NovelToon NovelToon
Cinta Tak Sehangat Mentari

Cinta Tak Sehangat Mentari

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:146.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Dini Thamara

Aditya permana, dokter muda yang terpaksa harus kehilangan cintanya, lantaran kekasihnya yang bernama Nadia mahardika, menikah dengan ayahnya sendiri, tanpa sepengetahuannya. Hubungan yang tidak harmonis antara Adit dan ayahnya, semakin memanas ketika mengetahui kekasihnya menjadi ibu tirinya. Sejak kematian ibunya, hanya Nadia lah tempatnya mengadu.

Suatu ketika, pertemuan tidak sengaja Aditya dan Alexa terjadi, Alexa bekerja di bawah tanggung jawab Aditya, Aditya yang selalu bersikap dingin, suatu saat menjadi luluh dan mulai mencintai Alexa.
Tapi sebuah teror melanda, Aditya harus bekerja keras bersama Rangga, sahabatnya untuk dapat mengungkap sang peneror.


Hingga sebuah insiden terjadi, membuat Aditya harus kembali hancur untuk kedua kalinya, tapi sebagai seorang dokter, Aditya harus profesional dalam pekerjaannya, di tengah kesibukannya, Aditya tetap menjalankan misinya untuk mengungkap pelaku kejahatan itu.


Lalu bagaimana setelah itu?

Siapakah sang peneror sebenarnya?

Dan ada motif apa dibaliknya?

yuk baca kelanjutan ceritanya.

beri dukungan untuk author ya, terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Dini Thamara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teror.

Pukul delapan malam, Adit dan Rangga masuk ke ruang operasi untuk menangani pasien darurat, Alexa sudah berada didalam dengan beberapa perawat.

Adit sebagai ketua tim harus fokus terhadap pasien, jangan sampai ada hal yang bisa merusak konsenterasinya.

Sementara keluarga pasien yang berada diluar ruangan harap-harap cemas, mereka sudah mempercayakan perawatan kepada Adit.

**

Operasi berjalan cukup lama, sampai memakan waktu hingga delapan jam. Setelah operasi selesai, Adit segera keluar ruangan bersama Rangga dan Alexa.

Keluarga pasien yang sudah menunggu kabar baik segera menghampiri Adit, tapi seperti biasa, Adit tidak peduli kepada mereka.

"Dokter, bagaimana operasi puteraku?" tanya ibu pasien.

Adit tidak menghiraukan pertanyaan itu dan pergi begitu saja, keluarga pasien semakin khawatir.

"Tenang nyonya, puteramu baik-baik saja, operasinya berjalan lancar" ucap Rangga di tambah senyum manisnya.

"Hah, sukurlah, terima kasih tuhan"

"Baiklah, kami tinggal dulu" Rangga pergi menyusul Adit ke ruangannya.

"Dokter apa kami bisa menemuinya sekarang?" tanya ibu pasien kepada Alexa.

"Maaf nyonya, sekarang belum bisa, kalau pasien sudah berada di ruang perawatan, kalian baru bisa menemuinya" jawab Alexa.

"Oh, begitu" ibu pasien terlihat sedikit kecewa.

"Sabar nyonya, kalau kau terus tidak sabaran, dokter Adit tidak akan mau merawat puteramu lagi" Alexa tersenyum dan pergi meninggalkan mereka.

Adit sudah berada di ruangan, dia bersandar di kursi santainya sambil memejamkan matanya karena lelah.

"Dit, kau mau makan?" Rangga masuk kedalam ruangan Adit dengan mulut penuh.

"Hah, menjijikan. Tutup mulutmu!"

"Haha, baiklah, aku akan diam dan tidak mengganggu"

Rangga melanjutkan makannya sampai semua habis, sementara Adit masih memejamkan matanya yang lelah.

Tok.. tok..

"Masuk!" ucap Rangga.

"Maaf tuan, operasi pasien kedua akan segera dilakukan" ucap Anita.

"Apa?! masih ada operasi, aku fikir tadi ith yang terakhir" Rangga mengeluh.

"Jangan mengeluh, ini sudah tugas kita, kau harus tanggung jawab dalam pekerjaanmu, jangan sampai membahayakan nyawa orang demi sikap santaimu" ucap Adit tiba-tiba.

"Hei, ucapanmu bijak sekali" Rangga tersenyum.

"Itu kata-kata dari pa..." Adit menghentikan kata-katanya dan langsung keluar menuju ruang operasi.

"Hei, darimana kata-kata bijakmu itu, kau boleh juga" Rangga menyusul Adit ke ruang operasi, seperti biasa disana sudah ada Alexa dan beberapa perawat.

Operasi kali ini berjalan lancar dan cepat, karena tidak ada kendala yang dapat membahayakan pasien.

**

Karena sangat lelah, akhirnya mereka terpaksa menginap di rumah sakit, Adit, Rangga dan Alexa berada di ruangan masing-masing.

Prank...

Alexa terbangun dari tidurnya, dia melihat kaca jendela ruangannya pecah, Alexa segera menghampirinya dan melihat seseorang berpakaian serba hitam sedang berlari keluar halaman parkir dan masuk kedalam sebuah mobil.

"Alexa, apa yang terjadi?" Adit tiba-tiba masuk kedalam ruangan Alexa.

Alexa menatap jendela itu, Adit segera menghampirinya.

"Siapa yang melakukan ini?" Adit terlihat khawatir.

"Aku tidak tahu tuan, tadi aku melihat seseorang berpakaian hitam-hitam keluar dari halaman parkir" jawab Alexa.

"Apa kamu sendiri tidak apa-apa?"

"Aku tidak apa-apa tuan"

Seketika Adit memeluk Alexa yang berada didepannya dengan erat, membuat Alexa sulit untuk bernafas.

"Tuan, lepaskan!" Alexa berusaha melepas pelukan Adit.

"Tidak akan aku lepaskan, aku sangat khawatir kepadamu" ucap Adit sambil menatap mata Alexa.

Wajahnya kembali mendekat kepada Alexa seperti yang sudah terjadi sebelumnya.

Kali ini aku tidak akan tertipu tuan, hehe

Cup...

Adit mendaratkan bibirnya pada bibir Alexa, membuat Alexa sangat terkejut, Alexa memejamkan matanya.

Brukk...

"Auw.." Rangga masuk kedalam ruangan Alexa dan menyaksikan adegan itu.

Alexa langsung melepas ciuman Adit dan mendorong tubuhnya ke belakang, Alexa berbalik karena merasa malu.

Adit menoleh dan melihat Rangga yang sedang berdiri sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Tidak usah pura-pura tidak melihat" ucap Adit.

Rangga membuka matanya dan tersenyum.

"Maaf kalau aku menganggu, aku pergi" Rangga hendak keluar dari ruangan itu.

"Tidak perlu, kau sudah terlambat untuk pergi" Adit berjalan dan duduk di sebuah kursi yang ada disana.

"Hehe.. Maaf Dit, aku tidak sengaja, kenapa juga kalian melakukan itu disini, masih untung aku yang melihat"

"Hah, untung apanya, aku bahkan sangat rugi"

Mendengar kata-kata Adit, Alexa langsung berbalik dan menghampirinya.

"Maksudmu apa tuan?"

"Sstt..!"

Adit meminta Alexa untuk diam dan tidak membahas kata-katanya.

"Mau apa kamu datang kesini? apa akan ada operasi lagi?" tanya Adit kepada Rangga.

"Ya ampun, apa yang terjadi Alexa, kenapa kacanya bisa pecah seperti ini?" Rangga menghampiri jendela itu dan mengabaikan pertanyaan Adit.

Plukk...

Adit melempar sebuah pena yang ada di hadapannya hingga mengenai kepala Rangga, Rangga mengelus kepalanya.

"Ah, aku hanya bertanya" ucap Rangga.

Alexa mulai menceritakan semua kejadian itu, mereka mencoba berfikir siapa sebenarnya pelaku teror itu, kenapa sasarannya adalah Alexa.

*****

Disisi lain, kediaman permana.

Nadia sedang berkirim pesan kepada seseorang, tiba-tiba Brata masuk kedalam kamar membuat Nadia terkejut dan menjatuhkan ponselnya.

"Ada apa? apa kau terkejut dengan kedatanganku?" tanya Brata.

"Tidak tuan, aku hanya..."

"Sudahlah, silahkan tidur"

Brata mematikan lampu kamarnya dan berbaring di balik selimut di atas ranjangnya, Nadia masih terdiam tidak berkata apa-apa.

Nadia kembali mengambil ponselnya yang jatuh di lantai.

sudah kau laksanakan perintahku?

"Aku tidak akan melakukannya"

Kau tidak ingat yang aku katakan saat itu, kalau kau tidak melakukannya kau akan menyesal!!.

Nadia menghapus pesan-pesan itu dan meletakkan ponselnya di atas meja, dia berbaring di samping Brata yang tidur membelakanginya.

Nadia selalu mendapat pesan seperti itu dari orang yang tidak di kenalnya, Tapi Nadia selalu menyembunyikan hal itu kepada Brata.

Keesokan harinya.

Brata sudah siap dengan setelah jas kantornya, walaupun usianya sudah berkepala empat, tapi dia masih tampak gagah, karena dia tipe orang yang selalu menjaga kesehatan dengan berolahraga.

Brata keluar dari dalam kamarnya dan segera turun ke lantai utama untuk sarapan seperti biasanya.

"Rudi, apakah tuan muda tidak pulang tadi malam?" tanya Brata kepada kepala pengawalnya yang sedang berdiri di sampingnya.

"Tidak tuan" jawab Rudi.

"Kau sudah menghubunginya?"

"Sudah tuan, tapi seperti biasa tuan muda selalu me-riject panggilan dari saya"

"Lalu seperti biasa juga dia mengirim pesan?" tanya Brata sambil menatap Rudi.

Rudi menjawab hanya dengan sedikit anggukan kepalanya.

"Apa isi pesannya kali ini?"

" 'Jangan ganggu aku bodoh, kau urus saja pekerjaanmu dan urus saja pria brengsek itu!!!' begitu isi pesannya tuan" jawab Rudi.

"Hm, anak itu tidak akan berubah" gumam Brata dan melanjutkan sarapannya.

"Kau mau tambah lagi tuan?" tanya Nadia dengan nada suara sedikit manja, ketika melihat piring Brata yang sudah kosong.

"Tidak, aku harus segera pergi, kau tetaplah dirumah" Brata bangun dari duduknya.

"Tuan, apakah hari ini aku boleh keluar bersama teman-temanku?" tanya Nadia.

Brata sedikit menatap dan kemudian mengangguk dan pergi meninggalkan Nadia, Nadia mengantar Brata hingga depan pintu dan menunduk hormat saat Brata sudah pergi menuju kantornya.

1
Nelly Djunaidi
terlampau banyak konfliknya gaje
Nelly Djunaidi
penasaran banget nih 🤭 siapa sih yg suka bikin teror itu??
Nelly Djunaidi
Nadia kah otak semua peristiwa ini,??
Nelly Djunaidi
siapa sih yg meneror terus menerus ini??
Nelly Djunaidi
knapa Nadia jadi kek penggoda gitu ya, apa karena ibu tirinya??
Nelly Djunaidi
jadi kepo...siapa tuh yang gak suka liat Adit dan Alexa. akrab
Tatik Purwaningsih
kecewa masa iya peran utama Mala mati
Inez Cacha Maulida
terlalu berbelit dari awal ceritanya
mega keyna
judulnya cakep thor,tp kenapa mlh adit yg mati bukanya yg mati itu nadia,secara nadia udh tau kejahatan kakaknya,tp kenapa malah bahagia hidupnya,dan di sini yg bene2 kehilangan itu bukan keluarganya,tp alexa,kl ada yg bilang atau author bilang keluarganya bahagia itu bohong dan munafik,kenapa sy bilang begitu,mana ada yg mau menerima adik dr se org yg membunuh anaknya atau keluarganya,harusnya nadia jg harus tdk ada di kehidupan mereka lg,kl ada yg bilang bisa memaafkan itu hanya di mulut,mana ada shi yg bsa menerima,,,, udh seru dr awal baca tp endingnya mengngecewakan,,,, haissss,,,, nyesel baca smp akhir aku.
mega keyna
perempuan itu udh pasti nadia...
mega keyna
paling dalangnya nadia,,,,, gelagatnya sudah mulai ketahuan,,,,
krisan
lanjut
IG: @rossy_dildara
Hai Thor aku mampir nih. mampir juga di ceritaku yang berjudul MENIKAH DI ATAS PERJANJIAN yaaa
RN
mampir lagi kk saling support sukses bersama
feedback nya ya kk
Yuliana Ga
kenapa lama sekali lanjutanx.
Yuliana Ga
lanjut thor.
Susi Ana
semangat, mampir ya
Ibunya Esbelfik
semangaaaaaatttt💪💪💪💪💪💪
awaa
semngat akak...
SIMPANAN OM AROGAN
jangan lupa mampir semua
IG harumini_12
Salam dari
CUKUP! Aku Dan Anakku

Semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!