NovelToon NovelToon
Diam-diam Mencintai Mantan Suami

Diam-diam Mencintai Mantan Suami

Status: tamat
Genre:Duda / Tamat
Popularitas:245k
Nilai: 4.6
Nama Author: Hasna_Ramarta

Dipertemukan secara tidak sengaja dengan mantan suaminya yang dulu pernah disia-siakan lewat anaknya yang ditolong karena masuk got.

Lalu apa yang akan terjadi setelah tragedi masuk got itu? Akankah ada cinta di hati kedua mantan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Kalau Sudah Tiada Baru Terasa

     Raka bergegas memasuki mobilnya. Sejenak dia diam tidak segera meraih kunci mobilnya atau meraih kemudinya. Pemandangan tadi saat dirinya melihat Marisa meneteskan air mata membuat dia kasihan dan merasa bersalah.

     "Ahhh, paling air mata lubang buaya yang berpura-pura sedih," tudingnya kejam seraya menyalakan mobilnya lalu melaju perlahan menjauh dari halaman rumah orang tua Marisa.

     Raka masih pelan mengemudi mobilnya, benaknya berpikir dengan kejadian yang dialaminya hari ini dan kemarin. Dompet kuning mencolok Marisa dan isi dari dompet yang sempat mencengangkan itu, masih kepikiran di benaknya.

     "Aku rasa Marisa mencintai aku, aku yakin dia mencintai aku. Buktinya sudah jelas, foto pengantin dan foto berdua saat ngunduh mantu di rumah Mama dan Papa, masih disimpannya. Aku sungguh tidak percaya, Marisa yang dulu tidak peduli dan tidak bertanggung jawab sebagai istri, kini mencintai aku? Ha, ha, ha, kena karma kamu Risa. Kalau benar, itu artinya Allah sedang menghukummu." Raka membatin dengan wajah berseri.

     "Lagu Bang Haji Rhoma Irama sepertinya pantas untuk aku perdengarkan di telinga Marisa," bisik Raka berbicara sendiri seraya menyalakan Car Audio di mobilnya, memperdengarkan suara dendang dangdut milik Bang Haji Rhoma Irama favoritnya.

     "Kalau sudah tiada, baru terasa. Bahwa kehadirannya sungguh berarti. Sungguh berat aku rasa hidup tanpa dia." Lagu dari car audio terus berdendang enak ditelinga maupun di hati Raka.

     "Bang Haji Rhoma ini tahu saja kesukaan gua, selain enak didengar enak pula diresapi," pujinya dengan senyum di bibirnya yang terus mengembang. Raka mengimbangi lagu Bang Haji Rhoma dengan siulan yang senada dengan irama musiknya menandakan betapa dia sangat bahagia.

     Raka tiba di rumahnya, di depan halaman rumahnya sudah bersiap Cila ditemani Mamanya, Bu Marlina juga adiknya Rani.

"Papaaa, kenapa tidak ajak Cila untuk mengantar dompet tante Risa? Papa tega, padahal Cila ingin bertemu Tante Risa, Cila kangen sama mereka," celoteh Cila merajuk sembari bibirnya dimonyongkan serta merta.

Raka terdiam, dia heran dari mana anaknya tahu bahwa dia pergi dari mengantar dompet Marisa.

"Papa, bukan mengantar dompet punya Tante Risa, tapi Papa habis dari kantor." Terpaksa Raka berbohong supaya Cila tidak lagi merengek minta ikut mengantar dompet Marisa.

"Papa bohong, tadi kata Mang Raga, Papa pergi untuk mengantar dompet Tante yang kemarin," tukasnya marah. Raka jadi bingung dengan sikap Cila yang marah seperti itu, lalu Raka mencari lagi alasan yang masuk akal untuk bisa dimengerti Cila.

"Cila Sayang, Papa tadi buru-buru jadi tidak ajak Cila. Sudah, dong, Cila jangan marah lag, nanti kalau marah Cila hilang cantiknya," bujuk Raka sembari meraih tubuh gadis kecil itu lalu dipangkunya. Raka menciumi rambut Cila penuh kasih sayang. Bu Marlina dan sang adik, Rani, melihatnya haru. Raka memang sosok ayah yang penyayang dan sabar.

"Kalau begitu, kapan-kapan ajak aku main bersama Tante Marisa atau Tante Marqisa," ucap Cila sedikit kencang sehingga ucapannya bisa terdengar jelas sama Bu Marlina dan Rani.

"Tunggu, apa tadi bilang, Cila menyebut Tante Marisa dan Marqisa, apa tidak salah? Jangan-jangan Marisa dan Marqisa anak sahabat Mama Bu Mariam dan Pak Maryana yang dimaksud Cila. Benar aau slah, Mas Raka?" tanya Bu Marlina mendadak penasaran setelah mendengar Cila berceloteh tadi.

Bu Marlina tiba-tiba teringat kembali ke masa lalu ketika pernikahan Raka dan Marisa hanya berjalan satu tahun. Anaknya memulangkan Marisa pada orang tuanya dan menalaknya dengan talak satu karena Marisa sebagai istri sangat tidak bertanggung jawab dalam rumah tangga.

Walau demikian, Bu Marlina sangat menyesalkan hubungan rumah tangga anaknya dengan anak sahabatnya harus kandas di tengah jalan. Saat itu dengan penuh sesal Bu Mariam mendatanginya dan meminta maaf atas kesalahan yang diperbuat putrinya, Marisa yang kala itu masih senang-senangnya jalan dan ngumpul bareng teman-temannya sehingga dia abai dengan rumah tangganya .

"Benarkah Mas Raka apa yang Ibu tanyakan barusan? Kalau yang dibilang Cila tadi tentang dua Tante yang kehilangan dompet, apakah benar mereka keluarga Bu Mariam dan Pak Maryana?" Rani sang adik ikut bertanya, dia juga sama penasarannya dengan nama dua orang yang tidak asing di telinganya.

"I~iya, Ma. Mereka anaknya Bu Mariam dan Pak Maryana mantan mertua Raka," sahut Raka akhirnya.

"Kalian memangnya bertemu di mana, kenapa bisa kebetulan bertemu?" tanya Bu Marlina penasaran.

"Kami bertemu di hotel tempat kami menginap di Pantai Pangandaran, Ma." jawab Raka seadanya.

"Apa, kalian bertemu tidak sengaja di sana?" kejut Bu Marlina tidak percaya. Raka mengangguk di bawah tatapan mata Mamanya dan anak bungsunya.

"Ini bisa jadi pertanda, Mama merasa ini sebuah skenario dari Tuhan untuk kehidupan kamu ke depan," duga Bu Marlina dengan wajah yang masih belum puas.

"Mama ini terlalu berlebihan, kami sudah tidak mungkin bersama lagi, aku tidak ingin mengulang masa lalu yang menyakitkan itu," tukas Raka tegas. Bu Marlina melihat sekilas wajah Raka, dia melihat ada sebuah rasa pada Marisa yang dulu dicintainya.

"Belum ada yang bisa menggantikan Marsela, Ma. Jadi aku rasa tidak mungkin jika aku kini punya rasa kembali pada Marisa. Aku tidak mau lagi terperosok ke lubang yang sama," ujarnya lantang. Marsela almarhum istrinya tiga tahun yang lalu memang belum bisa dia lupakan sampai kini, sebab Marsela merupakan istri yang sempurna baginya.

"Baiklah, tidak apa-apa. Mama paham maksud kamu, Mas. Tapi, Mama ingatkan jangan terlalu menikmati kesendirian berlama-lama, kamu masih muda dan masih butuh pendamping hidup. Maka dari itu, segera cari pengganti Marsela, agar hidupmu menjadi tenang."

"Mama bukan menyuruhmu melupakan Marsela, itu tidak mungkin. Tapi, Mama hanya ingin kamu menatap ke depan dan segera berumah tangga lagi jika kamu sudah memiliki tambatan hati," lanjut Bu Marlina serius seraya menatap lekat ke arah Raka penuh harap.

***

Sepeninggal Raka dari rumah orang tuanya, Marisa sejenak duduk terpaku di ruang tengah memikirkan ucapan Raka tadi yang sangat menusuk hatinya. "Benarkah ini hukuman dari Allah atas kesalahanku pada Mas Raka dahulu?" Marisa segera berdiri dan berjingkat dari sofa menuju tangga untuk ke kamarnya.

"Bagaimana, Teh, apakah Mas Raka tidak bersikap kasar sama Teteh?" cegat Bu Mariam sebelum Marisa naik tangga.

"Tidak, Bu. Aku baik-baik saja, Mas Raka juga sangat baik sudah mengantarkan dompet Marisa ke rumah," jawab Marisa menyembunyikan kesedihan di wajahnya akibat ucapan Raka tadi.

"Marisa segera menaiki tangga lalu masuk ke dalam kamarnya diantar oleh tatapan prihatin Marqisa sang adik, sebab tadi sekilas Marqisa mendengar percakapan Raka dengan Marisa yang sedikit tidak mengenakkan.

Dua Hari Kemudian

"Aku minta imbalan atas ditemukannya dompetmu." Marisa tersentak saat bertemu Raka lalu Raka menodongnya dengan permintaan seperti itu.

Lanjut di episode selanjutnya....

1
Ririn Nursisminingsih
udah djhina, dicaci kok masih berthan tinggali. ajalah risa pusing bacanya
Ririn Nursisminingsih
minggat ke hotel ke marissa ini kok bodiingggg
Ririn Nursisminingsih
dasar raka dodol kmu laki2 kok ndak jelas bikin kesel
tak gibengae
Ririn Nursisminingsih
ayo digetok rame2 kepalae raka biar otaknya konek
Ririn Nursisminingsih
mulutmu raka klau ngomong
Ririn Nursisminingsih
ya allah risa kasian a bacanya pingin nangis marisa udah berubah raka jg kejam kmu
ayu cantik
suka
Nasir: Mksh byk Kak...
total 1 replies
Muna Junaidi
😍😍😍
Suyatno Galih
ini gak kebalik apa ya dlm poin syarat permintaan, yg mt pernikahan anak siapa???? yg di ksh syarat siapa. wahhh bapak sianak mabok kecubung
ay Susie
piye tow kihhh ,,, dr awal p bab ini kok gitu trs sikap si gandul nie
Atip Suryana
sebesar apapun rasa dendam mu kepada Marisa tapi lebih besar lagi rasa cintamu kepada nya rakaa
Atip Suryana
mampir MBK hasnaa
Nasir: Wahhh trmksh byk Kak, smg suka.
total 1 replies
Nur Hidayah
udah gedhe hukumnya diranjang bikin adiknya cila tp dohalalkan dulu ya
Nur Hidayah
klu dl gagal sekarang bs gol gak ya
Nasir: Lanjut Kka...
total 1 replies
Mustarika
mf kk thor, wa tau sms kk
Nasir: SMS Kak...
total 1 replies
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
ku tampolll juga niich mulutnya c'raka 😡
Nasir: Hehhehehe... kesel ya Kak...
total 1 replies
RithaMartinE
sabar ea , Marisa 🤗
Vitriani
Lumayan
Nasir: Makasih byk....
total 1 replies
Indriani Kartini
Ah baru baca novel ini mengapa mata ini ga berhenti menangis sedih bngt, Pi suka dengan ceritanya
Nasir: Makasih Kak...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!