NovelToon NovelToon
Suamiku Bukan Preman

Suamiku Bukan Preman

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: elaretaa

Hidup Naura yang sudah menderita itu, semakin menderita setelah Jessica anak dari Bibinya yang tidak sengaja menjebak Naura dengan seorang pria yang dikenal sebagai seorang preman karena tubuhnya yang penuh dengan tato, berbadan kekar dan juga wajah dingin dan tegas yang begitu menakutkan bagi warga, Naura dan pria itu tertangkap basah berduaan di gubuk hingga mereka pun dinikahkan secara paksa.

Bagaimana kelanjutannya? siapakah pria tersebut? apakah pria itu memang seorang preman atau ada identitas lain dari pria itu? apakah pernikahan mereka bisa bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Selalu Cantik

"Karena pernikahan kita belum dicatat, lebih baik kita berpisah saja Mas," ucap Naura.

"Kata pernikahan kita belum dicatat? aku sudah mendaftarkannya di pengadilan bahkan akta nikah kita sudah ada," ucap Aiden.

"Mas, kamu...,"

"Aku sengaja melakukan ini, maaf kalau aku egois, tapi aku gak mau berpisah, aku mau menikah seklai seumur hidup dan perempuan ini adalah kamu," ucap Aiden.

​Naura terdiam, lututnya terasa lemas, pengakuan Aiden yang berlutut di hadapannya saja sudah cukup mengguncang, namun fakta bahwa Aiden sudah mencatatkan pernikahan mereka secara hukum tanpa sepengetahuannya benar-benar membuat dunia Naura terasa runtuh. Air mata yang sempat mereda kembali mengalir deras.

​"Mas, kamu... kamu tidak bisa melakukan ini padaku!" Naura mundur dan menatap Aiden dengan perasaan sedih.

"Kamu mencatatnya tanpa seizinku? Kenapa kamu begitu egois? Aku bilang aku mau berpisah, dan kamu malah mengikatku lebih kuat!" lanjutnya.

​Aiden bangkit perlahan, wajahnya terlihat sedih namun tatapannya tegas yang menunjukkan betapa seriusnya ia dengan keputusan ini.

​"Aku tahu ini melukai hatimu, Naura. Dan aku minta maaf karena melakukan ini secara sepihak, tapi aku melakukan ini bukan karena aku ingin menguasaimu, tapi karena aku ingin memastikan bahwa kita tidak akan berpisah," ucap Aiden dengan suaranya yang pelan dan berat.

​Aiden melangkah mendekat, menghapus air mata Naura dengan ibu jarinya. "Pernikahan ini memang dimulai karena keterpaksaan, tapi perasaan yang aku rasakan, itu bukan paksaan. Aku serius denganmu, Naura. Aku tidak mau melepaskanmu. Jika aku tidak mendaftarkan pernikahan kita, kamu akan meninggalkanku begitu kita kembali ke kota ini kan?" ucap Aiden.

​Naura membuang muka, tak sanggup menjawab, di lubuk hatinya, ia tahu bahwa niatnya memang untuk berpisah setelah Aiden kembali ke kota, kembali ke kehidupannya yang normal.

​"A-aku terkejut, Mas. Aku butuh waktu," bisik Naura.

​"Aku tahu, Sayang. Aku akan memberimu semua waktu yang kamu butuhkan," janji Aiden.

Aiden mengeluarkan sebuah dompet kulit dari saku jasnya, mengambil sesuatu dari dalamnya, "Ini kartu keluarga kita," lanjutnya.

​Aiden menyodorkan sebuah kartu tebal bertekstur yang ternyata adalah Kartu Keluarga dengan namanya dan nama Naura tercantum di dalamnya, di baliknya, terselip sebuah dokumen yang merupakan akta Nikah mereka.

​"Aku sudah mendaftarkan pernikahan kita, jadi secara hukum, kamu adalah istriku yang sah, kamu adalah Nyonya Andrean. Aku melakukan ini karena aku tidak mau kamu berpikir bahwa pernikahan kita hanya main-main atau sementara," jelas Aiden.

Aiden memasukkan kembali dokumen-dokumen itu ke dalam dompetnya dan meletakkannya di atas meja rias. ​"Aku mohon, Naura. Jangan lihat ini sebagai belenggu, tapi lihat ini sebagai janji bahwa aku tidak akan pernah melepaskanmu. Aku ingin kamu menjadi Nyonya Andrean, istriku selamanya," ucap Aiden.

​Aiden memeluknya lagi, kali ini Naura tidak melawan, ia hanya menangis di dada suaminya, mencerna badai kenyataan baru yang melandanya. Saat ini Naura adalah istri sah dari seorang konglomerat dan ia terikat dalam ikatan yang kini tak bisa lagi dilepaskan semudah membalikkan telapak tangan.

Malam harinya, Naura terbangun dari tdiur nyamannya dan Aiden sudah menunggu Naura di sofa. "Sudah bangun, kamu siap-siap ya, kita makan," ucap Aiden.

"I-iya Mas, Mas duluan aja ke meja makan, nanti aku menyusul," ucap Naura.

​Aiden bangkit dari sofa dan berjalan menghampiri Naura yang masih setengah sadar di atas tempat tidur, ia membungkuk, memberikan kecupan lembut di dahi Naura.

​"Aku akan menunggumu, jangan terburu-buru," ucap Aiden, suaranya kembali ke nada hangat dan santai yang sering ia gunakan di desa, seolah mencoba meredakan ketegangan yang terjadi di pagi hari.

​"Aku mandi sebentar, tapi aku gak punya baju yang cocok untuk digunakam di rumah ini," ucap Naura.

​Aiden tersenyum geli, "Jangan khawatir, Bi Sukma sudah memilihkan beberapa gaun sederhana tapi elegan untukmu dari walk in closet. Pilih saja salah satu, aku akan menunggumu disini, tapi jangan lama-lama ya, aku juga sudah lapar soalnya," ucap Aiden dan diangguki Naura.

​Naura segera mandi dan setelah itu menuju ke walk in closet yang ternyata lebih besar dari kamar tidurnya di desa, lemari-lemari kayu mahoni dipenuhi deretan pakaian baru, mulai dari pakaian santai hingga gaun malam, Naura memilih sebuah dress selutut berwarna biru laut polos yang tampak paling sederhana di antara koleksi mewah itu.

​Setelah itu, Naura melangkah keluar dan menghampiri Aiden, di mana Aiden masih setia menunggu Naura. ​"Cantik sekali," bisik Aiden, meraih tangan Naura

​"Aku tidak terbiasa dengan baju seperti ini," jawab Naura jujur.

​"Kamu selalu cantik, Naura. Tidak peduli apa yang kamu kenakan," balas Aiden tulus, menggenggam tangannya erat.

​Mereka berjalan menuju ruang makan, ruangan itu didesain dengan hangat, dilengkapi perabotan kayu dan pencahayaan temaram, jauh dari kesan megah dan dingin aula utama. Di meja bundar, sudah tersedia hidangan yang tertata rapi, mulai dari hidangan pembuka yang elegan hingga hidangan utama yang tampak mewah.

​"Silakan, Nyonya Andrean," ucap Aiden dan menarik kursi untuk Naura dengan gerakan yang sempurna.

​Saat mereka mulai makan, keheningan sempat menyelimuti. Naura mencoba fokus pada hidangan lezat di depannya, tetapi ketegangan di antara mereka terlalu kental.

​“Kamu suka masakannya?” tanya Aiden memecah keheningan yang ada.

"I-iya, enak, Mas. Rasanya berbeda dengan masakan di desa," jawab Naura gugup.

Naura memang tidak bisa berbohong, setiap gigitan terasa begitu kaya dan mewah. Sedangkan, Aiden yang mendengar jawaban Naura pun merasa puas.

"Syukurlah, aku sudah minta Chef untuk menyiapkan hidangan yang tidak terlalu berat, aku tahu kamu pasti butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan makanan di sini. Naura, untuk masalah tadi pagi..." ucap Aiden yang terhenti lantaran Naura yang menyela perkataannya.

"A-ku butuh waktu, Mas. Aku masih belum bisa memprosesnya," potong Naura, berusaha terdengar tenang meskipun jantungnya berdebar kencang.

​Aiden menghela napas, mengangguk maklum. "Aku mengerti, aku tidak akan memaksamu. Tapi ada satu hal yang perlu kamu tau kalau meskipun pernikahan kita ini mendadak dan bisa dibilang karena keterpaksaan bahkan aku tau kamu merasa terkekang dengan hubungan ini, tapi dengarkan aku, Naura. Akta nikah itu bukan surat perjanjian untuk membuatmu menderita, itu adalah penegasan statusmu, mulai sekarang kamu bukan hanya istriku di mata Tuhan, tapi juga di mata hukum. Kamu memiliki hak penuh atas statusmu, tidak ada yang bisa merendahkanmu atau mempertanyakan keberadaanmu di rumah ini dan di sisiku," ucap Aiden.

.

.

.

Bersambung.....

1
Diana Dwiari
hamil.lagi kali....biasanya balita gitu,jika yg mengajaknya hamil dia ga mau diJak
ᄂ⃟ᙚruyzGBo𝓳
👍
Hilmiya Kasinji
kok kesan e Naura jual mahal ya . katanya berharap menikah sekali seumur hidup tapi kok pernikahannya disahkan malah merasa terdzolimi 😅
Widia Aja
Keterbatasan kemampuan berpikir, mengambil kesimpulan dan keputusan serta komunikasinya sesuai dng tingkat pendidikannya Naura, Reader gak bisa protes, terserah Author ya...😂😂
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
elaretaa: Silakan Kak, semoga suka ya🥰
total 1 replies
Diana Dwiari
ya maklumlah,Naura hanya SMP,dan hidupnya hanya cari uang saja....JD pemikiran nya blm terbuka....ayo Naura,kamu mesti bljr banyak untuk bisa bersanding dg tuan andrean
Diana Dwiari
la wong Aiden tuh yg bos nya kog....
Deni Siahaan
indah pada waktunya ❤️❤️❤️
Amiera Syaqilla
hello author🤗
Amy Wirkus
harusnya aiden jg memantaskan istrinya...ms ke butik pk sendal jepit,dia ga liat...
👀 calon mayit 👀
lanjooot.
Marina Tarigan
itu naluri anak sangat kuat karena selama hamil kamu Naoura siamimu sangat protef sama kamu segala sesustu Eidan terus lengket sm kamu itu hasilnya kedekatan mereka sangat dekat
Leni Martina
aku yg udah bertahun2 nikah m suami aku,ngk pernah nanya gaji,yg penting dia kasih cukup,KLO krng aku mntk LG,baru kali ini baca novel kok MC nya yahhh udah lah🤦🤦🤦
Marina Tarigan
anyak ranjau disekelilingmu Naura dengarkan suamimu jgn percaya sm siapapun lingkunganmu sekarang jauh berbeda dgn dulu dikampung
Marina Tarigan
Baura mana ngerto taktik orang2 kaya dia gadis lugu menganggap semua orang baik seperti xirinya
Marina Tarigan
kamu harus kuat Naura suamimu pembelamu
Marina Tarigan
hahaa seru deh orang lugu semoga tambah pintarnya
Marina Tarigan
Naura mana ngerti posisi Eiden dia tdk punya pengalaman permainan licik disekitarnya mknya dia harus dgn pelan diberi pengertian bahaya yg akan mengancam dirinya
Marina Tarigan
semoga Naura tdk bisa didekati Sinta
Marina Tarigan
lindungi Naura dari segala hal dia polos tdk mengerti dgn kehidupan orang2 kelas tinggi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!