NovelToon NovelToon
Istri Bayangan Tuan Adhitama

Istri Bayangan Tuan Adhitama

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Tidak ada perempuan yang bermimpi menikahi suami kakaknya sendiri.

Namun itulah takdir yang harus diterima Aisyah.

Demi mempertahankan garis keturunan keluarga Adhitama, ayahnya memaksa Aisyah menggantikan sang kakak, Salsa, yang divonis mandul untuk memberi penerus kepada keluarga Adhitama. Semua orang menganggap itu adalah jalan keluar terbaik.
Tidak ada yang pernah bertanya apakah Aisyah menginginkannya. Aisyah memasuki pernikahan dengan harapan sederhana. Meski menjadi istri kedua, ia percaya waktu akan melahirkan kasih sayang. Namun semua harapannya hancur pada malam pertama.

Di hadapan perempuan yang baru saja sah menjadi istrinya, Ammar Adhitama mengucapkan kalimat yang merobek harga dirinya.

"Aku menikahimu hanya untuk memenuhi keinginan keluargaku. Hatiku hanya milik Salsa. Jangan pernah berharap aku akan mencintaimu apalagi menyentuhmu. Mulai malam ini, kau hanya akan menjadi istri di atas kertas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

"Jadi..." Bisiknya lirih. "Mulai malam ini aku tinggal di sini."

Kalimat itu terdengar begitu asing. Aisyah berjalan perlahan menuju meja rias. Tatapannya jatuh pada bayangan dirinya di cermin yang masih memakai gaun pengantin dan cadar. Namun kini statusnya telah berubah. Ia bukan lagi gadis yang tinggal bersama ayahnya. Ia telah menjadi istri.

Perlahan Aisyah menyentuh bingkai cermin itu sementara air matanya kembali mengalir.

"Kak..." Bisiknya. "Semoga Kakak benar-benar bahagia bersama mas Ammar."

Tatapannya kemudian beralih ke arah ranjang besar di tengah kamar. Ranjang yang malam ini dipersiapkan untuk dirinya dan Ammar. Namun entah mengapa hatinya sama sekali tidak dipenuhi harapan. Ia justru dipenuhi keraguan. Sejak awal ia tahu tujuan pernikahan ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi keluarga Adhitama untuk memperoleh seorang penerus. Tetapi ia mengenal Ammar. Ia tahu bagaimana laki-laki itu mencintai Salsa. Ia melihat sendiri tatapan Ammar sepanjang hari. Tak sekali pun tatapan itu dipenuhi cinta kepadanya.

Yang ada hanyalah rasa benci, bersalah dan keterpaksaan yang membuat Aisyah menarik napas panjang.

"Ya tuhan, bagaimana caranya aku bisa mengatasi masalah ini tanpa membuat hati siapapun terluka?"

Aisyah masih berdiri di depan meja rias. Tatapannya belum juga lepas dari pantulan dirinya sendiri di dalam cermin. Gaun pengantin yang sejak pagi membungkus tubuhnya mulai terasa berat. Mahkota kecil di kepalanya pun seolah ikut menjadi beban yang menekan pikirannya. Aisyah mengusap perlahan air matanya yang kembali mengalir di pipinya.

"Tidak " Bisiknya begitu lirih. "Kalau aku terus menangis seperti ini, aku tidak akan pernah bisa tenang."

Perlahan Aisyah menarik napas panjang. Ia menoleh ke arah jam dinding dan melihat waktu Isya hampir berlalu.

"Sebaiknya aku shalat isya dulu sebelum kemalaman."

Kalimat sederhana itu seperti menjadi penolong bagi hati Aisyah yang sejak pagi tak pernah benar-benar tenang. Ia membuka koper kecil yang tadi dibawakan pelayan. Di dalamnya sudah tersusun rapi beberapa gamis, mukena, dan perlengkapan ibadah yang dipersiapkan dirinya sendiri sebelum pernikahan. Aisyah mengambil sebuah gamis rumah berwarna biru muda. Tangannya lalu meraih mukena putih yang terlipat rapi.

"Nanti setelah ganti baju, aku akan mengambil wudhu."

Ia sempat melirik ke arah kamar mandi. Lantainya masih tampak sedikit basah karena baru selesai dibersihkan. Tatapan Aisyah kembali turun pada gaun pengantin yang menjuntai panjang hingga hampir menyentuh lantai. Gaun itu dipenuhi bordir dan payet yang begitu indah, kalau dibawa ke kamar mandi, ia takut bagian bawahnya terkena cipratan air atau menggesek permukaan lantai yang masih basah.

"Mungkin sebaiknya aku ganti baju di sini saja." gumamnya pelan. "Nanti baru masuk kamar mandi untuk wudhu."

Lagipula Aisyah benar-benar yakin tidak akan ada siapa-siapa yang datang. Bukankah semua orang sudah masuk ke kamar masing-masing? Bukankah Ammar pasti masih berada di bawah bersama Salsa?Perlahan Aisyah mulai melepas mahkota kecil di atas kepalanya. Ia meletakkannya dengan sangat hati-hati di atas meja rias lalu jemarinya menyentuh ujung cadar pengantin yang sejak pagi menutupi wajahnya. Untuk sesaat tangannya berhenti, Entah kenapa ia merasa aneh. Sejak akad berlangsung, hampir tak seorang pun benar-benar melihat wajahnya. Aisyah mengembuskan napas pelan kemudian melepas cadar itu perlahan dan membuat kain putih itu turun sedikit demi sedikit hingga akhirnya memperlihatkan wajahnya secara utuh.

Rambutnya tetap tertutup rapat oleh hijab.

Namun wajah yang selama ini selalu tersembunyi kini tampak jelas. Matanya memang sembab karena terlalu banyak menangis, tetapi kelembutan yang terpancar dari wajahnya membuat siapa pun yang melihatnya akan merasakan ketenangan. Aisyah sama sekali tidak menyadari itu. Ia sibuk membuka kait kecil di bagian bahu gaun pengantinnya hingga saat itulah,

Ceklek...

Suara gagang pintu terdengar dan membuat pintu kamar terbuka perlahan. Ammar melangkah masuk dan ia benar benar dibuat lupa kalau pagi ini ia sudah menikah dengan Aisyah dan mengira kalau kamar itu masih kosong. Namun langkahnya mendadak terhenti. Tubuhnya membeku sementara tatapannya terpaku. Beberapa meter di depannya, Aisyah berdiri membelakanginya sementara cadar pengantin yang semula dikenakan oleh gadis itu, kini telah terlepas.

Wajah perempuan itu kini terlihat jelas untuk pertama kalinya.

Ruangan mendadak terasa begitu sunyi.Ammar tidak mengucapkan sepatah kata pun dan ia kembali diingatkan kalau dirinya telah menikah dengan Aisyah. Selama ini ia hanya mengenal Aisyah sebagai adik iparnya, perempuan pendiam, santun, selalu menjaga pandangan, berbicara seperlunya yang bahkan setiap bertemu dengannya, gadis itu hampir selalu memakai cadar. Tak pernah sekalipun Ammar benar-benar melihat wajahnya. Namun malam ini, takdir justru memperlihatkannya dalam keadaan yang sama sekali tidak ia duga. Sorot mata Ammar sempat kehilangan fokus. Bukan karena perasaan tertentu melainkan karena rasa terkejut.

Paras Aisyah begitu cantik melebihi istrinya, Salsa. Ia memiliki ketenangan yang sulit dijelaskan.Cahaya lampu kamar membuat wajah itu terlihat begitu lembut dan bersinar seperti rembulan di langit malam. Untuk sesaat, Ammar hanya diam. Lalu seolah tersadar dari lamunannya sendiri, ia segera memalingkan wajahnya karena kesal ia sempat dibuat terpesona oleh kecantikan Aisyah.

"Astagfirullah..." gumamnya lirih.

Ammar mengepalkan kedua tangannya. Tidak, Ia tidak boleh membiarkan pikirannya ke mana-mana. Suara Ammar akhirnya memecah keheningan.

"Kenapa kau mengganti bajumu disini?"

Suara itu terdengar datar, namun cukup keras untuk membuat Aisyah terlonjak.

"Ah!"

Refleks ia berbalik. Matanya langsung membelalak ketika melihat Ammar sudah berdiri di dekat pintu.

"Mas...?" Wajah Aisyah seketika pucat. Karena gugup, cadar ganti yang baru saja hendak ia kenakan, terlepas dari genggamannya dan membuat kain itu jatuh ke lantai hingga tubuhnya tanpa sadar mundur beberapa langkah ke belakang. "A-aku..." Napas Aisyah memburu. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Ammar akan masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu. Jantungnya berdetak begitu cepat. "Aku minta maaf." ucap Aisyah terbata-bata. "Aku benar-benar tidak tahu kalau Mas sudah datang."

Ammar tetap berdiri di tempatnya sementara sorot matanya kembali dingin.

"Kenapa kau mengganti bajumu disini dan bukan di kamar mandi?"

Pertanyaan itu membuat Aisyah menundukkan kepalanya. Jemarinya saling menggenggam hingga memutih.

"Aku..." Suaranya bergetar. "Aku hanya takut gaun pengantin ini kotor." Ammar tidak menjawab. "Lantai di kamar mandi masih basah, mungkin pelayan barusan merapikan dan membereskan kamar ini." Aisyah mengangguk pelan. "Aku takut bagian bawah gaunnya menyentuh lantai."

"Itu saja alasannya?"

"Iya..." Jawab Aisyah yang terdengar begitu lirih dan nyaris seperti bisikan.

Namun entah mengapa, Ammar masih sulit mempercayainya. Bukan karena ia benar-benar curiga, melainkan karena suasana malam ini sudah terlanjur membuat pikirannya kacau. Ia mengembuskan napas panjang dan membuat tatapannya kemudian jatuh pada cadar yang tergeletak di lantai. Tanpa berkata apa-apa, Ammar membungkuk.

Mengambil kain itu lalu berdiri kembali. Perlahan ia melangkah mendekati Aisyah. Setiap langkah yang Ammar ambil membuat Aisyah semakin gugup. Ia terus menundukkan wajah bahkan membuat napasnya mulai tidak beraturan.

1
Marini Suhendar
Melihat Aisyah bikin nangis😭😭
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: sama kak/Sob/
total 1 replies
Marini Suhendar
Itu konsekwensinya..coba bukan adik kmu yg jd madunya .sakitnya g terlalu kan
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: padahal Ammar udah terima salsa apa adanya, tapi salsanya yang repot sendiri /Slight/
total 1 replies
Lembang Azam
klw kamu takut Aisyah mencuri perhatian mertua dan suamimu, harusnya dr awal kamu tuh sadar salsa jgn memaksa suamimu untk menikah lagi, disini kamu yg egois, menyakiti hati suami dan adikmu sndiri,, amar ja GPP kamu enggak punya anak, knpa kamu justru yg repot sih,,sebellll tau enggak sih thor😭
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: sabar kak sabar, jangan emosi 🙏🤭
total 1 replies
Nda
novelmu luar biasa thor
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: terima kasih bintang limanya kak🙏😍
total 1 replies
Marini Suhendar
d mata amar & salsa pasti salah. d kira cari perhatian
Ical Habib
boleh ta dlm hukum Islam 2 saudara sekaligus...yg boleh t KL DA meninggal satu trs pindah k adiknya.othor in ad2 aj
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
hmmmm 🙄, sudahlah yah jejak di sini.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Pret ah
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ngaran Weh Wira tapi kalakuan TeusaWira 😤
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
hemmm iya gitulah ya 🤷
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
udh tua juga kelakuan kayak gitu bukannya nikmati masa tua aja Ama bini malah ngurusin rumah tangga anak Lo 🙄🫤
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
nggak tahu ah
Lembang Azam
ini neh yg plg bikin sebelll dan bingung,,,klw smw pemeran utamanya baik😭 knpa enggak pak wira ja sih yg punya anak thor🤣🤣
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: udah tua kak pak Wira nya🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Marini Suhendar
kamu dengar kan amar doa yg d panjatkan Aisyah...Sabar aisyah 🥰
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
dasar kampret semua 😩 sudahlah pusing, jejak aja dulu yeh.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Lo memang bodoh, kelak kmu salsa dgn suamimu akan lebih parah menyakiti Aisyah. kalian pasti jadi villain berakhlak binatang berbentuk manusia.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
udh gw pusing.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ya Aisyah tidak akan menyakitimu sal, tapi kamu sendiri yg akan menyakitinya kelak bahkan setelah mendapatkan anak kau akan merebutnya. bahkan bisa saja amar pun akan sama sepertimu.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ya siapa lagi si mar, kok di tanya 🙄
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ini bininya sumpah demi apa oon nggak tahu di untung suaminya di pihak Lo.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!