NovelToon NovelToon
Dinikahi Sang CEO Lupa Ingatan

Dinikahi Sang CEO Lupa Ingatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Jangan pernah jatuh cinta padaku, karena kontrak ini tidak menyertakan perasaan," itulah aturan nomor satu yang ditulis oleh Arga Dirgantara untuk istrinya.

​Selama dua tahun, Keysa hidup dalam bayang-bayang. Sebagai istri kontrak, ia adalah asisten yang tak terlihat, tameng perusahaan, dan sosok yang paling dibenci Arga karena dianggap sebagai penghalang kebahagiaan pria itu dengan wanita lain. Keysa sudah siap untuk menyerahkan surat cerai dan pergi selamanya.

​Namun, takdir punya rencana lain. Sebuah kecelakaan fatal menghapus memori Arga selama tiga tahun terakhir.

​Saat pria itu membuka mata, ia tidak lagi melihat Keysa sebagai 'istri kontrak' yang menyebalkan. Ia melihat seorang wanita yang dingin, cerdas, efisien, dan memiliki tatapan tajam yang membuat jantungnya berdebar tanpa alasan.

​"Siapa kau sebenarnya?" tanya Arga dengan nada posesif. "Dan kenapa setiap kali aku melihatmu, aku merasa aku adalah orang paling bodoh karena pernah membiarkanmu menangis?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Sidang Mediasi yang Dingin

​​"Semua salinan dokumen aset dan surat pelepasan tuntutan gono-gini sudah ada di dalam map ini. Kita hanya tinggal menunggu panggilan masuk ke ruang mediasi." Suara berat Harris memecah kebisingan lorong Pengadilan Negeri yang padat oleh pengunjung.

​Keysa mengangguk pelan. Perempuan itu duduk bersilang kaki di kursi besi ruang tunggu dengan punggung tegak lurus. 

Penampilannya luar biasa memukau. Kemeja sutra putih berpadu dengan setelan jas abu-abu terang rancangan desainer papan atas, Valerien, membalut tubuh rampingnya. 

Tiga minggu hidup bebas merdeka di penthouse mewahnya sendiri di kawasan pusat bisnis ibukota telah mengembalikan aura kekuasaan dan ketajamannya secara penuh. Tembok es di wajahnya sama sekali tidak bergetar melihat keramaian di sekelilingnya.

​"Keysa."

​Panggilan serak itu membuat Harris menoleh, sementara Keysa tetap menatap lurus ke depan seolah panggilan itu hanyalah angin lalu yang tidak penting.

​Arga Dirgantara berdiri hanya dua langkah dari tempat Keysa duduk. Laki-laki itu mengenakan setelan jas hitam pekat yang disetrika sangat rapi, namun kemewahan pakaiannya berbanding terbalik dengan kondisi fisiknya. Kantung matanya terlihat sangat gelap dan menebal. Tulang pipinya menonjol tajam akibat bobot tubuh yang merosot drastis selama tiga minggu terakhir. Sorot mata elangnya yang dulu selalu memancarkan dominasi mutlak, kini terlihat sangat kosong, redup, dan kurang tidur parah.

​"Kita bisa bicara berdua sebentar? Tolong," pinta Arga dengan suara yang nyaris terdengar seperti sebuah permohonan putus asa. Sangat berbeda dengan gaya bicara CEO arogan yang selalu memerintah bawahannya.

​Keysa melirik jam tangan peraknya sekilas, lalu mengangkat wajahnya menatap mantan bos sekaligus laki-laki yang masih berstatus suaminya itu. 

Tidak ada sorot kebencian sedikit pun. Tidak ada kilat kemarahan atau kesedihan. Tatapan Keysa benar-benar kosong, seolah ia sedang menatap layar kosong di ruang rapat.

​"Waktuku sangat terbatas. Jika ada poin kesepakatan pembagian aset yang ingin kamu revisi, bicarakan langsung melalui pengacaraku," balas Keysa dengan nada suara sangat datar, murni merespons layaknya klien korporat yang tidak saling kenal.

​Arga menelan ludah kasar. Penolakan emosional dari Keysa terasa jauh lebih menyakitkan daripada tamparan fisik. "Aku tidak peduli dengan aset atau saham sialan itu. Aku hanya ingin bertanya... bagaimana kabarmu? Kamu bisa tidur nyenyak di tempat barumu?"

​"Kesehatanku dan privasiku bukan lagi urusanmu, Bapak Arga," potong Keysa tanpa ampun. "Mari kita bersikap profesional. Kita berada di gedung ini untuk mengurus pembubaran kerja sama hukum kita, bukan untuk reuni masa lalu. Simpan energimu untuk sesi mediasi di dalam ruang sidang nanti."

​Rahang Arga mengeras, namun ia tidak membentak atau meledak marah seperti biasanya. Tiga minggu hidup dalam kesunyian mematikan di apartemen tanpa Keysa telah mengajarkan Arga sebuah pelajaran sangat kejam. 

Kekerasan dan arogansinya di masa lalu telah membunuh setiap jengkal perasaan perempuan ini. Arga mundur satu langkah, menerima hukuman penolakan dingin itu dalam diam tanpa perlawanan.

​Suara petugas pengadilan dari pelantang suara mengakhiri kecanggungan yang mencekik leher tersebut. "Panggilan kepada pihak penggugat, Saudari Keysa, dan tergugat, Saudara Arga Dirgantara. Silakan memasuki ruang mediasi nomor empat sekarang juga."

​Ruangan berukuran empat kali empat meter itu terasa sangat dingin. Seorang hakim mediator pria paruh baya duduk di ujung meja bundar, memegang map berisi berkas gugatan mereka.

 Keysa duduk di sebelah kiri didampingi Harris, sementara Arga duduk di sisi kanan, bersikeras menolak ditemani oleh tim kuasa hukum perusahaannya sendiri. Laki-laki itu ingin menghadapi kehancurannya seorang diri.

​"Selamat pagi. Saya melihat di sini bahwa pihak penggugat, Ibu Keysa, mengajukan permohonan perceraian dengan alasan ketidakcocokan yang sudah tidak bisa disatukan lagi, tanpa ada sengketa harta gono-gini," buka hakim mediator tersebut sambil membetulkan letak kacamatanya. Ia menatap kedua belah pihak secara bergantian. "Tugas saya di ruangan ini adalah menjembatani perdamaian. Pernikahan bukanlah kontrak bisnis yang bisa diputus begitu saja. Apakah Saudari Penggugat memiliki niat untuk mencabut gugatan dan mencoba memperbaiki rumah tangga ini bersama suami Anda?"

​Keysa menatap lurus ke arah hakim mediator tersebut. Suaranya mengudara dengan sangat tegas, lugas, dan sama sekali tidak menyisakan ruang untuk keraguan sedikitpun. Ia menolak luluh.

​"Tidak ada yang perlu diperbaiki lagi, Yang Mulia. Keputusan saya sudah bulat dan final. Saya menolak segala bentuk perdamaian, rujuk, atau penundaan waktu sidang. Saya hanya ingin ikatan hukum perkawinan ini diputus secepat mungkin secara resmi hari ini juga."

​Jawaban tajam dan sedingin bongkahan es itu membuat ruang mediasi menjadi sangat hening. Harris bahkan menahan napasnya diam-diam, khawatir Arga akan mengamuk dan membalikkan meja seperti watak aslinya jika egonya dilukai sedemikian rupa di depan pejabat hukum publik.

​Namun, Arga hanya diam mematung menatap kosong meja bundar di depannya. Tidak ada perlawanan.

​Hakim mediator itu menghela napas pelan, lalu memutar pandangannya ke arah laki-laki tinggi besar yang duduk kaku di seberang Keysa.

​"Bagaimana dengan Saudara Tergugat?" tanya hakim itu dengan nada formal. "Proses mediasi ini sangat bergantung pada itikad kedua belah pihak. Apakah pihak suami bersedia memperbaiki pernikahan ini dan menolak gugatan cerai dari pihak istri?"

​Pertanyaan krusial itu menggantung sangat berat di udara. Ini adalah kesempatan terakhir Arga. Tim legal perusahaannya sebenarnya sudah menyiapkan puluhan berkas bantahan hukum jika Arga ingin mengulur waktu perceraian ini hingga bertahun-tahun lamanya. Laki-laki itu punya semua uang, kekuasaan mutlak, dan akses tak terbatas untuk membuat Keysa terjebak bersamanya seumur hidup.

​Arga perlahan memutar kepalanya ke arah kiri. Ia menatap lekat-lekat sepasang mata cokelat Keysa yang sangat indah. Ia mencari secercah harapan di sana. Setitik keraguan, kerinduan, atau mungkin sebulir air mata kesedihan karena perpisahan ini.

​Namun, yang ia temukan hanyalah sepasang mata yang sangat dingin, kosong, dan kebal. Wajah perempuan itu terlihat sangat damai, teguh, dan merdeka tanpa kehadirannya. Kengerian di masa lalu saat ia merobek pipi Keysa menggunakan pecahan vas kristal kembali menghantam otak Arga dengan sangat kejam. Pukulan realita itu menyadarkan egonya yang buta.

​Ia akhirnya sadar, menahan Keysa secara paksa di sisinya saat ini hanya akan menambah panjang daftar luka bernanah yang ia torehkan. Ego lelakinya mungkin berteriak untuk tidak melepaskan istrinya, tapi rasa bersalahnya jauh lebih besar mendominasi kewarasannya. Mencintai wanita baja ini berarti ia harus rela melepaskannya pergi dari neraka yang ia ciptakan sendiri.

​Mediator kembali bertanya untuk memastikan kepastian jawaban karena durasi keheningan yang cukup lama. "Sekali lagi, apakah pihak suami bersedia memperbaiki pernikahan ini?"

​Arga menarik napas dalam-dalam, menahan rasa sesak luar biasa di dadanya. Ia menatap sepasang mata Keysa yang sangat dingin dan kosong, lalu membuat keputusan yang mengejutkan semua orang.

​"Saya menyetujui perceraian ini. Lanjutkan ke proses putusan."

1
Savana Liora
sabar
Popy Ana
duh ini keposesifan Arga yg pertama setelah sembuh dari lupa ingatan Nya..
semoga Arga bisa meluluhkan hati Keysa walaupun harus menunggu waktu yg lama..
Popy Ana
sungguh dramatis sekali Arga nasibmu sudah bercerai kamu baru ingat semua masalalumu.. dan itu sangat baik untuk Keysa..
Popy Ana
ciyus arga gak mau ngamok dulu minimal banting kursi lah 😁🤣🤣
Popy Ana
aku mau nangis loh sumpah 🤭
Popy Ana: ini karma untuk Arga ya Thor 🤭
total 2 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Ratna liat anak sakit di rawat bkn tanya apa yg sakit ke Arga malah ngehina dan ngerendahin Keysa trus malah mau jodohin Arga lg 😏😏 ampun dah ada ya ibu seperti Ratna gak ada khawatir"nya sama anak sendiri 😏😏 skrng Arga pasti lbh dingin dan kejam deh sama orang tp dia akan lembut sama Keysa tp perjuangan Arga gak akan mdh buat bisa balik lg sama Keysa 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
jd pengen th kekejaman apa aja yg tlh Arga lakukan sama Keysa 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
nah skrng waktunya Arga berjuang buat luluhin hati Keysa secara benar bkn karna hilang ingatan atau ego semata karna sejujurnya dr awal saya setuju kl Keysa berjodoh dngn Arga karna mereka cocok cuma saya gak mau Keysa di perlakukan seperti itu oleh Arga jd Arga hrs di kasih pelajaran dulu Thor biar dia th arti kehilangan seorang yg benar" dia cintai dan arti penyesalan yg meruntuhkan semua egonya karna seorang Keysa 😏😏 jd nanti kl bisa Arga dan Keysa di persatukan lg tp jngn skrng karna kita jg hrs liat perjuangan Arga buat dapetin Keysa lg 😉😉
Savana Liora: belum tau ya kak. kita lihat saja nanti kemana ketikan othor membawa mereka
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
nah Arga skrng kamu thkan kenapa Keysa kekeh pengen pergi dr kamu skrng nikmatilah penyesalan mu karna ditinggal Keysa pergi 😏😏
Savana Liora: iya makasih ya
total 1 replies
hana
hari ini tiap part bikin sesak nafas semua😔😢
hana: 😆😆😆😆😆
total 2 replies
Eni Istiarsi
baguslah kamu kena amnesia, Arga.. mungkin biar kamu introspeksi bagaimana kamu selama ini memperlakukan Keysa sebagai istrimu
hana
maafkan masih kurang puas thor crazy up nya🤭🤭🤭
hana: siap 🫡semangat ya thor👏💪
total 2 replies
MamDeyh
/Sweat/
Popy Ana
😭😭😭😭 key sedih aku key... usahamu berpisah dari Arga gagal total. Arga kamu menahan Keysa di sisimu saat kamu lupa ingatan dan berubah 180° dari sikap dan perlakuan kamu yg dulu . ya jelas lah Keysa gak mudah percaya..
apalagi Keysa sosok mandiri tangguh dan badass..
Popy Ana
yah ketahuan gagal dong Keysa kabur dari Arga 😏
Popy Ana
jangan sampai kecolongan lagi key..
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus Keysa jngn mau kalah sama Arga junjung tinggal harga dirimu biar Arga th kamu bkn wanita yg mdh di perdaya oleh apa yg Arga punya atau lakukan 😏😏💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ternyata gagal Keysa mengelabui Arga pdhl tinggal sedikit lg 😏👏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
semoga lancar Keysa saya doakan kamu bisa lepas dr Arga stlh itu kita liat perjuangan Arga untuk bisa meyakinkan kamu jd miliknya lg 😏😏
Popy Ana
aw aw aw... ada angin topan sepertinya yg mulai menggoyahkan pertahanan kedua sisi 🤭😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!