NovelToon NovelToon
CAHAYA JINGGA

CAHAYA JINGGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:133.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nuriyyah

Kehidupan punya kenyataan, karena hidup terus mengikuti takdir. Seperti kehidupan yang dijalani oleh gadis bernama Jingga. Di saat usianya masih remaja, dia harus kehilangan ibunya.

Namun Jingga tak pernah menyerah untuk menjalani kehidupannya. Walaupun dia harus menerima kenyataan bahwa ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita yang tidak dia sukai.

Beruntung saat dia berusia dewasa, dia dipertemukan dengan seorang laki-laki yang sangat mencintainya. Hingga tak butuh waktu lama untuk Jingga menyandang status sebagai istri dari seorang manager restoran bernama Ken. Namun lagi-lagi dia harus menelan pil pahit, saat suaminya harus menikahi seorang gadis yang sedang mengandung anak dari suaminya.

Jingga berusaha mempertahankan rumah tangga yang baru dibangun, dia juga rela harus berbagi suami dengan wanita lain. Tetapi, kehidupan Jingga yang sebenarnya baru dimulai saat itu, saat dia harus rela melihat rumah tangganya yang hancur. Sampai dia berada dititik keputusasaan, hadirlah seorang laki-laki tampan bernama Ray Alfendra. Seorang pengusaha muda yang tampan, dengan ketulusannya dia bisa membawa Jingga pada kebahagiaan yang diimpikan Jingga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuriyyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

Resti sangat kesal, bagaimana bisa orang tua Ken melewatinya begitu saja. Padahal dia sengaja berdiri didepan pintu kamarnya untuk sekedar menyapa mertuanya itu.

Tetapi mereka sama sekali tak merespon sapaan dari Resti, dan malah terus berjalan kearah kamarnya Jingga. Sebenarnya Resti sangat penasaran dengan pembicaraan Ken dan orang tuanya, karena baik dirinya maupun Jingga hanya menunggu didalam kamar masing-masing.

Tok tok tok!

Jingga segera berjalan kearah pintu setelah dia mendengar ketukan dari luar pintu kamarnya.

"Sayang, boleh kami masuk? Ada yang mau Papa sama Mama bicarakan sama kamu," ucap Bella setelah pintu terbuka.

"Iya Pa, Ma. Silahkan masuk!" ucap Jingga mempersilahkan mertuanya masuk kedalam kamarnya.

Jingga duduk dengan Bella diatas kasur sedangkan Roy duduk disofa mini yang terletak didepan ranjang Jingga.

"Ada apa Pa,Ma?" tanya Jingga penasaran.

"Enggak ada apa-apa sayang. Papa cuma mengkhawatirkan keadaan kamu," jawab Roy yang sudah terlihat santai, dibandingkan dengan tadi saat masih berbicara dengan Ken.

"Jingga baik-baik aja Pa. Papa sama Mama gak usah khawatirin Jingga," ucap Jingga sambil tersenyum.

Sedangkan Bella hanya mengelus tangan menantunya itu.

"Papa tidak tahu harus berkata apa sama kamu nak. Papa tahu betul perasaan kamu sekarang," ucap Roy.

"Papa jangan khawatir, ini semua sudah menjadi takdir untuk rumah tangga Jingga dan Mas Ken. Jingga udah ikhlas menerima semuanya," balas Jingga lembut.

"Tapi sebagai seorang wanita, Mama juga tahu perasaan kamu. Pasti kamu hancur dengan kejadian ini, apalagi sekarang kamu harus tinggal bersama dengan madu kamu sayang," ucap Bella yang sedih melihat Jingga.

"Insyaallah Jingga sudah ikhlas Ma. Jingga minta sama Papa dan Mama jangan terlalu memikirkan masalah ini, Jingga takut nanti kalian malah jatuh sakit," ucap Jingga sambil menatap bergantian kearah papa dan mama mertuanya.

"Justru kami harus membantu kalian menyelesaikan masalah ini. Kami tidak akan tega melihat kamu melewati ini sendiri, bagaimana pun ini semua karena Ken," ucap Roy.

"Tapi Pa..." balas Jingga yang berusaha membuat mertuanya mengerti. Karena bagaimana pun dia tak mau mertuanya terlibat dengan masalah rumah tangganya.

Sudah cukup kebaikan dari mereka untuk Jingga, dan Jingga tidak mau menambah beban kepada mertuanya.

"Begini saja sayang, bagaimana kalau kamu dan istri keduanya Ken tidak tinggal bersama," ucap Roy memberikan saran.

"Iya Pa, Mama setuju. Mama gak mau Jingga tertekan dengan kehadiran madunya," ucap Bella mendukung saran dari suaminya.

"Ah itu.... Jingga rasa itu tidak perlu. Nanti mas Ken gimana?" tanya Jingga.

"Biar Ken bolak-balik aja kerumah kedua istrinya, iya kan Pa?" tanya Bella sambil terkekeh.

"Papa sih terserah Ken Ma. Kalo dia setuju bolak-balik kerumah istri-istrinya, ya gak papa," ucap Roy dengan kekehan diakhir.

"Ma... Kasian mas Ken nya dong," balas Jingga yang juga tersenyum. Setidaknya dia merasa terhibur dengan bercandaan kedua mertuanya.

Roy dan Bella merasa senang, karena Jingga akhirnya bisa tersenyum. Setidaknya mereka bisa sedikit menghibur Jingga.

Sedangkan diluar, Resti berusaha menguping pembicaraan orang tua Ken dengan Jingga. Namun sayangnya dia tak mendengar apapun kecuali tawa mereka, dan langsung membuat dia naik darah.

Ah! Bagaimana bisa orang tua Ken begitu menyayangi Jingga. Bahkan jika dibandingkan dengan dirinya, Jingga tak ada apa-apanya pikir Resti kesal sambil menghentak-hentakan kakinya.

Tanpa resti sadari, Ken melihat dirinya yang kesal sendiri. Ken menatap Resti dengan pandangan aneh. Kenapa dia sangat kesal, apakah semua orang yang hamil akan sesensitif itu? Pikir Ken sedikit bingung.

"Sedang apa kamu didepan kamar istri saya?" tanya Ken sambil menyipitkan matanya menatap Resti.

"Eh? A---aku gak lagi apa-apa" jawab Resti kaget, bahkan dia terlihat gugup saat menjawab pertanyaan dari suaminya.

"Terus kenapa berdiri disini? Kamu lagi nguping pembicaraan mereka ya?" tuduh Ken.

"Enggak, aku disini karena pengen ketemu sama orang tua kamu, karena bagaimana pun mereka juga mertuaku Mas," balas Resti seadanya.

Ken masih menyipitkan matanya, menatap wanita didepannya dengan pandangan penuh curiga. Bagaimana pun wanita didepannya ini sudah menjebak dia, jadi Ken masih belum percaya dengan semua ucapan Resti.

"Awas aja ya kalau sampai saya tahu kamu berniat jahat pada istri dan orang tua saya. Jika itu terjadi, saya akan buat perhitungan," ucap Ken memperingatkan Resti.

"Kenapa sih Mas, kamu selalu bersikap seperti ini? Kamu selalu menyudutkan dan menyalahkan aku, dan sekarang kamu mengancam aku. Sebegitu bencinya kamu sama aku, sampai-sampai kamu selalu bersikap kasar. Kenapa kamu memperlakukan aku dan kak Jingga sangat berbeda?" tanya Resti dengan suara meninggi. Bahkan karena suaranya itu, Jingga dan orang tua Ken langsung keluar dengan wajah penasaran kala mendapat keributan dari luar kamar.

"Kamu masih bertanya huh! Jelas, saya memperlakukan kalian berbeda karena kamu dan Jingga sangat berbeda jauh. Bahkan Jingga tak pantas jika harus disandingkan dengan wanita seperti kamu!" ucap Ken sambil berteriak. Dia sudah tidak bisa mengontrol emosinya jika terus berhadapan dengan Resti.

"Kamu lupa Mas. Aku juga istri kamu, bukan hanya kak Jingga. Ak---u... awww sakit, perut ku sa---kit..." balas Resti dengan suara sama besarnya. Namun belum sempat dia menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba Resti kesakitan, perutnya seperti diperas dan langsung membuatnya ambruk ke lantai.

Bukan hanya Jingga dan mertuanya saja yang kaget melihat itu, Ken pun sama kagetnya bahkan dia sampai membesarkan matanya.

"Astagfirullah. Resti... bangun!" ucap Jingga yang langsung menyangga kepala Resti kedalam pangkuannya.

"Mas, cepet bawa kerumah sakit!" ucap Jingga panik sambil melirik kearah suaminya yang hanya diam berdiri.

"Ken kamu angkat Resti, Papa siapkan mobilnya," ucap Roy cepat sambil melangkah keluar.

"Ken!" ucap Bella yang merasa Ken hanya diam saja melihat Resti tak sadarkan diri.

Ken tersentak kaget dengan suara mamanya dan langsung mengangkat Resti untuk dibawa kerumah sakit.

Setelah sampai dirumah sakit, Resti segera dibawa ke ruang UGD. Sedangkan Ken, Jingga dan orang tuanya menunggu diluar.

Ken segera berjalan kearah dokter yang baru saja keluar dari ruang UGD.

"Bagaimana keadaan dia dok?" tanya Ken penasaran.

"Keadaan pasien baik-baik saja. Dia hanya mengalami kontraksi diperutnya akibat stres yang dialaminya. Untuk kandungannya juga tidak bermasalah, sehingga pasien tidak perlu rawat inap. Hanya saja pasien tidak boleh mengalami tekanan maupun stres berlebih, yang bisa memicu keadaan janin yang ada didalam kandungannya," jawab dokter itu yang langsung membuat semua orang menghembuskan nafas leganya.

"Silahkan kalau Bapak dan Ibu mau melihat keadaan pasien," ucap dokter itu sambil mempersilahkan pada keluarga pasien.

"Ken kamu aja yang melihatnya, biar kami menunggu disini," ucap Bella yang tahu bahwa dia, suaminya maupun Jingga merasa canggung jika harus melihat keadaan Resti.

"Dok, saya langsung bawa dia pulang saja boleh kan?" tanya Ken pada dokter itu yang sontak membuat dokter itu bingung. Baru kali ini ada keluarga pasien yang menolak melihat keadaan pasien.

"Ah? Oh iya Pak silahkan. Karena keadaan pasien baik-baik saja. Bapak bisa langsung urus administrasinya saja. Kalau begitu saya permisi," jawab dokter yang langsung undur pamit.

Sedangkan Roy hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anaknya itu.

1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
kalo judul novelnya apa???
Nurriyah: Wah, terima kasih kak atas kunjungannya 😍😍😍
total 3 replies
Puan Harahap
nyicil 10 like thor
mampir ya
Puan Harahap
hadir dan salam daroi pria idola
Puan Harahap
hadir, salan pria idola
Puan Harahap
hadir
Puan Harahap
salken thor
Rochmah Yuliati
gak ada lanjutannya thor??
Nurriyah: Maaf ya kak, belum bisa up lagi. Tapi Author akan segera menyelesaikannya 🙏
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
dasar ken,,, gak punya urat malu,,,,kepedean banget,,, skrg ngakuin anak dulu loe kemana aja,,, malah gak mengakui anak dlm kandungan jingga sbgai darah dagingnya,,,,
Nurriyah: Sesal selalu di akhir, mungkin itu yang dia rasakan kak 😊 😊
total 1 replies
Nur Aida Zhaafira
wah...wah...wah ini lebih memalukan lagi istri baru seminggu meninggal dah ngejar mantan aja dengan tak tau malunya bahkan meremehkan orang lain kayak dia yang lebih baik baik aja ckckck
Nurriyah: Iya kak 😊 😊 😊
total 1 replies
Nafisa Hasan
urat malunya udah putus tu
Nurriyah: 😊😊😊 iya kak
total 1 replies
Nur Aida Zhaafira
awas klo ken bikin ulah dengan keadaan rey yg sekarang
Nurriyah: Kalo bikin ulah nanti ta getok kepalanya kak 😀
total 1 replies
Nur Aida Zhaafira
semoga cepet sadar dan pulih...dan semoga kecelakaan ini murni bukan rencana seseorang
Nur Aida Zhaafira
jgn sampe kenapa2 sama rey
Nafisa Hasan
heeh ada apa kk......
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
nah loh,,,,apa yg terjadi sampai jingga begitu kaget,,,,!?!?
Anissa Magfirah
jangan bikin terkejut juga lho thor jantung kita yang baca , dan buat kita penasaran,
lanjutan ceritanya harus dobel lho tho, kalian lama nggak up nya
Viorinne Chella
Semangat thor
semoga urusan real nya cpt kelar
dan bisa update lagi 💞
Nurriyah: Iya kak terima kasih 😊
total 1 replies
Nafisa Hasan
sehari sekali dong kk upnya
Nurriyah: Maaf kak kemarin ada acara keluarga jadi tidak bisa update 🙏
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
cara ken menemui anaknya yg salah,,,kenapa harus dgn cara tdk baik,, tentu saja jingga merasakan kesal dgn tindakan ken
Anissa Magfirah
saya senang saja sikap jingga , tapi saya juga muak melihat sikap ken yg terlalu angkuh, syukurlah kalau ken sadar, tapi, sebagai mantan suami, dia seharusnya secara baik baik dan jgn terlalu angkuh , jengkel ,kecewa sama ken ,
피롷: dri kmaren aku pgen bgt geplak palanya ken pke panci pink😂😂😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!