21++ Harap bijak memilih bacaan. Bukan bacaan untuk teenager, ABG, Bocil dan kawan-kawan.
Widia adalah mahasiswi tahun pertama yang mendadak harus menikah dengan pacarnya karena paksaan dari kakaknya.
Dalam perjalanan rumah tangganya, Widia dan Ivan yang tidak pernah berkonflik besar tiba-tiba berpisah. Widia menghilang meninggalkan suami dan anaknya.
Setelah beberapa waktu, Widia yang dikira telah tiada ditemukan bersama dengan laki-laki tampan lain yang memperbudaknya sebagai istri.
Bagaimana perjuangan Widia untuk lepas dari 'GENDAM' Sang Suami setelah hadirnya madu yang meracuni hidupnya?
Base on true story, Cus … dibaca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH 17
Setahun sudah Widia merasakan kebahagiaan yang sempurna bersama Ivan. Widia yakin bahwa Ivan telah berubah, telah melupakan kegilaan pada saat melakukan hubungan suami istri. Sentuhannya sangat lembut dan hati-hati saat Ivan mengunjungi tubuh Widia yang sedang hamil.
Ivan juga menuruti perintah Mamanya untuk tidak terlalu cepat menyentuh istrinya setelah melahirkan. Dia dengan sabar menunggu sampai anaknya genap berumur seratus hari baru boleh berhubungan in*tim lagi dengan Widia.
Mamanya yang orang jawa tulen memang cenderung cerewet dan banyak mengingatkan Ivan untuk bersikap baik pada istri dan anaknya. Alasannya karena Ivan dan Widia pasangan yang masih sangat muda.
Kali ketiga Ivan merayu Widia untuk menyenangkannya di dalam kamar, disambut Widia dengan gembira.
Setelah menyusui bayinya, Widia bersiap bermain dengan Ivan yang sudah menunggunya di atas tempat tidur.
Namun, tidak seperti dua pertemuan sebelumnya yang lembut seperti saat Widia berbadan dua. Ivan kembali bermain liar dan kasar pada istrinya.
"Ivan … stop!" rengek Widia menahan sakit ketika Ivan mulai mengeksplore lubang nerakanya.
"Please, Beib!" paksa Ivan tak acuh. Dia tetap mendesak Widia yang kelojotan menahan nyeri dan menggigit bibirnya agar tak menjerit histeris dan didatangi mertuanya.
Widia mengaduh dan kembali meneteskan air mata setelah percintaan mereka selesai dan Ivan tidur dengan pulasnya.
Hatinya berkecamuk, perasaan tak nyaman dan kesal yang lama hilang bangkit dengan takaran yang lebih banyak.
Melampiaskan emosinya karena tak ada teman bicara saat tinggal di rumah mertua, Widia mengelola akun sosial media yang lama tak pernah disentuhnya lagi.
Curhat dengan menuliskan sedikit perasaannya di sana membuat Widia lega karena banyak komentar dari teman-teman lama, terutama mereka yang berasal dari SMA yang sama.
Kolom komentarnya penuh dan ramai karena kemunculan pertama Widia yang absen dari dunia sosmed sejak menikah dengan Ivan.
Satu orang yang tak dikenalnya ikut berkomentar memberikan semangat dengan gaya penulisan yang sangat menarik. Caranya memberikan simpati pada Widia berbeda dengan yang lain dan itu sedikit mengusik hati Widia.
Tak disangka Widia, teman sosmednya yang bernama Erwin itu menghubunginya lewat pesan. Widia yang merasa diperhatikan membalas perkenalan itu dengan antusias.
Hiburan segar di saat hatinya sakit, mungkin itu yang terpikirkan oleh Widia saat melayani obrolan dari pria yang tak pernah dikenalnya.
Widia dikejutkan kenyataan kalau teman chatnya tinggal tidak begitu jauh dari rumah Ivan. Erwin mengundang Widia untuk datang ke tempatnya bekerja.
Dengan ragu Widia mengiyakan undangan manis dari teman barunya, dia akan mengusahakan untuk datang ke stand pameran yang masih akan digelar beberapa hari lagi.
“Beib … belum tidur?” tanya Ivan membuka sedikit matanya.
Widia mematikan chat secara sepihak dengan kaget, “Iya belum ngantuk, ini masih tanya-tanya sama temen SMA soal tempat praktek mengajar untuk bulan depan."
"Udah lewat tengah malam, ayo tidur! Besok lagi cari infonya!"
Widia mengalah, dia masuk ke dalam pelukan Ivan dan berusaha untuk bisa segera tidur. Bayangan foto Erwin yang baru tadi diterimanya sangat mengganggu.
Dibanding Ivan, Erwin kelihatan memiliki kulit lebih putih meskipun sama-sama tampan.
Yang kedua tubuh Erwin lebih berisi dan berotot daripada Ivan dan entah kenapa dua hal itu membuat pikiran Widia berkelana tak punya arah.
Bahkan dengan berani Widia membayangkan sentuhan Erwin pada tubuhnya, melakukan hal nikmat yang seharusnya hanya boleh dilakukan dengan suaminya.
Widia begitu kacau dan tergoda sosok yang belum ditemuinya, Widia merasa menemukan orang lain dan langsung memenuhi otak kecilnya yang selama ini hanya berisi Ivan.
Istri Ivan yang cantik itu mendadak bingung dengan perasaannya, Widia merasa jatuh cinta tidak pada tempatnya.
***
erwin apa khabar ya?..
smoga nasib baik berpihak padamu