NovelToon NovelToon
Posesif Bagas

Posesif Bagas

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Posesif
Popularitas:787
Nilai: 5
Nama Author: Safira Maulidah salsabila

Semuanya bermula dari sebuah kejadian yang sama sekali tidak pernah ia rencanakan.

Tinggal di panti asuhan membuat gadis itu terbiasa menjalani hidup sederhana,Jauh dari kata kemewahan,Namun satu hal yang selalu berhasil membuatnya tersenyum adalah kelinci kesayangannya.

Hingga suatu hari,Kelinci itu tiba-tiba kabur.

Tanpa berpikir panjang,Ayla berlari mengejarnya hingga keluar ke jalan raya,Karena terlalu fokus mengejar,ayla tak menyadari sebuah motor melaju ke arahnya.

Brak!

Dalam hitungan detik,Hidupnya seolah berubah.

Beruntung,Seseorang datang menolongnya sebelum keadaan menjadi lebih buruk,Pertemuan yang awalnya hanya sebuah ketidaksengajaan itu ternyata menjadi awal dari kisah yang jauh lebih besar.

Siapa sebenarnya lelaki yang menolongnya?

Dan apakah setelah pertemuan itu,Takdir seolah terus mempertemukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira Maulidah salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Sudah satu minggu ayla dan bagas putus dan selama itu ayla tidak melihat bagas disekolah,Awalnya ayla berpikir mungkin hanya kebetulan,Namun hari demi hari berlalu bagas tidak ada kabar,Tidak ada pesan dan Tidak ada apa-apa.

Di kelas ayla duduk diam,Tangannya memegang pulpen tapi tidak menulis apa-apa.

Rina melirik pelan.

"Ayla."

Tidak ada respon.

Salsa ikut mencondongkan badan.

"Udah seminggu,loh."

Ayla hanya mengangguk kecil.

Tiba-tiba

ponsel Ayla bergetar,Layar menyala.

Tertera nama panggilan"Mama bagas"Ayla langsung menegang,Jantungnya berdegup lebih cepat.

Rina melirik.

"Siapa?."

Ayla menelan ludah.

"Mamanya bagas."

Salsa langsung kaget.

"Angkat!."

Ayla ragu beberapa detik,Lalu mengangkat telepon itu.

"Halo,Tante."

Di seberang suara lembut,tapi terdengar lelah.

"Ayla."

Ayla langsung menunduk.

"Iya,Tante."

"Ayla lagi di sekolah?."

"Iya."

Hening sebentar.

"Tante minta tolong,Kamu bisa ke rumah sekarang?."

Ayla langsung terdiam.

"sekarang,Tante?."

"Iya,Nanti tante yang minta izin ke gurumu."

Nada suara itu berubah,Lebih berat.

"Bagas dari seminggu ini nggak mau keluar kamar."

Jantung ayla seperti berhenti sesaat.

"Dia juga nggak mau sekolah,nggak mau makan yang benar."

Ayla menggenggam ponselnya erat.

"Dia berubah banget,Ayla."

"Tante nggak tahu harus gimana lagi."

Hening.

"Kamu bisa ke sini?."

Beberapa detik,Ayla menutup matanya,Air matanya mulai jatuh lagi.

"iya,Tante,Ayla ke sana sekarang."

Tak lama kemudian,Ayla berdiri dari kursinya.

Rina langsung bangkit.

"Ada apa?."

Ayla mengambil tasnya cepat.

"Aku harus ke rumah Bagas sekarang."

Salsa langsung kaget.

"Sekarang?!."

Ayla mengangguk.

"Iya."

Tanpa banyak penjelasan ayla langsung keluar kelas,Perjalanan terasa lebih panjang dari biasanya,Setiap detik dipenuhi rasa bersalah,Kata-kata bagas kembali terngiang.

"Aku lebih nyesel kalau kamu pergi kayak gini."

Air mata ayla jatuh lagi.

"Aku salah."

Beberapa saat kemudian,Ayla berdiri di depan rumah bagas,Rumah besar itu terlihat lebih sepi dari biasanya,Pintu terbuka,Mama bagas sudah menunggu.

"Ayla"

Ayla langsung menunduk.

"Maaf,Tante"

Mama bagas menggeleng pelan.

"Tidak apa-apa yang penting kamu datang."

Namun dari wajahnya terlihat jelas kekhawatiran yang dalam.

"Ayo ikut tante."

Mereka berjalan masuk,Suasana rumah terasa sunyi,Tidak ada suara dan tidak ada tawa.

Sampai di depan sebuah pintu kamar,Mama bagas berhenti.

"Dari seminggu lalu dia di dalam terus."

Ayla menahan napas.

"Kadang tante panggil tapi dia nggak jawab."

Tangannya mulai gemetar,Mama bagas menatap ayla.

"mungkin dia mau denger kamu."

Ayla perlahan mengangguk,Lalu

mengetuk pintu.

Tok tok tok!

Tidak ada jawaban.

Ayla mencoba lagi.

"Bagas"Suaranya bergetar.

"Ini aku."

Hening.

Perlahan ayla membuka sedikit dan saat pintu terbuka bau pengap langsung terasa,Kamar itu sangat berantakan,Baju berserakan,Botol minum kosong di lantai,Tirai tertutup dan cahaya redup.

Di atas tempat tidur bagas duduk membelakangi pintu,Diam dan tidak bergerak.

Ayla berdiri di ambang pintu,Matanya langsung berkaca-kaca.

"Bagas."

Tidak ada respon.

Ayla melangkah masuk perlahan,Setiap langkah terasa berat.

"Maaf."

Bagas tetap diam.

Ayla semakin dekat,Air matanya jatuh.

"Maaf aku nggak seharusnya ngomong kayak gitu."

Hening.

Beberapa detik kemudian akhirnya bagas bicara,Tanpa menoleh dan Suaranya pelan,Tapi dingin.

"Kenapa kamu ke sini?."

Ayla langsung terdiam,Dadanya sesak.

"Kalau cuma mau minta maaf mending nggak usah."

Ayla gemetar.

"Bukan itu."

Hening.

Ayla menarik napas,lalu berucap pelan.

"Aku kangen kamu."

Beberapa saat.

Tak ada jawaban Lalu bagas tersenyum tipis,Bukan senyum hangat,lebih ke arah pahit.

"Kangen?."

"Kangen tapi mutusin?"Nada suaranya tenang,Tapi tajam.

Ayla menunduk,Jarinya saling mencengkeram.

"Aku salah."

"Baru sadar sekarang?"Bagas sedikit menoleh.

Ayla melangkah pelan.

"Aku nggak pernah niat ninggalin kamu."

"Cukup."Bagas langsung memotong.

Ayla terdiam.

"Kalau emang nggak niat ninggalin aku."

suara bagas rendah.

"Kamu nggak bakal bilang putus waktu itu."

Air mata ayla jatuh lagi.

"Aku lagi nggak bisa mikir."

Bagas berdiri.

Saat bagas menghadap ayla langsung terpaku,Wajahnya lelah,Matanya merah dan kosong.

"Kamu tau nggak aku ngelewatin apa aja?."

Ayla tidak bisa menjawab.

"Aku nunggu setiap hari sku kira kamu bakal balik atau minimal jelasin."

Ayla mulai menangis lagi.

"Tapi yang aku dapet"

Bagas tertawa kecil.

"Nggak ada apa-apa."

Hening.

"Aku sampai mikir,Apa aku yang terlalu serius."

"Enggak!"Ayla langsung menjawab.

"Aku juga serius!."

"Kalau serius."

Bagas menatap tajam.

"Kamu nggak bakal gampang denger omongan orang lain."

Ayla langsung terdiam.

"Siapa yang ngomong ke kamu?."

Ayla menegang.

"Jujur aja."

Ayla menunduk dalam.

"Keisha kan?."

Ayla langsung terdiam.

Bagas tertawa pahit.

"Aku udah tebak."

"Dia bilang kamu nggak cocok sama aku?."

Ayla tetap diam

"Dia juga bilang kamu cuma anak panti?."

Ayla lagi-lagi diam.

Hening.

Bagas menarik napas dalam,Menahan emosi.

"Dan kamu percaya itu semua?."

Ayla tidak menjawab.

"Jawab, Ayla."

"A-aku takut."

"Takut apa?."

"Takut kamu nyesel."

Hening.

Bagas langsung menggeleng pelan,Tidak percaya.

"Aku cuma nggak mau jadi alasan kamu nyesel"

"Yang bikin aku nyesel itu"

Bagas menatapnya dalam.

"Kehilangan kamu dengan cara kayak gini."

Ayla langsung terdiam.

Hening.

"Hebat."Suaranya dingin.

"Sumpah,Hebat banget cara mikir kamu."

"Jangan gitu."

"Terus harus gimana?!."Suara bagas langsung naik lagi.

"Aku udah bilang dari awal-AKU PILIH KAMU!."

Ayla terdiam.

"Tapi kamu malah milih buat pergi."

Hening.

Ayla mencoba mendekat lagi,Tangannya perlahan ingin menyentuh bagas.

Namun,Bagas mundur sedikit.

"Jangan sentuh aku."

Ayla langsung berhenti.

"Aku masih marah"

Suaranya pelan.

Ayla mengangguk pelan.

"Aku tahu"

"Tapi yang lebih parah"

Bagas menatapnya dalam.

"Aku kecewa."

Air mata ayla jatuh tanpa henti.

"Aku kira."

lanjutnya pelan,

"Kamu bakal percaya aku."

Ayla menggigit bibirnya.

"Maaf."

Bagas terdiam dan Menarik napas panjang.

"Sekarang aku nggak butuh janji apa-apa."

Ayla menatapnya.

"Cukup jangan ulangin lagi."

Ayla langsung mengangguk cepat.

"Iya aku nggak akan."

"Bener?."

"Iya."

Hening.

Bagas menatapnya lama,Masih ada ragu,Tapi tidak lagi sejauh tadi,Bagas menghela napas pelan.

Hening.

Kali ini bagas tidak menjauh Meskipun jarak masih ada namun tidak lagi sedingin sebelumnya dan perlahan rasa yang sempat retak itu mulai menemukan jalannya kembali.

Hening.

Waktu seolah berhenti.

Bagas menatap lama Ayla,Tatapan itu masih penuh sisa kecewa,Tapi tidak lagi setajam sebelumnya,bagas menutup matanya sejenak,Seolah menahan sesuatu yang selama ini dipendam,Dan tanpa banyak kata bagas menarik ayla ke dalam pelukannya.

Ayla langsung terkejut,Namun detik berikutnya ayla membalas pelukan itu erat,Tangisnya pecah,Lebih keras dari sebelumnya.

"Maaf,Maaf"

Bagas memejamkan mata,Tangannya mengerat,Seolah takut kehilangan lagi.

"Jangan gitu lagi"bisik bagas pelan,Suara yang akhirnya jujur.

Ayla mengangguk di dalam pelukan itu.

"Iya,aku janji."

Hening.

Beberapa detik,Menjadi menit.

Semua emosi yang tertahan selama seminggu akhirnya luruh di pelukan,Bagas perlahan mengusap rambut ayla,Masih memeluknya.

"Jangan dengerin orang lain lagi."

Ayla mengangguk.

"Enggak aku cuma denger kamu sekarang."

Bagas sedikit menjauh,Menatap wajah ayla,Matanya masih merah.

"Serius?."

Ayla mengangguk.

Hening.

Bagas menghela napas pelan,Lalu untuk pertama kalinya sejak semua ini terjadi bagas tersenyum kecil.

Ayla ikut tersenyum di sela air matanya.

"Balikan ya"bisik ayla pelan.

Bagas menatapnya sebentar,Lalu mengangguk.

"Hmm."

Ayla langsung memeluknya lagi,Kali ini lebih erat dan Lebih hangat.

Dan di dalam kamar itu dua hati yang sempat retak itu akhirnya kembali utuh,Pelukan itu perlahan terlepas,Namun jarak di antara mereka kini sudah berbeda,Tidak lagi dingin.

Ayla mengusap sisa air matanya,Lalu menatap sekitar kamar sangat berantakan,Ayla menghela napas pelan.

"Udah makan belum?."

Bagas menggeleng,Belum menjawab,Tapi jelas terlihat.

Ayla menatapnya.

"Aku ambilin ya."

Bagas diam beberapa detik,Lalu pelan.

"Nggak usah."

Ayla langsung menggeleng.

"Harus."

Nada suaranya lembut,Tapi tegas,Tanpa menunggu jawaban ayla keluar sebentar.

Beberapa menit kemudian ayla kembali Membawa nampan makanan.

Ayla duduk di samping bagas,Mengambil sendok.

"Buka mulut."

Bagas menatapnya Sedikit heran.

"aku bisa sendiri."

Ayla menggeleng kecil.

"Sekali ini aja."

Hening.

Bagas akhirnya mengalah,Perlahan membuka mulut.

Ayla menyuapinya dengan pelan dan hati-hati.

Suasana kamar berubah,Lebih tenang dan lebih hangat.

Beberapa suapan berlalu,Suapan berikutnya Dan berikutnya.

Sampai akhirnya makanan itu habis.

Ayla tersenyum kecil.

"Nah,Gitu dong."

Bagas menghela napas pelan,Untuk pertama kalinya wajahnya terlihat sedikit lebih hidup.

Ayla berdiri,Mengambil piring,Lalu melihat lagi kondisi kamar.

"Aku bersihin ya."

Baru saja ayla berbalik tangannya ditarik bagas,Ayla terkejut.

Tubuhnya sedikit terdorong kembali dan bagas memeluknya dari belakang.

"Jangan."

Ayla terdiam.

"Kamarnya berantakan."

Pelukan itu mengerat.

"Biar bibi aja nanti."

Suara Bagas pelan,Tapi jelas.

Ayla menahan napas.

"Aku nggak mau kamu capek."

Hening.

Ayla perlahan menurunkan tangannya.

"Aku nggak capek."

Bagas menggeleng pelan di pundaknya.

"Tapi aku nggak mau."

Ayla tersenyum kecil.

Beberapa detik mereka diam,Bagas masih memeluknya dan Tidak ingin melepas Seolah takut ayla benar-benar pergi lagi ayla akhirnya membalas pelukan itu dan memegang tangan bagas yang melingkar di pinggangnya.

"Aku nggak ke mana-mana"bisik ayla pelan.

Bagas memejamkan mata.

"Jangan tinggalin aku lagi."

Ayla mengangguk.

"Iya."

Hening.

Di kamar yang tadi terasa gelap dan berantakan perlahan suasananya berubah bukan karena kamarnya sudah rapi tapi karena orang di dalamnya sudah tidak lagi sendiri.

Berikut lanjutannya dengan suasana tetap hangat,tenang, dan penuh rasa nyaman.

Hening.

Pelukan itu masih berlangsung,Tidak ada yang ingin melepas.

Ayla sedikit memiringkan kepalanya.

"Bagas."

"Hmm."

"Tiduran dikasur ya."

Suara Ayla pelan.

Bagas tidak langsung menjawab,Namun pelukannya tidak mengendur.

Beberapa detik kemudian bagas mengangguk kecil.

Tanpa banyak kata bagas langsung mengangkat tubuh ayla.

Ayla terkejut,Refleks memegang bahu bagas.

"Bagas."

Bagas tidak menjawab,Hanya menatapnya sebentar,Tatapan yang lebih lembut dari sebelumnya,Dengan pelan bagas membawa ayla ke arah kasur,Langkahnya tidak cepat,Seolah tidak ingin momen itu berakhir,Sampai di tepi tempat tidur bagas menurunkan ayla perlahan dan Hati-hati.

Ayla masih menatapnya,Sedikit canggung,Namun hangat.

Bagas ikut naik ke kasur,Berbaring menghadap ayla.

Jarak mereka sangat dekat dan hanya beberapa senti.

Perlahan bagas menarik ayla ke dalam pelukannya lagi.

Ayla langsung mendekat dan menyandarkan kepalanya di dada bagas.

Degup jantung itu terasa jelas.

Hening.

Tangan bagas mengusap pelan punggung ayla.

Ayla memejamkan mata,Untuk pertama kalinya sejak seminggu itu ayla merasa benar-benar lega.

"Bagas"

bisiknya pelan.

"Iya."

"Makasih ya,masih nerima aku."

Bagas diam sebentar.

"jangan bikin aku ngerasain itu lagi."

Ayla mengangguk di dadanya.

"Iya nggak akan."

Hening.

Beberapa menit berlalu.

Suasana kamar tetap berantakan,Tirai masih tertutup,Namun rasanya tidak lagi sesak.

Bagas mempererat pelukannya sedikit,Seolah memastikan ayla benar-benar ada.

Ayla juga memeluk balik dan tidak ingin lepas.

Perlahan napas mereka mulai teratur Lelah,Emosi dan tangisan,Semuanya akhirnya reda.

Di tengah keheningan itu mereka tertidur,Masih saling berpelukan,Seolah dunia di luar tidak penting lagi,Yang ada hanya mereka berdua Dan rasa yang akhirnya kembali utuh.

1
Citra bella Suteja
ayla teralalu lemah ngga bisa tegas ngga berani melawan,,,
Lisa
Ceritanya bagus Kak
Lisa
Aku mampir Kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!