NovelToon NovelToon
AKU DIANTARA KAU DAN DIA

AKU DIANTARA KAU DAN DIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:380.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Fifie

Kisah cinta segitiga antara Dika, Ranti dan Vika. Semua berawal dari ketidaksengajaan hingga menjadi cerita cinta yang cukup pelik. Menguras airmata dan juga emosi Ranti yang akhirnya mengetahuinya setelah hubungan rumah tangganya dengan Dika telah menginjak tahun kelima dengan dikaruniai buah hati cantik berusia 2 tahun. Sementara Vika adalah sahabat baiknya semasa SMA. Semua rasa dihatinya bercampur aduk, bergejolak membuatnya dilema antara menjaga keutuhan rumahtangganya dan juga mempertahankan harga dirinya sebagai wanita yang selalu menjunjung tinggi cinta dan kesetiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fifie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ME TIMEKU DENGANMU

Minggu ini aku bisa berleha setelah beberapa minggu nyaris tak punya waktu untuk Ranti dan Jingga.

Akhir-akhir ini kami memang begitu sibuk. Tepatnya setelah Vika masuk dikehidupan kami. Selalu saja ada kesibukan yang membuat kami semakin jauh hingga sulit untuk berkomunikasi dari hati ke hati seperti dulu.

Kupinta Ranti mematikan handphonenya. Begitu juga aku, telah lebih dulu mematikannya. Hari ini aku ingin mengajak anak dan istriku piknik ditaman pinggiran kota Jakarta. Aku tak ingin dering hp mengganggu me time ku dengan Ranti dan Jingga.

Berangkat pagi sekali, pukul 6 dengan beberapa bekal dan peralatan, kami pergi bertiga. Aku ingin hari ini hanya kami saja, keluarga inti. Setelah urusan travel umroh untuk ayah dan bapak selesai, aku pikir ini waktu yang baik untuk rileks sejenak. Mengambil waktu jeda bersantai sebelum ayah dan bapak umroh satu minggu lagi.

Udara kota Bogor yang masih pagi begitu bersih dan sejuk. Walau kendaraan pagi itu dari arah dari Jakarta mulai padat, tapi aku dan Ranti cukup puas karena kami tidak terjebak macet.

Ku gelar selembar karpet yang sengaja kami bawa untuk duduk santai menikmati pemandangan taman yang asri. Terlihat Jingga yang begitu bahagia berlarian dengan Ranti yang mengejar dibelakangnya. Aku tertawa kecil menyaksikan tingkah polah anakku semata wayang.

Dulu pemandangan ini adalah mimpiku. Mengajak anak dan istri piknik dialam terbuka. Menikmati hari yang indah tanpa banyak beban fikiran dan tempat rekreasi yang menguras uang. Hanya duduk-duduk ditaman. Bermain bersama. Bersenda gurau bersama. Membawa sendiri bekal yang akan kami makan. Semua itu selalu aku khayalkan. Terlebih ketika aku masih bujang, belum memiliki pekerjaan mapan apalagi pasangan. Jika aku melamunkan itu, pasti ada setitik jatuh disudut kiri mataku. Sedih. Mengingat masa buruk kesusahanku dahulu.

Kini semuanya telah kumiliki. Berkat usaha, kerja keras dan doaku selama ini. Allah mengabulkan semua doaku. Karena itu, sungguh bodohnya aku jika ketika semuanya telah kudapatkan, aku bertindak tidak tahu diri dan tak punya rasa syukur untuk itu.

Beberapa hari ini aku hampir lepas kontrol dan jumawa. Karena ada perempuan lain yang mengekorku selalu. Berusaha memberiku tempat kenyamanan lain selain kehidupan baikku saat ini. Bersama Ranti dan Jingga. Haruskah aku jadi orang jahat untuk kedua orang yang selalu ada sejak dulu maupun sekarang. Dari mula aku bukan siapa-siapa, selalu mendukungku hingga menjadi seperti sekarang ini.

Bagai mimpi memang, Vika tiba-tiba datang dikehidupanku. Seperti petir tanpa hujan. Seperti api tanpa gesekan. Hampir menggoyahkan diriku karena kedatangannya yang semula kuanggap sial malah berubah menjadi keajaiban. Memberiku begitu banyak keuntungan bahkan aku yang tak pernah mengira mengumrohkan kedua orangtuaku secepat ini karena berkah datangnya Vika.

Kadang disetiap sholat kusadari semua ini adalah jalan yang Allah beri. Mungkin juga sesungguhnya ini cobaan untukku. Membayangkan memiliki puluhan juta ditabunganku saja tidak pernah. Tiba-tiba kini ada rekening tabungan atas namaku dengan nominal 1 miliar. Belum lagi juga deposito berjangka nominal 2 miliar. Ini apakah uang asli atau uang monopoli? Kadang aku masih tidak percaya kenyataannya. Seorang perempuan cantik yang terus memburuku memberinya perhatian dan kenyamanan, terus mendesakku untuk selalu disisinya mengurus semua keuangannya.

Memang semua ini juga tak lepas dari keterikatannya dengan istriku Ranti. Semua begitu sempurna Allah atur untukku. Nyaris membuatku limbung dan kehilangan arah untuk sesaat.

"Yang!... Apakah kita bisa putuskan hubungan kita dengan Vika?" tanyaku pada Ranti setelah kami puas bermain bersama Jingga. Dan Jingga kini tengah tertidur pulas dalam dekapan Ranti sembari menyusu di dada Ranti.

"Kenapa mas? Koq tiba-tiba ngomong gitu?" tanya Ranti. Aku menarik nafas panjang.

"Aku semakin pusing nih, sama dia yang!"

"Hehehehe.... Gitu deh Vika mas, kalo udah maunya harus diturutin. Tapi sebenarnya dia orang yang ga susah diatur koq, mas!"

"Aku harus terus gitu ngurusin keuangan dia, yang? Kamu mau aku terus-terusan harus ngebacking dia, yang? Kamu pikir aku senang gitu? Gimana bebannya aku, megang uangnya segitu banyak. Mikirin harus gimana agar uangnya bisa berputar.... Kamu pikir semua ini ga sulit apa? Belum lagi sifat borjunya yang bikin aku makin ga nyaman. Tapi kalo aku lepas tangan, aku takut dibilang hanya manfaatin uangnya aja. Padahal justru uangnya yang menjadikanku beban terberat."

"Kamu begitu dipercaya Vika, mas!"

"Justru kepercayaannya ini yang memberatkanku. Aku lebih suka kehidupanku yang dulu. Walaupun capek banyak kerjaan. Pusing kalau menjelang akhir bulan, tapi aku enjoy yang! Aku bisa tidur nyenyak. Aku tidak ketakutan."

"Tapi kalau kita lepas Vika supaya mandiri dari kita, aku takut dia terjerumus lagi mas! Uang habis, nantinya ternyata dia kembali minta tolong ke kita. Apa kita akan sanggup menerimanya? Apa kita juga akan tega menolaknya?"

Aku diam. Ranti benar. Tapi sejujurnya bukan itu saja yang kutakutkan. Yang kukuatirkan adalah jika hatiku terjatuh. Terjelembab kedalam perangkap cinta Vika. Apakah kamu bisa menerima semua itu bila sampai terjadi, Ranti?... pertanyaanku itu hanya kusimpan dalam hati. Aku tak berani berkata jujur padanya. Padahal selama ini, aku tidak pernah menutupi apapun dari Ranti.

Aku ini lelaki biasa. Lelaki normal yang punya naluri binal juga. Apalagi jika hampir setiap hari godaan itu datang padaku. Memancingku untuk menerimanya. Dan aku tidak seperti laki-laki lain yang harus bersusah payah bermulut manis untuk mendapatkan kenikmatan lain selain kenikmatan dirumah. Aku hanya tinggal menerimanya didepan mataku. Tinggal duduk manis menyantap hidangan mewah dihadapanku tanpa harus mencari apalagi mencuri. Bagaimana mungkin aku tidak tergiur? Ranti! Tidakkah naluri hatimu bergetar, merasakan bahwa sahabatmu itu bisa saja mencuriku darimu? Begitu murninyakah hatimu yang jauh dari fikiran negatif ataukah kamu memang bodoh tak pernah sedikitpun memiliki rasa curiga padaku maupun Vika? Atau sebegitu percayanyakah kamu padaku?... Banyak pertanyaan kusimpan sendiri.

Aku pun terlalu mencintaimu Ranti. Hingga tak ingin sedikitpun membagi hatiku pada orang lain. Walaupun itu sahabatku yang cantik dan beruang banyak.

Tapi aku juga lelaki biasa, Ranti! Lelaki yang bisa saja khilaf jika terlalu banyak godaan didepan mataku.

"Sebaiknya kamu yang atur semua keuangannya ya yang? Carikan tempat untuk Vika buka usaha. Beri masukan juga, mau buka usaha apa. Resto atau butik. Kalian khan sesama perempuan. Pasti lebih ngerti satu sama lain. Tolong jangan terlalu sering libatkan aku ya?"

"Kenapa, mas? Aku punya Jingga mas! Masih menyusui juga. Aku ga bisa terlalu sering menemaninya dengan membawa Jingga kesana kemari. Aku tau kamu capek cari uang juga. Belum lagi kalau banyak kerjaan dikantor juga ditambah lagi harus kusuruh mengurus Vika juga. Bahkan Vika pernah usul, gimana kalo kita buka usaha bersama. Mas berhenti kerja di perusahaan resto waralaba yang sekarang. Jadi dirut di perusahaan Vika. Katanya untuk PT kecil, uangnya cukup untuk modal."

"Haah? Berhenti kerja? Aissh.... Aku udah 20 tahun kerja disitu yang! Kamu lupa? Darimana kita punya semua ini, kalo bukan dari hasil kerja kerasku selama ini diperusahaan itu yang! Kamu lupa? Darimana kita dulu bisa nikah, bikin resepsi sederhana, kalo bukan dari pinjamanku diperusahaan itu. Sekarang.... atas dasar persahabatanmu dengan wanita itu, kamu menyuruhku berhenti hanya untuk menjadi dirut yang belum jelas masa depannya? Ranti!..."

"Maaf, mas! Itu usul Vika. Aku juga ga terlalu mikirin usulnya itu."

"Kamu beneran ga punya fikiran buruk kalo sahabatmu itu terlalu masuk ikut campur dalam kehidupan rumah tangga kita? Bahkan ayah maupun bapak ga pernah sejauh ini mencampuri urusan pribadi kita, yang!"

Aku jadi naik darah. Kesal dengan Ranti yang seolah telah menjadi pengikut setia Vika. Bahkan ia sama sekali tak mempedulikan hati dan perasaanku. Aku marah padanya. Kudiamkan Ranti hingga kami kembali ke Jakarta meninggalkan taman kota Bogor dengan hati yang kacau.

"Mas! Vika ternyata beberapa kali hubungi aku. Sekarang dia ada dirumah ayah mas katanya. Mas mau ga, kalau kita mampir kerumah ayah, sekalian antar Vika pulang?" kata Ranti agak terbata. Rupanya ia mengaktifkan kembali handphonenya membuat darahku makin mendidih.

"Bodo amat. Aku mau pulang! Cape!"

Ranti diam. Ia sudah faham jika aku sudah seperti ini. Kalau ia terus memaksaku, akan ada perang dunia ketiga diantara kami.

Bersambung-

1
Lailatul Fadjariyah
bnyak hikmah yg BS kita ambil drcerita ini.bhwa kehidupan spti roda yg berputar..,tp semua tetap akan kembali kpd sang Halik.🙏🙏
Nanik Ismawati
Ranti yg skrg tambh bijak Krn didewasakan oleh pengalaman dan keadaan...skrg Dika yg tambh menyesal
YuWie
yaelahhh..malah salah2 an. laki2 mah klo zina istri yg di salahkan..yg sdh gak seksi lah, yg sdh gak perhatian lah, yg gak dilayani lah... apalagi lg merasa diri mapan..beuhhh
YuWie
dika kie nangisan ough
YuWie
trus klo Vika muncul ntar goyah lagi kamu Dika
YuWie
lagi membayangkan 2 laki2 dewasa yg gagah perkasa menangis...ya opo kuwi suasanane..
ika
byk pelajaran dari crita ini...
hidup bkn hny melulu seneng, tp jg ada sedihnya...
smoga Dika tenang disisiNya...
ika
rasain...
jd laki koq gitu amat...
sapa coba yg g sakit hatinya...
dari awal baca udah greget ma sikap Dika..
ika
karyanya bagus
ika
sakit rasanya...
Cusrita Bachri
sukurin deh...kesel sm laki² model bgini
Rani Ummi
krrennn ranti
‼️n
Walah....pelakot....njengkelke.....nghrrhetke😡😡😡😡
Dep queen
Bom like kU meluncur bubun🥰🥰👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏
Beast Writer
tamat
Fira Ummu Arfi
lanjuttttttt
Fira Ummu Arfi
semangatttt
Kd Aswini Putra
biar Ranti balikan sama mantan suaminya ,demi jingga thor
Kd Aswini Putra
biar Ranti balikan sama mantan suaminya ,demi jingga thor
Kd Aswini Putra
biar Ranti balikan sama mantan suaminya ,demi jingga thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!