Sequel DIA HANTU
Yoona ingin menemukan ayahnya sejak kecil. Akhirnya, ketika dewasa, Yoona memulai perjalanan panjang untuk menemukan ayahnya.
Tapi entah kenapa, Yoona malah terjerat oleh pria asing.
Ke mana pun dia pergi, pria itu ada di sana. Yoona tidak dapat melarikan diri.
Teknik membaca pikiran yang dibanggakan oleh Yoona juga tidak berhasil untuk pria itu!
Yoona melarikan diri dengan segala cara yang mungkin namun hanya untuk tersudut oleh perangkap pria itu lagi. Pria itu menatapnya dengan muram, "Jangan lari!"
Yoona menghela nafas dalam-dalam, karena dia tidak dapat melarikan diri, itu adalah takdirnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KELUARGA
Narura terkejut melihat apa yang dilihatnya. "Kalian tidak apa-apa? " tanya Narura.
Yoona memeluk ibunya. "Tidak ada bibi, hanya saja.. Ini mengerikan" kata Ryuga.
"Ya sudah kita makan malam saja, aku sudah memasak" kata Shiray.
♡♥♡♥♡♥♡
Ryuga bergidik sambil menatap makanannya. Dia masih ingat makhluk itu. Shiray mual- mual melihat masakannya sendiri. Dia juga masih ingat dengan mulut naga itu yang penuh dengan air liur.
Narura dan Yoona hanya memandangi makanan mereka. Mereka berdua juga masih ingat betapa menjijikannya naga itu dengan darah mengalir membasahi lantai karena di penggal oleh Alex.
Sam juga tampaknya malah memainkan sumpitnya. Dia merasa bersalah atas kejadian hari ini. Dia tidak menyangka ibunya akan se nekat ini. Jika ayahnya tahu, mungkin akan lebih parah lagi.
Lalu Alex? Alex memakan makanannya dengan lahap membuat yang lain menoleh padanya. "Kenapa? " tanya Alex karena menjadi bahan perhatian semua orang di ruangan itu.
Tidak ada yang menjawab. "Makanan buatanmu lezat sekali Shiray, sungguh istri idaman " goda Alex.
Krik
Krik
Krik
Yang terdengar hanya suara makhluk malam diluar. Menandakan tidak ada yang merespon ucapan Alex. Mungkin pengecualian bagi Shiray yang pipinya sudah merona.
"Apa hanya aku saja yang akan makan? " tanya Alex. Mereka semua mengangguk. "Baiklah, oh ya Ryuga, ku harap kau tidak bertanya soal apapun dan jangan bocorkan pada siapapun" kata Yoona mengalihkan pembicaraan atau Alex akan memaksa mereka semua untuk makan.
"Iya, tidak masalah, mungkin aku akan melupakannya, asalkan kau masih mau bersamaku" jawab Ryuga.
"Emm.. Ibu" kata Sam memanggil Narura. Kini semua pandangan tertuju pada Sam.
"Aku minta maaf atas kejadian hari ini " kata Sam. "Sudahlah Sam, ini bukan salahmu, bukankah Yoona bilang kau yang menolong mereka bersama Alex? " hibur Narura.
Sam menghela napas berat, tetap saja dia merasa bersalah. Sam merasa kalau Narura dan Yoona terlalu baik.
Sunyi
"Kenapa jadi sepi? " tanya Narura mencoba memecah kesunyian.
"Oh ya Alex, kau menginap disini saja ya, tapi kamar- kamar di mansion ini tidak semuanya memiliki ranjang, jadi malam ini kau tidur dengan Alex saja ya" kata Narura lembut.
Alex membelalak menatap ibunya. "Jangan membantah sayang " kata Narura pada Alex seolah tahu apa yang akan keluar dari mulut putranya itu.
Yoona terkekeh geli melihat tingkah kakak dan adiknya. Shiray juga. "Oh ya bibi, aku harus pulang, kakak pasti menungguku, atau dia akan mengobrak- abrik negara ini sebelum menemukanku" kata Ryuga. Shiray mengalihkan pandangannya karena memang pasti itu yang akan di lakukan Ryujin.
"Iya, hati- hati ya" kata Narura. Ryuga mengangguk kemudian menoleh pada Yoona. Yoona tersenyum padanya menandakan dia akan baik-baik saja.
Ryuga pun berlalu. "Ya sudah bibi, aku juga mau tidur ya" kata Shiray sambil beranjak dari duduknya.
"Aku ikut Shiray saja, aku akan tidur dengan Shiray " kata Alex. "Eh, kau mulai mesum? Jangan seperti ayahmu" gerutu Narura.
"Kalau ayah tidak mesum, aku dan Yoona tidak akan ada" kata Alex yang membuat pipi Narura merona. Shiray tersenyum kemudian berlalu.
"Semoga kau tidak seperti kakak mesummu itu Sam " kata Narura pada Sam. Sam hanya tersenyum. Ini rasanya memiliki keluarga? Rasanya begitu hangat. Itulah yang ada dipikiran Sam.
Yoona bisa merasakan apa yang ada di pikiran Sam. Yoona terlihat sedih membayangkan betapa sepi nya Sam sendiri tanpa kasih sayang dari Bianca dan Devano.
"Tentu saja Sam tidak mesum, iya kan? " kata Yoona membela Sam. Alex mendelik Yoona. "Jadi kau di pihaknya sekarang? " tanya Alex.
"Ah kalian kan sama- sama saudara ku" gerutu Yoona. "Ok, aku mengantuk" kata Alex kemudian berlalu.
"Dia marah ya? " tanya Yoona pada Narura. "Bisa jadi, atau mungkin dia menemui Shiray " kata Narura.
Yoona tertawa lepas sampai- sampai membuat Narura dan Sam heran.
"Ada apa? " tanya Narura.
"Aha tidak, sepertinya ayah juga begitu ya pada ibu? Sampai -sampai ibu menyamakan kak Alex dengan ayah? Ibu tidak tahu ya kalau kak Alex membenci ayah?" tanya Yoona.
"Tahu, hanya saja, ibu mau dia itu menyayangi ayahnya seperti kau menyayangi ayahmu ya meski sebenarnya kau banyak kecewa" kata Narura.
"Aku juga membencinya dan menyayanginya, namun apakah kita bisa bersama setelah ini? Aku ingin keluarga kita lengkap seperti yang lainnya" batin Yoona.
"Ya sudah, ibu sudah mengantuk, ibu tidur dulu ya " kata Narura kemudian berlalu setelah Sam dan Yoona mengangguk.
"Ibumu baik sekali " kata Sam. Yoona tersenyum. "Iya, apa kau belum mengantuk? " tanya Yoona.
"Kau sendiri? " tanya Sam. "Belum, aku masih ingin seperti ini" jawab Yoona.
"Baiklah, aku akan menemanimu kakak kecil ku" kata Alex.
♡♥♡♥♡♥♡
Shiray merebahkan tubuhnya diatas ranjang. "Mengantuk? " suara bariton itu mengejutkan Shiray.
Shiray membalikkan badannya ke sisi lain ranjang. Alex terlentang dengan kedua mata tertutup. "Apa yang kau lakukan di kamar ini! " gerutu Shiray sambil beringsut menjauh.
"Hmm, apa salahnya? Kita kan akan menikah" jawab Alex dengan tenang nya.
Shiray beranjak dari ranjang menuju pintu. Di menarik knop pintu namun tidak terbuka. Shiray membawa kunci kemudian memutar kuncinya namun tetap tidak bisa terbuka.
"Alex!! Jangan bercanda!! Aku tidak mau tidur dengan mu!! " bentak Shiray.
Alex membuka matanya kemudian mendekati Shiray. Shiray yang merupakan korban yang hampir di perkosa benar-benar ketakutan melihat ekspresi Alex dan tatapannya seolah menelanjangi.
"Berhenti!! Atau aku berteriak!! " ancam Shiray. "Lakukan saja, tidak akan ada yang mendengarmu" jawab Alex.
Alex mendekat, dia menarik tengkuk Shiray kemudian menciumnya dengan lembut.
Shiray gemetar, tapi dia terbuai juga. Sesaat dia kalap dan lupa diri. Sesegera mungkin dia mendorong dada Alex dengan kuat.
Alex mencium ceruk leher Shiray. Shiray benar-benar merinding. Hatinya ingin melakukan lebih namun akal sehatnya membantah. Dia tidak ingin membiarkan keperawanannya hilang begitu saja demi kenikmatan sesaat.
"Berhenti Alex!! " desah Shiray. Alex tahu Shiray sudah sangat terangsang.
"Ku bilang berhenti!! Atau. ..."
"...atau kita tidak akan menikah!! "
Alex menghentikan kegiatannya. Kemudian dia menatap nanar Shiray.
"Baiklah tapi, bagaimana pun kau harus menikah denganku" kata Alex kemudian berlalu keluar dari kamar tersebut.
"Tapi kenapa harus aku! " teriak Shiray.
"Karena aku mencintaimu apa kau lupa? " jawab Alex tanpa menghentikan langkahnya.
Shiray menghela napas berat.
♡♥♡♥♡♥♡
IG : ucu_irna_marhamah
By
Ucu Irna Marhamah
jd enak di bacanya
semangat thor💪💪💪🙏
aq juga mau klau punya kk seperti Alex🤭🙏
semoga bgus ceritanya🙏💪💪💪