Persahabatan yang sudah terjalin selama 20 tahun antara Moetia dan Manda diambang kehancuran karena kehadiran seorang pria bernama Bagas.
Manda yang sudah mencintai Bagas sejak kuliah tidak mengetahui jika Bagas adalah atasan Moetia di kantor nya.
Dan saat Moetia mulai jatuh hati pada Bagas, dia baru tahu bahwa sahabatnya juga mencintainya
Lalu siapakah yang dicintai Bagas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Teman Lama
Sore harinya, Moetia mengantarkan Manda ke Bandara.
Manda memeluk Moetia sebelum dia pergi.
" Sampai ketemu lagi Moetia, aku akan sangat merindukan mu " ucap Manda
Moetia menarik dirinya dan mengusap lengan Manda
" Sampai jumpa, salam untuk ayah dan ibu mu! " seru Moetia
Manda mengangguk dan tersenyum. Setelah itu Manda pergi.
Moetia duduk di sebuah kursi panjang yang ada di ruang tunggu Bandara.
Moetia melihat seseorang yang sepertinya sangat familiar sedang mendekatinya.
" Moetia ya ? " tanya pria itu
Moetia membuka kaca matanya, lalu menyelipkan nya di rambutnya.
Moetia mengingat lagi siapa pria itu, dia mengangkat alisnya ketika mengingat siapa pria itu!
" Joni! " seru Moetia lalu mengulurkan tangannya
" Apa kabar? " tanya Moetia
Joni tersenyum lebar dan menyambut lembut uluran tangan Moetia.
" Kejutan Moetia, dulu kamu sama sekali tidak mau bersalaman dengan ku! " seru Joni
Moetia segera menarik tangan nya
" Benarkah? apa dulu aku benar-benar seperti itu? " tanya Moetia gugup
Joni malah semakin melebarkan senyumnya
" Itu benar Moetia, dan kamu selalu menghindari ku, aku sering bertanya-tanya pada diriku sendiri apa aku salah padamu, atau apa kamu begitu tidak menyukai ku hingga kamu selalu ingin menjauh saat aku mendekati mu? " tanya Joni
Moetia tersenyum kikuk
" Maaf kalau kamu merasa seperti itu Joni, aku sungguh tidak bermaksud membuat mu merasa begitu, hanya saja mungkin saat itu aku sangat tidak bisa bersosialisasi ! " bantah Moetia
" Tapi teman wanita mu banyak? " balas Joni
Moetia kembali tersenyum kikuk
" Oh, mungkin memang aku tidak pandai berteman dengan pria! " elak Moetia
Joni tertawa
" Ha ha ha seperti itu ya. Oh ya apa yang kamu lakukan disini? " tanya Joni
" Aku baru saja mengantarkan seorang teman, kamu sendiri? " tanya Moetia balik
" Aku baru di pindah tugaskan kemari, aku bekerja di salah satu perusahaan otomotif, bagaimana dengan mu, Moetia apakah kamu sudah menikah? " tanya Joni
Moetia sampai membulatkan matanya
" Hah, belum aku belum menikah " jawab Moetia agak tidak nyaman
Joni mengangguk dan tersenyum
" Begitu ya. Oh ya Moetia aku harus pergi dulu, aku harus mencari apartemen sebelum malam " seru Joni
" Baiklah " jawab Moetia singkat
Joni terlihat bingung melihat ponselnya, Moetia kembali menghampiri nya
" Apa ada masalah ? " tanya Moetia
" Tidak, ponsel ku baterainya lemah, aku rasa aku harus mencharger nya dulu disini ! " jawab Joni
" Di mobil ku bisa mencharger ponsel, bagaimana kalau aku sekalian mengantar mu mencari apartemen? " tawar Moetia
Joni menggelengkan kepalanya
" Kamu benar-benar sudah berubah Moetia " ucap Joni sambil tersenyum
Mereka berdua menuju ke parkiran mobil, Joni memasukkan kopernya ke bagasi mobil Moetia.
Mereka menyusuri jalanan di sore hari yang tenang.
" Apa perusahaan mu tidak menyiapkan rumah dinas? " tanya Moetia
" Ada, tapi terlalu jauh dari kantor, jadi aku rasa aku akan mencari apartemen dekat kantor saja " jawab Joni
" Di perusahaan mana kamu bekerja? " tanya Moetia
" Wiguna grup " sahut Joni
Moetia terkejut dan mengerem mendadak mobilnya membuat Joni kaget!
" Ada apa Moetia " tanya Joni cemas
Moetia menggeleng kan kepalanya berkali-kali
" Maaf Joni, aku hanya terkejut! " jawab Moetia
Moetia kembali melajukan mobilnya menuju kompleks apartemen di dekat perusahaan Wiguna grup.
Setelah sampai di depan komplek apartemen, Joni mencabut ponselnya
" Terimakasih Moetia, kapan-kapan aku akan mentraktir mu makan siang atau makan malam " seru Joni
Moetia ikut turun saat Joni akan mengambil kopernya dari bagasi.
" Kamu yakin akan dapatkan apartemen kosong disini? " tanya Moetia sedikit khawatir
Joni tersenyum
" Tenang saja Moetia, ada tiga apartemen disini, tidak mungkin kan? jika tidak ada yang kosong satu pun? " kekeh Joni
" Baiklah, Joni berikan ponselmu ! " seru Moetia
Joni memberikan ponsel nya pada Moetia lalu memasukkan nomer Moetia ke dalam nya.
Moetia menyerahkan kembali ponsel Joni padanya.
" Jika butuh bantuan, kamu bisa menghubungi ku " seri Moetia
Dan membuat Joni terkekeh
" Apa ini benar Moetia Tamara gadis pendiam di sekolah itu? " kekeh Joni
Moetia hanya tersenyum
" Setiap orang bisa berubah Joni " seru Moetia lalu masuk ke mobilnya dan pergi
Joni melihat kepergian Moetia
' Apa perasaan mu dulu juga berubah, Moetia? ' batin Joni
Sementara itu di kantor Bagas
Reno sudah kelimpungan mencari Bagas, dari pagi dia menghilang dan tidak bisa di hubungi.
Sementara dokumen sudah sangat menumpuk menunggu tanda tangan Bagas.
Reno duduk di kursi nya dan memijit pelipisnya
" Ya Tuhan, kenapa Bagas selalu bermasalah dengan yang namanya cinta? untung saja aku tidak pernah jatuh cinta jadi aku tidak akan menyusahkan orang lain seperti dia " gerutu Reno
Sementara Bagas malah sedang menyendiri di sebuah pulau pribadinya yang jauh dari kota.
Bagas menghabiskan waktunya merenung menatap luasnya lautan.
Sementara itu di rumah Moetia.
Moetia pulang dan menghampiri ibunya yang sedang menyiapkan makan malam.
" Sudah pulang nak? bagaimana Manda? " tanya Soraya
" Mungkin satu jam lagi dia akan menelpon ma" jawab Moetia
" Baiklah, mama tadi sudah telpon ibunya dan minta maaf atas kecelakaan kecil yang menimpa kaki Manda " kata Soraya
Moetia mengangguk
" Iya ma, kita makan malam apa ma? " tanya Moetia
" Ini sayang, papa kamu tadi pagi bilang mau makan sambal udang, jadi mama masak itu sekarang " sahut Soraya
Moetia tersenyum senang
" Asik, pasti enak " sahut nya cepat
Membuat Soraya tertawa melihat tingkah Moetia.
Setelah makan malam, Moetia kembali ke kamarnya dan memeriksa ponsel nya.
Moetia mulai mengingat Bagas, kemarin dia memblok nomer Bagas, dan sekarang dia putuskan untuk membukanya.
Moetia membuka blokiran nomer Bagas, dia menghela nafas nya panjang.
Dan dia juga ingat telah memblok nomer Reno, dia juga membuka blokiran nomer Reno.
Baru saja dia letakkan ponselnya di atas kasur, ponselnya berdering dan ada nama Reno di sana.
" Halo " sapa Moetia malas
" Halo Moetia, akhirnya aku bisa menghubungimu, tolong aku Moetia " seru Reno bicara dengan sangat cepat
" Bicaralah perlahan pak Reno " kata Moetia
" Berhentilah memanggilku pak, aku ingin meminta bantuan mu Moetia, Bagas menghilang " seru Reno
Moetia terkejut
" Bagas menghilang, jangan bercanda Reno. Dia sudah dewasa Reno, mungkin sekarang dia sedang liburan, kenapa kamu pikir dia menghilang? " tanya Moetia
" Moetia, dia pergi dan tidak bisa dihubungi setelah menghancurkan setengah dari rumah ku " kesal Reno
Moetia terlihat cemas
" Benarkah? " tanya Moetia cemas
" Aku serius Moetia! " jawab Reno
" Baiklah, aku akan coba menghubunginya " jawab Moetia lalu memutuskan panggilan teleponnya.
Moetia masih ragu untuk menghubungi Bagas. Tapi mengingat apa yang tadi dikatakan Reno, dia jadi khawatir.
Moetia menelpon Bagas, telponnya terhubung dan...
" Halo Moetia " seru Bagas
" Halo Bagas, kamu dimana? " tanya Moetia sambil menggenggam erat ponselnya
Smga jg bagus sprti ke 3 novel yg sdh ak baca 😊
♥️
⭐⭐⭐⭐⭐