NovelToon NovelToon
Putri Pengganti

Putri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:848.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Aluna adalah seorang gadis yang diangkat oleh keluarga kaya sebagai pengganti anak perempuan mereka yang hilang, Jesselyn. Meski hidupnya tampak bahagia, sebenarnya ia hanya diperlakukan sebagai bayangan dari Jesselyn.

Setelah dewasa Aluna dijodohkan dengan Davion Harold, yang lagi-lagi karena pria itu adalah pria yang dulu Jesselyn sukai. Apapun yang terjadi Aluna harus bertahan dalam pernikahan tersebut, itulah pesan kedua orang tua angkatnya.

Namun pernikahan itu membuat Aluna semakin tersiksa dan merasa tak diinginkan oleh siapapun. Pada akhirnya Aluna mengambil keputusan paling mengerikan di dalam hidupnya, coba keluar dari bayang-bayang Jesselyn dan hidup sebagai dirinya sendiri. Melanggar keinginan orang tua angkatnya untuk pertama kali.

"Dav, aku ingin kita cerai," ucap Aluna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PP Bab 25 - Bolehkah Aku Memelukmu?

Begitu mendengar ucapan Davion, senyum Vincent sempat membeku sepersekian detik. Namun pria itu cepat sekali menyembunyikannya.

Dengan senyum lebar yang tampak ramah di wajah tampannya, Vincent segera mengalihkan pandangan pada Aluna yang berdiri sedikit di belakang Davion.

“Aluna,” panggilnya hangat, seolah baru benar-benar menyadari keberadaan sang adik. “Aku sampai tidak melihatmu tadi," ucapnya bohong, karena sejak awal perhatiannya sudah tertuju pada sang adik. Tapi karena keberadaan Aluna hanya sebagai penganggu, ia pilih mengabaikannya. Dan sekarang Davion malah membahas anak angkat tersebut.

Vincent kemudian melangkah mendekat lalu memeluk Aluna dengan lembut seperti seorang kakak penyayang yang sudah lama merindukan adiknya.

Pelukan itu terlihat hangat dari luar. Tapi hanya Aluna yang tahu.. tubuh Vincent tidak benar-benar memeluknya dengan erat.

“Bagaimana kabarmu?” tanya Vincent lembut.

“Aku baik, Kak,” jawab Aluna pelan.

“Baguslah,” balas Vincent sambil tersenyum. Namun di balik senyum itu, hatinya dipenuhi rasa tidak suka. Ia tidak mengerti kenapa Aluna harus ikut datang hari ini.

Ini adalah pembicaraan bisnis. Bukan tempat untuk seorang wanita yang bahkan tak pernah ikut campur urusan perusahaan. Terlebih lagi, Vincent tidak suka jika Aluna melihat terlalu banyak.

Namun karena Davion ada di sana, Vincent tetap menjaga ekspresinya agar tak terlalu mencolok.

“Baiklah,” katanya kembali profesional. “Mari kita mulai pembicaraannya.”

Tak lama kemudian rapat dadakan diadakan di ruang konferensi utama. Beberapa petinggi perusahaan Myles ikut hadir, bersama Vincent di kursi paling depan sebagai pemimpin rapat.

Sementara Davion duduk tepat di seberangnya dengan aura dominan yang tak mampu diabaikan.

Aluna duduk di samping Davion, diam dan memperhatikan semuanya. Sementara Haris lebih banyak bicara mewakili Tuannya.

Davion menyilangkan kedua tangannya di atas meja lalu mulai bicara tanpa basa-basi. “Aku datang hari ini untuk menawarkan bantuan pada perusahaan Myles.”

Kalimat itu langsung membuat mata semua orang berbinar. Bahkan Vincent tanpa sadar duduk lebih tegak.

Namun sebelum mereka sempat terlalu berharap, Davion melanjutkan dengan nada datarnya. “Aku akan masuk sebagai investor utama dan membeli saham mayoritas secara bertahap.”

Seketika seluruh ruangan hening dan senyum Vincent perlahan memudar.

"Dana akan aku suntikkan untuk menyelamatkan cash flow perusahaan, menyelesaikan proyek-proyek mangkrak, dan memulihkan kepercayaan investor," jelas Davion.

Nada suaranya terdengar seperti tawaran yang sangat menguntungkan. Namun semua orang di ruangan itu cukup pintar untuk tahu maksud sebenarnya.

Davion tidak datang untuk membantu, ia datang untuk mengambil kendali.

Vincent tersenyum tipis, tapi rahangnya mulai mengeras. “Dengan kata lain,” katanya perlahan, “kau ingin memiliki bagian dari perusahaan kami?”

Davion menatapnya datar. “Aku tidak menjalankan badan amal.”

“Bukankah kita keluarga?” Vincent mencoba tersenyum, meski jelas dipaksakan. “Kau suami Aluna. Kita saudara sekarang.”

“Karena kita keluarga, maka aku masih datang sendiri tanpa membawa tim akuisisi.”

Kalimat itu langsung menusuk harga diri seluruh pihak keluarga Myles.

Vincent mengepalkan tangan di bawah meja, dadanya mendidih. Karena jujur saja Ia pikir Davion akan memberi bantuan dalam bentuk dana. Langsung menyuntik modal karena hubungan keluarga.

Bukan datang seperti predator bisnis yang siap memakan perusahaan mereka sedikit demi sedikit.

Rapat berlangsung panas selama hampir satu jam. Banyak argumen terjadi dan penolakan halus maupun terang-terangan.

Namun pada akhirnya tidak ada keputusan final.

Karena keluarga Myles jelas belum rela menyerahkan saham mereka begitu saja. Terlebih saat ini mereka pikir keluarga Harold adalah keluarga.

Setelah rapat selesai Davion berdiri lebih dulu sambil merapikan jasnya. “Pikirkan tawaranku,” katanya dingin. “Karena jika terlalu lama, perusahaan ini bahkan tak akan punya nilai untuk kubeli.”

Setelah itu Davion berbalik pergi.

Aluna segera ikut berdiri hendak menyusul, namun tiba-tiba_

“Aluna," panggil Vincent, ia bahkan menahan lengan sang adik.

Aluna menoleh.

“Aku ingin bicara denganmu sebentar.”

Davion melirik sekilas, tapi tidak menghentikan. “Aku tunggu di mobil.”

Setelah Davion benar-benar keluar dari ruangan, wajah Vincent langsung berubah. Senyum ramahnya lenyap seketika. Yang tersisa hanya ekspresi kesal dan dingin.

“Jelaskan padaku,” desis Vincent pelan namun tajam. “Apa yang sebenarnya kamu lakukan?”

Aluna tertegun. “Apa maksudmu, Kak?”

“Kenapa Davion datang seperti ini?!” bentak Vincent tertahan. “Kenapa dia mau membeli saham kita?!”

Aluna mundur setengah langkah, sedikit terkejut dengan suara tinggi tersebut. Selama ini Aluna cukup yakin bahwa dia adalah adik kecil yang paling disayangi, tapi sorot mata Vincent yang kini terlihat tajam seperti membunuh habis keyakinannya tersebut.

“Aku... aku tidak tahu_”

“Jangan bohong!” Suara Vincent naik penuh emosi. “Kamu istrinya! Bagaimana mungkin kamu tidak tahu apa-apa?!”

“Aku benar-benar tidak tahu, Kak. Bukankah dengan cara ini perusahaan kita tetap terbantu?” suara Aluna melemah.

Vincent mengusap wajahnya kasar, frustrasi. “Harusnya kamu bisa buat dia memberi bantuan tanpa syarat!”

Aluna membeku, tatapannya perlahan berubah kosong.

Dan Vincent lanjut berkata dengan nada kesal yang menusuk, “Untuk apa kamu menikah dengannya kalau tidak berguna?!”

Deg! Jantung Aluna seperti berhenti sesaat.

Vincent menatapnya tajam penuh tekanan. “Harusnya kamu hamil saja!” bentaknya. “Kalau kamu hamil anak keluarga Harold, bantuan ini pasti turun cuma-cuma!”

Kalimat itu menghantam Aluna lebih keras dari apa pun, dadanya terasa sesak seketika.

Vincent melangkah mendekat, mengikis jarak yang Aluna ciptakan. “Kami membesarkanmu selama ini bukan untuk jadi pajangan, Aluna!” suaranya merendah, namun jauh lebih menusuk. “Kalau sekarang keluarga sedang butuh, maka kamu harus berguna!”

Mata Aluna langsung memanas, bibirnya bergetar.

Jadi benar, benar-benar hanya itu nilai dirinya untuk keluarga Myles. Di mata mereka ia bukan hanya pengganti, tapi juga sebuah alat.

Aluna bukan keluarga.

Bukan adik.

Bukan anak.

Dan hanya alat.

Vincent mendesah kesal. “Cepat pikirkan sesuatu. Buat Davion berubah pikiran. Atau gunakan tubuhmu kalau perlu. Yang penting dia bantu keluarga kita tanpa mengambil apa pun.”

Air mata Aluna hampir jatuh, tapi Aluna menahannya mati-matian. Dengan tubuh kaku ia menunduk kecil.

“Aku mengerti," ucap Aluna, lalu berbalik pergi sebelum Vincent sempat melihat bagaimana wajahnya mulai runtuh.

Sungguh, Aluna sangat ingin segera meninggalkan keluarga ini. Tapi ia tahu kakinya masih terjerat. Dan tak mudah baginya untuk melepas ikatan tersebut. Karena dalam darahnya pun mengalir uang keluar Myles.

Aluna datang ke basement dan Haris segera membukakan pintu mobil untuk sang Nyonya, di dalam sana Davion sudah duduk dan menunggu.

"Apa kata kakakmu?" tanya Davion.

Aluna terdiam sejenak, sebelum akhirnya dia memilih jujur. "Aku harus melakukan apapun agar pikiran mu berubah. Memberi bantuan dana tanpa mengambil apapun."

Davion terkekeh pelan, pada saat itu Haris masuk dan mobil mulai melaju meninggalkan area perusahaan.

"Lihat kan? Keluargamu memang sangat rakus."

Aluna terdiam, pandangannya turun ke bawah tak mampu menatap Davion lagi.

"Kita tunggu saja, pada akhirnya dia juga akan menyerah. Kali ini mereka tak akan bisa menekanmu, karena Aluna bukan boneka mereka lagi."

"Dav... Bolehkah aku memeluk mu?"

1
SasSya
berasa anak tiri Za Dav🤣
Naufal Affiq
Jodoh tak kan kemana jes
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
kata Sam juga kamu semakin cantik Jas🤣🤣🤣
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Nah loh, dari mata turun ke hati. siap2 kapal Jasselyn dan Samuel berlayar🤣
Nurhartiningsih
wah..jangan2 jeselyn jodohnya Samuel..kok nggak sreg aku ya?
Hanima
😍😍
ElHi
gawattttrr...mangsa baru Jesselyn🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Jangan kampungan Jes 😆 jangan sampai kamu menggatalll 😂 Samuel enggak suka itu. sementara waktu kamu harus sedikit jual mahal tapi tetap terlihat elegant dan mempesonahh. buat Samuel terseponah sama kamu dan penasaran sama kamu. biar Samuel yang terbayang2 sama kamu, pasang jebakan yang samar jes 😆 jangan langsung kamu lempar kailnya, ikan satu ini tidak mudah masuk dalam kailmu 😆 makanya harus pakai tri wkwkwk
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
cieee cieeee semoga saja ada jodoh di antara kalian 😆 agak maksa dikit lahh 🤣 kalau enggak mau sama jeslyn sama aku juga enggak apa2 kok Sam! aku siap menerima kamu dengan dada terbuka 😆🤣
Ig:@authorlunoxs: tutup eneh dadane, ngko masuk angin 🥴🥴
total 1 replies
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Soalnya kamu kalau mentium enggak cuma sekedar slupp gitu Dav. kamu kalau sudah mentium aluna, pasti pakai tenaga dalam 😆 dan hal itu tidak hanya menghancurkan riasan, tapi juga baju yang di pakai aluna 😂 nanti saja , habis acara silahkan di habiskan dav. kalau sekarang tahan dulu yaa...
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
harap maklum Re..aura2 orang jatuh cinta, di mabokk cinta, emang selalu memancarkan kebahagiaan 😂 di atas kepalanya seperti ada lampu Philips 100 watt 🤭 makanya selalu bersinar 😆
Naufal Affiq
lanjut kak
Shee_👚
semoga aja Samuel emang kaka kandung aluna. entah lah aku hanya ingin begitu
Shee_👚
ya elah dav simpen dulu kenapa, orang mau pelukan sama kaka ya lun🤭
Shee_👚
davion takut sam mau ambil aluna kan,🤣🤣🤣
bawa sam, culik aja sekalian 🤭
Sani Srimulyani
kayanya kalo ini Samuel cocok deh sama jesselyn, secara dia kan udah jadi cewe baik......
Aprisya
yang sabar ya bang sam🤣🤣🤣
Dini Rachmawati
Samuel akhirnya menyakinkan dirinya bahwa Aluna sebagai adiknya, tapi Davion tetap saja cemburu pada keakraban Aluna dan Samuel 😄
Tuti Tyastuti
𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩"𝘴𝘢𝘮𝘶𝘦𝘭 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘫𝘰𝘥𝘰𝘩𝘯𝘺𝘢
Aysah Meta
sam..kayanya km cocok deh!!Sama jesslyn.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!