Jika orang lain memilih pergi saat tahu suaminya mendua, aku memilih bertahan dan memberi kejutan manis untuk suamiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susan saliman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perasaan apa ini?
Tujuh bulan menikah dengan Yoga, Menur mulai hafal semua kebiasaan suaminya, awal awal menikah Yoga rutin pulang jam 5 sore setiap hari kerja, sabtu minggu di rumah bantu bantuin Menur jaga toko, atau pesanin barang di toko stoknya menipis, mengawasi jika pesanan datang, seperti itu.
Namun beberapa minggu terakhir ini Yoga beberapa kali pulang agak malam, kadang jam 9 kadang juga hampir jam 11 baru sampai rumah, tapi itu hanya seminggu 2-3 kali ga tentu, juga kalau sabtu sore Yoga juga pergi, katanya mau kumpul bareng teman temannya, pamitnya begitu dan pulangnya juga kadang larut.
Meski begitu Menur santai saja, harus percaya sama suami kan, apalagi masih bisa di bilang pengantin baru, belum juga setahun, masih anget begitu kata orang, masa iya suaminya sudah selingkuh saja, hemm...., batin Menur percaya diri.
" Mbak Nur, sudah isi belum, masih lsngsing saja?", Tanya bu Ria tetangga yang sedang ngobrol dengan bu Salim di depan rumah ketika Menur berada di teras untuk berangkat ke toko.
" Belum bu Ria, masih berusaha, minta doanya ya", Jawab Menur dengan sebyumnya.
" Itu Nur makanya kata ibu juga apa, makanya periksa sana, terus di minum tuh jamu yang ibu siapkan.... Ya begitu bu Ria, mantuku ini ga nurut kalau di suruh minum jamu, makanya belum hamil aja", sahut bu Salim.
" Iya bu, Menur ke toko dulu", Menur mencium punggung tangan bu Salim dan hanya salam biasa untuk bu Ria kemudian bergegas ke toko.
" Bu Ria saya itu sudah nasehatin anak anak ya Menur ya Yoga, terutama Menur untuk sering minum jamu tapi anak sekarang bu kalau di kasih tahu susah", ujar Bu Salim pada bu Ria dengan nada sinis, sengaja agar Menur mendengar.
Menur berjalan tanpa menoleh mesti mendengar ucapan ibu mertuanya, tak mau paginya menjadi buruk.
" Sabar bu Salim, mungkin belum saja kan juga belum lama nikahnya", jawab bu Ria mencoba tidak membuat suasana hati bu Salim menjadi lebih panas.
" Ya saya itu maunya Menur itu periksa biar ketahuan mandul atau tidak begitu, bukan diam saja tanpa usaha hanya menerima keadaan", Bu Salim masih mengeluarkan suaranya.
" Iya coba di temani sama ibu, dengan begitu mungkin mbak Nur jadi merasa di perhatikan bu!", bu Ria mencoba memberi saran.
" Mungkin saya masih harus sabar bu, biarkanlah dulu... biar nanti Yoga yang urus istrinya", Jawab bu Salim.
" Nah begitu lebih baik, ya sudah bu saya pamit dulu ya", Bu Ria akhirnya pamit setelah mengobrol dengan bu Salim.
🐝🐝🐝🐝
" Mas, minggu ini kita luangkan waktu ke dokter kandungan ya", Pesan Menur pada sang suami Yoga saat siang hari, tidak mau ditanya terus oleh ibu mertuanya.
Tak ada jawaban balasan sampai 2 jam kemudian.
" Sabar Nur, kita menikah kan juga baru 7 bulan, tidak usah di masukin hati ucapan ibu", balas Yoga kemudian setelah 2 jam.
Setelah membaca balasan pesan dari Yoga Menur juga cuma pasrah, santai saja sih memang, lagian baru juga 7 bulan.
" Nur, jaga emosi kamu, bukan hanya kamu yang menginginkan anak mas juga sangat menginginkan anak dari mu, sabar jika ibu bicara yang bikin suasana hati mu kurang enak tahan emosi mu, kita harus berjuang terus hingga berhasil tentunya", pesan dari Yoga kembali masuk ke ponsel Menur.
Menur bernafas sedikit lega setelah membaca pesan dari Yoga.
" Nanti mas pikirkan jadwal untuk liburan ya, kita honeymoon kedua ya, kamu bisa rekomendasikan tempat yang bagus untuk kita berdua", Pesan Yoga lagi.
" Iya mas, mauuuu.... beneran ya mas kita liburan lag? Aku mau mas", Jawab Menur antusias menjawab pesan Yoga.
" Duh, senangnya yang mau honeymoon kedua", Jawab pesan Yoga lagi.
" Ita mas Menur senaaanggg banget", Jawab Menur penuh rasa bahagia.
" Pikirkan kemana tujuan kita, mas usahakan 2 minggu lagi kita berangkat, tapi sebelum kesana kamu pastikan kondisi kamu tidak dalam keadaan haid ya, terus di rumah kita juga harus berjuang setiap malam", pesan Yoga lagi.
Menur membaca pesan itu kembali langsung mencebikkan bibirnya, namun dia akan konsultasi pada dokter dulu untuk mengetahui waktu suburnya, dengan diam diam tanpa sepengetahuan Yoga.
" Ke dekat dekat sini saja ya mas, yang penting bisa liburan dengan nyaman, ke pantai atau ke puncak?", Jawab pesan Menur lagi.
" Oke, nanti di rumah kita lanjut lagi pembicaraan kita, mas ada kerjaan yang harus segera di selesaikan, tunggu mas di rumah ya", jawab pesan Yoga kemudian.
" Oke, moga lancar", Jawab Menur mengakihiri pembicaraannya melalui pesan dengan Yoga.
🐝🐝🐝🐝
Menur sudah selesai membereskan meja makan, dia hanya makan berdua dengan ibu mertuanya karena Yoga ternyata belum pulang, di telpon tidak diangkat tapi hanya membalas melalui pesan yakni mengatakan jika akan pulang sedikit malam, dan menyuruh ibu dan istrinya untuk tidak menunggunya makan malam, akhirnya Menur dan bu Salim hanya makan berdua.
" Nur, jika suami pulang telat tidak usah di marahi, memang sudah hampir tiga tahun ini dia terkadang pulang malam, katanya sih dia turun tangan menagih ke toko toko yang mengambil telor, daging ayam pada Yoga namun sulit membayar", Terang bu Salim.
" Iya bu", Jawab Menur.
Menur melangkah menuju kamarnya, sebagai seorang istri Menur punya Feling yang cukup kuat hanya rasa percayanya pada Yoga mengalahkan perasaannya.
" Achh... ck... Perasaan apa sih ini, ga lah, mana mungkin? Kenapa tidak mungkin? Siapa yang bisa menjamin jika mas Yoga setia? Atau bukti apa yang membuat aku harus mencurigainya?", Pertanyaan itu kadang terlintas di hati Menur, sungguh hatinya gelisah, ingin jawaban tapi juga tidak tahu kegelisahan tentang apa? Tentang kesetiaan suaminya yang dia ragukan? Ga lah!", Kembali hati kecilnya merasa ada sesuatu yang butuh jawaban.
" Menur.... Jangan curigai suami mu, kalian sedang berjuang untuk mendapatkan anak, kok malah pikiran mu aneh aneh Nur... Menur... ", Gumam Menur bermonolog sendiri.
" Mending segera wudhu untuk isya ah, biar pikiran kotor ku hilang dari kepala ku ini", monolog Menur kembali.
Menur pun akhirnya memutuskan untuk mengaji setelah sholat, dengan Khusyuk dia sebut terus nama suaminya, sekali lagi dan terus hingga entah berapa kali dia adukan nama suaminya Prayoga Salim pada sang penciptanya agar hati Menur merasa tenang.
" Ya Alloh, lindungi suami hamba, jadikan dia imam ku yang sesungguhnya, tuntun hatinya menuju cahaya-MU ya Robb, lindungi dia dari godaan makhluk-MU yang sesat, makhluk-MU yang penuh tipu daya dan dari panasnya api neraka, sungguh Engkau Maha pengampun lagi Maha pemberi Maaf, Ampuni dosa kami Ya Robb.... Aamiin yra", Kemudian Menur berdoa untuk kebaikan dunia dan akherat.
# Sedikit peka dan peduli melatih insting hati kita untuk peduli dan merasakan apa yang terjadi baik pada diri kita sendiri atau pada pasangan kita, karena sesungguhnya hati kita pun bisa memberikan sinyal adanya suatu tanda atas kejadian di luar sana pada pasangan kita...
Sama tokoh yoga,gak ada insyafnya
Semakin tua,bukannya keimanan diperkuat,dipeluk diam aja,kaya kucing
Garong,udah thor pisahin aja mereka
Biar aja menur jadi janda daripada dibohongi terus,tobat sambel
bagus ceritanya
sukses
semangat