NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Pernikahan Kontrak

Cinta Dalam Pernikahan Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: umi whiby

ini menceritakan tentang kisah radiska dan Arvin yang terjerat oleh pernikahan kontrak.

namun siapa sangka cinta itu tumbuh dalam pernikahan kontrak mereka.😊😊

warning!!
cerita ini mengandung adegan dewasa!! mohon bijak dalam membaca ya guys

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon umi whiby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 16 terpaksa menyetujui pernikahan

Saat ini Adis sedang berada diperjalanan bersama Arvin. Gadis itu sama sekali tidak tau kemana Arvin akan membawanya. Adis tak berani mengeluarkan suara sedikitpun, ia hanya diam dan mengikut saja.

Selang beberapa menit mereka sampai dirumah yang sangat megah dan mewah. Rumah yang dominan berwarna white and gold. Adis hampir tak percaya ada rumah besar indah layaknya sebuah istana.

 Adis masih tercengang melihat rumah mewah milik orangtua Arvin. Ia sama sekali tak berkedip sangking kan takjubnya

“Tuan, kita dimana?” tanya Adis pelan, namun wajahnya masih menatap takjub mansion mewah itu.

“Jangan banyak bertanya! Turun dan ikut saja.” Sarkas Arvin dengan wajah datarnya.

Mereka berdua turun dan berjalan menuju pintu yang sangat tinggi. Disini Adis merasa agak sedikit takut kalau sampai Arvin berbuat sesuatu padanya. Seperti tau isi hati Adis, Arvin langsung berkata,

“Jangan khawatir, aku tidak bernafsu menyentuh mu sedikitpun.”

Adis sontak saja kaget, bagaimana pria itu bisa tau batin Adis. Namun ia lega kalau Arvin tidak berniat buruk padanya.

Pintu rumah terbuka lebar saat mereka berdua sampai didepan pintu. Nampak lah beberapa maid yang berdiri menyambut mereka berdua.

“Selamat datang tuan..” ucap mereka serentak menunjukkan kepalanya.

Arvin tidak bersuara atau memberikan jawaban, ia pergi begitu saja meninggalkan Adis yang masih tercengang melihat isi mansion nya.

“I,ini tempat apa bik?”

Adis menatap sekeliling dengan mata yang berbinar. Ia belum pernah melihat tempat yang seindah ini.

“Ini rumah keluarga Willson nona! Silahkan masuk..”

Adis semakin terkejut. Mengapa Arvin membawa nya kerumah nya? Padahal Adis ingin bertemu bunda dan adiknya!

“Cepatlah! Atau aku akan menggendong mu sampai ke kandang macan ku!” pekik Arvin dari sebalik yang Adis sendiri tak tahu menuju kemana.

Adis berlari mengikuti Arvin takut jika nanti pria itu murka dan melemparkannya kekandabg peliharaan buasnya.

“Kau ini lama sekali.” Bentak Arvin setelah Adis sampai dihadapannya.

Wajah Adis berubah kesal, selama ia bekerja, gadis mungil itu sama sekali tidak tau kalau sifat asli bos nya itu sangat menyebalkan.

“Dasar pria arogan gila..” gerutu Adis kesal menghentak akan kakinya dengan kuat.

Arvin membawa Adis sampai ketaman belakang, dimana kedua orangtuanya sering menghabiskan waktu. Karena rumah mereka lumayan besar, Adis sampai kesal sendiri karena tidak tau kemana Arvin membawanya.

“Tuan, kita mau kemana? Aku ingin bertemu bunda ku!” desah Adis yang mulai kelelahan.

Arvin tak menjawab, namun tatapan nya lah yang berbicara. Seolah mengisyaratkan menyuruh Adis untuk diam.

Didepan sana Adis melihat bunga bunga yang bertumbuhan indah. Seperti taman bunga. Tak lama pandangan nya tertuju pada satu objek yang sangat ia kenal. Ia berulang kali mengedipkan matanya untuk memperjelas penglihatannya, dan benar saja ia melihat bunda dan adiknya sedang bercengkrama dengan dua orang yang sebaya dengan bundanya.

“Kau ingat! Jangan sampai membocorkan masalah kontrak kita. Atau aku akan melakukan hal diluar dugaan mu.” Ancam Arvin. Adis sama sekali tak menjawab, ia malah berteriak memanggil bunda nya.

“Bunda..!” pekik Adis kuat, hingga membuat semua orang melihatnya.

Adis berlari menghampiri bunda dan memeluknya dengan erat. Ia menangis, ia pikir bunda memang benar-benar hilang tadinya.

“Mengapa menangis nak? Sudah jangan menangis lagi.” Bunda mengusap bahu Adis lembut.

“Kenapa bunda hilang tadi pagi? Adis khawatir bunda! Adis pikir bunda pergi ninggalin Adis sendirian..”

“Mana mungkin bunda tinggalin kamu, bunda tidak bisa kehilangan kamu nak..”

Adis melepaskan pelukannya, ia beralih menatap wajah Adis nya yang tersenyum mengejek melihatnya.

“Dasar kau adik durhaka!” Adis memukul lengan adiknya kesal “bisa-bisanya kau mematikan ponselmu..”

Dika  tersenyum bersalah, tadi baterai ponselnya habis makanya ia tak sempat memberitahukan kalanya. “Maaf ya kak! Tadi ponsel Dika habis baterai, makanya Dika gak sempat kasih kabar.”

Karena terlalu fokus dengan adik dan bundanya, Adis sampai tak menghiraukan dua orang yang sejak tadi tersenyum menatap nya.

“Adis, salam dulu nak! Tidak sopan mengabaikan orang tua..”

Adis baru melihat sekeliling, didepan bunda nya ada ibu dan ayahnya Arvin.

“Nyonya..” seru Adis dengan tatapan tak percaya. Ia lupa kalau orang yang pernah ia selamat beberapa waktu lalu adala calon mertua nya nanti.

“hallo Adis!” mommy melambaikan tangannya kearah Adis dengan tersenyum.

“Ayo Salaman dulu sama mereka..”

Walaupun ragu, Adis memberanikan diri untuk bersalaman dengan dua orang yang paling disegani. Wajah tuan Willson memang sangat ramah tapi tetap membuat bulu kuduk Adis berdiri.

Selepas Adis bersalaman, kini giliran pria arogan yang mempunyai wajah datar. Yang terakhir pria itu mencium punggung tangan bunda Adis dengan format.bya bagi siapapun yang baru mengenal Arvin tentu berdecak kagum, seorang pengusaha sukses tampan pekerja keras dan juga menghormati orang tua. Padahal se aslinya sifat tidak lebih dari seorang penjahat.

“Daddy, mommy Arvin tinggal dulu. Ada urusan penting yang harus diselesaikan.”

Arvin berpamitan karena menang banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan. Tidak waktu bersantai bagi Arvin.

“Maaf tuan nyonya, saya permisi ingin berbica berdua dengan anak saya sebentar saja..” pamit bunda pada tuan dan nyonya Wilson. Padahal mereka sudah meminta bunda untuk memanggil mereka nama saja.

Bunda membawa putranya sedikit lebih jauh dari merek sementara Dika tetap disana bersama kedua orang hebat itu. Ada hal penting yang ingin bunda tanya kan pada putrinya.

“Ikut bunda sekarang.”

Setelah merasa benar-benaraman bunda langsung memeluk tubuh Adis dengan sangat erat.

“Kenapa bun? Apa terjadi sesuatu? Apa mereka menyakiti bunda..?” tanya Adis heran melihat bunda yang tiba-tiba memeluk dirinya.

“Kenapa kakak tidak jujur sama bunda?” lirih wanita paruh baya itu dengan raut wajah sedihnya. Bukan menjawab, wanita itu malah balik bertanya pada anaknya.

Adis terdiam, apa bunda sudah tau dengan hutang ratusan juta nya pada Arvin! Kalau benar bunda tau pasti ia sangat kecewa. Adis menundukkan kepalanya merasa bersalah, “maafkan Adis Bun..”

“Mengapa tidak mengatakan nya dari awal kak? Bunda kecewa..”

“maafin Adis Bun, Adis nggak bermaksud..”

“mengapa tidak terus terang saja kalau kamu mencintai putra mereka? Mengapa tidak jujur nak?”

Adis menatap wajah bunda, ia pikir bunda kecewa karena ia mengetahui hutang putrinya yang lumayan banyak, batin Adis.

“Maksud bunda apa?” lirih Adis masih belum mengerti.

“Kamu tahu kan keluarga Willson sudah menyiapkan pernikahan kamu dan tuan muda Arvin dalam waktu dekat ini? Mengapa tidak jujur saja kak? Sampai-sampai tuna muda Arvin harus bersusah payah membawa ibu kemari..”

Adis mengerutkan keningnya, ia yakin Arvin sudah merangkai cerita gila pada bundanya.

“Adis, Adis..” gadis itu bingung harus mengatakan apa. Ia gugup sekali.

“sekarang kamu harus pergi dihadapan mereka, katakan kalau kamu menerimanya atau tidak.”

“Bagaimana ini! Kalau aku jujur pasti bunda kecewa dan jatuh sakit. Tapi kalau aku berbohong, bagaimana dengan hidup ku nanti nya..” batin Adis serba salah. Yang paling fatalnya dia sudah menandatangani surat kontrak perjanjian pra nikah nya.

Adis dan bunda kembali bergabung dengan mommy dan Daddy Willson, mommy tersenyum ramah dan menarik tubuh Adis agar duduk berdekatan dengan dirinya.

“Sayang! Mengapa mata mu bengkak? Apa anak mommy membuat mu menangis?

“Bu, bukan nyonya! Tadi saya hanya terkena debu..” bohong Adis menghindari tatapan semua orang.

“Jangan terlalu formal nak, panggil aku mommy dan panggil suamiku Daddy. Sebentar lagi kamu akan menjadi menantu keluarga kami kan..”

Suara Adis tercekat, ingin jujur tapi ia tidak bisa. Ada keluarga nya yang harus ia pertaruhkan.

“jangan takut sayang! Arvin sudah mengatakan semuanya. Jadi dalam waktu dekat ini kalian akan menjadi suami istri.”

Adis kembali merasa sesak, andai saja mereka tau bagaimana pria arogan itu menciptakan semua ini dengan kebohongan belaka.

Tuan Willson tak mengeluarkan suara sedikitpun, dari tatapannya saja ia sudah tahu kalau gadis yang akan menjadi menantu nya itu terpaksa menyetujui pernikahan konyol mereka.

“baoklah, mommy..”

 

 

*****

 

jangan lupa tinggalkan komentarnya ya kak..! biar aku makin semangat lanjutin ceritanya..!! 😍😍😘

1
Sumar Sutinah
haadeuh alvin apa msh punya muka istri dn mertuanya sengsata sedangkan dia mengurus wanita lain, heran sm mertua adis knp diem" aja g ngebantu menantu katanya sayang, kno kelakuan anaknya yg aneh g d selidiki sm ayah c alvin
Sumar Sutinah
bagus thor aku aka karyamu 👍❤️💪
November
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor
Yati Yati
kpn yp nya thor
si ciprut
angel sama bpaknya bersekutu... pura2 doang memanfaatkn
Nuraini Ibrahim
lanjut
Nuraini Ibrahim
betul2 parah sakit jiwa itu nenek
Nuraini Ibrahim
hummm
seruh deh
Nuraini Ibrahim
makin seruh deh
Nuraini Ibrahim
huummmm
Nuraini Ibrahim
yeee udah mulai jatuh cinta rupanya
Nuraini Ibrahim
sekurangnya claudia nga sombong jadi adis jadi punya teman
Nuraini Ibrahim
lanjut
Nuraini Ibrahim
dasar nene pikun
Nuraini Ibrahim
malu2 tapi mau dia
Nuraini Ibrahim
lanjut
Nuraini Ibrahim
dasar tidak peka dia
Nuraini Ibrahim
lanjut
Nuraini Ibrahim
huummmm
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!