NovelToon NovelToon
Cegil Rusuh Dari Dunia Lain

Cegil Rusuh Dari Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Horor / Teen
Popularitas:39.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy_Ar

​"Ayo mengaku, Mas Sholeh! Kamu bisa lihat aku, kan?! Jangan bohong, bohong itu dosa, nanti masuk neraka loh!"
​Bagi Arash, menjadi cowok indigo itu melelahkan. Makanya, dia pakai trik keramat: Pura-pura buta huruf soal hal gaib. Mau ada pocong kayang pun, Arash bakal tetap lempeng.
​Strategi itu sukses bertahun-tahun, sampai dia ketempelan sesosok roh cewek misterius yang punya jiwa "cegil" (cewek gila) akut. Bukannya nakutin, roh genit ini malah rusuh mengintil kemana-mana, bahkan nekat narik kerah jaket Arash demi minta perhatian.
​Arash mati-matian bertahan demi menjaga iman dan aktingnya. Tapi saat teror mistis yang mengancam nyawanya datang, si hantu cegil justru pasang badan paling depan dengan cara yang paling bar-bar.
​Gimana jadinya kalau cowok sholeh berkharisma harus menghadapi musuh gaib bersama hantu cegil yang ternyata... belum sepenuhnya mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

"Papa aku gak sakit, Kak," kata Fira lirih.

Suaranya bergetar tipis, nyaris teredam oleh desau angin sore yang menggoyang dedaunan pohon mangga di atas kepala mereka.

"Lalu?" tanya Arash cepat.

Dahinya berkerut dalam, mencoba menerka-nerka kemungkinan apa yang membuat seorang ayah mengurung diri di lantai dua saat jasad anak kandungnya sedang diurus untuk dimandikan di lantai bawah.

"Papa—"

*Brakkkk!*

Suara hantaman benda berat yang sangat keras mendadak terdengar dari arah lantai dua, memotong kalimat Fira seketika.

Gema benturan itu begitu kuat, bersumber tepat dari balik jendela kaca berkorden abu-abu gelap kamar nomor satu yang ditunjuk Fira tadi.

Suaranya terdengar seperti sebuah lemari atau kursi kayu jati yang sengaja dibanting atau digulingkan ke lantai dengan paksa.

Arash langsung mendongak, menajamkan pandangan indigonya ke arah jendela di atas sana.

Di balik gorden yang tertutup rapat, dia bisa merasakan gejolak energi hitam yang mendadak memercik hebat, memancarkan hawa dingin nan anyir yang sangat pekat.

"Kak, itu Papa aku! Tolong, Kak... Tolong selamatkan Papa aku!" pinta Fira panik.

Wajah spiritualnya tampak kian memucat, dan air mata gaibnya mengalir semakin deras seiring dengan getaran tubuhnya yang kian hebat.

"Tapi gimana caranya, Fir? Aku gak mungkin asal masuk menerobos ke lantai atas! Di dalam sana lagi ramai pelayat, gak sopan kalau gue tiba-tiba naik ke wilayah privasi keluarga kamu!"

Arash dilanda kebingungan tingkat tinggi. Dia memijat pangkal hidungnya yang mendadak pening.

Menjadi pahlawan supranatural di tengah-tengah acara pemakaman adat manusia jelas bukan perkara mudah.

"Kakak temuin tante aku," sahut Fira cepat, memberikan secercah jalan keluar di tengah kepanikan mereka.

"Tante kamu yang mana lagi? Di dalem tadi banyak banget ibu-ibu, aku gak hafal!" Arash semakin bingung, mengedarkan pandangan ke arah pintu samping rumah yang sesekali dilewati orang.

Fira ikut mengedarkan pandangan spiritualnya ke sekeliling halaman luar rumah duka.

Tak lama kemudian, matanya yang bulat tertuju pada sudut taman kecil di dekat pagar depan.

Di sana, seorang wanita muda dengan pakaian serba hitam tampak baru saja memetik setangkai mawar merah segar.

Wanita itu memegang bunga tersebut dengan jemari yang gemetar, bersiap melangkah untuk masuk ke dalam rumah melalui pintu samping lorong.

"Itu tante aku, Kak! Yang baju hitam bawa mawar!" seru Fira menunjuk wanita tersebut.

Tanpa membuang waktu atau berpikir dua kali, Arash langsung membalikkan badannya dan berlari kecil menghampiri wanita itu sebelum dia sempat menapakkan kakinya di ambang pintu masuk.

Di belakangnya, Lala ikut melayang cepat dengan wajah penasaran.

Wanita muda itu bertubuh semampai, dengan rambut hitam yang diikat rapi.

Sorot matanya terlihat sangat tegas, namun ada gurat kelelahan dan kecemasan yang mendalam di balik riasan wajahnya yang minimalis.

"Maaf, Tante, aku—" sapa Arash, bermaksud membuka obrolan dengan sopan.

Namun, belum sempat Arash menyelesaikan kalimatnya, wanita muda itu langsung menghentikan langkahnya.

Dia menoleh cepat, menatap Arash dengan pandangan mata yang membelalak tidak terima.

"Tante?! Whattt?! Kamu panggil aku Tante?!" potong wanita itu dengan nada suara yang meninggi, ekspresi wajahnya berubah ketus dalam sekejap.

"Muka glowing bebas kerutan begini kamu panggil Tante? Umurku baru dua puluh empat tahun, ya!"

Arash menarik napas panjang, menahan kedutan di pelipisnya yang mendadak kumat.

'Kenapa sih, semua wanita di dunia nyata maupun dunia gaib itu selalu ribet kalau urusan umur dan panggilan?!'* umpat Arash frustrasi dalam hati, melirik sekilas ke arah Lala yang malah menutup mulutnya sembari terkekeh cekikikan di udara.

"Kakak! Iya, Kak! Maaf, Kak, gak usah diperpanjang, saya lagi gak ingin ribet," ralat Arash cepat dengan nada bicara yang ditekan serendah mungkin agar urusan ini tidak melebar ke mana-mana.

"Ada apa?" tanya wanita itu, masih dengan nada ketus, meskipun volume suaranya sudah agak melunak setelah panggilannya diganti menjadi lebih muda.

"Bisa ikut saya sebentar ke samping rumah? Ada hal yang sangat penting dan darurat yang harus saya bicarakan terkait... kondisi di atas," ucap Arash dengan sorot mata yang berubah menjadi sangat serius, menatap tajam langsung ke dalam manik mata wanita di depannya.

Tanpa menunggu persetujuan atau aba-aba lebih lanjut, didorong oleh rasa panik karena waktu yang kian menipis,

Arash refleks meraih pergelangan tangan wanita itu dan menariknya dengan agak tegas, membawanya berjalan cepat menuju ke arah halaman samping rumah yang sepi di dekat pohon mangga.

"Heh! Jangan kurang ajar kamu ya! Lepasin!" Wanita itu menyentak tangan Arash dengan kasar begitu mereka tiba di area yang tersembunyi dari pandangan para pelayat teras.

"Maaf, Kak, maaf. Saya bener-bener minta maaf karena kelancangan saya tadi," ucap Arash tulus, mengangkat kedua tangannya di depan dada sebagai tanda damai dan rasa penyesalan.

Wanita muda itu mendengus sangat keras, merapikan lengan baju hitamnya yang sempat sedikit bergeser akibat tarikan Arash.

Dia kemudian melipat kedua tangannya di depan dada, menatap Arash dari ujung sepatu hingga ujung rambut dengan pandangan penuh selidik dan kecurigaan yang amat sangat.

"Mau apa kamu bawa aku ke tempat sepi begini? Kamu ini siapa sih? Sok kenal banget sama saya! Kamu gak mungkin temen Fira, dia gak punya temen kaya kamu!’’ tanya wanita itu berondong ketus, sorot mata tegasnya mengunci pergerakan Arash.

Arash menarik napas panjang melalui hidung, menahannya di dada sejenak untuk mengumpulkan keberanian.

Dia tahu, memberi tahu wanita ini bahwa keponakannya yang sudah mati sedang berdiri di samping mereka sambil menangis adalah ide gila yang bisa membuatnya diteriaki sebagai orang stres atau dukun palsu.

‘Ya Allah, harus darimana hamba bicara ini,’

1
Halimah
Jgn menyerah Rash....Km pasti bs
Halimah
Semoga km bisa lulus ujian ini ya Rash
Rahmi Miraie
fokus arash semua itu hanya tipuan dr makhluk yg ingin menjerat kmu
kmu pasti bisa
Rahmi Miraie
ngeri bgt ih ngebayangi arash sndirian dibawah air terjun bertemankan para setan
Rahmi Miraie
kamu pasti bisa arash.semangat
apa lg kedua orangtua kmu sudah berpesan waktu itu dgn kemampuan kmu sbg anak indigo bisa membantu oranglain yg membutuhkan
Rahmi Miraie
ada ada aja ini obrolan para lelembut🤭
mungkin sipocong meninggalnya juga disekolah..atau lbh mirip kayak lala jd korban juga
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
sampe ikutan merinding 😁
Ita rahmawati
fokus aja baca baca rash jgn buka mata deh mendingan 🤭
Ita rahmawati
rash kalo kamu bawa Lala malah GK jd lulus itu ujianmu 🤣🤣
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
udah pasti Lala bakal ngambek nih,,,
krn Arash gak bisa nepatin janji😁😁
Ainal Fitri
tetap fokus Arash jgn sampe kamuntergida dengan bisikan-bisikan halus itu. ingat lah selalu petuah mami dan ayah mu. dan ingat juga ap kata kyai Umar.
semoga kamu ns melewati mlm in dengan sempurna.
Ainal Fitri
bgni amat ujian nya ya rash. eng nya kamu mau ujian gmn rash mau pake kertas am pulpen buat isi setiap soal yg muncul dr para penghuni hutan gt 🤭
nikmati aj rash semoga kamu lulus.
gak pa pa gak bawa Lala dr pada ntar ia betah dstu gegara bnyak teman nya, ya kan 😁
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sabar ya Arash sampai pagi menjelang 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mba kunti versi lebih cegil lagi mungkin Arash 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sabar ya Arash, semoga kamu lulus 🤲
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
baru aja dimulai dah banyak godaan 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
iyalah Arash, masak iya semedi ditemenin sama eyang 🤭
Tiniewiniebitie Mimie Pisae
semoga lulus y bang
rasahaz
hrusny ajak lala rash bt temen gosip dtengah hutan,,, 🤣🤣🤣🤣
depoll_poll aje 😉😉😉
semangat arash kamu pasti bisa n ingat kata mami n papi Kamu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!