NovelToon NovelToon
Membungkam Kejulitan Mertua

Membungkam Kejulitan Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mengubah Takdir / Wanita Karir / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:54.2k
Nilai: 5
Nama Author: Harni zulesta

Pernikahan yang tidak mendapat restu dari kedua belah pihak keluarga seringkali menjadi konflik batin bagi menantu.

Zakia, gadis yang menikah dengan seorang pria yang meminangnya dengan penuh cinta harus menghadapi liku-liku hidup yang membuat ia begitu tertekan setiap hari karena perlakuan ibu mertuanya yang sangat kejam.

Akankah Zakia bisa menaklukkan ibu mertuanya? Akankah Zakia bisa membungkam Kejulitan ibu mertuanya?

Yuk! Ikuti kisah Zakia selanjutnya..!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harni zulesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Dituduh Mencopet

Kamu mau membantah?" tanya Bu Siska, 

Zakia menggeleng sambil tertunduk. Ia pun beranjak keluar dari mobil.

"Mas, hati-hati ya!" ucap Zakia pada suaminya.

"Kamu yang hati-hati, Dek! Mas baik-baik saja! Jangan khawatir!" jawab Bryan dengan penuh kesedihan. 

"Sudah! Ayo jalan, Clar!" titah Bu Siska.

Tak berapa lama mobil yang dikemudikan Clara pun sudah melesat membelah kemacetan dan meninggalkan Zakia sendiri di parkiran rumah sakit.

Sekarang Zakia merasa kebingungan bagaimana caranya untuk pulang. Pasalnya ia tak memiliki uang sepeser pun untuk ongkos pulang.

"Sekarang aku harus bagaimana?" Gumam Zakia dengan air mata meleleh dipipi.

Zakia pun mengayunkan kakinya untuk meninggalkan rumah sakit. Mau tak mau ia harus pulang dengan jalan kaki. Dan sepanjang jalan Zakia pun tak henti-henyinya menitikkan air mata. Meratapi takdir yang begitu tidak berpihak padanya. Entah apa salah Zakia, entah dosa apa yang sudah ia lakukan, sehingga takdir begitu senang mempermainkannya.

Di dalam perjalanan pulang, Zakia selalu berdo'a agar takdirnya bisa berubah. Matanya juga memindai sekeliling untuk melihat apakah ada informasi lowongan pekerjaan, Zakia sangat membutuhkan itu sebagai syarat lain dari mertuanya agar sang mertua mau membayar pengobatan Bryan.

Tiiiiinnn.... 

Tiiiiiinnn... 

Sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi, Zakia melihat ke arah mobil itu dan di tengah jalan seorang nenek-nenek sedang menyebrang. Mungkin karena faktor usia, nenek itu tidak mendengar suara klakson mobil yang sedang melaju. Dengan secepat kilat, Zakia langsung berlari menyelamatkan nenek itu walaupun dengan cara mendorongnya, tapi dengan demikian si nenek bisa selamat.

"Astaghfirullah Ya Allah! Neneeeek!" seorang pemuda berlari ke arah si nenek dengan wajah khawatir.

Zakia meringis kesakitan karena kakinya tergores aspal.

"Nenek gak papa?" tanya Zakia kepada nenek itu.

"Nenek gak apa-apa, Nak! Terima kasih sudah menyelamatkan nenek!" jawab nenek itu masih terlihat pucat.

"Nenek kenapa menyeberang? Ken bilang kan nenek tunggu sebentar, Ken membeli minuman untuk kita dulu, Nek!" ujar pria itu khawatir.

"Nenek lupa! Maafkan nenek! Nenek pikir kamu sudah pulang karena lama sekali!" jawab nenek itu.

"Mana mungkin aku pulang tanpa Nenek! Mobil kita juga masih terparkir di sana! Nanti Mama bisa marah kalau tau Nenek hampir kecelakaan. Untung ada Mbak ini yang menyelamatkan Nenek! Mbak! Makasih ya sudah menyelamatkan Nenek saya!" ucap pria itu kepada Zakia.

"Sama-sama, Mas! Aku tadi kebetulan aja melihat Nenek menyeberang sendirian, mobil juga melaju kencang ke arah sini!" jawab Zakia.

"Sekali lagi terima kasih, Mbak! Nenek memang sedikit pelupa, Mbak! Maaf karena Mbak sampai terluka karena menyelamatkan Nenek! Ayo Mbak! Saya antar ke klinik terdekat, biar luka Mbak bisa di obati!" ucap pria itu.

Tapi Zakia menggeleng, ia tidak mau merepotkan. Lagi pula ia harus segera sampai di rumah.

"Gak usah, Mas! Aku benaran gak apa-apa! Ini hanya luka kecil, nanti di oleskan obat luka di rumah aja!" jawab Zakia.

"Aduh, Jadi gak enak sama Mbaknya! Gini saja, Mbak! Ini ada sedikit uang untuk membeli obat luka di apotik, tolong diterima ya, Mbak! Saya benar-benar gak enak sama Mbaknya!" ucap pria itu. 

"Tapi..."

"Jangan ditolak, Mbak! Itu sebagai tanda terima kasih saya karena Mbak sudah menyelamatkan Nenek! Nenek adalah orang terpenting bagi hidup saya, Mbak! Uang ini gak seberapa dengan keselamatan Nenek!" terang pria itu sambil memberikan beberapa lembar uang merah kepada Zakia.

Zakia juga merasa tidak enak menolak ketulusan pria itu, di samping itu, ia juga memang sangat membutuhkan uang sekarang.

"Terima kasih, Mas!" ucap Zakia.

"Sama-sama, Mbak! Atau Mbak mau sekalian diantar pulang? Saya ambil mobil dulu kalau begitu!" tawar pria itu.

"Jangan! Gak usah, Mas! Aku bisa pulang naik angkot! Lagipula aku masih ada urusan sebentar sebelum pulang!" jawab Zakia mencari alasan, ia tidak mau kalau sampai mertuanya semakin marah nanti jika melihat ia diantar oleh orang lain.

"Ohh, begitu, Mbak! Kalau begitu kami permisi dulu, Mbak! Sekali lagi terima kasih sudah menyelamatkan Nenek saya!" ucap pria itu lagi.

"Sama-sama, Mas!" jawab Zakia.

Setelah itu pria beserta neneknya pamit, Zaki juga melanjutkan perjalanannya. Karena hari sudah hampir gelap, Zakia memutuskan untuk naik angkot, dengan uang yang diberikan pria tadi.

Zakia sangat bersyukur, ia mengucapkan rasa syukur berulang kali atas keajaiban yang ia terima hari ini. Di saat kesulitan, ia mendapat pertolongan dari Tuhan. Selain itu Zakia juga beristighfar berulang kali, karena ia sudah sempat merutuki nasibnya saat tadi pikirannya sedang kalut.

*****

"Dapat uang dari mana kau untuk naik angkot?" todong Bu Siska setelah Zakia sampai di rumah.

"Itu.. Itu, Ma! Tadi aku..."

"Menggoda laki orang di jalan kali, Ma! Eh, tapi siapa yang mau sama wanita udik ya? Kalau gratisan sih mungkin ada!" potong Clara. 

Zakia menggeleng dengan cepat.

"Bukan, Mbak! Aku tidak seperti itu, Mbak!" ucap Zakia sambil menangis.

"Lalu apa, Hah? Dari mana kau dapat uang? Cepat katakan! Kau juga luka-luka seperti ini, apa kau mencopet dan dikejar warga? Dasar maling!" tuduh Bu Siska semakin berapi-api.

"Ma! Aku mohon dengarkan penjelasan Zakia dulu! Kasihan Zakia, Ma! Dia juga luka-luka begitu, Ma!" pinta Bryan ikut mengiba. 

Bryan sangat cemas melihat kondisi istrinya yang pulang dengan luka-luka di kaki dan tangan, ia tidak percaya kalau Zakia akan melakukan perbuatan buruk. Pasti Zakia mengalami masalah di jalan saat ia akan pulang.

"Heh, cepat katakan! Kenapa kau diam sanga seperti orang dungu!" bentak Bu Siska lagi.

"Sudahlah, Ma! Sudah jelas kalau wanita kampung ini tadi mencopet, tapi ketahuan. Warga pasti sudah memukulinya, Ma! Aduh, jangan-jangan nanti beritanya akan tersebar, Ma! Nama baik keluarga kita akan tercemar nanti, Ma!" Clara semakin mengompori ibu mertuanya.

"Tidak, Mbak! Aku tidak mencopet, aku juga tidak mengambil hak siapapun. Tidak ada yang memukuliku, Mbak! Jangan menurutku seperti itu, Mbak!" ucap Zakia tidak terima.

"Ya sudah! Kalau begitu ceritakan bagaimana kau bisa dapat uang untuk naik angkot? Jika tidak, maka aku akan tetap beranggapan seperti itu!" sahut Clara dengan enteng.

"Biarkan Zakia bicara, Mbak! Jangan Mbak potong terus ucapannya dulu. Kia! Ayo ceritakan semuanya! Kenapa kau bisa luka-luka seperti ini? Apa ada yang menyakitimu tadi?" tanya Bryan masih dengan ekspresi cemas.

Zakia sekali lagi menggeleng, ia bingung harus memulai penjelasan darimana. Jika ia mengatakan kalau ia menolong seseorang dan mendapatkan imbalan, Zakia takut Bryan akan merasa tersinggung nantinya. Zakia tidak mau itu terjadi, tapi Zakia juga tidak mau berbohong.

1
Sit Sum
sudah selesai kah??
yulia nisma
ini niat atau enggak sih bikin novel..updatenya lama dan dikit...mana critanya ngebosenin...ya udahlah...good bye...
Harni: Maaf, Kak. Kebetulan author akhir2 ini kurang fit, jadi update sebisanya saja. Maaf kalau kurang nyaman
total 1 replies
Ratna Syam
kapan up episode selanjutnya?
Harni: Hari ini update, Kak. Di tunggu yaa❤❤❤
total 1 replies
Venus Venus
pgn nagis.terharu..
Timaa Azzahrah M.A
dih ibu durhaka.. biarkan sja bryan tinggalkn tuh nenek peot biar tau rasa..thor buat zakia dn bryan nya sukses.. trus jngan ingat sma kluarganya lagi.. biar kluarganya tuh yg ngemis2 mnta di tampung
Harni: Siap kak. Aku juga greget sama ibunya😁😁😁
total 3 replies
evita vita
lanjut thor,,gantung
Timaa Azzahrah M.A
aduh thor.. biarkan bryan dn kia kluar dri sana.. jngan pisahkan.. biar tau rasa tuh orang tua durhaka tdk ada yg ksih uang lagi
Timaa Azzahrah M.A: haha benar thor😅
total 2 replies
Timaa Azzahrah M.A
thor buat bryan pergi aja sama istrinya.. trus buka usaha gtu.. jngan ingat lagi orang tua durhaka itu ck
Timaa Azzahrah M.A: sipp thor hehe
total 2 replies
💞Erra Tarmizi💞
dari awal cerita ini mengingatkan aku pada novel hinaan dari keluarga suami
Harni: Semoga peminatnya juga bisa seperti novel itu 🥰🥰 Mkasih kak udah setia mampir
total 1 replies
💞Erra Tarmizi💞
ada aja cara Clara mefitnah
Cut ida Suryani
sulit cari istri sesabar Zaskia
d2h_verluthver
recommended.. bagus banget ceritanya. bikin ketagihan
Harni: mkasih kak🥰🥰🥰
total 1 replies
d2h_verluthver
Bu Siska sukses bikin aku darah tinggi Thor😤😤😤.. sebel ah sama Bu Siska.
d2h_verluthver
ini si Ronald jangan jangan suka sama Zakia.
Coky Pasaribu
Mantap sekali alur ceritanya thor, seperti kisah nyata dalam rumah tangga.
Laila Rifah
lemes banget sih Bu Siska ini 🥺
Harni: sama ehhh😄😄🥰🥰
total 1 replies
Timaa Azzahrah M.A
buat bryan prgi dri rumahnya bersama istrinya thor.. emosi aku liatnya,apa lg ada si ipar laknat
Harni: Sama, Aku juga emosi. Ikuti part selanjutnya ya, Kak.🌹🌹🌹
total 1 replies
Timaa Azzahrah M.A
semogah bryan dn zakia kali ini hidupnya bahagia.. di hindari dri orang tua/orang2 benalu tdk tau diri ya thorr🙏🙏
Harni: Iya kak. Ibunya mertuanya bikin gemes pen jitak, semoga Bryan dan Zakia segera dberi kbhagiaan. Terus ikuti eps berikutnya ya kak🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
dewi patmawati
lanjut
Timaa Azzahrah M.A
semogah bryan dn zakia sllu bahagia.. jngn pisahkan mereka thor plasee🙏🙏🙏
Timaa Azzahrah M.A: siapp thorrr😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!