NovelToon NovelToon
Membatasi Rasa

Membatasi Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Perjodohan
Popularitas:986
Nilai: 5
Nama Author: Sarifah31

Pernah gak sih, kamu sayang banget sama seseorang, tapi demi menjaga hati dan prinsip, kamu terpaksa bersikap sedingin es ke dia?

Itu yang dirasain Zaza. Waktu hatinya mulai telanjur jauh sama Rayyan, dia milih buat mundur perlahan. Gak ada chat basa-basi, gak ada modus pengen ketemu. Semua rindu dan riuhnya perasaan cuma dia tumpahin di sepertiga malam, langsung ke Pemilik Hati.
Rayyan pun sama. Dia kelihatan cuek dan gak peduli, padahal aslinya lagi berjuang mati-matian nahan rasa demi sebuah komitmen. Akhirnya, mereka berdua terjebak dalam kesunyian, sama-sama ngira kalau cinta mereka cuma bertepuk sebelah tangan.

Saling menjauh, tapi saling mendekat lewat doa apa mungkin cara sedekat ini malah bikin mereka makin jauh selamanya? Atau justru, menjaga jarak demi ibadah bakal berujung pada akhir yang gak terduga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarifah31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nama yang Tertulis di Lauhulmahfuz

Aroma minyak telon dan keharuman kelopak bunga mawar dari RayyZa Florest memenuhi sudut kamar bersalin yang kini terasa begitu tenang. Semburat sinar matahari pagi telah naik seutuhnya, menerangi ruangan melalui celah gorden yang dibuka sebagian. Zaza berbaring bersandar pada tumpukan bantal empuk, wajahnya yang sempat pucat kini mulai kembali merona segar setelah mendapatkan istirahat yang cukup pasca-persalinan subuh tadi.

Di samping ranjang, Rayyan duduk tidak lepas memandangi boks bayi transparan. Di dalam boks itu, sang tunas baru sedang tertidur lelap dengan bedong kain katun lembut sewarna hijau sage. Jemari mungil bayi itu sesekali bergerak spontan, membuat senyum di wajah Rayyan tidak pernah pudar sejak beberapa jam yang lalu.

Pintu kamar diketuk perlahan. Umi Zaza, Abi Zaza masuk bersama Pak Dafril dan Bu Dafril. Wajah keempat orang tua itu memancarkan binar kebahagiaan yang luar biasa. Bu Dafril langsung melangkah mendekati Zaza, mengusap puncak kepala menantunya dengan penuh kasih sayang.

"Zaza, terima kasih ya, Nak. Kamu sudah berjuang luar biasa subuh tadi," ucap Bu Dafril dengan suara baritonnya yang kini melembut, menyiratkan rasa hormat dan sayang yang teramat dalam kepada wanita yang dulu sempat diragukannya itu.

Zaza tersenyum tulus, mencium tangan ibu mertuanya. "Ini semua karena doa-doa dari Mama, Umi, Abi dan Papa juga yang terus mengalir di luar ruangan."

Pak Dafril berjalan mendekati boks bayi, lalu menepuk pundak Rayyan dengan bangga. "Jadi, Rayyan... sebagai seorang ayah, kamu sudah menyiapkan nama yang baik untuk cucu pertama keluarga kita ini? Nama adalah doa, jangan sampai kamu sembarangan memilih."

Rayyan mendongak, menatap papanya lalu beralih menatap Zaza. Pasangan suami istri itu saling melempar pandang, sebuah isyarat penuh pemahaman yang hanya dimengerti oleh mereka berdua. Nama itu sebenarnya sudah mereka diskusikan dan rajut di atas lembaran kertas jurnal Penyulam Aksara sejak usia kandungan Zaza memasuki bulan ketujuh.

Rayyan berdiri, melangkah ke sisi ranjang Zaza, lalu perlahan mengambil alih bayi mungilnya dari dalam boks ke dalam dekapan tangannya dengan sangat hati-hati. Ia membawa bayinya mendekat ke arah Zaza, duduk di tepi ranjang agar istrinya bisa ikut menyentuh pipi halus sang bayi.

"Papa, Umi, Mama..." Rayyan membuka suara, nadanya terdengar begitu berwibawa namun sarat akan keharuan. "Kami berdua sepakat untuk memberi nama anak laki-laki ini Muhammad Ghafi Al-Fatih."

Umi Zaza yang berdiri di dekat kaki ranjang langsung menghentikan putaran tasbihnya sejenak, wajah tuanya tersenyum merekah. "Masyaallah... nama yang sangat indah, Nak. Apa maknanya?"

Zaza perlahan menyentuh jemari mungil bayinya yang menggenggam erat ujung kain pashminanya. "Muhammad, karena kami ingin dia meneladani kemuliaan akhlak baginda Rasulullah. Ghafi... artinya yang pemaaf dan berhati luas. Kami ingin dia tumbuh menjadi laki-laki yang berjiwa besar, yang tidak menyimpan dendam di hatinya, seperti pelajaran berharga yang kami dapatkan saat menghadapi ujian lalu."

Rayyan menyambung kalimat istrinya, matanya berkaca-kaca menatap sang buah hati. "Dan Al-Fatih... sang pembuka atau sang penakluk. Kami berharap, kehadiran Ghafi menjadi pembuka pintu-pintu keberkahan, pembuka jalan kebaikan, dan penakluk segala badai ujian yang mungkin akan menghadang hidupnya kelak dengan tali keimanan yang kokoh."

"Amin... Amin ya Rabbal alamin," sahut Pak Dafril dan Bu Dafril serempak, sementara Umi Zaza tampak menyeka air mata bahagianya di sudut mata menggunakan ujung jilbabnya.

Ruangan itu mendadak diselimuti oleh rasa haru yang teramat khusyuk. Rayyan mendekatkan bibirnya ke kening Ghafi kecil, mengecupnya dengan sangat lama, menyalurkan seluruh getaran cinta seorang ayah. Bayi itu menggeliat kecil, seolah tahu namanya baru saja digemakan ke seisi ruangan.

"Ghafi..." bisik Rayyan lirih tepat di telinga bayinya. "Nama ini mungkin baru kami sebutkan hari ini di bumi. Tapi Ayah percaya, nama dan takdirmu untuk hadir di antara Ayah dan Bunda sudah tertulis rapi di Lauhulmahfuz, jauh sebelum badai itu datang menyaring hati kami."

Zaza menyandarkan kepalanya di bahu kokoh Rayyan, ikut menatap malaikat kecil yang kini melengkapi seluruh perjalanan hidup mereka. Lembaran lama penuh air mata menahan rasa dan benteng kesabaran menghadapi fitnah kini telah ditutup rapat-rapat. Bersama senandung fajar dan kehadiran Muhammad Ghafi Al-Fatih, sebuah babak baru yang penuh dengan rajutan aksara keberkahan telah resmi dimulai di pelataran rumah Dinoyo yang suci.

1
Nurul
mending ta'aruf saja, Zaza
Nurul
mulai terbayang, cepat beristighfar
Xlyzy
kalau merasa ga pantas seharusnya harus bisa merubah diri agar pantas untuk nya
Xlyzy
Dilema si ini jadi nya mau nolak gimana sama orang tua
Xlyzy
Tapi ga harus di jodohin jugak sih cukup kenalkan mereka dulu kalau mereka saling suka baru nikahkan mereka
Cimol krispy
padahal temenan aja nggak di larang loh za
Sarifah_Aini97: bukan mahram kak
total 1 replies
Cimol krispy
jadi dari tadi kamu bikin heboh koridor karna nyariin Zaza ya rayyan
Miu.Nuha
barangkali jodohny ya itu rayyan
beruntung kalo perjodohan itu mengarah kesana 😙
Miu.Nuha
makanya...
bikin abang rayyan bingung
si eneng berada dijalur lain sih 😁
Filan
doanya pakai gue /Facepalm/
Sarifah_Aini97: Wkwk iya nih, biar doanya terasa lebih akrab dan personal langsung ke pencipta-Nya 🤣
total 1 replies
Filan
susah sih ya, kalau dia masih belom bisa sholat. gimana bisa jadi imam?
Filan
langsung sholat malam aja nih... sholat wajibnya gimana, Ray? /Chuckle/
Filan
menghindar nih ceritanya
Filan
skateboard apa udah jadi bagian dirinya? 😅
Aquarius97 🕊️
bagus Rayyan.. awalnya berubah karena Zaza, tapi lama2 dari hati yaa

. sampai kamu gak bisa meninggalkan sholat hehe
Three Flowers
semoga doa Rayyan terkabul, karena dia sudah meminta dengan jalan yang benar
Three Flowers: okay kakak
total 2 replies
Three Flowers
Rayyan dapat hidayah sejak bertemu Zaza
Three Flowers
bau-bau mau dijodohkan, apalagi calonnya baru lulus dari luar negeri
Three Flowers
seperti dikejar hantu, ya😅
Mega Siregar
hindari siapa tuh, za🤭?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!