NovelToon NovelToon
Rindu Pelukanmu

Rindu Pelukanmu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Perjodohan / Romansa / Tamat
Popularitas:206.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erni sari

(Tahap Revisi)

Sepahit apapun kehidupan, pasti akan ku jalani walau penuh dengan air mata.
Sangat rumit, awal pernikahan yang di jalani oleh Annisa. Terpaksa harus menikah dengan lelaki kasar yang tidak mencintai nya.
Setelah mampu meluluhkan hati suami, Nisa kembali di terjang cobaan berat dengan penyakit yang di derita oleh Suaminya.

Mampu kah Nisa melewati itu semua?


Yuk, simak ceritanya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Sesampai nya di parkiran, tampak Bara tergesa-gesa melepaskan seat belt nya dengan benda pipih yang menempel di telinga kanannya.

Begitupun dengan Nisa, ia mengerutkan dahi nya dengan wajah penuh kekhawatiran. Apakah semua ada hubungan dengan Ayah mertuanya pikiran Nisa penuh dengan tanda tanya.

“Tuan Bara.” Panggil Nisa. Dengan langkah cepat Nisa mengekori suaminya.

Seketika Bara langsung menoleh, ia baru menyadari bahwa dirinya tidak datang sendiri.

“Astaga aku hampir saja lupa dengan wanita ini!” gerutu Bara.

“Kenapa kau lama sekali jalan? Cepat lah, kesehatan ayah sekarang sedang melemah! Dokter baru saja menghubungiku.”

“Ia, kamu terlalu cepat jalan nya. Aku gak bisa mengimbangi langkah mu,” protes Nisa dengan nafas yang naik turun.

“Cepat! banyak bicara! Pegang tangan ku.” Bara mengulurkan tangannya.

Tampak Nisa ragu menyambut tangan suaminya. Dengan cepat Bara menarik tangan istri dengan sedikit kasar.

“Lama sekali!” bentak nya.

Dengan susah payah Nisa mengimbangi langkah suami nya.

Hingga tiba di depan ruangan tempat dimana sang ayah mertuanya di rawat.

“Ayah..,” lirih Nisa melihat sang ayah mertua terbaring lemah. Terlihat ada seorang Dokter dan beberapa perawat yang baru saja memeriksa pak Burhan.

“Ada apa dengan Ayah?” tanya Nisa menatap Bara. Belum sempat Bara menjawab pertanyaan istrinya, pak Burhan mulai membuka matanya dan memanggil nama nya dengan suara yang hampir tak terdengar.

“Nisa..,” panggil nya.

“Iya Ayah, Ayah harus kuat ya, yakin kalau Ayah akan sembuh,” dengan mata yang berkaca kaca.

“Apa Bara sudah memperlakukan mu dengan baik?”

Blush..., pertanyaan sang ayah mertua membuat nya melirik sekilas wajah sang suami.

“Ayah, jangan pikirkan itu! Suamiku memperlakukan dengan baik ayah.” Senyum Nisa kepada ayah mertuanya, ingin rasanya ia mengatakan yang sebenar nya kepada ayah mertuanya. Namun, hal itu tidak mungkin melihat keadaan ayahnya saat ini.

Bara diam seribu bahasa duduk di samping ayahnya, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

“Ternyata ini, alasan kenapa suami ku tiba-tiba bersikap manis kepada ku,” batin Nisa. Air mata hampir saja menetes dengan cepat Nisa menghapus nya, agar tak terlihat oleh ayah mertuanya.

Tak lama, sebuah tangan yang sudah terlihat keriput menggenggam tangannya dengan lembut.

“Nak, jaga diri kamu baik-baik. Tolong rawat anak ku jika aku sudah tidak ada nanti.” Nada lembut.

“Ayah tidak boleh bicara seperti itu, ayah pasti sembuh.” Nada lembut saling menggenggam satu sama lain. Melihat ke akrabpan istri dan ayah nya, wajah Bara begitu murka, hingga ia berdiri menuju kamar mandi.

Nisa hendak bertanya, kemana suami nya akan pergi. Namun, di urungkan ketika melihat Bara menuju kamar mandi yang berada di ruangan. Lalu kembali fokus kepada ayah nya, melihat sang ayah mertua sudah terlihat menutup mata nya dan sedikit senyum di bibir nya. Bersamaan dengan alat berbunyi, dengan cepat dokter memeriksa nya kebetulan masih ada di ruangan tersebut.

Dengan wajah yang sendu, Dokter menggelengkan kepala nya menghadap Nisa.

“Ayah..,” panggil Nisa pelan hingga berulang kali, sambil memegang tangan ayahnya. Namun, tidak ada respon sama sekali bersamaan dengan bulir air yang mengalir di pipi mulusnya.

"Nona sabar ya, kami sudah berusaha semampu kami," ujar Dokter.

"Tolong periksa sekali lagi Dok," sahut Nisa dengan suara serak nya.

"Kenapa dengan Ayah ku?" suara nyaring Bara yang baru saja keluar dari kamar mandi,

Semua orang menoleh ke arah suara yang begitu lantang.

Bersambung..

1
Senajudifa
absen thor
Senajudifa
kecewa tp jgn anak dong jd sasaran
Senajudifa
siapa? erwinkh?
Senajudifa
ya gitu dong paman
Senajudifa
Nisa itu trauma
Senajudifa
knp sih nisa kok jd begitu
Senajudifa
mestix nisa jgn jutek jg dong keerwin
Senajudifa
kirain nikah sm erwin
Senajudifa
aduh br aj aku pikir bara bs sembuh kok malah meninggal sh thor😓😓 3 jagoan yatim piatu mampir
Senajudifa
apa bara bs sembuh
Senajudifa
nasibmu dion😓😓
Senajudifa
3 jagoan yatim piatu mampir thor
Senajudifa
kalau ragu jgn diteruskan dion
Senajudifa
aku baca waktu itu sampai bara pas lg skt
Senajudifa
syukurlh nisa ketemu jg sm nenekx
Senajudifa
lamanya aku tak pernah melipir kemari thor apa kbr?
Erni Sari: Alhamdulillah baik, authornya sedang dalam mode malas nulis. lagi sibuk real life.
total 1 replies
Tatik Wae
baca novel maraton sambil krj d rmh.. mau berhenti kog ketagihan krn critanya bgs...
Erni Sari: Makasih banyak kakak, sudah baca cerita aku. 🥰
total 1 replies
Nenieedesu
jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak dinovel aq kak dear Handana
Nenieedesu
nisa harus kuat
Nenieedesu
ini juga sudah aq favoritkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!