Reyhan yang awalnya benci kepada raisa kini mulai mencintainya, tapi semua sudah terlambat, raisa sudah pergi meninggalkannya, tapi setelah beberapa tahun kemudian mereka pun bertemu kembali, apakah raisa akan memaafkan Reyhan..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eva zain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
penyesalan
Reyhan dan raisa pun akhirnya duduk kembali di posisinya masing masing.
"Jadi apa alasan kamu menerima permintaan Umi tadi Rey," Tanya bayu serius.
"Aku merasa memang bukan suami yang baik untuk raisa, Aku selalu menyakiti perasaannya, Dia wanita baik baik, jadi Rey bukan pasangan yang baik untuk raisa," jelas reyhan sambil menitihkan air mata nya.
"Aku udah bilang Rey, aku udah memaafkan semua perbuatan buruk kamu, kita mulai lembaran baru, lupakan semua masalah yg sudah terjadi," timpal raisa, ia masih belum rela untuk bercerai dari reyhan.
"Bercerai jalan terbaik untuk kita raisa," ujar reyhan sambil meraih tangan raisa lalu memberikan cincin pernikahannya kepada raisa.
"Kamu jahat," Pekik raisa, lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
"Tunggu raisa," reyhan yang ingin mengejar raisa langsung di tahan oleh bayu.
"Sudah jangan di kejar, biarkan dia menenangkan diri dulu Rey," ucap bayu yakin, ia berfikir jika wanita sedang kesal akan berlari ke dalam kamar dan menangis sejadinya lalu emosi nya akan mereda setelah menangis.
"Rey Umi harap kamu tidak akan pernah melakukan hal seperti ini lagi di masa depan,"Ucap Umi Fatimah sambil meninggalkan ruangan tersebut.
"Yasudah lebih baik kamu kembali ke kamar lalu membersihkan diri lalu shalat, setelah shalat kita makan bersama," Titah bayu kepada reyhan.
"Iya," Reyhan pun berjalan menuju kamar nya.
Saat ingin membuka pintu raisa keluar dari kamarnya sambil menarik koper yang berukuran sedang.
"Kamu mau kemana raisa," tanya reyhan sambil menahan tangan raisa.
"Lepasin," raisa pun menarik tangannya dan langsung pergi meninggalkan reyhan tanpa memberi tahu ia akan kemana.
"Raisa tunggu," Panggil Reyhan sambil mengejar raisa.
Raisa mengabaikan reyhan dan setelah memasuki mobilnya ia pun langsung melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
"Reyhan mulai saat ini saya benar benar membenci kamu" gumam raisa sambil menangis sejadi jadinya.
saat mobil raisa sudah tak terlihat oleh reyhan, reyhan pun masuk ke dalam rumahnya, dan ia pun jatuh pingsan saat hendak menaiki anak tangga yang menuju kamar nya.
beruntung bayu datang dengan tepat waktu, ia langsung memapah Reyhan ke sofa.
"Ya allah Rey, bangun ," ucap bayu sambil menepuk pipi reyhan dengan pelan.
karna reyhan belum juga sadarkan diri, bayu pun menelfon dokter langganan keluarga nya.
"Ya allah bayu, Rey kenapa," ucap Umi Fatimah panik saat melihat Reyhan tak sadarkan diri.
"Enggak tau mi, saat bayu mau keatas, Rey juga mau naik dan Rey langsung pingsan, untung bayu langsung nahan jadi Rey gak jatuh," jelas bayu serius.
"Kamu udah telfon dokter Haris," tanya Umi.
"Udah mi, sekarang dokter Haris sedang dalam perjalanan kesini," ujar bayu sambil meluruskan posisi tidur reyhan.
"Raisa mana?" tanya umi sambil melihat sekeliling ruangan tersebut.
"Bayu belum liat raisa mi, mungkin dia masih di kamar," ucap bayu sambil menunjuk ke lantai atas.
"Umi paham dengan perasaannya saat ini, memang berat rasanya jika kita harus melepaskan orang yg sangat kita cintai, tapi jika mereka tidak berpisah, umi takut raisa akan merasa semakin sakit lagi dengan sikap reyhan" Jelas umi sambil mengelus rambut reyhan.
"Iya mi, tapi menurut bayu ini terlalu mendadak mi, bayu takut raisa malah semakin hancur hatinya mi," timpal bayu.
Ting Tong!! Ting Tong!!
"Mungkin dokter Haris sudah datang mi, Bayu bukain pintu dulu ya," bayu pun berjalan menuju pintu utama.
"Selamat malam bayu,"Sapa dokter saat bayu membukakan pintu untuknya.
"Malam dok, lama gak ketemu ya dok," jawab Bayu sambil menyodorkan tangannya dan bersalaman dengan dokter Haris.
"Iya terakhir ketemu pas pernikahan adik mu ya," ujar dokter sambil memasuki rumah setelah bayu mempersilahkannya masuk.
"Iya dok," balasnya lagi.
"Loh baru juga di omongin, ternyata yang sakit adik mu ya,," tanya dokter setelah melihat pasien yg akan ia tanganinya ternyata Reyhan.
"Iya dok, tadi tiba tiba dia pingsan dan belum sadarkan diri sampe sekarang," jelas bayu.
"Oh, baik kalau gitu, saya akan periksa dulu ya," dokter pun memeriksa detak jantung dan tensi darah reyhan.
"Ini hanya kelelahan, dan dehidrasi, saya kasih infus saja ya, setelah itu Rey bakal sadar ko,", jelas dokter sambil meletakkan beberapa kantung infusan yang masih penuh.
"Jika sudah habis tolong di gantikan ya, Usahakan semua air infus ini harus habis, kalau begitu saya pulang ya karna harus segera kembali ke rumah sakit" pamit dokter kepada bayu.
"Baik dok terima kasih," ujar bayu sambil mengantar dokter Haris keluar.
Saat bayu kembali tak lama Reyhan pun sadar, ia langsung berteriak memanggil nama raisa dan hampir melepaskan jarum infus nya, beruntung bayu langsung mencegah reyhan, dan membuat nya tenang kembali.
"Kamu kenapa Rey," Tanya bayu sambil menahan badan reyhan.
"Ra Raisa pergi," lirih reyhan
"pergi kemana, dari tadi gue disini gak liat raisa keluar ko," ucap bayu yakin
"Pas aku mau masuk ke kamar tadi, raisa keluar bawa kopernya, aku gak bisa nahan dia huhuhu," tangis reyhan pecah saat mengingat kejadian tadi.
"Kamu tau dia mau pergi kemana?" tanya bayu memastikan.
Reyhan hanya menggelengkan kepala nya.
"Sudah jangan nangis, mana Reyhan yang Gentle men itu, udah cup cup cup, umi lagi shalat nanti umi denger gimana," ledek bayu sambil mengelus punggung reyhan yang sedang mendekap tubuhnya dengan kuat.
"Apa raisa bakal benci sama gue ya bay," Tanya Reyhan persis seperti anak kecil yang bertanya kepada kakaknya setelah melakukan kesalahan kepada seseorang.
"Raisa anak baik, dia gak akan membenci siapapun Rey," jelas bayu yang berusaha menghibur reyhan.
"Tapi tadi jelas dia seperti sangat benci sama gue bay,", timpal reyhan lagi.
bayu hanya menggelengkan kepala nya, ia tak menyangka di balik reyhan yang keras kepala ada sisi ke kanak kanakanya.
"Udah jangan dipikirin lagi, sekarang mending kita makan yu, umi setelah selesai shalat juga bakal nyusul kita ke ruang makan," ajak bayu
Reyhan pun mengikuti bayu, tapi lagi lagi ia menoleh ke arah pintu utama, ia masih berharap jika raisa akan pulang kembali dan reyhan akan mencabut ucapan sebelumnya yang menyetujui perceraian itu, lalu hidup dengan damai bersama raisa dan keluarga nya.
"Ayo Rey," Ajak bayu lagi setelah melihat Rey hanya berdiri menghadap pintu utama.
"I iya," reyhan pun berjalan menyusul bayu dan duduk di tempat biasanya ia duduki saat mau makan.
"Loh raisa mana, ko gak ikut makan," Tanya umi yang baru datang ke ruang makan.
yg raisa nurut ap kta bpak ny gk usah kmbli ma reyhan, pdahal yg mau berumah tangga klian, yg mnjalani klian, pernikahan gk ada pendirian gk ada pondasi sndri yg gini hancur
bukan tampang korea...