Kisah ini menceritakan tentang seorang gadis cantik yang lugu dan polos bernama Ellena Putri Anggara. Kini di usianya yang masih 18 tahun, Ia terpaksa harus menikah muda karena di jodohkan oleh orang tuanya. Yang beralasan demi mengikat tali persahabatan kedua orang tuanya dengan calon mertuanya sekarang akan lebih kuat.
Namun, ternyata Ellena akan menikah dengan laki-laki matang berusia 25 tahun yang memiliki seorang kekasih yang sangat Ia cintai. Dari kisah ini Ellena terus berjuang untuk mendapatkan cinta dari suaminya. Akankah Ellena bisa mendapatkan cinta dari suaminya? Ataukah Ellena akan mendapatkan kebencian dari suaminya? Dan apakah pernikahan mereka akan bertahan? Atau sebaliknya?
~Ingin tahu kelanjutannya seperti apa? mari di simak dan di baca ya, semoga suka😄
~HAPPY READING~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon risma ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
Ellena yang mendengarnya pun langsung mencubit perut Wisnu.
"Ih kak Wisnu!!" teriak Ellena sambil mencubit perut Wisnu.
"Aawww!! Aduh-aduh, Ellena lepasin sakit!!" ucap Wisnu sambil meringis kesakitan.
Ellena melepaskan tangannya yang sedari tadi mencubit perut Wisnu, "Maaf gak sengaja. Kakak sih ngeledek aku terus," maaf Ellena.
"Apa? Kamu bilang gak sengaja?" tanya Wisnu sambil mengalihkan pandangannya.
Pak satpam yang sedari tadi hanya menyaksikan pertengkaran mereka pun mencoba menegurnya.
"Heh, kalian mau terus-terusan berantem kayak gini?!" tegur pak satpam.
"Iyah-iyah maaf pak," jawab serempak mereka berdua, "Ya udah sekarang bukain gerbangnya, dia mau masuk," ucap Wisnu.
"Tadikan saya sudah bilang, kamu sudah terlambat jadi tidak boleh masuk!!" tegas pak satpam.
Wisnu mengambil uang dari sakunya, "Cepat bukakan gerbangnya pak, dia mau masuk," ucap Wisnu sambil memberikan uang lima ratus ribu ke pak satpam.
"Kalian nyogok yah? Aku tidak mau menerima uang itu! Sudah sekarang kalian pergi saja!!" tukas pak satpam.
"Sudahlah Kak biarkan saja. Kalau aku masuk kelas juga pasti sudah terlambat dan akan di hukum," pasrah Ellena.
"Ya udah, kalau itu mau kamu," ucap Wisnu, "Sekarang kamu ikut aku aja deh, temenin aku bekerja."
Wisnu menarik tangan Ellena untuk kembali ke mobilnya. Sedangkan pak satpam yang melihat mereka pergi begitu sajapun berkata-kata.
"Dasar! Udah datang telat, mau nyogok. Eh sekarang pergi begitu saja, gak punya sopan santun banget sih!" gerutu pak satpam.
Pak satpam penjaga sekolah itu memang kayak gitu orangnya.
***
Wisnu membawa Ellena ke kantornya untuk nemenin Ia bekerja. Karena Wisnu sudah tahu kalau Levina hari ini tidak akan datang ke kantornya, jadi pria itu tidak perlu khawatir.
Tak berapa lama mereka pun sampai di kantor. Dengan segera Wisnu bergegas untuk naik ke lantai tiga menggunakan lift. Ellena hanya mendekornya dari belakang.
Setelah mereka sampai di ruangan Wisnu, mereka di sambut oleh Syifa. Secretaris terpercaya Wisnu.
"Pagi pak, Bu!" sapa Syifa sambil membungkukkan badannya.
"Pagi juga," jawab Ellena.
Mereka pun masuk ke dalam ruangan. Wisnu mulai mengecek berkas-berkas nya, sedangkan Ellena langsung merebahkan tubuhnya di sofa. Ellena tiduran di sofa sambil memainkan ponselnya.
Di saat Wisnu sedang fokus melihat berkas-berkasnya, dirinya selalu melirik ke arah Ellena. Namun, Ellena tidak menyadari hal itu.
Dan tiba-tiba di saat mereka sedang asik masing-masing. Pintu ruangan itu pun terbuka dan tampaklah seorang wanita. Wanita itu datang membawa makanan untuk Wisnu.
"Hello sayang! Aku bawakan sesuatu nih buatmu," ucap wanita itu yang tak lain adalah Levina.
"Levina? Kok kamu ada di sini?" tanya Wisnu yang kaget karena kedatangan Levina, "Bukannya kamu bilang gak mau ke sini?"
Ellena yang mendengar ada suara wanita pun langsung merubah posisinya menjadi duduk.
"Emang kenapa? Tidak suka yah, aku datang ke sini?!" gerutu Levina.
"Bukan gitu sayang," Wisnu menarik nafasnya dengan perlahan, "Kamu kan tadi chat aku, katanya kamu hari ini gak mau datang ke sini dulu."
"Abisnya kamu gak balas chat aku sih," ucap Levina, "Ya udah aku datang ke sini aja dan bawa makanan untukmu."
Levina melirik ke arah Ellena yang sedang duduk di sofa, "Dia siapa?" tanya Levina sambil melipatkan tangannya di dada.
'Duh gimana nih? Kalau aku bilang Ellena istriku pasti dia akan marah dan akan ninggalin aku,' Batin Wisnu. 'Aku gak mau kehilangan Levina, aku sangat cinta sama dia. Tapi gimana dengan Ellena?' Wisnu kebingungan.
'Kalau aku tidak ngaku kalau dia istriku pasti dia akan sakit hati. Tapi gimana pun juga aku gak mau kehilangan Levina. Lebih baik aku ngakuin Ellena sebagai adikku saja deh.' batin Wisnu.
Levina melihat Wisnu sedang melamun. "Sayang! Cepet katakan, Dia siapa?"
"Di-dia adalah_" Wisnu menjeda ucapannya.
'Kak Wisnu cepet katakan, kalau aku ini istrimu. Kalau kau tidak mengakui aku, sungguh kejamnya dirimu kak!" Batin Ellena.
"Dia siapa?!" tanya Levina penasaran.
"Dia adikku," jawab Wisnu, "Kamu cemburu yah?" goda Wisnu, "Gak usah cemburu. Masa kamu cemburu sama adikku sendiri sih? Ha-ha-ha," goda Wisnu dan tertawa.
Ellena yang mendengarnya ucapan Wisnu mengakui dirinya sebagai adik. Hatinya benar-benar sangat hancur, dia ingin mengeluarkan air matanya. Namun, dia mencoba membendungnya.
"Adik? Yang aku tahu kamu tidak mempunyai adik!" tutur Levina.
"Iyah, dia adikku. Memang dia jarang kelihatan dan aku lupa tidak pernah memberitahumu," jawab Wisnu.
"Beneran?" tanya Levina lagi, "Yaudah sekarang kamu makan dulu yah, nanti aku suapin."
Wisnu sebenernya sudah makan. Tapi dia tidak mau Levina marah, jadi Wisnu terpaksa makan. Levina pun menyuapi Wisnu dengan sangat mesra. Sedangkan Ellena yang melihat hal itu hatinya semakin sakit dan tidak tahan lagi melihat semua ini. Namun, Ellena sedari tadi mencoba menahannya.
Setelah selesai menyuapi Wisnu, Levina berbicara kepada Wisnu bahwa dirinya akan pergi shopping. Ya memang Levina datang ke kantor hanya ingin meminta uang kepada Wisnu. Wisnu pun menuruti kemauan Levina. Setelah Levina mendapatkan apa yang ia mau, dia pamit kepada Wisnu.
'Dasar cewe matre!' Batin Ellena kesal.
Setelah Levina pergi dari ruangan itu. Ellena bergegas dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Wisnu.
"Kak Wisnu!!" teriak Ellena, "Kenapa kakak jahat kepadaku?!" teriak Ellena marah-marah, "Kenapa kakak tidak mengakui diriku sebagai istri sahmu? Kenapa kakak malah mengakui aku sebagai adik? Kenapa?" Ellena bertanya-tanya sambil terus mendorong-dorong tubuh Wisnu dan sambil terus mengeluarkan air matanya.
Wisnu hanya diam tidak berkata apa-apa.
"Jawab kak! Kenapa kakak masih berhubungan dengan wanita murahan itu? Asal kakak tau yah, dia itu telah menduakan kakak! Dia itu cewe matre kak, dia hanya ingin harta Kakak saja. Kakak sangat bodoh telah mencintai dia!!" Ellena memaki Levina di depan Wisnu.
Plakk!!
Wisnu menampar wajah Ellena dengan sangat keras. Sedangkan Ellena hanya meringis kesakitan dan tanpa Ia sadari buliran-bulirran bening lolos dari pelupuk matanya.
"Kenapa kakak tega menamparku?!" teriak Ellena.
"Berani-beraninya kamu memaki Levina di hadapanku!!" bentak Wisnu terlihat sangat marah.
"Kakak jahat!" ucap Ellena, "Kakak tega menamparku demi membela wanita murahan itu. Kakak jahat! Hikss... hikss," Teriak Ellena sambil menangis, dan berlari meninggalkan Wisnu.
"Apa yang harus aku lakukan?" bingung Wisnu yang melihat Ellena pergi begitu saja.
"Arrgghh! Bagaimanapun juga dia istriku, aku tidak mau dia kenapa-napa," ucap Wisnu dan langsung bergegas mengejar Ellena.
Ellena berlari menuruni tangga sambil terus menangis dan di kejar oleh Wisnu di belakangnya.
"Ellena tunggu!!" teriak Wisnu yang sudah berhasil mengejar Ellena. Wisnu pun menarik tangan Ellena. Namun, Ellena mencoba menepisnya.
"Lepaskan! Kakak jahat!!" Ellena menepis tangan Wisnu, "Aku benci kak Wisnu!!" teriak Ellena dan mencoba keluar kantor. Ellena terus berlari dan mencoba menyebrangi jalan. Tanpa dia ketahui ada mobil yang sangat kencang.
Wisnu melihat mobil yang sangat kencang itu. Dia sangat khawatir kalau Ellena akan tertabrak mobil itu.
"Ellena awas!!" teriak Wisnu.
"Aaaaaaa!!" teriak Ellena ketakutan dan kaget akan kedatangan mobil itu.
>Bersambung.......
~HAPPY READING~
Apakah yang terjadi dengan Ellena? penasarankan dengan cerita selanjutnya, yuk ikutan terus😉
Jangan lupa dukung author yah, biar author semangat nulisnya. Jangan lupa like dan vote sebanyak-banyak yah😅
Salam hangat dari author 🤗
Follow: @risma_ayu315
See you guys ❤️❤️