NovelToon NovelToon
Putri Pengganti

Putri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:698.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Aluna adalah seorang gadis yang diangkat oleh keluarga kaya sebagai pengganti anak perempuan mereka yang hilang, Jesselyn. Meski hidupnya tampak bahagia, sebenarnya ia hanya diperlakukan sebagai bayangan dari Jesselyn.

Setelah dewasa Aluna dijodohkan dengan Davion Harold, yang lagi-lagi karena pria itu adalah pria yang dulu Jesselyn sukai. Apapun yang terjadi Aluna harus bertahan dalam pernikahan tersebut, itulah pesan kedua orang tua angkatnya.

Namun pernikahan itu membuat Aluna semakin tersiksa dan merasa tak diinginkan oleh siapapun. Pada akhirnya Aluna mengambil keputusan paling mengerikan di dalam hidupnya, coba keluar dari bayang-bayang Jesselyn dan hidup sebagai dirinya sendiri. Melanggar keinginan orang tua angkatnya untuk pertama kali.

"Dav, aku ingin kita cerai," ucap Aluna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PP Bab 25 - Bolehkah Aku Memelukmu?

Begitu mendengar ucapan Davion, senyum Vincent sempat membeku sepersekian detik. Namun pria itu cepat sekali menyembunyikannya.

Dengan senyum lebar yang tampak ramah di wajah tampannya, Vincent segera mengalihkan pandangan pada Aluna yang berdiri sedikit di belakang Davion.

“Aluna,” panggilnya hangat, seolah baru benar-benar menyadari keberadaan sang adik. “Aku sampai tidak melihatmu tadi," ucapnya bohong, karena sejak awal perhatiannya sudah tertuju pada sang adik. Tapi karena keberadaan Aluna hanya sebagai penganggu, ia pilih mengabaikannya. Dan sekarang Davion malah membahas anak angkat tersebut.

Vincent kemudian melangkah mendekat lalu memeluk Aluna dengan lembut seperti seorang kakak penyayang yang sudah lama merindukan adiknya.

Pelukan itu terlihat hangat dari luar. Tapi hanya Aluna yang tahu.. tubuh Vincent tidak benar-benar memeluknya dengan erat.

“Bagaimana kabarmu?” tanya Vincent lembut.

“Aku baik, Kak,” jawab Aluna pelan.

“Baguslah,” balas Vincent sambil tersenyum. Namun di balik senyum itu, hatinya dipenuhi rasa tidak suka. Ia tidak mengerti kenapa Aluna harus ikut datang hari ini.

Ini adalah pembicaraan bisnis. Bukan tempat untuk seorang wanita yang bahkan tak pernah ikut campur urusan perusahaan. Terlebih lagi, Vincent tidak suka jika Aluna melihat terlalu banyak.

Namun karena Davion ada di sana, Vincent tetap menjaga ekspresinya agar tak terlalu mencolok.

“Baiklah,” katanya kembali profesional. “Mari kita mulai pembicaraannya.”

Tak lama kemudian rapat dadakan diadakan di ruang konferensi utama. Beberapa petinggi perusahaan Myles ikut hadir, bersama Vincent di kursi paling depan sebagai pemimpin rapat.

Sementara Davion duduk tepat di seberangnya dengan aura dominan yang tak mampu diabaikan.

Aluna duduk di samping Davion, diam dan memperhatikan semuanya. Sementara Haris lebih banyak bicara mewakili Tuannya.

Davion menyilangkan kedua tangannya di atas meja lalu mulai bicara tanpa basa-basi. “Aku datang hari ini untuk menawarkan bantuan pada perusahaan Myles.”

Kalimat itu langsung membuat mata semua orang berbinar. Bahkan Vincent tanpa sadar duduk lebih tegak.

Namun sebelum mereka sempat terlalu berharap, Davion melanjutkan dengan nada datarnya. “Aku akan masuk sebagai investor utama dan membeli saham mayoritas secara bertahap.”

Seketika seluruh ruangan hening dan senyum Vincent perlahan memudar.

"Dana akan aku suntikkan untuk menyelamatkan cash flow perusahaan, menyelesaikan proyek-proyek mangkrak, dan memulihkan kepercayaan investor," jelas Davion.

Nada suaranya terdengar seperti tawaran yang sangat menguntungkan. Namun semua orang di ruangan itu cukup pintar untuk tahu maksud sebenarnya.

Davion tidak datang untuk membantu, ia datang untuk mengambil kendali.

Vincent tersenyum tipis, tapi rahangnya mulai mengeras. “Dengan kata lain,” katanya perlahan, “kau ingin memiliki bagian dari perusahaan kami?”

Davion menatapnya datar. “Aku tidak menjalankan badan amal.”

“Bukankah kita keluarga?” Vincent mencoba tersenyum, meski jelas dipaksakan. “Kau suami Aluna. Kita saudara sekarang.”

“Karena kita keluarga, maka aku masih datang sendiri tanpa membawa tim akuisisi.”

Kalimat itu langsung menusuk harga diri seluruh pihak keluarga Myles.

Vincent mengepalkan tangan di bawah meja, dadanya mendidih. Karena jujur saja Ia pikir Davion akan memberi bantuan dalam bentuk dana. Langsung menyuntik modal karena hubungan keluarga.

Bukan datang seperti predator bisnis yang siap memakan perusahaan mereka sedikit demi sedikit.

Rapat berlangsung panas selama hampir satu jam. Banyak argumen terjadi dan penolakan halus maupun terang-terangan.

Namun pada akhirnya tidak ada keputusan final.

Karena keluarga Myles jelas belum rela menyerahkan saham mereka begitu saja. Terlebih saat ini mereka pikir keluarga Harold adalah keluarga.

Setelah rapat selesai Davion berdiri lebih dulu sambil merapikan jasnya. “Pikirkan tawaranku,” katanya dingin. “Karena jika terlalu lama, perusahaan ini bahkan tak akan punya nilai untuk kubeli.”

Setelah itu Davion berbalik pergi.

Aluna segera ikut berdiri hendak menyusul, namun tiba-tiba_

“Aluna," panggil Vincent, ia bahkan menahan lengan sang adik.

Aluna menoleh.

“Aku ingin bicara denganmu sebentar.”

Davion melirik sekilas, tapi tidak menghentikan. “Aku tunggu di mobil.”

Setelah Davion benar-benar keluar dari ruangan, wajah Vincent langsung berubah. Senyum ramahnya lenyap seketika. Yang tersisa hanya ekspresi kesal dan dingin.

“Jelaskan padaku,” desis Vincent pelan namun tajam. “Apa yang sebenarnya kamu lakukan?”

Aluna tertegun. “Apa maksudmu, Kak?”

“Kenapa Davion datang seperti ini?!” bentak Vincent tertahan. “Kenapa dia mau membeli saham kita?!”

Aluna mundur setengah langkah, sedikit terkejut dengan suara tinggi tersebut. Selama ini Aluna cukup yakin bahwa dia adalah adik kecil yang paling disayangi, tapi sorot mata Vincent yang kini terlihat tajam seperti membunuh habis keyakinannya tersebut.

“Aku... aku tidak tahu_”

“Jangan bohong!” Suara Vincent naik penuh emosi. “Kamu istrinya! Bagaimana mungkin kamu tidak tahu apa-apa?!”

“Aku benar-benar tidak tahu, Kak. Bukankah dengan cara ini perusahaan kita tetap terbantu?” suara Aluna melemah.

Vincent mengusap wajahnya kasar, frustrasi. “Harusnya kamu bisa buat dia memberi bantuan tanpa syarat!”

Aluna membeku, tatapannya perlahan berubah kosong.

Dan Vincent lanjut berkata dengan nada kesal yang menusuk, “Untuk apa kamu menikah dengannya kalau tidak berguna?!”

Deg! Jantung Aluna seperti berhenti sesaat.

Vincent menatapnya tajam penuh tekanan. “Harusnya kamu hamil saja!” bentaknya. “Kalau kamu hamil anak keluarga Harold, bantuan ini pasti turun cuma-cuma!”

Kalimat itu menghantam Aluna lebih keras dari apa pun, dadanya terasa sesak seketika.

Vincent melangkah mendekat, mengikis jarak yang Aluna ciptakan. “Kami membesarkanmu selama ini bukan untuk jadi pajangan, Aluna!” suaranya merendah, namun jauh lebih menusuk. “Kalau sekarang keluarga sedang butuh, maka kamu harus berguna!”

Mata Aluna langsung memanas, bibirnya bergetar.

Jadi benar, benar-benar hanya itu nilai dirinya untuk keluarga Myles. Di mata mereka ia bukan hanya pengganti, tapi juga sebuah alat.

Aluna bukan keluarga.

Bukan adik.

Bukan anak.

Dan hanya alat.

Vincent mendesah kesal. “Cepat pikirkan sesuatu. Buat Davion berubah pikiran. Atau gunakan tubuhmu kalau perlu. Yang penting dia bantu keluarga kita tanpa mengambil apa pun.”

Air mata Aluna hampir jatuh, tapi Aluna menahannya mati-matian. Dengan tubuh kaku ia menunduk kecil.

“Aku mengerti," ucap Aluna, lalu berbalik pergi sebelum Vincent sempat melihat bagaimana wajahnya mulai runtuh.

Sungguh, Aluna sangat ingin segera meninggalkan keluarga ini. Tapi ia tahu kakinya masih terjerat. Dan tak mudah baginya untuk melepas ikatan tersebut. Karena dalam darahnya pun mengalir uang keluar Myles.

Aluna datang ke basement dan Haris segera membukakan pintu mobil untuk sang Nyonya, di dalam sana Davion sudah duduk dan menunggu.

"Apa kata kakakmu?" tanya Davion.

Aluna terdiam sejenak, sebelum akhirnya dia memilih jujur. "Aku harus melakukan apapun agar pikiran mu berubah. Memberi bantuan dana tanpa mengambil apapun."

Davion terkekeh pelan, pada saat itu Haris masuk dan mobil mulai melaju meninggalkan area perusahaan.

"Lihat kan? Keluargamu memang sangat rakus."

Aluna terdiam, pandangannya turun ke bawah tak mampu menatap Davion lagi.

"Kita tunggu saja, pada akhirnya dia juga akan menyerah. Kali ini mereka tak akan bisa menekanmu, karena Aluna bukan boneka mereka lagi."

"Dav... Bolehkah aku memeluk mu?"

1
Daneen
Semangat dav 💪💪💪
Oma Gavin
ikuti aja aluna ke paris tanpa sepengetahuan aluna disana davion bisa memantau dan melihat kegiatan aluna tanpa menganggu nya
umi FAZ
duhhh jadi rujuk terus atau pisah 😅
Yuliati
menurutku sabar dan menunggu aja dav kelakuan kamu dulu sangat keterlaluan agak aja itu hukuman untuk kamu biar mengalir aja kalau jodoh gak akan kemana, pasrahkan saja semua sama author 🤭
Rizky Manik
sejauh apapun Aluna melangkah dav adalah rumah tempat ia pulang🤭🤭🤭
SasSya
biarkan Aluna melangkah Dav
itu titik balik dr semua kisah kalian
lepaskan dia
maka masa lalu kalian pun akan ikut terlepas
dan lihatlah nanti
peganglah peribahasa
jodoh tak kan kemana
sejauh apapun Aluna terbang kalo dia Milik mu,maka dia Akan kembali pada mu
tenang Dav 🫂🫂🫂😃
SasSya
luna akan yakin seperti apa perasaannya pada Dav , nanti saat sudah berpisah.
klo masih serumah begini rasa ragu,gak mantap selalu menghantui
coba nanti setelah hidup Sendiri2
Dia akan yakin seperti apa hati yg dia inginkan
Dew666
🩵🩵🩵🩵
aryuu
maju mundur maju mundur maju mundur terus aja sampe 300 bab🤣🤣🤣🤣🤣
sryharty
wes lun ga usah kemana2
kamu juga udah jatuh cinta lagi kan sama sabun dav
sus indrayanah
nunggunya hampir 2 hari... berasa dikit Sekali bacanya. maafkan ya kak lunoxs
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
jangan khawatir dav! tak ada aluna di sisimu, masih ada aku yang akan setia menemani mu 🤣 Jangan lupa menggatalll bestie 🤣 seberat apapun beban hidupmu, jangan lupa menggatalllhh 🤣 karena menggatalll memberikan anda tenaga yang baru, come on bestie serahkan kegatalamu 🤭🤣
jadi pingin melukk kamu dav, tapi apalah dayaku tangan tak sampai 🤭 jangankan meluk tubuhh mu, bayanganmu pun tak mampu aku Sentuh 🤣
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Aku jadi aluna, yakin enggak bisa diam kalau tidur di dekat orang cakep 🤣 pasti langsung mode singa betina 🤣 kamu sebenarnya normal enggak sih lun? bisa2nya tidur seranjang dengan pria tampan tanpa ada adegan berbahaya. yakin kalau aku yang di situ, ranjangggg sudah ambrolll 😭🤣🤣
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
lahhh kamu belum memberikan izin kok! coba kalau kamu membuka plakatnya dan mempersilah davion menyentuh mu, pasti langsung di dobrak deh pintu yang lama tertutup 😂 coba deh kamu pegang tangan davion, pasti langsung pegang balik 😂
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Kembali ke laptop🤣 Mending fokus kerja dav, memikirkan cinta mlh mendapt derita tiada akhir. sdh menjadi resiko, kalau sdh mengejar apapun jawabannya, paling penting kamu sdh berusaha.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
sudahlah lun! tidak baik terus mengingat hal yang hanya bikin toxic 🤭 apalagi kamu sebenarnya masih mencintai davion dan kamu juga sudah melihat dan merasakan sendiri perubahan davion. lupakan semua hal yang lalu, tak perlu di ingat lagi. apalagi Davion juga sudah membayar lunas, semua kesalahannya di masalalu. jadi apalagi yang kau ragukan? jangan kebanyakan mikir. jangan smapai kamu menyesal setelah kehilangan. lebih baik menjaga apa yang sudah ada, daripada mengejar yang belum pasti. hidup mengajarkan lebih baik memaafkan daripada terus mengingat apa yang pernah bikin sakit 🤭
sleepyhead
perpisahan adalah bentuk cinta yg berani,dan cinta yg dewasa seperti kalian berdua adalah 2 orang dewasa yg milih jalan bareng bukan dua orang patah yg saling memegang kruk...
Hanima
Tambah Kak 🤭🙏
ElHi
susul Aluna ....berangkat ke Paris...tunggu dia di hotel dan kamar sama😂😂😂
Desi Eliza Zayadi
nyesek saya thor😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!