NovelToon NovelToon
Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Billy Author

Raymond yang dulunya penduduk bumi, mendapati dirinya bereinkarnasi menjadi Rock Lee di anime Naruto. Dalam kepanikannya menerima kenyataan, tiba-tiba dia membalikkan cheat yang dulu dia buat saat main game mobil sewaktu di bumi. Regenerasi tak terbatas dan kebal terhadap ilusi genjutsu. Uchiha Madara: Sialan apakah dia masih manusia. Penulis : hallo semua, saya ingin bersenang-senang membuat novel fanfic ini, selamat membaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Billy Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: Hari Pendaftaran dan Bisikan-Bisikan Remeh

Udara pagi di koridor Akademi Shinobi Konoha terasa begitu padat. Lorong-lorong sempit berlantai kayu yang biasanya dihuni oleh anak-anak kecil yang belajar melempar shuriken, hari ini berubah menjadi lautan remaja dari berbagai latar belakang budaya. Bau kain wol basah, minyak pembersih senjata, dan aroma ketegangan yang pekat menguar di setiap sudut. Ratusan Genin telah berkumpul, saling melemparkan pandangan tajam penuh intimidasi terselubung.

Lee berjalan di tengah-tengah kerumunan itu dengan ritme langkah yang konstan. Di sisi kirinya, Tenten sesekali merapikan posisi gulungan senjata di pinggangnya, sementara di sisi kanannya, Neji berjalan dengan dagu terangkat, memancarkan aura keangkuhan khas klan Hyuga yang membuat beberapa Genin dari desa kecil secara refleks memberi jalan.

"Lihat sekeliling kita," Tenten berbisik, matanya bergerak lincah mengamati lambang-lambang di pelindung kepala para peserta. "Mereka semua terlihat sangat siap untuk membunuh. Dari Amegakure saja ada lebih dari lima tim. Suasana di sini benar-benar berbeda dengan misi tingkat D yang biasa kita lakukan."

"Mereka hanya kumpulan serangga yang mencoba menantang badai," sahut Neji dingin, suaranya tidak bernada tinggi namun cukup jelas untuk didengar oleh beberapa ninja di dekat mereka. "Bakat dan garis keturunan sudah menentukan siapa yang akan bertahan di ruangan ini. Sebagian besar dari mereka hanya akan menjadi statistik kegagalan."

Lee hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Neji. "Jangan terlalu cepat menarik kesimpulan, Neji. Kadang-kadang, serangga yang kamu remehkan justru memiliki sengat yang mengandung racun paling mematikan."

Neji melirik Lee dengan sudut matanya yang tajam. Sejak insiden di lapangan latihan, dia menjadi lebih sensitif terhadap setiap kalimat yang keluar dari mulut Lee. "Apakah itu pembelaan untuk dirimu sendiri, Lee? Ingat, di ujian ini, keajaiban penyembuhanmu tidak akan berguna jika kamu tertangkap oleh teknik pengunci absolut."

"Kita lihat saja nanti," jawab Lee pendek, ekspresinya tetap santai tanpa ada riak amarah.

Saat mereka berbelok di koridor lantai dua, kerumunan mendadak mandek. Di depan pintu ruang nomor 201, dua orang shinobi dengan pakaian standar Konoha sedang berdiri menghalangi jalan. Di lantai tanah, seorang remaja laki-laki berpakaian hitam dengan rambut mangkok lainnya—tunggu, itu adalah Kotetsu dan Izumo yang sedang menyamar—baru saja mendorong seorang Genin hingga jatuh tersungkur.

"Dengar, bocah-bocah ingusan!" salah satu dari ninja penjaga itu membentak dengan seringai meremehkan. "Jika kalian bahkan tidak bisa melewati kami, sebaiknya kalian pulang saja dan bermain rumah-rumahan! Ujian Chuunin terlalu brutal untuk anak-anak manja seperti kalian!"

"Minggir!" sebuah suara lantang memotong. Sasuke Uchiha, diikuti oleh Sakura dan Naruto, melangkah maju dari kerumunan. Mata Sasuke menyipit, menatap papan nama di atas pintu dengan tatapan sinis. "Teknik Genjutsu murahan seperti ini tidak akan mempan padaku. Buka jalannya. Ini bukan lantai tiga, melainkan lantai dua yang kalian samarkan."

Mendengar ucapan Sasuke, gumaman kagum langsung pecah dari para Genin di sekitarnya. Sakura tersenyum bangga, sementara Naruto mendengus kesal karena popularitas Sasuke yang selalu meroket.

Namun, di dalam kepala Reymond, sistem cheat-nya bahkan tidak memberikan respons apa pun. Kenapa? Karena Genjutsu pengubah angka ruangan ini terlalu lemah untuk dikategorikan sebagai ancaman yang membutuhkan intervensi sistem saraf absolutnya.

Ah, adegan legendaris ini, batin Reymond, mengamati dari jarak beberapa meter.

Dalam cerita aslinya, Rock Lee seharusnya melompat maju untuk menangkis tendangan Sasuke dan Kankuro (atau penyamar) demi menarik perhatian Sakura. Namun, Reymond tidak memiliki ketertarikan sedikit pun untuk melakukan aksi teatrikal konyol seperti itu hanya demi mendapatkan perhatian seorang gadis remaja yang sedang kasmaran pada orang lain.

"Lee, ada apa?" Tenten bertanya ketika melihat Lee hanya berdiri diam sambil memperhatikan tim tujuh. "Kamu tidak mau maju dan menegur mereka?"

"Untuk apa?" Lee memiringkan kepalanya, menatap Tenten dengan ekspresi polos. "Sasuke sudah membongkar ilusinya. Tugas kita adalah naik ke lantai tiga yang sesungguhnya dan mendaftar. Membuang waktu di sini hanya akan membuat kita kehabisan energi."

Neji mendengus pelan, tampak setuju dengan sikap praktis Lee kali ini. "Benar. Ayo pergi. Meninggalkan kumpulan pecundang ini adalah pilihan terbaik."

Saat Tim Guy berputar untuk mencari tangga menuju lantai tiga yang asli, langkah mereka terhenti ketika Sasuke Uchiha tiba-tiba menoleh ke arah mereka. Mata hitam Sasuke terkunci pada sosok Lee. Sebagai seorang Uchiha yang memiliki intuisi bertarung yang tajam, dia bisa merasakan ada sesuatu yang janggal dari pemuda berpakaian hijau itu. Cara berjalan Lee, keseimbangan tubuhnya, dan ketenangannya yang tidak biasa... semua itu memicu alarm kewaspadaan di dalam kepala Sasuke.

"Hei, kamu yang beralis tebal," panggil Sasuke, suaranya terdengar penuh tantangan.

Lee menghentikan langkahnya, berbalik dengan perlahan. "Ya? Ada yang bisa kubantu, Uchiha-san?"

Sasuke berjalan mendekat, mengabaikan Sakura yang memanggilnya dengan cemas. Dia berdiri dua langkah di depan Lee, menatapnya dengan tatapan meremehkan yang menjadi ciri khasnya. "Siapa namamu? Kamu terlihat seperti orang yang tahu cara bertarung, bukan hanya sekadar pajangan bertangan perban."

Neji melangkah maju, menghalangi pandangan Sasuke ke arah Lee. Aura di antara dua keturunan klan besar Konoha itu mendadak memanas. "Uchiha, jika kamu ingin mencari lawan bertarung, carilah orang yang setingkat denganmu. Jangan mengganggu rekan timku."

"Aku tidak bicara denganmu, Hyuga," balas Sasuke dingin, matanya tetap tertuju pada Lee.

Lee menepuk pundak Neji dengan lembut, memintanya untuk mundur sedikit. Dia menatap Sasuke dengan seulas senyum ramah yang misterius. "Namaku Rock Lee. Dan jika kamu penasaran dengan kemampuanku, Uchiha-san... panggung ujian di atas akan memberikan semua jawaban yang kamu cari. Sampai jumpa di dalam."

Tanpa menunggu balasan dari Sasuke, Lee berbalik dan melanjutkan langkahnya menaiki tangga menuju lantai tiga, diikuti oleh Tenten yang tersenyum geli dan Neji yang masih memancarkan aura permusuhan. Di belakang mereka, Sasuke berdiri diam dengan kepalan tangan yang mengencang. Ada rasa tidak nyaman yang merayap di dadanya—rasa tidak nyaman karena bertemu dengan seseorang yang tidak bisa dia baca sama sekali melalui matanya.

1
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
The Music
lanjut lagi 🔥🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍
Andi Akhasay: Mampir kak ke ceritaku.
total 1 replies
Aisyah Suyuti
goof👍
waktunya comeback
menarik
Hadi Hadi
good 👍
The Music
semangat thor👍🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍👍
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
is good 👍👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
good 👍👍
Hadi Hadi
lanjut 💪
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
mantap 💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
good 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!