NovelToon NovelToon
Aku Masuk Ke Tubuh Villainess Yang Akan Dieksekusi

Aku Masuk Ke Tubuh Villainess Yang Akan Dieksekusi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Menjadi NPC
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Enzelynn

Aku hanya tidur setelah membaca novel, lalu bangun sebagai villainess yang dijadwalkan mati tiga hari lagi. Tunanganku membenciku, gadis suci itu mencurigakan, pelayanku terlalu dramatis, dan duke utara menawarkan kontrak seolah sedang memesan teh. Baiklah. Kalau aku harus hidup sebagai penjahat, setidaknya aku akan menjadi penjahat yang sulit dibunuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enzelynn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terowongan Rahasia dan Reputasi yang Makin Susah Diperbaiki

Jatuh melalui lantai rahasia terdengar romantis jika terjadi dalam dongeng.

Kenyataannya, itu sakit.

Sangat sakit.

Aku mendarat di atas sesuatu yang empuk. Selama dua detik, aku merasa bersyukur. Lalu benda empuk itu mengerang.

“Lady Evangeline,” suara Cassian terdengar dari bawahku, terlalu tenang untuk seseorang yang baru dijadikan kasur manusia. “Anda bisa turun sekarang.”

Aku membeku.

Aku jatuh di atas Duke North.

Dunia seharusnya memberiku peringatan sebelum membuat adegan seperti ini.

Aku buru-buru duduk. “Maaf!”

Mira jatuh di samping kami beberapa detik kemudian, langsung berguling seperti roti. “Hamba hidup? Hamba masih utuh? Nona, apakah kepala Nona masih ada?”

“Ada.”

“Syukurlah. Hamba tidak sia-sia membawa helm.”

Cassian bangkit dan merapikan mantelnya. Bahkan setelah jatuh ke terowongan bawah tanah, pria itu masih terlihat lebih rapi daripada aku setelah tidur normal. Tidak adil.

Kami berada di lorong lebih dalam. Dindingnya tua, dipenuhi simbol gagak yang hampir pudar. Di ujung lorong ada cahaya redup.

“Ini bagian dari jaringan bawah istana lama,” kata Cassian.

Aku menatapnya. “Kenapa Anda tahu?”

“Wilayah utara pernah memasok batu untuk perluasan istana.”

“Tentu. Keluarga Anda bahkan punya hubungan dengan batu.”

“Batu lebih dapat dipercaya daripada bangsawan.”

Aku tidak bisa membantah.

Kami berjalan menyusuri lorong. Di sepanjang dinding, ada tulisan-tulisan lama. Beberapa nama terukir. Salah satunya membuatku berhenti.

Rosaline.

Nama ibuku.

Di bawahnya tertulis: Ia menolak mahkota bayangan.

Tanganku menyentuh tulisan itu. “Ibuku bukan bagian dari mereka.”

Cassian berdiri di sampingku. “Mungkin ia pernah dekat, lalu berkhianat.”

“Berkhianat pada mereka?”

“Menolak organisasi rahasia biasanya dianggap pengkhianatan.”

Mira mendekat, matanya berkaca-kaca. “Nyonya Rosaline selalu baik pada hamba waktu kecil. Beliau pernah memberi hamba kue meski hamba menjatuhkan vas mahal.”

Aku menoleh. “Kamu menjatuhkan vas sejak kecil?”

Mira menunduk. “Bakat hamba tumbuh dini.”

Aku hampir tertawa, tapi tulisan di dinding membuat dadaku berat.

Jika Rosaline menolak mereka, mungkin ia dibunuh. Jika Evangeline kecil melihat sesuatu, mungkin ingatannya ditekan. Jika Marquess tahu, kenapa ia diam?

Lorong berakhir di ruangan bawah tanah luas. Di tengah ruangan ada meja bundar tua dengan lambang gagak. Di atas meja terdapat peta kerajaan dan beberapa pin berwarna.

Cassian mendekat. “Ini markas lama.”

Aku mengambil salah satu dokumen di meja. Tulisannya baru.

“Tidak terlalu lama.”

Dokumen itu berisi daftar nama bangsawan yang hadir di jamuan, termasuk namaku, Seraphina, Lucien, dan Cassian. Di sebelah setiap nama ada catatan.

Lucien: mudah digoyahkan melalui rasa bersalah.

Aku mengangguk. “Akurat.”

Seraphina: aset publik, kendalikan simpati.

Aku mengerutkan kening.

Aset publik?

Jadi Seraphina bukan pemimpin. Ia juga dipakai.

Aku membaca catatan tentangku.

Evangeline: variabel rusak. Tidak sesuai prediksi setelah malam penjara. Awasi. Jika perlu, singkirkan.

Mira menutup mulut. “Nona disebut variabel rusak.”

Aku tersinggung. “Rusak? Saya lebih suka istilah adaptif.”

Cassian membaca catatan di sebelah namanya sendiri.

Cassian North: ancaman tertinggi. Jangan konfrontasi langsung. Gunakan kelemahannya.

Aku menoleh cepat. “Kelemahan Anda?”

Cassian mengambil dokumen itu sebelum aku membaca lebih jauh. “Tidak relevan.”

“Kalau tertulis di markas musuh, sangat relevan.”

“Tidak untuk sekarang.”

Oh. Jadi Duke Utara juga punya rahasia.

Bagus sekali. Semua orang di dunia ini punya rahasia seperti sedang lomba.

Tiba-tiba terdengar suara dari lorong lain. Kami bersembunyi di balik rak batu. Dua orang masuk. Satu pendeta tua. Satu pria berjubah hitam.

“Kegagalan di jamuan tidak boleh terulang,” kata pria berjubah.

“Seraphina mulai tidak stabil,” jawab pendeta. “Dia terlalu sering bertindak sendiri.”

Aku menahan napas.

“Biarkan. Simpati rakyat masih berguna.”

“Bagaimana dengan Lady Evangeline?”

Pria berjubah diam sebentar.

“Dia harus diarahkan ke utara.”

Aku melirik Cassian. Ia juga menatapku.

“Kenapa?” tanya pendeta.

“Karena di sana ada kunci yang ditinggalkan Rosaline.”

Jantungku berdegup keras.

Kunci? Di utara?

Pendeta tua berkata, “Dan jika Cassian North melindunginya?”

“Gunakan rumor. Buat kerajaan percaya Evangeline bersekongkol dengan North untuk merebut takhta. Lucien akan dipaksa memilih: tunangannya atau mahkota.”

Aku hampir tertawa tanpa suara.

Tentu saja. Setelah gagal membunuhku, mereka akan membunuh reputasiku. Padahal reputasiku sudah seperti kursi patah. Tidak banyak yang bisa dihancurkan.

Saat dua orang itu pergi, kami keluar dari persembunyian.

Mira memegang dadanya. “Nona, mereka mau membuat rumor tentang Nona dan Duke North.”

Aku menatap Cassian. “Sejujurnya, rumor itu sudah setengah terbentuk karena Anda terlalu sering muncul di dekat saya sambil membawa kontrak.”

Cassian menjawab datar, “Saya akan mengurangi kontrak.”

“Bukan itu intinya.”

Kami mengambil dokumen sebanyak mungkin lalu mencari jalan keluar. Lorong berikutnya membawa kami ke pintu besi tua yang ternyata terhubung ke gudang anggur istana. Ketika kami keluar, kami langsung berhadapan dengan tiga pelayan yang sedang menyusun botol.

Mereka menatap kami.

Aku, Cassian, dan Mira menatap balik.

Kami berdebu, berantakan, dan muncul dari pintu rahasia.

Salah satu pelayan menjatuhkan botol. “Lady Evangeline keluar dari dinding!”

Mira buru-buru berkata, “Tidak! Ini inspeksi arsitektur!”

Aku menutup mata.

Terlambat.

Dalam waktu satu jam, rumor menyebar ke seluruh istana:

Lady Evangeline dan Duke North ditemukan keluar bersama dari lorong rahasia dekat gudang anggur.

Versi kedua: kami mencari harta karun.

Versi ketiga: kami berduel romantis.

Versi keempat, yang paling membuatku ingin melompat ke sumur, adalah bahwa aku dan Duke North diam-diam bertunangan melalui ritual bawah tanah.

Mira membacakan rumor itu dengan wajah serius. “Nona, setidaknya tidak ada yang menyebut racun.”

Aku menatapnya datar. “Itu standar yang menyedihkan.”

Sore harinya, Lucien datang dengan wajah lebih dingin dari biasanya.

“Evangeline,” katanya. “Benarkah kau keluar dari lorong rahasia bersama Duke North?”

Aku menatap Cassian yang duduk tenang di dekat jendela.

Lalu menatap Lucien.

“Yang Mulia, dalam pembelaan saya, lantainya terbuka duluan.”

Lucien tampak tidak mengerti apakah ia harus marah atau bingung.

Mira mengangkat tangan. “Hamba saksi! Kami jatuh secara tidak romantis!”

Cassian menambahkan, “Sangat tidak romantis.”

Entah kenapa, itu justru terdengar lebih buruk.

Lucien menghela napas panjang.

“Mulai besok, kau berada di bawah pengawasan langsung istana. Tidak ada penyelidikan tanpa izin.”

Aku berdiri. “Yang Mulia, kami menemukan bukti penting.”

“Dan menciptakan rumor politik lebih besar.”

“Rumor bukan salah saya.”

“Kali ini sulit membelamu.”

Aku menatapnya. “Saya tidak minta dibela. Saya minta Anda berpikir.”

Lucien terdiam.

Cassian berdiri dan menyerahkan dokumen dari markas bawah tanah. Lucien membacanya. Wajahnya berubah.

“Ordo Mahkota Patah...”

Aku berkata pelan, “Mereka bukan hanya mengejar saya. Mereka mengendalikan cerita dari balik layar.”

Lucien mengepalkan kertas itu.

Di luar jendela, lonceng istana berdentang.

Hari semakin gelap.

Dan untuk pertama kalinya, aku merasa masalah ini bukan tentang menyelamatkan diri dari eksekusi lagi.

Ini tentang menyelamatkan diri dari cerita yang jauh lebih besar daripada novel yang pernah kubaca.

1
E H Mukti
Lady evangeline 👌👌👌
Carina Yuda: hi kak, makasih udah mampir
total 1 replies
E H Mukti
😍😍😍👌
Carina Yuda: selamat membaca :)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!