NovelToon NovelToon
TIRAKAT 4

TIRAKAT 4

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

SERI KE 4 DARI UNIVERSE NOVEL "TIRAKAT"

Menceritakan tentang perjalanan kehidupan anak gadis bernama Gendis, yang hidup dalam sebuah keluarga miskin. Namun, seiring berjalannya waktu, kekayaan datang dalam kehidupan keluarganya karena orang tua Gendis melakukan pesugihan.

Dan, karena pesugihan itu, justru menjadikan Gendis sebagai "wadah" pencari tumbal agar kekayaan keluarganya tetap bertahan.

Ritual pesugihan apa yang dilakukan orang tua Gendis?
Bagaimana penderitaan Gendis selama menjadi "wadah" pencari tumbal?
Dan, seperti apa perjalanan hidup Gendis sampai ia ditakdirkan bertemu dengan Nisa?

Selamat membaca...
.
.
.
DISCLAIMER!!!

Apabila terdapat kesamaan nama tokoh, latar tempat, agama, budaya, laku tirakat tertentu, dan kepercayaan tertentu dengan para pembaca semua, bukan karena unsur kesengajaan penulis. Harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 JAJAN CILOK

"Kretek kretek kretek kretek"

Suara rantai sepeda Salsa yang digowes pelan terdengar jelas di telinga Gendis...

Ke dua tangannya memeluk erat pinggang Salsa yang ramping...

Sambil terasa hembusan angin semilir, dan hangatnya sinar matahari hampir menjelang sore yang menembus dedaunan di kanan dan kiri jalan aspal itu...

Sempat beberapa kali terdengar suara mobil dan motor yang melintas...

.....

.....

.....

Entah bagaimana perasaan Gendis saat ini...

Hatinya benar-benar bisa merasakan sebuah ketulusan dari Salsa...

Teman baru yang dikenal Gendis belum ada satu jam itu, benar-benar menghadirkan perasaan syahdu luar biasa di hati Gendis...

.....

.....

.....

"Ciiiiiittttt"

Suara rem sepeda Salsa terdengar, dan berhenti laju sepedanya...

Terdengar di kejauhan suara anak-anak yang begitu ramai...

"Salsa, kenapa berhenti? Kita ada dimana sekarang?" tanya Gendis.

"Kita udah sampe di lapangan bermain Gendis..." jawab Salsa.

"Ayo kita turun dulu." tambah Salsa.

Dan mereka berdua pun turun dari sepeda...

Salsa menaruh sepeda tepat di seberang jalan aspal, dan segera menuntun tangan Gendis berjalan menuju lapangan bermain itu...

"Naaah... Di sini, semua anak-anak sering main bareng loh Gendis, hampir tiap sore pasti rame kalo di sini." jelas Salsa.

"O-oooh... Gitu yaaa..." respon Gendis.

"Iyaaa... Ayok sini..."

"Iya Salsa..."

Salsa pun kembali menuntun tangan Gendis, berjalan pelan-pelan ke salah satu pinggir lapangan bermain itu.

"Nah, kita duduk di sini dulu." kata Salsa.

Mereka berdua pun duduk di bawah sebuah pohon rindang...

Tangan Gendis langsung meraba-raba rumput tipis yang terasa sejuk di sekitar ia duduk. Dan Salsa pun memperhatikan Gendis dengan tersenyum.

"Oh iya Gendis, kamu dari mana sebelum pindah kesini?" tanya Salsa.

"E-emmhh... Aku dari Bekasi..." jawab Gendis.

"Bekasi itu dimana? Aku belum tau..." kata Salsa.

"Bekasi itu... Di... Emmhh... Dimana ya?" jawab Gendis.

"Ahahahaha..." Salsa malah tertawa geli.

"Kenapa ketawa?" tanya Gendis heran.

"Kamu lucuuu... Masa lupa sama rumah kamu sebelumnya... Hahaha..." respon Salsa.

"Eh... Hehehe..." respon Gendis sedikit malu.

"Udah, gak apa-apa, nanti aja kamu kasih tau aku dimana Bekasi itu."

"Hehehe... Iya Salsa..."

Sejenak mereka berdua diam, Salsa bisa melihat banyak anak-anak yang sedang bermain di tengah lapangan. Ada yang bermain layangan, ada yang bermain sepeda juga, ada yang bermain bola plastik, dan juga lainnya.

Sedangkan Gendis, hanya bisa mendengar suara riuh ceria semua anak-anak di tengah lapangan itu.

"Oh iya Salsa..." ucap Gendis.

"Hemmm? Kenapa Gendis?"

"Rumah kamu dimana?"

"Rumahku gak jauh kok dari sini..."

"Oooh..."

"Nanti aku ajak kamu main ke rumahku ya!"

"Eh... Hehehe... Iya, mauuu..." jawab Gendis sambil tersenyum, menatap wajah Salsa dengan mata putihnya.

"Oh iya Gendis..."

"Iya? Kenapa Salsa?"

"Sebentar ya, kamu duduk di sini, jangan kemana-mana!"

"Eh? Kamu mau kemana lagi?"

"Hehehe... Aku mau jajan!"

Dan Salsa pun berjalan menjauh, terdengar oleh Gendis suara langkahnya di atas rumput.

.....

.....

.....

Beberapa saat Gendis menunggu Salsa kembali...

Sambil Gendis terus menerus merasakan kebahagiaan di hatinya...

Sambil tak menyangka juga, dirinya akan langsung mendapatkan teman baru di Cirebon ini...

Teman yang bisa langsung membuatnya sangat nyaman...

Dan yang paling penting, Gendis merasa dirinya yang buta ini diterima dengan tulus...

.....

.....

.....

"Srakkk srakkk srakkk srakkk"

Suara langkah kaki Salsa di atas rumput terdengar mendekat...

"Naaah... Coba tebaaak... Aku jajan apaaa?" tanya Salsa yang sudah duduk lagi di samping Gendis.

"Jajan apa kamu Salsa?"

"Tebak dooong..."

Salsa sambil mendekatkan sebungkus cilok hangat ke hidung Gendis.

"Waaah... Kamu jajan cilok yaaa?" tebak Gendis.

"Hehehe... Beneeer..."

Salsa langsung memakan satu ciloknya dengan tusukan bambu.

"Nyam nyam nyam... Eeemmm... Enak bangeeet..." kata Salsa.

Gendis sampai menelan ludahnya sendiri saat mencium aroma gurih dari saus kacang cilok itu, dan juga mendengar suara kunyahan Salsa.

Salsa melirik ke wajah Gendis...

Dan sepertinya Salsa memang sangat memahami Gendis...

"Gendis, mana mulutmu? Buka..." kata Salsa.

"Hah? Kenapa?" tanya Gendis bingung.

"Udah, ayok buka mulutmu..." kata Salsa.

Gendis pun membuka mulutnya, "Aaaaaa..."

Tanpa diduga, ternyata Salsa menyuapi Gendis..

"A-ammm..." suara Gendis saat merasakan satu cilok hangat dan gurih itu masuk ke mulutnya.

"Gimana rasanya? Enak kaaan?" tanya Salsa.

"Emmmhhh... Nyam nyam nyam... He'emmm..." sahut Gendis sambil mengangguk cepat.

Sambil mengunyah...

Kembali terlihat mata putih Gendis berkaca-kaca...

Dan dengan lembutnya...

Salsa mengusap air mata Gendis yang mengalir pelan...

1
🔵🌹Widian,🧕🧕🌹
ini 2 anak yang berbeda kah ?
Deni Komarullah: Tokoh Gendisnya sama Kak... Korbannya yang berbeda...
total 1 replies
SecretS
Merinding juga, kepala sampai hancur. Lanjut kak, memang sampai berapa tumbal? Kalau dihitung pasti lebih dari 5 sebab bertahun tahun loh sebelum ketemu nisa?
Deni Komarullah: Iya Kak...
total 1 replies
SecretS
😰😰menegangkan kak pas gendis mojokin sinta 😆😆, lanjut kak gimana cerita nya gendis kok bisa di pondok dan ketemu nisa 😃
SecretS
Ini kisah pesugihan ya
😆😆 lanjut kak👍👍👍
Yeni Yeni: lanjut dah
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!