NovelToon NovelToon
Yurification System

Yurification System

Status: tamat
Genre:System / Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Harem / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:68.8k
Nilai: 5
Nama Author: hdecode

Seorang gadis bernama Lily yang memiliki tubuh unik. Karena keunikan tubuhnya, orang-orang di sekitarnya memandang dirinya aneh. Untuk itu seorang Dewi memberinya kekuatan berupa Yurification System agar dirinya lebih menikmati arti hidup yang sesungguhnya dan membuka jendela baru yang di minta oleh sang Dewi.

Peringatan Kecil: Jangan Plagiat!

Like, Gift, Subscribe kalau suka atau dukung lewat https://trakteer.id/Hdecode-sensei

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hdecode, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16 - Menuju Pemandian Air Panas

Hari telah berganti malam, aku terbangun dari tidur siang nyenyak ku.

Pemandangan di depan ku tampak berbeda dari biasanya. Langit-langit yang terbuat dari papan kayu dan lentera lilin yang menyinari ruangan terasa berbeda.

Pandangan mata ku masih terasa berat dan rasa kantuk mata ku membuat ku ingin melanjutkan tidur ini.

Namun, sebuah suara pintu ruangan yang terbuka membangunkan ku sepenuhnya. Mio dengan pakaian sederhana memasuki ruang kamar dan mendekati ku.

“Selamat malam, Lily-sama” sapa Mio sembari membawa peralatan kecil di tangannya.

Apa ini?

Kenapa tiba-tiba rambut halus ku berdiri tegak dan perasaan ku menjadi tidak enak?

“Lily-sama, ada beberapa hal yang ingin ku tanyakan” Mio kini berada di depan ku. Lentera lilin yang ada di dalam ruang kamar sedikit memperlihatkan ekspresi kesal Mio.

“Lily-sama pergi ke kota dengan membawa ijin dari Rommel-sama kan?”

“Ah!” tiba-tiba tubuh ku terasa dingin setelah mendengar pertanyaan Mio.

“Lily-sama?” Dengan tatapan yang dingin, Mio mulai berjalan mendekat ke arah ku.

Keringat dingin membasahi kepala ku berkat tatapan Mio yang menatap tajam ke wajah ku.

“Ehehe..” aku sedikit tertawa kecil tanpa menjawab pertanyaan Mio.

“Sudah ku duga, pantas saja Rommel-sama tidak menjemput Lily-sama saat berada di kota. Bahkan mereka langsung kembali ke Mansion Utama” ucap Mio dengan nada kesal.

Hmm?

Ini sedikit aneh.

Harusnya Mio memarahi ku kan?

Aku sedikit mengusap keringat yang menetes di dahi ku.

“Lily-sama, maaf jika ini kurang pantas tapi mau mandi bersama di pemandian air hangat?” ajak Mio.

“Pemandian air hangat?” tanya ku.

Ini pertama kalinya aku mengetahui ada tempat seperti itu.

“Di kota ini ada beberapa penginapan yang membuka pemandian umum. Ah! Tenang saja Lily-sama! Pemandian laki-laki dan perempuan terpisah kok. Terlebih ada beberapa petugas yang mengawasi di dalam.”

Mandi bersama kah?

Ku rasa itu pengalaman yang cukup menarik. Biasanya, aku hanya mandi sendirian dengan mengusap bagian tubuh yang penting tanpa memikirkan hal lain seperti air panas atau semacamnya.

“Ah! Tapi bagaimana dengan pakaian ku?” tanya ku.

“Fufu.. tenang saja, Lily-sama! Pelayan setia ini telah menyiapkan sesuatu untuk Lily-sama!” Mio dengan percaya diri mengelus dadanya.

Melihat ekspresi senang Mio, aku hanya bisa merasakan firasat buruk tentang ini. Rasanya seperti aku akan menjadi boneka hidup untuk memuaskan rasa penasarannya.

Ugh, aku tidak ingin melakukannya tapi tubuh ku terasa lengket penuh dengan keringat.

Perasaan ku menolak tentang ini namun tubuh ku terlalu jujur dalam situasi ini.

“Mio, jangan berlebihan!”

*Bonk!

“Atata!!”

Di belakang Mio, tampak Ibu Mio yang membawa handuk dan pakaian di dalam kotak kayu kecil. Mio menerima pukulan kecil yang dilayangkan oleh Ibu Mio.

“Maafkan Putri ku, Lily-sama. Jika sesuatu yang berhubungan dengan keimutan Lily-sama maka Mio akan lepas kendali seperti ini” ucap Ibu Mio.

“Dan Mio.. tolong jaga perilaku mu! Bagaimana pun juga, Lily-sama adalah Master mu!”

“Uuuh.. aku tahu itu tapi.. bukankah pakaian ini sangat imut?” Mio membuka pakaian yang ia bawa. Aku tidak menyadari pakaian itu sebelum Mio menunjukkannya.

Pakaian itu tidak jauh berbeda dengan model Shrine Maiden hanya saja ada tambahan kain berjumbai yang terlihat seperti jahitan seragam Maid.

“Pakaian ini..” Ibu Mio terdiam setelah melihat pakaian yang dibawa Mio.

“Kurasa itu sangat cocok untuk Lily-sama. Kerja yang bagus, Mio!” lanjut ucapan Ibu Mio dengan penuh semangat.

Uh, sepertinya aku tidak bisa menghindari nasib menjadi boneka hidup.

“Dan.. jika Lily-sama mengenakan pakaian imut seperti itu. Sepertinya kita harus membawa senjata untuk berjaga-jaga.”

Eh?

Kenapa harus membawa senjata ke dalam pemandian air hangat?

“Fufu.. tentu saja, Mama! Menjaga keimutan dan kesucian Lily-sama adalah tugas utama ku!”

Entah kenapa, Ibu Mio dan Mio memiliki pendapat yang sama untuk urusan yang satu ini.

Aku mengikuti permintaan mereka dan bergegas menuju pemandian air panas. Pemandangan kota saat malam hari memiliki keunikan tersendiri terutama dengan toko yang beroperasi saat malam hari.

“Um, Mio.. boleh aku bertanya sesuatu?” Di tengah perjalanan kami, aku teringat pada pembicaraan merchant exclusive keluarga ku.

“Apa itu distrik merah?”

Mendengar pertanyaan ini, Ibu Mio dan Mio terkejut dan memandangi sekitar.

“Li-Lily-sama! Darimana Lily-sama tahu kata-kata itu?!” Mio sangat panik dan menggenggam tangan ku untuk mempercepat kecepatan jalan kami.

“Eh? Apa ada yang salah?” tanya ku.

“Siiihhh!! Jangan keras-keras Lily-sama. Itu adalah kata-kata yang kasar! Siapa yang mengajari Lily-sama mengenai kata-kata itu?”

“Kata-kata kasar?” aku sedikit kebingungan dengan perkataan Mio.

Apakah Distrik Merah merupakan kalimat kasar?

Jika itu kalimat kasar, kenapa merchant exclusive keluarga kami sering membicarakannya?

“Ekhem! Dengarkan ini baik-baik Lily-sama! Distrik Merah adalah kalimat yang merujuk pada tempat khusus untuk orang dewasa. Anak kecil tidak boleh mengetahui tempat itu apalagi memasukinya!!”

“Eeeh?? Kenapa?” aku semakin penasaran dengan Distrik Merah.

“I-Itu karena.. ugh! Bagaimana menjelaskan tentang ini, Mama?” Mio sepertinya menyerah untuk menjelaskan Distrik Merah.

“Lily-sama, untuk saat ini Distrik Merah adalah hal tabu yang diucapkan oleh bangsawan kerajaan. Tapi, jika Lily-sama penasaran dengan tempat tersebut maka kita bisa mengunjunginya setelah mandi bersama” balas Ibu Mio.

“Mamaaaa!!” Mio semakin panik ketika Ibunya menjelaskan tentang Distrik Merah.

“Mio, anak-anak cenderung penasaran dengan hal yang belum mereka ketahui dan mereka akan nekat untuk mencari tahu jika tidak mendapat jawaban. Bukankah Lily-sama berada di kota ini tanpa menggunakan kereta kuda dari keluarganya dan berjalan kaki ke kota?”

Eh?

Kenapa Ibu Mio bisa mengetahuinya?

“Dan perlu di ingat! Rommel-sama menitipkan Lily-sama pada mu dengan jaminan keselamatannya.. mengerti?!”

A-Ayah ku menitipkan ku? Pantas saja Mio mempertanyakan tentang hal itu sebelumnya.

“Yah, Distrik Merah memang tempat yang rawan dengan tipu muslihat dan bahaya. Jadi, Lily-sama harus berhati-hati jika melewati wilayah tersebut. Mengetahui lokasi Distrik Merah tidak terlalu buruk untuk berjaga-jaga kan?” ucap Ibu Mio sembari memandangi Mio.

Oh, jadi itu alasannya.

Aku sekarang paham dengan tempat bernama Distrik Merah ini. Singkatnya, Distrik Merah adalah tempat berbahaya dan di khususkan untuk orang dewasa.

Tapi, kenapa harus orang dewasa?

“Uuuhh.. B-Benar juga sih tapi..” balas Mio yang setuju dengan pendapat Ibunya.

“Tenang saja, Mio. Aku tidak tertarik dengan tempat semacam itu. Aku hanya penasaran saja setelah mendengar pembicaraan merchant exclusive keluarga ku mengenai kunjungan mereka ke Distrik Merah” ucap ku.

Mendengar ucapan ku, Ibu Mio tersenyum ke arah Mio.

“Benar kan? Ini jauh lebih aman daripada tidak menjelaskannya sama sekali” ucap Ibu Mio.

“Uuuuh, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Lily-sama pergi ke tempat seperti itu dan merchant exclusive kah.. sepertinya mereka akan mengalami hal buruk di bulan depan.. fufu..” tiba-tiba ekspresi wajah Mio menjadi dingin.

“Ah! haha.. haha..?? K-Kita telah sampai di tujuan. Lihat ini Lily-sama..” tanpa terasa perjalanan kami telah tiba di tempat tujuan dan suara Ibu Mio seperti tertekan sesuatu.

Di depan kami terdapat gedung penginapan besar bernama “Fox Heaven”. Saat kami memasuki pintu utama, beberapa gadis rubah berekor putih mengenakan seragam Maid menyambut kami. Ekor lebat yang berayun dan keimutan telinga berbulu yang berkedut terasa sangat lembut untuk di pandang.

“I-Imut sekali...” tanpa sadar ucapan itu keluar dari mulut ku.

Tunggu sebentar!

A-Apakah ini gambaran tentang diri ku saat menjadi Fox Shrine Maiden?

A-Aku menjadi imut seperti itu?

T-Tidak mungkin kan?

1
ErnRhea
well well
ErnRhea
masuk di akal
Ririn Nuriyanti
heh ini cewe sama cewe kh ???
MARQUES
parah ga manusia atau dewi ga ada bedanya otaknya lagi di gadai 😂😂
MARQUES
agak laen novelnya
Reepha
Udah abis aja tau tau.....
Ruan Mei: gak jauh beda
total 7 replies
Reepha
pusing2 dah tu si bapak🤣🥇
Reepha
Teori : Dewi adalah Author🥇
Reepha
sepertinya beliau belum merasakan kenikmatannya makanya bilang aneh🤣
Reepha
Kakak yang baik, lily chan!🤣
Reepha
Kalau aku jadi si Marques udah pasti aku langsung teriak, pecahin piring trus bundir ajalah. Chaos banget anjir🤣
Reepha
Diajak kawin malah cosplay sapi🤣 moo~ moo~
Reepha
Goddess of Yuri?🤣
Reepha
di chap sebelumnya aku selalu baca sambil senyum atau ketawa2, tapi pas bagian akhir chapter ini aku sampe diam dan nyaris ga nafas sampe babnya selesai. Gak nyangka Lily bakal sejauh itu, kukira itu sangat keren kawan🏆
Reepha
Yang begitu lebih baik wahai Dewi!
Reepha
Sejauh ini luar biasa. Pembawaan kalimatnya santai namun tidak terlalu santai. Penyusunan kalimatnya nyaman saat diucapkan. Komedinya dapet, lucunya dapet. Tapi, untuk anak 5 tahun.... aku pikir Lily lebih cocok jika sedikit lebih dewasa, mungkin? (hanya pendapat pribadi, jangan terlalu dipikirkan).

Ahya, aku udah baca banyak novel Yuri atau ya...gxg lah. Nah sejauh pengalamanku, yang bikin aku males baca itu ketika ceritanya sudah lebih banyak mengarah pada hubungan badan, kasarnya adegamg yang pada bab-bab awal itu seru dan bikin pengen baca terus entah karena dramanya atau apanya, tapi pas sampe pertengahan bab males lanjut karena isinya seks terus.

Dan, novel ini sepertinya tidak demikian. Menurut opiniku pribadi. Batasan terbaik untuk cerita yuri adalah ketika mereka AKAN. ingat ya, baru AKAN melakukan hubungan, namun saat berhubungan badan itu tidak dijelaskan melainkan dibuat menggantung supaya pembaca bisa membayangkan sendiri bagaimana kelanjutan. Aku pikir itu lebih baik.

Overall aku suka banget. Udah sesuai selera, dapet bonus komedi yang bikin ngakak pula. Good job, author. Terimakasih atas hidangan lezatnya
Reepha
Si bapack ini perasana kena ancem pedang mulu dah🤣 pertama kali baca novel di app ini, udah ceritanya sesuai selera, sampe dibikin ngakak pula berkali🤣 Like streak sejauh ini thor🏆
Reepha
Emotional demage🤣
Reepha
Lu asik Dewi🥇
Reepha
Really? 5 tahun? kukira dia lebih dewasa lagi, 12 atau/sampai 17 tahunan gitu.... Apakah saiya melewatkan sesuatu dibab2 sebelumnya?🏆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!