NovelToon NovelToon
Ketika Istriku Tak Lagi Meminta Uang

Ketika Istriku Tak Lagi Meminta Uang

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.6
Nama Author: khayra

Ratih seorang ibu rumah tangga dan harus berkerja untuk memenuhi kebutuhan ia dan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khayra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ketika istriku tak lagi meminta uang (17 )

"Ratih, kamu disini juga!" Aku menoleh ke arah suara ternyata di depan sudah ada pak Anggara dan seorang perempuan.

"Iya, pak Anggara kok ada disini juga," tanya ku basa basi tidak ingin di kira sombong.

"Kami mau makan malam juga, boleh kami duduk disini soalnya tidak ada lagi tempat yang kosong," pinta pak Anggara.

Aku melihat ke sekeliling Arah, memang tidak ada lagi tempat yang kosong kecuali mejaku, aku menatap perempuan yang ada di samping Anggara yang terus nempel bagaikan perangko, kok jadi aku yang panas hati.

"Ahh, duduk aja pak! Kebetulan suami saya lagi ke toilet,"

Aku mempersilahkan mereka berdua duduk di kursi kosong tepat di depanku, sementara Rania aku yang memangku. Aku melihat ke arah jalan ke toilet, mas Rahman juga belum kelihatan. Apa ia sudah pingsan disana atau dia malah ninggalin aku lagi, jangan sampai aku malu di buat sama mas Rahman.

"Maaf ya, lama ," kata Mas Rahma yang baru datang.

"Ahh, tidak apa-apa! Ayo duduk mas biar aku kenalin sama direktur kantor aku bekerja," kata ku.

Mas Rahman hanya mengangguk lalu mengulurkan tangannya ke arah Anggara begitu juga sebaliknya. Aku hanya tersenyum lalu kembali menatap mas Rahman.

"Anggara, Mereka siapa!" tanya wanita itu.

"Dia Ratih, ia bekerja di kantor ku," kata Anggara.

"Jadi dia yang kamu... aduh," wanita tersebut meringis kesakitan.

"Mbak kenapa?" tanya ku penasaran.

"Tidak apa-apa, kenalkan namaku Mesya sepupunya Anggara kebetulan aku baru pulang dari Paris jadi tidak tahu seluk beluk dari kota Jakarta,"

Ternyata dia namanya Mesya, aku pikir dia adalah calon istrinya Anggara lelaki dingin. Entah kenapa, ia masih saja kuat menjomblo padahal umurnya sudah menginjak 30 tahun.

"Kalian mau pesan apa?" tanya Mesya.

"Kamu mau pesan apa, Mas?" tanya ku di saat ia berbicara dengan Anggara. Apa ia tidak tahu kalau Anggara adalah bosnya di tempat ia bekerja besok.

"Kamu samain saja sama kamu?"

Aku hanya mengangguk, lalu mengambil buku menu makanan yang ada disini. Aku memesan cumi asam pedas dan ayam panggang, sementara Mesya hanya memesan pancake dan salad buah karena ia tidak pernah makan, makanan berat di malam hari. pantesan tubuhnya bagaikan gitar spanyol.

Selesai makan bersama malam ini, aku dan mas Rahman akhirnya mengelilingi kota Jakarta, ia mengajak untuk melihat Monas malam hari. Aku hanya mengangguk, baru kali ini aku melihat mas Rahman tersenyum bahagia setelah dua tahun berlalu.

"Mas, boleh aku tanyakan sesuatu?"

"Mau tanya apa?" tanya mas Rahman balik.

"Apa kamu masih berhubungan dengan mbak Siti?"

"Aku tidak punya hubungan apa-apa dengannya," kata mas Rahman tersenyum.

Aku hanya diam, sesekali menatapnya yang sedang bermain dengan putri kami. Hari ini mas Rahman benar-benar menghabiskan waktunya bersama aku dan Rania.

"Mau makan pentol?" tanya mas Rahman melihat ke arah ku, aku melihat anak dan ibu-ibu membeli pentol. Aku hanya mengangguk lalu mas Rahman berjalan untuk membeli pentol.

Bahagia itu sebenarnya sederhana, tak perlu mewah untuk bisa membuat istri dan anak bahagia, mengajak mereka jalan-jalan saja mereka sudah bahagia walaupun hanya di beli pentol 10.000.

Tapi tak semua laki-laki mengerti akan wanita, termasuk mas Rahman tidak pernah mengerti keinginan istrinya tapi hari ini ia membuktikan menjadi ayah yang baik untuk anaknya. Apa aku batalkan saja menggugat cerai mas Rahman dan memberikannya kesempatan kedua.

"Nih, Pentol yang lagi hitam," mas Rahman memberikan aku pentol 5 tusuk dan untuknya 5 tusuk, aku mengambilnya dengan senang hati lalu mencomot satu pentol lalu memasukkan ke dalam mulut.

Ternyata pentol ini enak banget, baru kali ini aku merasakan pentol yang lembut dan saosnya yang pedas juga ada manis-manisnya membuat rasa pentol tambal lebih nikmat.

"Mas, boleh aku katakan sesuatu?" Kata ku, aku tidak ingin menyembunyikan kalau aku sudah menggugat cerai dirinya ke pengadilan.

"Apa...?"

"Tapi aku harap mas jangan marah,"

"Iya, mas janji," kata mas Rahman.

"Aku sudah memasukkan berkas untuk gugatan cerai ke pengadilan," kata ku hati-hati takut ia marah.

Hening, tidak ada jawaban yang keluar dari mulutnya mas Rahman. Apa dia marah padaku, ia tersenyum menatap aku yang sudah ketakutan.

"Apa boleh mas katakan sesuatu?" Tanya mas Rahman.

"Boleh, Apa?"

"Berikan mas 40 hari untuk bersama kamu dan Rania, setelah itu terserah kamu mau pisah sama Mas atau tidak," ucap Mas Rahman. Apa, 40 hari. Memangnya ada apa dengan 40 hari, bukannya setiap hari itu biasa saja.

"Mas, kok hidung mu berdarah?" tanya ku melihat dari dari hidung mas Rahman. Sebenarnya apa yang terjadi dengan mas Rahman, kok hidungnya berdarah. Aku mengambil tissue yang selalu aku bawa dalam tas, lalu membersihkan darah kental di bawah hidung mas Rahman.

"Sebenarnya kamu sakit apa sampai keluar darah begini, Mas," tanya ku penasaran.

"Mungkin cuma mimisan doang, kamu tidak usah khawatir kok. Lagian aku masih punya waktu bersama mu 40 hari sebelum kita bercerai, jadi selama 40 hari itu aku akan menghabiskan waktu bersamamu," kata mas Rahman tersenyum menatap ke arahku.

kenapa pembicaraan mas Rahman ke arah lain, seakan dia akan pergi jauh saja padahal jika kami berpisah, ia masih bisa menjenguk Rania. Rumah ku dengan ibu mertua kan hanya satu jam saja perjalanannya.

"Sudah jangan bahas itu lagi, sebaiknya kita pulang buat Mas bisa istirahat." aku berjalan menggandeng tangan mas Rahman yang sedang menggendong Rania yang sudah ketiduran, hawa dingin merasuk ke dalam pori-pori kulit tubuh ku.

Di dalam perjalanan pulang, aku melihat wajah mas Rahman yang pucat dan aku memangku Rania di atas motor, aku tidak pernah tahu apa yang terjadi dengannya selama ia tinggal di rumah ibu.

"Mas, apa kamu baik-baik saja," tanya ku dengan suara beberapa oktaf agar bisa di dengar oleh mas Rahman karena bising suara mobil yang juga berjalan.

"Aku tidak apa-apa kok, kamu tenang saja! kamu takut kalau mas kenapa-napa?"

Apaan sih mas Rahman, wajar dong kalau aku menanyakan keadaannya. aku kan masih jadi istrinya sampai batas waktu untuk 40 hari dan kami akan berpisah.

Aku hanya diam, malas untuk menjawab pertanyaannya. Malam ini aku merasa bahagia, baru kali ini aku bisa merasakan bahagia setelah kami menikah, dulu saja ia tidak pernah mengajakku untuk keluar walau hanya untuk makan Pentol tapi kali ini ia bersikap romantis pada ku.

Sesampai di rumah, aku turun dari motor dan membuka kunci rumah lalu meletakkannya di atas tempat tidur, sementara mas Rahman masih di luar. Aku mengantikan pakaian setelah meletakkan Rania tidur tapi mas Rahman tak kunjung masuk. Aku pun berjalan keluar untuk melihatnya karena ia kelihatan pucat, jangan-jangan mas Rahman pingsan lagi.

"Mas Rahman...!"

1
midah khamidah
bagus ceritanya kak
Aisyah Putri Angel
maaf kok hampir sama cerita dgn kisah hidup sepupuku..dulu THN 97..tiap hari cuman dikasih uang 5rb untuk satu hari ,1anak umur 2thn.
suami dan mertua minta tiap hari masak ayam dan ikan .
emang jaman dulu uang segitu ada harganya..tp ngak cukup juga .
beras ,lauk dan bumbu dapur juga jajan mana cukup.
tiap HR sepupuku bantuin aq beres2 dagang ku dan bersih rumah .tiap hari aq kasih dia uang
Khayra: 🙂 mungkin ada sebagian ibu rumah tangga merasakan seperti itu
total 1 replies
Dhea Dhea
anak sama mamak 11 12
Siti Uhanita
balasan suami celaka mertua setan
Purwati
semangat Thor 💪💪💪
Kasih
kesel banged deh, kalo hanya mau nutupin knp sampe selingkuh, sampe mau nyolong sertifikat, sampe membahayakan rania... pasti balik lg tu karna br tau kalo sakit parah
Dwi kristina
author penuh kejutan
Hi Hii
hmm gimana sih ceritanya kan udan di gugatan cerai sing Rahman 😕.
Rahmawaty❣️
Pdhl di dlm dompetnya duitnya banyak tp pelitt bnget sma istri
Husain La Mamin
bagus dan menarik
Anggur Kolesom
heh... goblok...... kalo hanya untuk menutupi penyakit,kenapa kemarin selingkuh... bahkan berencana mencuri sretifikat rumah ratih, bahkan di cerita ini rahman sudah tiga kali menampar ratih. GOLBOK
Anggur Kolesom
ni yg goblok siapa sih..??? kemaren kan siti emang pacaran ma rahman lebih tepatnya slingkuh, bahkan siti di suruh rahman mencuri sertifikat rumah ratih dan jika berhasil akan menjualnya dan menikahi siti, dan sekaran kata rahman tidak pernah ada hubungan dengan siti, dan siti pun ngomong tidak ada hubungan dengan rahman dan hanya berteman, yg gobloknya lagi ratih percaya padahal dulu ratih melihat dan mendengar dengan matanya sendiri perselingkuhan rahman dan rencananya. mobilang goblok tatuk dosa gk bilang tp geregetan
Anggur Kolesom
trus masalah rahman kemaren gimana..? kok ratih kaya lupa ma perlakuan rahman dulu, katanya mo balas dendam bahkan rahman dan ibunya di usir trus tiba tiba rahman dateng lagi tidur bareng lagi.dan sekarang ratih malah membela rahman
Anggur Kolesom
sampai d bab kok ceritanya gk mutu ya, udah kebaca ceritanya, kek drama ikan terbang
Asri Perwati
bingung ko msh bs balikan...pdhl sll berkata aku bukan wanita yg bodoh ,aku tidak mudah di tindas,sampa jumpa di pengadilan....tp ga da satupun yg bener
Yuli Kohunussa
bagus
Jumi Saddah
kalau boleh nanya kok cerita rania dn aira di lanjut,,kyakx seru,,,
Khayra: belum sempat di lanjutkan kak
total 1 replies
Ahmad Affa
😭😭😭😭 sumpah nyesek sekali thor...... awalnya sikap rahman bikin gedek tp ternyata dia menyembunyikan rahasia besar dr istri tercintanya...... 😭😭😭😭
Anna Wamey
tolong thor jangan sampai anggara jatuh cinta pd Stefani,,,!!!
anggara hanya untuk Ratih,,,!
Jumi Saddah
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!