Bisakah Kelvin menjadi seorang ayah, yang baik untuk keluarga kecil barunya?
Apakah pada akhirnya Vina bisa menerima kehadiran Kelvin dalam hidupnya?
Akankah kehidupan rumah tangga mereka akan berjalan dengan lancar?
Apakah pada akhirnya kebenaran akan terungkap?Apakah pada akhirnya mereka akan saling mencintai?
Aku akan belajar menjadi seorang ayah yang baik untuk mu dan anak mu, walaupun aku tidak tau, anak yang berada di kandungan mu anak mu dengan siapa, hanya saja jika melihat mu seperti ini mengingatkan ku dengan gadis itu gadis yang ku tinggali setelah malam itu, aku ingin tanggung jawab tentang hidupnya tapi bahkan sampai detik ini aku tidak tau dia dimana.
Aku berharap dia akan bertemu dengan laki laki yang mau menjaganya dan menerima kekurangan nya, sama halnya aku yang akhirnya menikahi mu dan menerima kekurangan mu. Aku harap suatu saat nanti kamu juga bisa menerima ku pada akhirnya
Jika kalian yang baru bergabung jangan lupa baca Novel sebelumnya dulu ya agar kalian ga bingung karna ini adalah Sequel lanjutan dari Cerita Kita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Memaafkan Mu
Kelvin pergi dengan tergesa gesa membuatnya gatau arah akan kemana hari mulai malam dan dia juga belum menemukan keberadaan Vina di manapun. Saat dirinya hampir frustasi akhirnya dia kembali kerumah saat jam di ponselnya menunjukan pukul 01.10 pagi menandakan dia sudah cukup lama mencari Vina.
Saat Kelvin sampai di rumahnya, dia duduk di sofa ruang tamu untuk istirahat sebentar karna dia sangat lelah terus berjalan dan menanyakan orang orang yang dia temui barangkali mereka melihat Vina. dan ga beberapa lama Kelvin terlelap di sofa dengan posisi masih terduduk di sana.
Sedangkan Vina keluar untuk membuat susu untuk dirinya yang ga bisa tidur, entah apa yang dia pikirkan tapi malam ini seolah berbeda dengan malam malam sebelum nya, kamar yang dia tiduri mulai terasa sepi mulai terasa hampa seperti ada sesuatu yang salah, seperti ada sesuatu yang hilang juga. betapa terkejutnya Vina saat keluar kamar melihat Kelvin tertidur di sofa dengan posisi terduduk.
Vina segera masuk ke kamar nya dan mengambil selimut dan tanpa Vina sadari dia justru memberikan sedikit perhatiannya untuk menyelimuti Kelvin agar tidak kedinginan di tengah ruang tamu. Setelahnya dia kembali melanjutkan niatnya untuk membuat susu dan juga mengambil beberapa cemilan.
Tanpa Kelvin dan Vina sadari bibi melihat kejadian itu, dia hanya dapat tersenyum melihat tingkah suami istri ini, karna di satu sisi mereka akan berkelahi dan sisi lainya saling mementingkan satu sama lain. bibi sadar kalau tuan nya ini keluar untuk mencari Vina tapi dia hanya membiarkannya sebab dia tau jika dia ikut campur belum tentu masalah akan terselesaikan.
Kelvin tersadar dan melihat ada selimut di tubuhnya, dia melihat Vina di dapur dan menyusulnya ke dapur. Saat sampai di dapur Kelvin pun bertanya pertanyaan yang sedari tadi ingin dia tanyakan, "Apakah kamu sudah pulang?maaf karna aku sudah berbuat jahat pada mu, maafkan aku tapi ku mohon jangan tinggalkan aku, aku ga bisa hidup jika seperti ini Vina" ucap Kelvin yang terus mengikuti Vina sampai di kamar tamu dan pintu tertutup.
Kelvin sadar mungkin dirinya sudah gila, bagaimana mungkin dia melihat Vina jelas jelas dia sudah pergi. dan pasti dia sudah sangat kelelahan yang menyebabkan dia mengigau tentang Vina. sebaiknya aku pergi istirahat sebelum semuanya semakin parah ucap Kelvin dalam hatinya
Kelvin istirahat di kamarnya, kamar itu sangat dingin sekarang bahkan gada lagi dekap hangat dari Vina maupun cerita sebelum tidur. semua terasa menyedihkan baginya. Dia kesal pada dirinya yang ga bisa mengontrol semuanya yang membuat dirinya kehilangan orang yang paling dia sayang. semogga besok akan lebih baik ucap Kelvin dalam hati sebelum dia terlelap.
Malam mereka habiskan untuk saling merenungkan apa yang salah dalam hubungan ini. dalam rumahtangga ini. akankah mereka bisa melewati semua ini.
Vina terbangun pagi ini dengan kantung mata yang terlihat jelas, dia sangat sulit tidur semalam entah karna apa, dia biasanya tidur saat Kelvin mengelus perutnya tapi malam ini, entahlah aku tidak ingin mengingatnya terus ini sungguh melelahkan.
Bibi mengetuk pintu untuk memberikan makanan untuk Vina sesuai permintaan Vina. untuk makanan dan yang lain nya bibi yang akan menyiapkan dan dia tidak akan keluar.
Dan ga terasa sudah 4 hari semenjak kejadian itu Vina terus mengunci dirinya dan Kelvin pun sama terus bolos ke kantor untuk mencari Vina dia gamau bertanya kepada mama dan keluarga yang lain nya kecuali adik perempuan Vina. iya Kelvin bertanya pada dian apakah Vina main ke sana dan Dian berkata Vina belum mengunjungi mereka semenjak di bawa Kelvin bulan madu. itu membuat Kelvin panik dan frustasi kemana istrinya pergi kenapa dia bahkan ga bisa menemukan istrinya di mana pun. dia sudah melacak setiap hotel tapi gada nama istrinya terdaftar. bahkan kartu ATM yang pernah dia berikan kepada istrinya tidak pernah ada transaksi apapun. Seharusnya jika dia benar keluar rumah dia harusnya menggunakan ATM untuk membeli kebutuhan tapi ini tidak sama sekali. itu membuatnya pusing sampai dia sulit makan dan kurang istirahat karna terus mencari Vina.
Dan semua orang rumah selalu menyembunyikan ini karna Vina yang minta, untuk di rahasiakan keberadaan nya. tapi bibi selalu memberitahu kepada Vina tentang keadaan Kelvin yang akhir akhir ini sangat memprihatinkan semenjak gada Vina. itu membuat hati Vina sedikit tergerak tapi dia hiraukan kembali karna sejujurnya dia masih bekum sanggup untuk bertemu kembali dengan Kelvin.
sampai sudah 2 hari Kelvin ga keluar kamar membuat bibi panik, dan terus membujuk Vina untuk menengok keadaan Kelvin. "Non, non seharusnya datangi tuan non, saya sudah gatau lagi keadaan tuan sudah 2 hari dia ga keluar kamar saat saya memberikan tuan makan dia hanya memakan makanan nya sedikit. saya khawatir terakhir siang tadi dan dia ga makan sama sekali makanan nya" ucap bibi kepada Vina seraya bersedih melihat mereka yang malah terlihat tidak ada perkembangan malah semakin buruk.
"Aku ga janji, nanti aku akan menemuinya saat makan malam tiba" ucap Vina singkat dan ingin menutup pintu belum sempat tertutup bibi pun berkata
"Nona boleh membenci orang masalalu nona karna telah membuat nona menanggung beban berat ini. tapi ingat nona bagaimana pun tuan lah yang menolong mu dan terus berada di samping mu dalam keadaan apapun, ingat dia suami mu mana ada suami yang bisa menerima istrinya dalam keadaan apapun sebaik tuan menerima mu. hanya karna nafsu dan amarah membuat orang yang tadinya paling di cintai menjadi orang paling di benci. Bagaimana pun juga bukankah sudah seharusnya suami istri itu berbuat demikian, bukankah sudah kewajiban istri memberikan suami nafkah batin juga? nona jangan egois hanya karna masalalu yang belum selesai. dan cobalah berdamai dengan masalalu agar nona bisa terus berjalan untuk masa depan yang lebih baik. ingat nona kesempatan tidak datang dua kali, saya hanya khawatir orang yang semula cinta saat nanti sudah tidak mencinta lagi apa akan sebaik dulu?" ucap bibi seraya pergi meninggalkan Vina yang hanya diam terpaku dengan perkataan membantunya itu
Setelah berfikir cukup banyak Vina akhirnya memutuskan untuk ke kamar Kelvin saat itu juga dengan berlari kecil dia mengetuk ngetuk pintu itu tapi tak kunjung juga ada jawaban saat gagang pintu di gerakan, itu menandakan bahwa pintu dalam keadaan terkunci Vina kaget melihat makanan siang tadi masih full di luar kamar menandakan makanan itu tidak di sentuh sama sekali. Vina yang panik terus meneriaki nama Kelvin di balik pintu kamar itu.
"Kelvin!! Kelvin Wicaksana! buka pintunya Vin, apakah kamu baik baik saja! Kelvin cepat buka atau aku akan terus membenci mu jika terjadi sesuatu pada mu! Kelvin kau bisa dengar aku!!" ucap Vina berteriak seraya mengetuk ngetuk pintu dan terus menggerakkan gagang pintu
Sampai tiba tiba satpam datang untuk melihat ada keributan apa di rumah kenapa non Vina terus berteriak, dia segera naik dan melihat Vina memaksa masuk kamar tapi tidak bisa.
"Ada apa non?" tanya satpam
"Pak bapak ada kunci serep kamar ini ga?! ini Kelvin ga respon saya saya takut dia kenapa kenapa pak ada ga pak!" ucap Vina panik karna Kelvin ga jawab apapun yang dia tanyakan
Fikiran Vina pergi kemana mana saat satpam bilang hanya kamar utama lah yang ga memiliki kunci cadangan, kepala Vina terasa sakit mengetahui hal itu dia berfikir kalau Kelvin kenapa napa di dalam jika tidak segera di buka pintu itu tapi bagaimana pintu itu tidak memiliki kunci cadangan.