Bukan novel yang update harian yah.
Silahkan baca dan jangan lupa kasih komentar dan likenya biar author semangat buat nulis episode selanjutnya.
Novel apakah ini?
Ini adalah novel yang pemeran utamanya seorang laki-laki kaya raya yang pekerjaannya seorang CEO di perusahaan terbesar di ASIA. Memiliki saham dimana-mana dan perusahaan nya menyebar diseluruh negeri juga. Sementara pemeran wanitanya adalah gadis muda yang lahir dari keluarga kurang mampu, sekaligus dia harus menjadi tulang punggung orang tuanya karena memang ayahnya telah meninggal sejak dia berumur 15 tahun . Dia sekarang harus kuliah sambil bekerja.
Mungkin ada kemiripan dengan novel lainnya. Tapi memang aku ingin pemeran laki-lakinya seorang laki-laki terkaya dan bersifat dingin, cuek sekaligus arogan.
Jika kalian tertarik baca bagian prolog kalau masih tertarik lanjut sampai end yah.
Jangan lupa author menunggu komentar
Positifnya yah. Buat memotivasi author biar tambah semangat lagi .
Salam kenal dariku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JBlack, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sungguh Menyebalkan
Keduanya pun menaiki tangga dan berjalan menuju kamarnya. Kevin membuka pintu dulu dan diikuti Adel dibelakangnya untuk memasuki kamar itu.
Lalu Kevin merebahkan badannya ke ranjang sedangkan Adel meletakkan barang belanjaannya ke sofa dan ia langsung ke kamar mandi untuk mandi.
Setelah ia mandi Adel baru teringat bahwa ia tak membawa pakaian ganti dan handuk.
“astaga, bodohnya dirimu del bagaimana bisa lupa bawa sih.” Berbicara sambil menepuk jidatnya sendiri dengan salah satu tangannya.
Dan akhirnya Adel mencoba melihat situasi kamar, Kevin tidur atau keluar kamar. Adel mengeluarkan sedikit kepalanya dan terlihat Kevin sedang memainkan handphone miliknya diatas ranjang.
“Bagaimana ini. Hufttt apa aku harus meminta tolong padanya kan malu.” Sambil mengacak-acak rambutnya sendiri
“Tapi kalau aku berlama-lama disini aku juga bisa mati kedinginan, bagaimana ini.” Adel bergumam sambil jongkok di dalam kamar mandi.
“Masa bodo ah, daripada aku mati disini mending minta tolong .”
“Vin kevin.” Adel berteriak sedikit sambil mengeluarkan sedikit kepalanya dipintu.
“hmmmm.” Saut Kevin
“Aku mau minta tolong padamu.” Suara Adel pelan karena memang dia sudah mulai kedinginan
“Hmmmm.” Jawab Kevin lagi
“Jawabanmu sungguh menyebalkan vin. Aku disini mau minta bantuanmu kalau tidak aku bisa mati kedinginan. “teriak Adel dengan terisak
Setelah mendengarkan suara Adel, Kevin segera bangun dan menghampiri Adel di depan pintu kamar mandi. Terlihat Wajah dan kepala Adel saja disana yang sudah sedikit pucat.
“Kau kenapa ha? Ada apa ?.” wajah Kevin mulai panik
“Aku lupa tak membawa handuk dan pakaian ku. Tolong ambilkan handuk aku kedinginan disini.” Suara Adel pelan karena dia hampir menangis
Kevin lari ke arah tempat handuk dan langsung memberikannya pada Adel. Adel langsung memakainya tapi ketika ia mau keluar ia melihat kevin juga sedang menunggunya didepan kamar mandi.
“Mmm vin bisakah kau menutup matamu.” Perintah Adel
“Hah.. Untuk apa aku menutup mataku.” Jawab Kevin kesal
“Aku mau keluar dan memakai pakaian.”
“Ya keluarlah sekarang.” Ketus Kevin
“Ya kamu cepet tutup mata.” Adel kesal
“Apa hubungannya tutup mataku dengan kau segera keluar dan memakai pakaianmu.” Suara Kevin meninggi
“Aku hanya memakai handuk saja loh , malu. “ Jawab Adel pelan
Karena Kevin takut Adel akan kedinginan maka ia mengalah dan ia menutup matanya.
“Keluarlah mataku sudah kututup.” Perintah Kevin
Adel keluar sambil melihat ke arah Kevin. Ia menghampiri lemari dan mencari pakaiannya. Ketika Adel sedang sibuk mencari pakaiannya akhirnya kevin membuka matanya sedikit.
Terlihat leher jenjang Adel yang putih dan indah. Hingga kaki tegak adel yang mulus. Kevin menelan salivanya nya secara paksa. Sepertinya birahinya mulai naik dan badannya terasa panas. Rasanya ingin menerkam Adel sekarang juga.
Kevin mencoba tarik nafas dan dikeluarkan agar birahinya menurun tapi bukan menurun malah semakin muncak.
“Shitt aku juga lelaki normal, jika melihat pemandangan seperti ini aku juga tertarik.” Gumam kevin dalam hati
Karena Kevin sudah tak kuasa akhirnya ia langsung menghampiri Adel dan memeluknya.
“Aaaaaa.. Apa yang kau lakukan vin lepaskan. “ teriak Adel sambil ia berusaha melepas tangan kevin
“Diamlah sebentar seperti ini. “ jawab Kevin pelan di telinga Adel
Karena suara Kevin, Adel merasa tegang dan panas dalam dirinya ia merasakan ada sesuatu yang mengganjal dibawah sana. Tapi ia memilih diam.
Nafas kevin menerpa ke area leher jenjang Adel yang membuat pemiliknya bergidik dan tegang.
5 menit kemudian..
“Lain kali kau jangan lupa membawa pakaianmu ke kamar mandi.” Kata Kevin sambil melepas pelukannya.
“Memangnya kenapa? “ jawab Adel sebal sambil menoleh ke arah Kevin.
“Ya aku pria normal, jika kau berpenampilan seperti ini didepanku bisa-bisa aku meminta hak ku padamu.” Gerutu Kevin
“Kan tadi aku sudah menyuruhmu menutup mata. Biar kau tak melihatku seperti ini. “ bentak Adel
“Cepetan pakai pakaianmu jika tidak aku meminta sekarang hak ku.” Kata kevin sambil meninggalkan Adel dan berjalan ke balkon kamar.
“huh sungguh kau menyebalkan sekali. Suruh siapa kau membuka mata dan sekarang kau sendiri yang ngomel padaku.” Gerutu Adel dalam hati