NovelToon NovelToon
Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Status: tamat
Genre:Romansa / Time Travel / Perperangan / Kehidupan alternatif / Barat / Tamat
Popularitas:69.4k
Nilai: 5
Nama Author: Arrin Knight

Setelah sekian lama berada di urutan paling akhir Tata Surya Goldinian dan diasingkan oleh para immortal lainnya, Planet Silverian tiba-tiba mendapatkan energi baru, yakni energi gelap yang sangat kuat.
Flerix kemudian menggunakan kesempatan ini untuk menguasai Galaksi Metal. Namun, kelahiran Keira, seorang Crossbreed, menghalangi ambisinya.
Satu per satu rahasia tentang alam semesta dan dirinya sendiri kemudian terkuak, setelah Keira berusaha untuk mencari tahu siapa pelaku yang sudah mengacaukan kehidupannya.
Ia kemudian bertemu dengan seorang Blackerian yang membuatnya tersadar bahwa ada seseorang yang bermain dengan ruang dan waktu di dalam Galaksi Metal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrin Knight, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran yang Baru Diketahui

Xyon langsung mengangguk setelah mendengar pernyataan itu, "Mereka tidak akan mendengarkan negosiasi," ucapnya.

"Aku sudah memerintahkan Jenderal Arex dan Jenderal Sey untuk mencari tahu tentang mereka, jadi sebaiknya kita menunggu," balas Anexta.

Xyon langsung menghela nafas panjang, seolah tidak setuju dengan ucapan dari sang ratu barusan.

"Yang Mulia, kita bisa menunggu, namun tidak untuk para manusia mortal yang hidup di sini. Mereka mengandalkan energi dan sumber daya yang ada di dalam planet ini untuk keberlangsungan hidup mereka, dan sekali lagi, mereka adalah makhluk mortal, Yang Mulia," ucap Weim lagi.

Anexta mulai terlihat kembali berpikir keras. Setelah itu, ia berdiri, dan berjalan keluar dari tenda, bersama dengan Xyon dan Weim.

“Baiklah, serangan halus, baiklah,” ucap Anexta.

Sementara itu di dalam ruang hampa udara, tampak Arex dan Sey sedang melayang-layang di salah satu sisi depan Planet Silverian. Wajah mereka berdua tampak lelah dan terlihat sedikit kebingungan.

“Ini sudah untuk berapa kali kita berusaha untuk menembus atmosfernya, Sey?” tanya Arex pelan.

“Entahlah, Arex. Namun, kita sudah mencoba berkali-kali untuk masuk ke dalam planet hitam menyebalkan ini, dan hanya angin ****** beliung keras yang menyambut kita! Kita bahkan tidak bisa masuk ke dalam atmosfernya sama sekali!” seru Sey dengan wajah yang kesal.

“Ini sudah keterlaluan. Aku tidak menyangka bahwa planet ini sudah berubah banyak sejak kejadian pada waktu itu,” ucap Arex lagi.

“Arex, sebaiknya kita laporkan hal ini kepada Yang Mulia Ratu,” balas Sey.

“Sebaiknya begitu, lagi pula, kita sudah mencoba untuk masuk berkali-kali, Sey. Hanya atmosfernya saja, dan kita sudah kewalahan seperti ini!” seru Arex dengan nada tinggi.

“Xyon akan sangat terkejut dengan hal ini, mari kita kembali, Arex,” balas Sey lagi.

Mereka berdua kemudian kembali mengubah fisik mereka menjadi dua buah bintang kecil, lalu melesat dengan kecepatan yang luar biasa, menuju ke arah lubang cacing yang akan membawa mereka masuk ke dalam Galaksi Bima Sakti.

Di dalam Planet Bumi, tampak Anexta, Xyon, dan Weim masih berada di dalam tenda yang sama. Wajah mereka sepertinya sangat serius memikirkan masalah ini.

“Aku akan segera mempersiapkan strategi penyerangan kepada mereka, Yang Mulia,” ucap Xyon yang memecah keheningan di antara mereka bertiga.

“Baiklah kalau begitu, namun, Jenderal Senior Xyon, ada baiknya aku membuat negosiasi terlebih dahulu dengan Raja Flerix itu,” balas Anexta.

Tiba-tiba, dari atas langit, terlihat dua titik bintang kecil sedang melesat ke bawah, sepertinya sedang mengarah ke tenda di mana Anexta, Xyon, dan Weim sedang berada di dalamnya.

Kedua titik bintang itu tiba-tiba mendarat dengan agak keras tepat di depan tenda sang ratu. Tentu saja, hal itu membuat Anexta, Xyon, dan Weim, juga beberapa pelayan dan pengawal serta prajurit yang sedang berada di sekitar sana, mendadak terkejut.

Kedua bintang kecil itu kemudian berubah menjadi Arex dan Sey. Mereka berdua kemudian dengan tergesa-gesa, berjalan masuk ke dalam tenda di mana Anexta sedang berada di dalamnya.

“Yang Mulia Ratu!” seru Arex dan Sey bersamaan, begitu mereka sudah masuk ke dalam tenda tersebut.

Anexta langsung berdiri dari tempat duduknya begitu ia melihat kedua jenderal tersebut sudah kembali, bahkan Xyon dan Weim menatap mereka berdua dengan mata yang melotot tajam.

“Ada apa?! Mengapa kalian terlihat sangat kelelahan?!” tanya Anexta dengan nada yang sedikit panik.

“Yang Mulia, kami sudah berusaha berkali-kali, hanya untuk masuk ke dalam atmosfernya saja,” ucap Sey sambil berusaha mengambil nafasnya.

“Namun, Planet Silverian yang sekarang bukanlah planet yang sama seperti dahulu kala, Yang Mulia. Planet itu kini dipenuhi oleh angin ****** beliung yang sangat kencang dan keras di atas atmosfernya, sehingga setiap kali kami hendak masuk menembusnya, kami akan segera terpental kembali, ke luar angkasa, Yang Mulia!” seru Arex.

Anexta langsung melotot ke arah Xyon, dan bertanya, “Jenderal Senior Xyon! Sebenarnya, apa yang sudah terjadi pada planet itu sebelumnya? Kau pasti tahu segalanya!”

Xyon kemudian menatap Anexta dengan wajah yang serius dan menjawab, “Yang Mulia, namun, pada saat itu, anda masih sangat kecil, dan mendiang Yang Mulia Raja tidak ingin membebani anda dengan hal itu.”

“Aku adalah Yang Mulia Ratu sekarang, Jenderal Senior Xyon!” seru Anexta dengan nada tinggi.

Xyon menghela nafas panjang. Sepertinya ia sendiri masih belum bisa menjelaskan apa yang sudah terjadi dengan Planet Silverian pada waktu itu, kepada sang ratu.

“Jenderal Senior Xyon!” seru Anexta lagi.

“Yang Mulia,” ucap Xyon pelan, “cerita yang sangat panjang, namun, mendiang Yang Mulia Raja dan mendiang Yang Mulia Permaisuri sebelumnya, serta seluruh orang yang ada di sana pada waktu itu, menyetujui bahwa bulan-bulan milik Planet Silverian sudah mencuri energi cahaya yang seharusnya hanya diperuntukkan untuk Planet Palladina. Kelima pemimpin planet sudah memutuskan bahwa bulan-bulan milik mereka harus dihancurkan, maka dari itu, kami melakukannya.”

Xyon kemudian menghela nafas pendek lagi, dan melanjutkan, “Termasuk, karena pemberontakan yang dilakukan oleh para Silverian itu kepada mendiang Yang Mulia Raja, kelima pemimpin planet akhirnya juga menyetujui hukuman untuk memindahkan posisi Planet Silverian ke urutan paling belakang dari tata surya Goldinian. Aku tidak bisa menjelaskan hal ini terlalu panjang, karena anda masih sangat kecil pada waktu itu, namun, setelah kejadian itu, aku tidak lagi mengetahui apapun tentang planet tersebut, Yang Mulia.”

Anexta langsung menggelengkan kepalanya, “Aku tidak menyangka bahwa kau baru mengatakan kepadaku tentang hal ini sekarang. Pantas saja mereka sekarang melawan. Baiklah, aku akan berusaha untuk menjelaskan hal ini kepada mereka, semoga saja ada jalan keluar yang baik bagi planet mereka dan planet kita, agar Galaksi Metal tidak gaduh. Ayah pasti memiliki alasan mengapa ia melakukan hal itu, dan mengapa ia sama sekali tidak memberitahukan kepadaku tentang hal ini,” ucapnya.

“Karena mendiang Yang Mulia Raja tidak ingin membebani anda dengan hal itu,” balas Xyon.

Anexta hanya mengangguk. Ia kemudian berjalan, hendak pergi menuju ke tenda lainnya untuk mempersiapkan strategi penyerangan. Kelima jenderal tersebut langsung mengikutinya dan berjalan di belakangnya.

Mereka lalu keluar dari tenda itu, namun, tiba-tiba, Ryena menghampiri mereka dan berdiri di depan kakaknya, lalu langsung memeluk lengan Anexta dengan bola mata yang berkaca-kaca.

Sontak saja aksi Ryena itu membuat ketiganya berhenti melangkah. Mereka langsung menatap sang putri dengan wajah yang terlihat sedikit terkejut.

"Kakak! Aku ikut, ya? Aku sangat bosan berada di dalam tenda seharian … boleh, ya?" tanya Ryena sambil sedikit memohon.

Anexta dengan perlahan, menyingkirkan pelukan Ryena dari lengannya secara lembut, kemudian tersenyum sambil menatap adiknya itu.

"Jangan. Aku takut kau akan terluka, kau tidak pernah ikut dalam sebuah pertarungan, adikku. Aku tidak ingin kau terluka, jadi kau harus tetap di sini, bersama dengan para pelayan dan pasukan yang akan menjagamu,” ucapnya.

Mendengar hal itu, Ryena langsung terlihat kesal. Wajahnya langsung menunjukkan kekecewaan kepada kakaknya. Ia mendadak melangkah mundur sedikit, dan memberikan jarak antara dirinya dan Anexta.

1
Mr. Wilhelm
Ughhh ... Keknya bakal lebih bagus chapter awal kenalin kita MCnya dan karakterisasi dia dripada WB seabreg kek gini. Bnyak bnget informasi yg disodorin tanpa memberi waktu reader buat cerna, apa sih premis dari novel ini
Mr. Wilhelm
Ughhh pusing aku chapter pertama langsung dikasih wb seabreg /Drowsy/
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤
mirip seperti plugo, ini ceritanya kyk nya lumyn menarik.. tapi sayangnya tidak di lanjot
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤: pluto*
total 1 replies
Pengembara Virtual
mak tolong tempat tinggal ku mahu di seranngg
Arrin Knight: SERAAAANGGG!!!

*bawa pedang*
*bambu runcing*
total 1 replies
Pengembara Virtual
Apa mungkin 'dulu' ada sesuatu yang membuat para hadirin jadi terintimidasi dan segan, aku mikirnya malah pemimpin planet palladian dlu itu sangat mendominasi seperti diktat*r 🗿
Arrin Knight: Ada, di bab Masa Lalu nanti saya ceritakan.
✌️
total 1 replies
Pengembara Virtual
Aku tidak ingin ada perang berdarah lainnya pembunuh itu diundang.. 🤔
Arrin Knight: Kan asik perang brdrh terus, Kak.
😹
total 1 replies
Ca Aa
Makasih buat up-nya hari ini, semoga besok masih diberikan umur buat baca bab selanjutnya ❤
Arrin Knight: Saya doakan yg terbaik utk kamu ♥️♥️
total 1 replies
Pengembara Virtual
jadi keinget om om kumis kotak
Arrin Knight: KUMIS KOTAK AKWOOWKOWKWOWKWKWK 😹😹😹
total 1 replies
Pengembara Virtual
Arena.. hmm?
Arrin Knight: Aduh, namanya jangan dibalik dong 😹😹😹😹
total 1 replies
Nori^
🤟🤟🤟🤟
Nori^: Pulu Pulu Pulu Pulu Pulu
total 2 replies
Ca Aa
Thanks buat update-nya hari ini. Makasih udah nemenin lemburku dengan bab baru iniii
Arrin Knight: Kamu kok lembur mulu?
Waduh~

Terima kasih sudah membaca, Qaqa~
total 1 replies
Ca Aa
Makasih udah up 3 bab
Arrin Knight: Mulai besok aja, deh.
Pengen cepet dikelarin.
😹
total 1 replies
Ca Aa
Telat lagi buat baca, nih gara-gara lembur. Astaga naga🔥
Arrin Knight: Baca bisa kapan aja, Kak.
Asal rebahan.

😹
total 1 replies
Ca Aa
Nah, sampai sini, saya udah penasaran. Jadi, semoga besok khilaf update 3 bab💗
Ca Aa: Kembali tidur ajaa
total 2 replies
Ca Aa
Bukan KAI kan? jajaja
Arrin Knight: OAKAWOKAOWKWOWKWKWKWK ASTOGE 😹😹😹

Ini saya riset dari Jepang, mereka mau bikin, loh.
total 1 replies
Ca Aa
Hmm
Arrin Knight: Mari ngopi, Kak.
☕☕☕
total 1 replies
Ca Aa
Aih, gemesnyaa
Ca Aa: Bener
total 2 replies
Ca Aa
Baru pulang kerja, aih, lembur karena atasan saya yang agak syalan. Menyebalkan.

Btw, makasih udah up 3 bab
Arrin Knight: Tampaknya setelah ini, saya hiatus dulu, mau menikmati ranjang.
😹😹
total 3 replies
Ca Aa
Aku kira hari minggu bakal libur update, makasih loh ya, Kak
Arrin Knight: Nak, ini ada 400 bab-an. Kalau saya gak update, bisa capek itu karakter saya nungguin konflik selanjutnya.
😹😹😹😹

Lupa harusnya tadi pagi update.
total 1 replies
Ca Aa
Iya, itu kesalahan kamu.
Arrin Knight: Aowkwowkwowkkwkwk 😹😹😹
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!