NovelToon NovelToon
Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25 Istri Pemberani

Samudra sudah tiba di apartemen dengan tangannya yang memencet pin Apartemen tersebut.

"Salah!"

"Salah!"

Samudra kebingungan yang tiba-tiba saja pin pintu tersebut salah.

"Apa-apaan ini!" ucapnya mencoba dan tetap saja lampu merah menyala bahwa pin itu sejak tadi salah.

Alfian tidak berhenti dan terus menekan pin Apartemen tersebut, tetap saja salah, salah dan salah.

"Kenapa bisa jadi seperti ini," ucap Samudra memilih untuk menekan bel, setelah menekan tiga kali dengan pintu yang akhirnya terbuka.

Zena ternyata berada di dalam apartemen yang membuka pintu tersebut, Zena tidak mengatakan apapun dan berlalu dari ha suaminya.

"Apa-apaan ini? Kenapa pin rumah ini salah?" tanya Samudra memasuki rumah.

"Sudah di ganti," jawabnya dengan santai.

"Kamu yang melakukannya?" tanya Samudra memastikan dengan 1 alisnya terangkat.

"Iya," jawabnya.

"Siapa yang mengizinkan kamu untuk menyentuh segala sesuatu yang ada di apartemen ini dan punya kuasa apa kamu yang tiba-tiba saja mengganti pin apartemen rumah saya!" tegas Samudra.

"Saya memiliki rana privasi di rumah ini, mungkin Apartemen ini bukan hanya Kakak yang mengetahuinya pin-nya tetapi juga orang asing, saya tidak ingin orang asing keluar masuk dari rumahnya, nanti ada lagi barang yang hilang," jawabnya dengan sindiran.

"Jadi maksudmu karena Ariana bolak-balik datang ke rumah ini mengambil barang-barang ku dan kau berpikiran untuk menggantinya karena kau berpikiran jika dia akan mencuri di rumah ini?" tanya Samudra.

"Meski seorang selebritis terkenal, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk tidak mencuri, karena mencuri suami orang saja bisa dilakukan," jawab Zena dengan penuh sindiran.

Zena bahkan berjalan menuju dapur yang disusul oleh Samudra dengan berdiri di hadapan istrinya itu yang membuat langkah Zena terhalang.

"Kau tidak punya hak untuk melakukan semua itu. Ini adalah apartemen ku dan terserah aku ingin meminta siapapun untuk datang ke tempat ini atau memberikan PIN Apartemen ini!" tegas Samudra

"Buktinya saya bisa melakukannya, lihatlah saya bisa mengganti pin-nya dengan sidik jari saya dan artinya tidak ada orang lain yang bisa membukanya selain saya, bahkan Kakak sendiri juga tidak bisa melakukannya!" tegas Zena.

"Apa yang kau lakukan Zena, bagaimana kau bisa melakukan semua ini?" tanya Alfian.

"Sangat bisa melakukannya, karena apartemen ini sebelumnya pernah milik Bunda dan data-datanya masih milik Bunda. Jadi otomatis sidik jari pertama masih dimiliki Bunda dan hanya tinggal berbicara dengan Bunda dan memberikan alasannya dan Bunda mengalihkan sidik jarinya kepadaku," jawab Zena dengan tersenyum penuh kemenangan atas rencana yang telah dilakukan.

"Lancang sekali kau Zena," sahut Samudra dengan menekan suaranya.

"Kalau tidak suka, usir saja aku dari tempat ini," ucapnya menantang suaminya membuat Samudra semakin marah dengan rahang kokoh yang tampak mengeras dan wajahnya memerah.

"Kau benar-benar ingin menantang ku, menggunakan kedua orang tuaku untuk berpihak kepadamu dan termasuk menggunakan sahabatmu dengan mengambil foto kami berdua dan menyerahkan kepada Mama," ucap Samudra.

"Maksudnya?" tanya Zena kali ini benar-benar tidak tahu apa yang terjadi.

"Jangan berpura-pura bodoh di hadapanku, Saya adalah orang yang paling tahu kamu, kamu seolah-olah menjadi perempuan yang paling suci tanpa noda sedikitpun, tetapi hati kamu busuk, bukan hanya menipu saya tetapi ingin mengadu domba saya dengan ibu kandung saya sendiri dengan menggunakan foto yang diambil oleh Anggi dan menyerahkannya kepada Mama,"

"Kamu sengaja ingin mempermalukan Ariana, kamu merasa tersakiti dan membuat mama dan papa bersimpati kepada kamu sampai-sampai mereka juga mengalihkan sidik jari Apartemen ini untuk kamu, Zena saat ini kedua orang tuaku masih berpihak kepada kamu karena mereka belum mengetahui apa yang terjadi dalam pernikahan kita!" tegas Samudra.

"Aku tidak mengerti apa yang kakak maksud, aku tidak pernah menggunakan siapapun dan tidak pernah memanfaatkan kasih sayang bunda dan ayah kepadaku untuk memecah belah Kakak dengan orang tua Kakak. Aku selama ini berusaha untuk melakukan yang terbaik, hati manusia memiliki batas kesabaran dan aku tidak sepicik itu!" tegas Zena.

"Kakak dan Ariana ingin kembali menjalin hubungan, bahkan menikah pun itu tidak akan pernah menjadi masalah untukku, melakukan semua sesuai dengan keinginan Kakak. Pernikahan ini sudah tidak ada lagi, sudah mati dan yang harus aku lakukan saat ini adalah untuk terbebas dari pernikahan ini dengan cara membawa orangnya ke hadapan Kakak!" lanjut Zena menegaskan benar-benar sudah pasrah.

Zena tidak ingin berbicara apapun lagi dan kemudian langsung berlalu dari hadapan Samudra.

"Saya belum selesai bicara Zena, kamu tetap saja menyombongkan diri kamu!" teriak Samudra yang tidak dipedulikan oleh Zena yang saat ini sudah masuk ke dalam kamar dengan bersandar dibalik pintu.

Zena tersenyum getir berusaha untuk menghibur dirinya sendiri dengan mengusap dadanya.

Zena sangat berharap ada kebahagiaan dalam hidupnya setelah dia menemukan orang yang telah memperkosanya dan mungkin keadilan itu akan datang padanya.

****

Anggi saat ini terlihat berbicara dengan salah satu karyawannya.

"Kamu sebaikanya tambahkan desainnya di bagian bawah, ini kurang rapi!" ucap Anggi perintah pada karyawan yang memakai hijab tersebut.

"Baik Bu!"

Ditengah pembicaraan mereka tiba-tiba saja Anggi melihat sosok pria yang memperhatikan mereka sejak tadi dan tak lain itu adalah Samudra.

Anggi menghela nafas, merasa malas bertemu dengan Samudra, tetapi pada akhirnya kedua orang tersebut berbicara di luar kantor.

"Kenapa ingin menemuiku? atau ingin menanyakan istrimu kepadaku, istrimu sedang bertemu dengan klien," ucap Anggi.

"Apa maksudmu mengambil foto saya dan juga Ariana, saya tahu kamu berteman lama dengan Zena, tapi bukan berarti kamu bisa mencampuri masalah rumah tangga saya, akibat yang kamu lakukan terjadi kegaduhan dan Ariana harus dipermalukan," tegas Samudra.

"Jadi datang kemari hanya untuk membahas hal itu? Ya benar, saya memang sengaja mengambil foto itu dan menyerahkan sendiri kepada tante Amelia, Zena tidak tahu apapun tentang foto itu dan jika dia mengetahui rencana saya ingin memberi pelajaran Ariana dan maka dia tidak akan mengizinkannya dan saya tidak menyangka, jika kamu datang kepada saya hanya untuk membela wanita itu," ucap Anggi merasa kasihan kepada sahabatnya.

"Saya tidak tahu apa maksud kamu dan mungkin saja kamu melakukan semua ini karena Zena adalah sahabat dekat kamu, tetapi saya peringatan kepada kamu, jika kamu mencampuri masalah rumah tangga saya lagi dan saya juga bisa memberikan pelajaran kepada kamu!" tegas Samudra.

"Tuan Samudra, saya tidak akan berhenti karena saya tidak akan rela sahabat saya disakiti dan meski itu Anda sendiri yang melakukannya!" tegas Anggi menantang.

"Kau mengatakan hal seperti ini karena kau menganggap sahabatmu adalah wanita yang paling suci, kau tidak tahu apa yang membuat saya bersikap seperti ini kepadanya dan di sini bukanlah dia yang menjadi korban tetapi justru saya, sebaiknya jangan melihat seseorang dari penampilan dan jaga batasan Anda yang mencampuri rumah tangga saya bisa membuat saya kehilangan kesabaran!"

"Ini peringatan pertama dan terakhir untuk kamu, saya tidak pernah berhadapan dengan seorang wanita, jadi saya mohon untuk mengerti dan jangan ikut campur. Meski Zena adalah sahabat kamu dan saya yang lebih tahu tentang dirinya!" tegas Samudra berlalu dari hadapan Anggi.

Bersambung....

1
Ariany Sudjana
samudra sudah ada rasa sama Zena, tapi egoisnya tinggi. Zena juga ga mau jujur ....
Marini Suhendar
nah kan ..samudra pelakunya
cepet terungkaplah kasusnya..
Marini Suhendar
wasalam ariana
Marini Suhendar
ayo zena semangat..biarkan suamimu yg bodoh itu
Gian Hazza
lanjut Thor....kapan terungkap pelaku nya nih ....
Marini Suhendar
kamu anggap zena wanita murahan..apa kamu yakin pacar kmu itu masih mahal(segel)
Ariany Sudjana
bodoh kamu samudra, jangan-jangan kamu yang sudah memperkosa Zena, tapi kamu sibuk menghakimi Zena dan malah percaya dengan omongan si pelacur murahan kesayangan kamu itu
Gian Hazza
aq suka alurnya Thor,,,AQ tunggu lanjutannya Thor,,,,semangat sehat selalu...
Gian Hazza
bagus Thor critanya,,,,👍
Marini Suhendar
Zena..memiliki anak
klo bener samudra ayahnya..jangan biarkan dia mengetahuinya..biar menyesal seumur hidupnya..
Oma Gavin
segeralah bercerai Zena dan samudera ngga usah pake lama dan bila nantinya terbongkar samudera yg sudah memperkosa zena hingga punya anak jgn pernah mereka rujuk cukup zena hidup bahagia dgn anaknya saja dan biarkan samudera menikahi ariana
Ariany Sudjana
samudra bodohnya kebangetan, sudah memperkosa Zena, masih juga menjalin hubungan dengan si pelacur murahan itu, dan bodohnya kamu percaya dengan omongan si pelacur murahan itu
Marini Suhendar
kayanyq samudra dulu bisa berbuat begitu k zena..ulah c ulat bulu cuma salah sasaran c samudra
Ariany Sudjana
bodohnya samudra, sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan itu... kamu akan menyesal
Ariany Sudjana
samudra bodoh, kamu sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan untuk jadi calon istrinya... katanya CEO tapi bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
berarti samudra yang memperkosa Zena dulu yah?
Marini Suhendar
samudra kah yg memper...zena waktu itu
Marini Suhendar
mudah"an zena bisa mengungkapkan cerita masa lalunya
Oma Gavin
jgn sampai orang yg melecehkan zena adalah samudera sendiri, tetap semangat dan sabar zena percayalah kebenaran akan terungkap dgn sendirinya cuekin saja samudera mau jungkir balik nikah sama ariana pun biarkan saja tetap focus sama kariermu
Nonecis
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!