyum ramah kepada Dara.
Dia masih kecil tapi pikirannya dewasa sekali. walau dia terlalu banyak bertanya yang tidak perlu si.
Kin datang menghampiri mereka dengan membawa kantong plastik berisi beberapa botol minum dan makanan.
" Ini, minumlah! " Kin mengambilkan Dara dan Nina minuman masing-masing.
" Terima kasih kak Kenz, eh kak Kin "Nina meneguk minum sampai habis. Kin hanya tersenyum menatap Nina yang masih selalu salah memanggilnya.
" Kapan kau akan mendaftar kuliah " tanya Kin kepada Nina.
" Aku sudah daftar secara online kak minggu depan tinggal masuk saja "
" Cerdas sekali "
" Aku cerdas kan " Nina tersenyum bangga.
***
Di tempat lain, Kenzo yang tadi masih berlari secara tidak sengaja menabrak seorang wanita, sampai wanita itu terjatuh, Kenzo pun terjatuh menubruk wanita itu, seketika wanita itu berteriak kesakitan sekaligus malu. Kenzo segera menggulingkan tubuhnya ke samping lalu berdiri dan membersihkan bajunya yang kotor.
" Apa bajumu lebih penting daripada menolongku saat ini" teriak wanita itu sambil menatap Kenzo dengan kesal. Kenzo menatap wanita itu dengan tatapan tajam.
"Apa kau tidak bisa berdiri sendiri? " teriak Kenzo.
" Kau yang menabrakku harusnya kau menolongku " wanita itu meringis kesakitan menahan kakinya.
Kenzo tidak tega melihat wanita itu, lalu membantunya berdiri dan memapah ke sebuah kursi yang tidak jauh dari mereka.
" Kau kan wanita yang tidak punya uang itu? "
" Iya, dan kau laki-laki yang punya uang itu kan, aku sudah tau saat bertemu denganmu tadi " perkataan Vannya masih menyolot kepada Kenzo. Kenzo benar-benar kesal di buatnya.
" Beri aku uang untuk mengobati kakiku! "
Kenzo menatap kesal wanita itu dan berdecak sambil mengalihkan pandangan dan mengambil dompet mengambil beberapa lembar uang.
" Bahkan sampai saat ini kau masih belum punya uang " Kenzo memberikan uang itu dan Vannya menerimanya. Vannya masih menahan sakit di kakinya.
" Beri aku pekerjaan dan aku akan menyicil hutangku dengan gaji yang kudapat! "
" Penampilanmu modis tapi keuanganmu begitu buruk, apa kau cari uang untuk beli pakaian saja? " Kenzo mendudukkan tubuhnya di samping Vannya.
" Kau sudah tau kenapa bertanya? "
" Astaga, apa aku bisa bekerja dengan orang seperti dia? " gumam Kenzo.
" Apa kau yakin kau punya kemampuan untuk bekerja? " tanya Kenzo.
" Aku tau kemampuanku, saat ini aku membutuhkan pekerjaan, dan kartu namamu hilang saat itu " kata-kata Vannya mulai melunak. seperti ada beban berat yang di pikul nya. Kenzo mengeluarkan dompet kembali dan mengambil kartu nama.
" Datanglah, nanti siang aku ada di cafe! " Kenzo berdiri meninggalkan Vannya. Vannya menatap Kenzo sampai ia menghilang dari pandangannya.
Sepertinya dia orang baik. Mungkin aku bisa mendekatinya. Walau aku harus bekerja ditempatnya.
Vannya masih duduk sambil melemaskan kakinya yang terluka.
" Vannya, ayo pulang " seorang wanita paruh baya menghampiri Vannya dan menarik tangan Vannya kasar.
" Sebentar Ibu, kakiku masih sakit "
Vannya memegang kakinya yang terluka.
" Makannya jalan itu dilihat, seperti anak kecil saja, ayo, kalau dibuat jalan lukamu jadi lemas, jalannya jadi mudah lagi" Ibu Vannya menarik kembali tangan Vannya dan Vannya pun menuruti keinginan Ibu dengan menahan sakit.
Dalam hati Vannya menangis, akan tetapi dia tidak berani kalau melakukannya di depan Ibunya.
mkanya knl dulu in br 3 bln dah mau di ajak nikah
Dara jadi prmpuan jngn di manfaatkn aja
semangat buat author ditnggu kelnjutannya