NovelToon NovelToon
Life After Married

Life After Married

Status: tamat
Genre:Patahhati / Romantis / Single Mom / Cerai / Pelakor / Tamat
Popularitas:359.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dini ratna

Kehidupan setelah menikah pasti bahagia menurut sebagian orang karena adanya cinta. Namun, tidak dengan kenyataan yang justru akan banyak ujian dan juga konflik yang terjadi setelah menikah. Seperti Dinda, yang kehidupan rumah tangganya begitu menyedihkan. Rey, suami yang tak berguna karena tidak bisa di andalkan baik dalam materi atau perhatian Rey, yang hanya bisa memberikan uang sedikit untuk kebutuhannya juga anaknya. Saat di minta uang Rey, selalu bilang tidak punya hingga Dinda, harus meminjam uang pada teman dan tetangganya. Tidak hanya dalam masalah uang Rey, juga tidak perhatian pada Dinda, juga anaknya. Saat anaknya sakit dan Dinda, meminta uang untuk biaya rumah sakit Rey, hanya bilang 'Nanti ku telepon lagi' itu saja yang Rey, ucapkan tanpa rasa khawatir. Rey, suami yang tak berguna juga pelit tetapi Rey, berani royal pada wanita lain.
Bagaimanakah cara Dinda, menghadapi Rey, suami yang tak berguna? Konflik apa lagi yang terjadi pada rumah tangga mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 ( Sidang ke 2 -Bukti )

Hari yang melelahkan dan persidangan yang sangat mengecewakan. Membuat Dinda merenung. Dinda, berpikir jika Rey, tetap dengan keputusannya tidak ingin bercerai membuat Dinda, berpikir ulang dan memikirkan kembali tentang keputusannya. Apakah akan tetap berlanjut atau tidak.

"Mungkinkah Rey, memang tidak ingin bercerai. Haruskah aku mencabut gugatannya." Dinda, terus berpikir sepanjang malam menimbang-nimbang keputusannya.

"Pa-pa-pa."

Suara Syena, mengalihkan pikiran juga pandangannya. Usia Syena yang akan menginjak dua tahun sudah mulai berbicara dan memanggil nama yang dia ingat seperti papa dan mama. Dinda, selalu tersenyum jika melihat tingkah Syena, yang menggemaskan.

"Sayang anak Mama tadi bilang apa? Hm …."

"Pa-pa-pa."

"Syena, anak Mama sekarang sudah pandai bicara ya." Dinda, memangku Syena, yang sedang dalam ranjang tidurnya.

"Pa-pa-pa." Hanya itu yang Syena, ucapkan.

"Kamu kangen papa ya sayang."

"Pa-pa."

"Apa yang aku lakukan ini salah. Apa aku begitu kejam pada Syena. Sayang maafkan Mama." Tiba-tiba Dinda, teringat ucapan Karin saat di pengadilan.

Jika kamu masih mencintai Rey, masih ada waktu untuk membatalkan gugatannya.

"Haruskah aku cabut gugatanku."

****

PENGADILAN AGAMA

Seminggu sudah berlalu. Kini Dinda, dan Rey, kembali bertemu lagi di pengadilan. Untuk melangsungkan sidang ke dua. Para Hakim dan Jaksa sudah siap di depan mereka. Begitu pun dengan pengacara keduanya. Karin, juga Velove, ikut serta dan hadir untuk memberikan dukungan dan menyaksikan persidangan. Suasana kembali menegang saat Hakim mengetuk palunya.

"Sidang di mulai. Untuk pihak penggugat silahkan bicara."

Pengacara Dinda, pun maju ke depan. Namun anehnya si pengacara terus menatap Dinda yang kini memasang wajah datarnya. Dinda, hanya mengangguk setelah pengacara itu menatapnya.

"Saya sebagai pengacara penggugat ingin memberikan bukti yang lain. Jika penggugat sudah memiliki bukti akurat seperti janji saya di persidangan sebelumnya."

"Silahkan tunjukan bukti itu."

Pengacara itu pun memutar sebuah video, yang terlihat jelas pada layar di depan. Semua orang terkejut melihat video itu terutama Rey, dan Velove. Wajah Velove, berubah menegang begitu pun dengan Rey, yang melirik Dinda, di sampingnya.

"Bagaimana mungkin." Rey, bergumam. Melihat dirinya ada di video itu. Seraya menatap Dinda, tanpa arti.

Satu jam sebelum sidang di mulai. Rey, dan Dinda, bertemu dan saling berpapasan. Keduanya berbicara dalam waktu yang singkat.

"Aku akan menceraikanmu sesuai keinginanmu. Dan aku akan mengakui kesalahanku pada hakim asalkan kamu memberikan hak asuh Syena, padaku."

"Jika kamu ingin menceraikanku jangan mempersulit keadaan. Kenapa kamu mengelak tuduhanmu kemarin?" Dinda, bertanya seraya menatap Rey, tajam. "Apa karena Syena. Demi mendapatkan hak asuh Syena, kamu melakukan itu." Rey, hanya menghela nafasnya.

"Aku sudah bilang dari awal aku tidak ingin bercerai. Tapi kamu bersikeras untuk tetap bercerai. Jika kamu bertanya kenapa aku melakukan itu jawabannya memang benar karena Syena. Kamu selalu membuat jarak antara aku dan Syena. Aku ayahnya dan aku berhak atas Syena," ucap Rey.

"Aku sempat berpikir untuk memperbaiki semuanya. Demi Syena, aku berpikir alangkah lebih baiknya kita bersama. Dan aku rasa keputusanku salah tetapi … keputusanku sudah benar jika kita harus bercerai," ucap Dinda. "Kita lihat saja nanti keputusan sidang apa kamu pantas mendapatkan hak asuh Syena, atau tidak," ucap Dinda, lalu melangkah pergi.

"Hakim. Saya keberatan itu tidak bisa dijadikan bukti." Suara bariton pengacara menyadarkan Rey, dari lamunannya. Pengacara Rey, membantah tuduhan itu.

"Pengacara tergugat harap diam. Pengacara penggugat silahkan lanjutkan."

"Baik Hakim terima kasih. Tergugat tidak bisa lagi mengelak video itu sudah jelas memperlihatkan skandal antara tergugat dengan wanita lain. Kalian bisa lihat wajah laki-laki di dalam video itu sangat mirip bukan jika laki-laki itu adalah saudara Rey. Tak hanya laki-laki yang ada di dalam video itu namun wanita yang ada dalam video itu sangat jelas dan penggugat sangat mengenalinya. Wanita itu pun ada di ruangan ini dia saudari Velove, asistennya di kantor dan orangnya duduk di sana." Semua mata tertuju pada Velove, setelah pengacara Dinda, menunjuknya. Velove, yang di tatap banyak orang merasa gugup dan juga malu terpaksa harus menunduk.

"Dengan ini tergugat dinyatakan selingkuh. dan tuduhan penggugat sudah benar begitu pun dengan saksi tidak ada sandiwara atau fitnah dalam tuduhan itu. Jika penggugat mengajukan cerai karena tergugat terbukti selingkuh. Saya harap alasan ini di terima."

"Baiklah. Beri kami waktu 30 menit untuk berunding dan kami sekaligus akan memutuskan siapa yang berhak menerima hak asuh anak." Sidang bubar sementara waktu selama 30 menit. Para hadirin yang menyaksikan maupun yang terlibat ikut membubarkan diri.

****

Rey, Velove, dan pengacaranya berada di sebuah ruangan yang terpisah dengan ruangan lainnya. Pengacara terlihat sangat kesal dan menatap tajam pada Rey, dan Velove.

"Apa ini. Apa yang kalian lakukan? Aku sudah bilang selama tahap persidangan kalian tidak boleh bertemu atau pun terlihat bersama. Apa kalian tidak bisa melakukan itu." Pengacara itu terlihat sangat marah hingga memarahi Rey dan Velove.

"Bukan kami yang merekamnya. Apa aku harus merekam percintaanku dengan Rey. Jangan salahkan aku atau pun Rey, karena kami tidak tahu jika ada yang merekam." Velove membantah.

"Itu sebabnya kenapa aku melarang kalian bertemu. Pihak penggugat tidak akan diam dan tidak akan terima semudah itu saat Rey, mengelak tuduhannya. Mereka akan mencari cara lain untuk membuktikan jika pihak tergugat bersalah. Dan itulah buktinya saat kalian lengah mereka berhasil mengambil bukti."

"Sekarang, akan sangat sulit untukmu mendapatkan hak asuh anakmu."

"Apa tidak ada cara lain?" tanya Rey.

"Entahlah. Kita lihat saja keputusannya nanti."

"Aku tetap masih bisa mengajukannya, kan."

"Boleh saja. Tapi aku tidak yakin karena video itu kamu memiliki perilaku buruk. Apa kamu tidak ingat apa yang aku katakan. Sebagai penerima hak asuh kamu harus berprilaku baik."

"Siapa yang telah mengambil video itu. Siapa yang datang ke rumahku," batin Rey.

****

Di tempat lain Dinda dan Karin sedang berada di luar ruangan sidang. Sambil menenangkan hatinya sebelum sidang kembali di lanjutkan. Berbeda dengan Dinda yang menjadi pendiam dan banyak merenung. Karin, terlihat sangat bahagia setelah melihat bukti itu.

"Aku di buat terkejut hari ini. Setelah di fitnah kemarin ternyata ada bukti lain yang menguatkan Rey. Bahkan Rey, tidak bisa mengelak akhirnya kebenaran terungkap. Apa kamu melihat bagaimana ekspresi pelakor itu Dinda. Dia sangat malu pipinya memerah seperti tomat. Bayangkan saja bagaimana rasanya di permalukan di depan hakim dan jaksa. Mungkin tidak akan bisa lagi menampakan wajahnya. Sungguh memalukan tapi itu memuaskan."

Karin, terlihat sangat puas melihat bukti itu. Hingga Karin, tidak hentinya melontarkan katanya untuk memuaskan hatinya. Karena baginya itu seperti sebuah pertunjukan.

"Tapi aku penasaran siapa yang merekam itu. Ish … kalau aku tahu aku akan melabrak mereka berdua bila perlu ku panggilkan polisi sekalian. Sebenarnya siapa yang merekam itu."

Karin, terus berpikir siapa yang telah merekam kegiatan Rey, dan Velove. Seketika Karin, terdiam saat mengingat sesuatu. Matanya kini melirik ke arah Dinda, yang berdiri di sampingnya. Karin, ingat semalam dirinya sempat melihat Dinda, yang masuk ke dalam rumah Rey bersama Syena dalam gendongannya. Namun Karin berpikir jika itu hanyalah ilusinasinya karena terlalu memikirkan Dinda.

Tapi … saat melihat bukti itu Karin merasa jika semalam dirinya benar melihat Dinda, dan itu bukan halusinasi. "Apa kamu yang mengambil rekaman itu?" tanya Karin, Dinda hanya diam seraya menatap Karin.

"Dinda, apa semalam kamu datang ke rumah Rey?"

Dinda, tetap diam.

"Dinda diam mu ini aku anggap …." ucap Karin, terhenti karena waktu istirahat selesai. 30 menit sudah berlalu dan sidang akan di lanjutkan.

"Kita harus masuk Karin." Ajak Dinda, yang mengayunkan langkahnya memasuki aula sidang terlebih dulu. Karin, masih diam dan terus berandai-andai.

...****************...

Kira-kira video apa ya? Apa kalian penasaran dengan buktinya? Akankah Dinda, memenangkan sidangnya?. Like dan komentarnya jangan lupa Berikan Votenya juga Bintang, hadiah, dan favorit oke.

1
Naufal hanifah
cerita nya bagus
Bundanya Pandu Pharamadina
bangkai di simpen lama² bau dan ketahuan
Bundanya Pandu Pharamadina
uang 5juta demi untuk menutupi perselingkuhan😭
Bundanya Pandu Pharamadina
suami gitu otaknya harus di palu
슈가
Biasa
nur baety
Cerita yang menginspirasi di kehidupan berumah tangga, ada cinta, ada pengorbanan, ada luka, ada tangis, ada tertawa semua komplit jadi satu.
Dari tokohnya juga sangat mengisnpirasi untuk tetap sabar dalam menjalani cobaan.
nur baety
suka banget /Smile//Smile//Smile/
Asri Hasyim
gimn nasib Reyhan?????????????kok ngak di lanjut........
🍻
kalau gak niat tulis novel gak usah nulis !!!!!!!!
Herta Siahaan
hehe hehe... Babang Rey dan mbak Angel tuh kan anak jd korban nafsu cinta kalian.... 3 orang anak Rey berserak.... jangan salahkan Rey aja donk angel tapi kamu paling fatal krna dari awal dah tahu Rey siapa... bahkan tahu Dian yg sempat jadi bos mu aja korban' dia ... masih jg mau dicelupkan ma milik Rey....😆😆😆 selamat menjawab pertanyaan anakmu
Herta Siahaan
eleh asli jijik thor ma Rey dan Angel... Dian dah merelakan Rey ma Velove dan Velove ma Rita dah mulai jalani hidup seadanya tapi masih jg menciptakan wanita bodoh Velove ke 2 yaitu Angel yg buta krna cinta. jadi tuk apa mereka berdua sok bersalah ... kan memang tujuan kalian ingin Velove gila dan Bian jd korban orang tua biadab kek kau Rey ... ingat Rey dah 2 anakmu korban nafsu mu
Herta Siahaan
jijik ma Angel... sama aja ma velove yg hnya merusak hidup sesama wanita... mang kalau cinta gitu ya ... dan Rey sukses bang ... berserak anakmu di 3 wanita... duh dah kek kucing aja
Herta Siahaan
Heran ya... dan salut ama author... wanita berkelas semua dan punya sekolahan dan jabatan sekretaris tapi jd korban Babang Rey yg hanya jabatan manager. Duh Angel .. sayang sekali perjuangan sekolah dan karirmu tapi berakhir jd pelakor jg. Miris thor kehidupan para wanita kau buat. selalu korban nafsu dan para lelaki sih pemenang nya bisa celup sana sini
Herta Siahaan
kenapa hnya velove dan Rita yg kena karma.. Rey jg donk.... dia dah janji pada Fras tapi masih jg celup sana sini.... Hebat Rey bisa cicipi 3 wanita 😆😆😆 mantap Thor.... Rey mah lelaki turunan Casanova kali
Herta Siahaan
waduh jd velove saudara donk ma Dinda... sungguh hebat mantan suami Dinda 😆😆
hijra yanti11
is greget aku ,masa rey nga dapat karma.
enak skli laki2 kyk gitu sllu main perempuan trus punya anak2 di mna,

bayakin cerita dinda sma willy dong thor
males cerita.rey mulu
Sosana Mandiangan
sebagai seorang suami seharusnya dia peka terhadap kehidupan kel kecilnya bukan sibuk dgn wanita sinpanannya
A R
lah mmg sengaja buat reyhan ketabrak??? gila aja, demi biar tau reyhan anak nya ato bkn. semoga angel tau
Desilia Chisfia Lina
buat keputusan yang adil dan jangan sampai menyakiti salah satu pihak rey saatnya kamu jadi ayah yang bijaksana
A R
saat itu angel sedang .....
Dini_Ra: Aduh, typo lagi. Makasih udah ngingetin langsung aku revisi.

Lope lope buat kamu ❤
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!