NovelToon NovelToon
Putra Janda Kaya Mencari Papa

Putra Janda Kaya Mencari Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Anak Genius / CEO / Selingkuh / Janda / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:113k
Nilai: 5
Nama Author: Indirani

Lusiana Atmaja adalah seorang wanita keturunan konglomerat. Hanya saja karena satu kesalahan dia menikah dengan keluarga biasa dan menjadi pelayan keluarga suaminya.

Pernikahannya dengan orang biasa itu membuat keluarganya marah besar dan mengusirnya. Dia hidup dengan keluarga suaminya yang datang sebagai penolong.

"Lusiana, kau tak perlu cemas. Aku akan membahagiakanmu dan anak kita." Sayangnya ucapan Haris itu hanya pemanis di awal kisah rumah tangga mereka.

Lusiana harus hidup menderita dengan ibu mertua, adik ipar dan suaminya yang mulai tidak setia. Satu-satunya penyemangat hidupnya adalah Raymond Bobby Atmaja, putra kesayangannya.

Tapi sayang putranya itu mengidap penyakit mematikan yang dapat merenggut nyawanya kapan saja.

"Mama, saat aku dewasa kelak, aku pasti akan membuat mama bahagia. Aku juga akan melindungi mama," ucap pria manis kecil itu dengan wajah pucat diiringi oleh tangisan Lusiana disisinya.

Penasaran kisah selanjutnya?
Baca aja! Komen,vote,dan like juga

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Lusiana dan Raymond juga turun dari lantai 2 untuk makan. Haris, Ibu Salma, dan Chika juga sudah berada di meja makan dan asisten rumah tangga berada di belakang mereka.

Lusiana meminta mereka untuk kembali ke ruangan masing-masing dan beristirahat. Setelah mereka makan baru mereka boleh datang kembali ke meja makan untuk membersihkan sisa makanan.

Lusiana bahkan berpesan untuk menyisihkan sebagian lauk untuk mereka makan dan Mbok Darmi melakukan semuan perintah Lusiana.

Setelah mereka kembali ke ruangan, Ibu Salma menggerutu. "Kamu kenapa sih? Biarin ajalah mereka berdiri di depan kita."

Lusiana hanya menggelengkan kepala melihat sikap ibu mertuanya. Dia terlalu banyak menonton Drama Korea di televisi dimana orang-orang kaya sedang makan di meja makan mewah dengan pembantu di belakang mereka.

"Mama bilang kemarin tidak nyaman dengan kehadiran mereka. Sekarang malah mama yang ingin menahan mereka di sini."

"Biarkan mereka pergi dan makan. Kemungkinan mereka juga kelaparan dan berharap bisa makan malam seperti kita."

Pertengkaran itu memicu kemarahan Haris yang meletakkan sendok dengan agak keras di atas meja. Ibu Salma pun terdiam dan melanjutkan makan dalam keheningan.

Lusiana juga lanjut menyendoki nasi ke piring Raymond di ikuti dengan daging dan sayur-sayuran.

Selesai mereka makan. Semua orang kembali melakukan kegiatan masing-masing. Lusiana meminumkan beberapa obat pada Raymond.

Bocah kecil itu menelannya dengan susah payah. Gelas berisi air dalam genggaman ibunya pun habis saking rasa pahitnya obat tersebut.

Para ART membantu Mbok Darmi membersihkan meja makan dan kemudian kembali ke bangunan tempat tinggal mereka.

Mess untuk ART itu cukup nyaman dengan adanya ruang tamu dan televisi. Ada juga dapur dan tempat mencuci pakaian. Mereka juga masing-masing telah memilih kamar dan menempatinya.

Kulkas juga terisi banyak bahan makanan yang telah Lusia bagikan pada mereka sebelumnya. Tempat tidur pun terasa nyaman karena selimut dan bantal baru yang majikan mereka belikan.

Lima orang tersebut bersyukur mendapat kesempatan untuk bekerja pada majikan yang baik seperti Lusiana.

Hanya saja Irene yang tiba-tiba merasa kehilangan antingnya saat di dapur nekat mencari perhiasannya itu.

Dia kembali ke rumah utama dan memasuki dapur yang gelap gulita. Dia menekan saklar untuk menyalakan lampu dapur.

Saat itu sudah tengah malam. Haris kebetulan melihat Irene mengendap-endap di dapur dan berusaha mencari sesuatu. Dia segera menuruni anak tangga dan menghampiri Irene.

Saat itu Irene sudah mendapatkan antingnya dan memakai perhiasan itu di telinganya. Saat dia berbalik dia malah menabrak tubuh Haris dan hampir terpental. Untungnya Haris menangkap wanita itu dan menutup mulutnya yang akan berteriak.

"Jangan berisik malam-malam begini. Semua orang sudah tidur. Apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Haris yang langsung melepaskan tangannya dari mulut Irene. Begitu juga rengkuhannya.

Irene menundukkan kepalanya tidak berani menatap majikan pria yang telah menangkap hatinya itu. Melihat kepolosan Irene hati Haris semakin bergairah.

"Saya sedang mencari anting, Tuan," lirih Irene.

"Antingnya sudah dapat?" Suara lembut Haris terdengar merdu di telinga Irene. Wanita muda polos itu pun menganggukkan kepalanya.

"Baguslah. Kalau begitu buatkan aku kopi dan antarkan ke lantai 2 di kamarku." Irene tentu saja tidak bisa menolak dan segera membuatkan secangkir kopi untuk Haris.

Sementara itu Haris kembali ke kamarnya dan membuka pintu kamar selebar mungkin agar bisa memantau pergerakan Irene.

Kopi sudah selesai dibuat dan Irene naik ke lantai 2 untuk mengantarkannya ke kamar Haris. Irene merasa sedikit takut jika mereka hanya berduaan tapi dia menepis itu semua.

Mungkin ini adalah kesempatan untuk mengubah hidupnya. Irene pun tiba di kamar Haris.

Pria dengan wajah oriental itu kemudian menutup pintu dan menguncinya. Kopi yang telah Irene buat ditaruh di atas meja. Irene bergegas untuk keluar dari kamar Haris tapi pria itu mencengkram erat lengan Irene.

"Kenapa terburu-buru? Bagaimana kalau kita ngobrol sebentar?" Irene pun terpaksa menuruti semua perintah Haris.

Dia menanyakan berbagai macam hal, mulai dari nama, tempat tinggal asal, usia, bahkan yang paling parah adalah pertanyaan terakhir.

"Apa kau sudah menikah?"

"Belum, Tuan." Tangan Haris bergerilya di lengan Irene dan membuat perasaan wanita itu tidak nyaman dan dia bergeser dari tempat duduknya.

Melihat itu Haris semakin penasaran. "Kalau begitu kau masih perawan?" Pertanyaan itu terasa memalukan tapi Irene tetap menjawabnya dengan anggukan.

"Kalau begitu bagus, malam ini aku akan memakanmu," bisik Haris yang membuat Irene semakin panik. Awalnya dia memang berniat jahat tapi dia masih lah gadis polos yang bisa berubah pikiran kapan saja.

"Jangan, Tuan. Bagaimana jika Bu Lusiana dan yang lainnya tahu?"

"Tidak perlu khawatir. Mereka semua sudah tidur. Asal kau tidak berisik dan berteriak, mereka tidak akan kemari. Lagi pula jika kau berteriak aku akan menuduhmu yang berusaha menjebakku."

"Pembantu baru ingin naik pangkat menjadi simpanan. Bukankah itu laporan yang bagus? Semua orang pasti akan memakimu dan tidak akan ada yang percaya bahwa aku yang berusaha menjebakmu disini."

Wajah Irene semakin panik. Dia amat menyesali keputusannya untuk pergi ke dapur di malam hari. Seharusnya dia pergi di pagi hari saat semua orang sudah bangun.

"Tuan, saya mohon jangan perlakukan saya seperti ini!" Irene menitikkan air mata dan Haris langsung menghapusnya.

"Kan sudah ku bilang untuk menuruti ku," ucap Haris sembari memegangi wajah Irene yang begitu cantik. Tidak lama kemudian mereka berpagutan dengan mesra.

Irene terhanyut akan buaian sementara yang diberikan Haris padanya hingga dia menyerahkan mahkota paling berharga pada lelaki yang merupakan suami dari majikannya.

Haris merasa puas saat bisa mendapatkan dengan mudah apa yang dia inginkan.

Jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi. Irene hanya bisa terisak karena keperawanannya sudah direnggut oleh Haris. "Berhenti menangis!" bentak Haris pada wanita itu yang kini tubuhnya hanya ditutupi oleh selimut.

"Daripada kau terus menangis lebih baik kau memberikan nomor rekeningmu padaku. Aku akan memberikan uang jajan yang pantas untukmu."

Mendengar ucapan itu Irene memberikan nomor rekening yang memang terhubung dengan m-banking di ponselnya.

Haris juga segera mengirim uang ke dalam rekening Irene. Wanita itu matanya terbelalak saat melihat jumlah angka yang kini mengisi rekeningnya.

Dia tidak menyangka akan semudah itu mendapatkan uang dengan memberikan keperawanannya pada Haris.

"Tu-tuan. Uang ini sangat banyak. Apa Tuan tidak salah kirim?" Haris mendekati Irene dan memegang dagunya sehingga membuat Irene mendongak ke atas.

"Itu adalah harga yang cukup pantas untuk keperawananmu. Apa kau merasa tidak cukup puas?" Irene menggelengkan kepalanya.

"Tidak, Tuan. Ini sudah lebih dari cukup untuk hidupku 10 tahun ke depan." Haris terkekeh mendengar ucapan wanita di depannya. Dia memutuskan untuk menambahkan lagi 200 juta pada Irene.

"Jika kau mau jadi simpananku. Aku akan memberikan uang 50 juta setiap bulan dan memberikanmu barang-barang mewah."

"Syaratnya cuma kau harus datang ke kamarku setiap aku membutuhkanmu."

Siapa yang tidak tergiur dengan uang yang ditawarkan Haris. Lagi pula pria di depannya ini sangat tampan. Jadi Irene hanya mengangguk pasrah

"Dan ingat aku tidak mentolerir perselingkuhan. Aku berharap kau memakai kontrasepsi agar tidak hamil."

Irene mengangguk pelan. Setelah itu Haris memerintahkan pada Irene untuk kembali ke tempatnya.

1
Perdes Amsil
terbanting k tanah ... duhhh tour ... imajinasiku jd kejaman dulu ...😀
Perdes Amsil
kwaaaakkkkkwaaakkk lusiana kaburrr ...... lagian ngapa kamu nongol toooonhhh🤣
Perdes Amsil
ceritanya bagus ... cuma tata bahasanya ...kurang dan banyak kata yg salah pemakaian ....
Catur Prastya
ayo dng kak. ksih up ny. udh lma nunggu tp gk up2 jg.
Marlina Tambun
Reymon .jgn " anak xavier. lanjut dong mbk.
Sri Maulida
lanjut...
Pratama Putra
lanjut
Dwi Indrayuni
hayoo
Nurul Shafinas
terbongkar sudah.. 😉
widiya setiyaningrum
kenapa lama sekali tor upload nya ??
giliran upload cuma 1 😌 kan penasaran lanjutan nya
Indirani: maaf ya beb agak2 sibuk kerjaan lain jadi aku sempet sempetin nulisnya /Scream//Sob//Sob/
total 1 replies
Syafiah Anggina
aku mampir Thor, masih penasaran ceritanya
🥰
Nurul Shafinas
ketahuan??? raymond kuat 💪
Nurul Shafinas
cool lah bapa ii nihh
Nurul Shafinas
dorg gay atau apa ya?? 🤔
Indirani: sahabatan aja kak heheeh
total 1 replies
Nurul Shafinas
/Good//Good//Good/
Iqmahbundanya Arfan
lanjut thor
Iqmahbundanya Arfan
apa munkin lusiana di jebak yah aslinya bukan tiddur sama haris
Indirani: bisa jadi kak liat nantikan bab selanjutnya yaaaa
total 1 replies
Nurul Shafinas
raymond 😭
Nurul Shafinas: sedih dgn berkeinginan seorg ayah..
total 2 replies
Jue
Xavier boleh saja tes DNA kan ? , Kalau muka boleh aja sama tapi Riwayat penyakit jantung ini selalunya asal dari keturunan yang sama , Kepintaran Raymond juga mungkin datang dari keturunan Xavier , Jangan lupa tuntut balasan tentang Virus pastikan Hariz meringkuk di dalam pagar besi barus puas hati para pembaca .
Indirani: Pastinya dung
total 1 replies
Mei Lapan Satu
raymond dan xavier punya penyakit yg sama,apa mungkin mereka itu ayah dn anak ya 🤔
Indirani: bisa jadi....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!