NovelToon NovelToon
Setelah Kata Usai

Setelah Kata Usai

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Menikah dengan Kerabat Mantan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:226
Nilai: 5
Nama Author: Fahri Sohil Munawar

Beberapa hubungan berakhir bukan karena rasa cinta yang pudar, melainkan karena rahasia yang terlalu berat untuk dipikul sendirian.
​Diputus sepihak oleh Putri membuat Alex terjebak dalam labirin pertanyaan tanpa jawaban. Rasa patah hati membawanya pada titik terendah, memaksa Alex merangkak bangkit dan menata ulang takdirnya lewat kata demi kata yang ia tulis.
​Kehadiran Syafa seperti cahaya senja yang tenang—menghangatkan hatinya yang beku dan membantunya menyembuhkan luka. Namun, saat batas antara masa lalu dan masa depan semakin kabur, Alex dihadapkan pada kenyataan pahit yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.
​"Setelah Kata Usai" adalah perjalanan emosional tentang bagaimana menyembuhkan diri dari pengkhianatan, memahami arti melepaskan, dan menemukan cinta sejati di tempat yang paling tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fahri Sohil Munawar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 16 apakah ini Cinta?

Saat sedang asyik menjalankan pekerjaannya, dua teman Alex yaitu Umam dan Andre menghampiri toko tempat Alex bekerja.

​"Woii!" teriak Umam sambil menepuk etalase. Kebiasaan Umam mengejutkan Alex seperti ini memang sudah menjadi hal yang lumrah.

​"Bisa enggak sih datang tuh yang santun? Salam atau gimana gitu. Ngagetin mulu dah, bikin orang jantungan aja," ucap Alex dengan nada kesal kepada Umam.

​"Bodo," balas Umam dengan raut wajah yang menyebalkan.

​"Lex, sudah lama lo kerja di sini?" tanya Andre memotong interaksi mereka.

​"Baru semingguan kayaknya. Namanya juga cari uang tambahan, Ndre," jawab Alex. "Duduk dulu, Ndre. Dan buat lo... terserah," lanjut Alex sambil menunjuk Umam dengan nada bercanda.

​"Eh Lex, kok Putri makin romantis aja tuh kalau dilihat-lihat sama si Marko?" celoteh Umam tiba-tiba.

​Mendengar pertanyaan tersebut, Alex berusaha tetap tegar di depan kedua temannya.

​"Yaelah, baru juga satu bulan. Maklum lah, Mam, hubungan baru lagi romantis-romantisnya," sahut Alex santai.

​"Lo gimana? Masih ada rasa berharap Putri kembali?" tanya Andre hati-hati.

​"Ya gimana ya, namanya juga hubungan udah lama terus berakhir, pasti rasa berharap itu masih ada. Tapi ya sudahlah, gue juga perlahan lagi berusaha ngelupain dia kok," ujar Alex jujur.

​"Terus lo sama Syafa gimana?" tutur Umam yang penasaran apakah ada hubungan spesial di antara mereka.

​"Enggak, enggak ada hubungan apa-apa gue sama dia," tegas Alex.

​"Tapi lo suka, kan?" cecar Umam lagi.

​"Ya siapa sih yang enggak suka? Tapi kayaknya enggak cocok deh."

​"Lah, kata siapa? Kalau ternyata dia suka sama lo gimana?" balas Umam tak mau kalah.

​Alex hanya mengangkat kedua bahunya. Sebenarnya Alex menyukai Syafa, tetapi ia merasa tidak pantas bersanding dengan sosok yang religius, sementara dirinya merasa masih jauh dari Tuhan.

​Di tengah obrolan mereka bertiga, ponsel Alex berdering. Sebuah panggilan masuk dari wanita yang baru saja mereka bicarakan: Syafa.

​"Siapa tuh? Tumben ada yang nelpon," ucap Umam kaget karena jarang sekali melihat ponsel Alex berdering.

​"Sut! Diem," bisik Alex memberi isyarat. Ia lalu menggeser layar untuk mengangkat panggilan. "Halo, Fa?"

​"Lex, gimana? Bisa?" tanya Syafa dari ujung telepon.

​"Boleh. Sekarang? Emang kamu udah pulang?" tanya Alex.

​"Sebentar lagi. Lo langsung OTW aja ke sini," tutur Syafa.

​"Oke, aku OTW ya."

​Setelah telepon dimatikan, kedua temannya langsung melirik tajam ke arah Alex.

​"Apaan?" tanya Alex menyadari tatapan mereka.

​"Cie, asmara baru nih!" goda Umam.

​Namun Andre menepuk bahu Alex pelan dan memberi pesan serius. "Tapi gue titip aja ya, Lex. Jangan jadiin Syafa bahan pelampiasan lo. Jangan jadiin dia cuma buat alat ngelupain Putri."

​"Sut, diem lo semua! Mending lo berdua pergi dah, gue mau jemput nih cewek, hehehe," potong Alex mengalihkan rasa canggungnya.

​"Njir, udah main jemput-jemputan aja," gumam Umam heran. Namun dalam hati ia memaklumi, dengan paras tampan seperti Alex, tentu mudah menarik perhatian perempuan.

​"Ya udah, gue pamit ya. Jangan lupa pajaknya kalau jadian!" seru Andre sambil tertawa.

​Mereka pun berpisah. Alex bersiap-siap untuk menjemput Syafa. Entah mengapa, sejak obrolan bersama kedua temannya tadi, Alex merasakan getaran cinta untuk Syafa. Namun di satu sisi, ia masih bingung: apakah perasaan ini murni karena ia jatuh cinta, atau sekadar caranya melupakan masa lalu?

​Sesampainya di kampus, Alex menunggu di area parkiran. Tak lama kemudian, Syafa muncul dari lorong koridor bersama teman-temannya. Mereka berjalan menghampiri Alex yang berdiri sendirian di dekat motor.

​"Asyik, sekarang Syafa udah ada yang jemput nih! Apakah... apakah...?" goda salah satu teman Syafa yang berjalan di sampingnya.

​"Husstt, diem! Aku cuma temenan aja kok. Ya enggak, Lex?" Syafa mengalihkan pandangan sambil menatap Alex.

​"Eh, iya... iya, gue cuma temenan aja kok," sahut Alex kaget karena mendadak dilempar pertanyaan seperti itu.

​"Ya udah, gue pamit ya, Fa. Kabarin kalau udah nyampe rumah. Dan buat lo..." Teman Syafa menunjuk Alex dengan nada mengancam namun bercanda, "jagain Syafa! Awas kalau dia sampai kegores sedikit pun!"

​Ancaman itu sontak membuat Alex salah tingkah.

​"Apaan sih! Ya udah sana-sana," seru Syafa mengusir temannya. Wajah Syafa sendiri mulai memerah karena malu.

​Setelah teman-temannya menjauh, Alex menyodorkan helm ke arah Syafa.

​"Nih, pakai."

​Syafa menerima helm tersebut dan mencoba memasangnya. Namun, ia terlihat kesulitan mengunci tali helmnya. Melihat itu, Alex secara refleks membantu memasangkan tali helm Syafa.

​"Sini, sini..." ujar Alex polos sambil merekatkan penguncinya.

​Syafa terdiam di tempat, menatap Alex dari jarak yang sangat dekat dengan helaan napas tertahan.

​Menyadari tindakannya, Alex mendadak panik dan menarik tangannya kembali. "Eh, sorry-sorry!" ucap Alex spontan. Ia tersadar bahwa kebiasaannya yang perhatian secara agresif itu dulu sering ia lakukan kepada Putri.

​"Eh, iya... aman aja kok," balas Syafa pelan, berusaha bersikap biasa saja.

​Syafa kemudian naik ke jok belakang motor Alex. Setelah posisinya nyaman, Alex sedikit menoleh.

​"Mau langsung pulang atau jalan-jalan dulu?" tanya Alex.

​Mendengar tawaran itu, Syafa kembali tersipu. "Jalan-jalan dulu juga ayo," jawabnya halus.

​Motor pun melaju menembus jalanan kota. Di sepanjang perjalanan, kebahagiaan sederhana membungkus mereka berdua. Dan tanpa disadari, saat motor berakselerasi di tengah keramaian, jemari Syafa perlahan melingkar, berpegangan erat pada tubuh Alex.

1
Putry Chan
deskripsi terlalu bertele-tele, belum nyambung.
judul dan tagar tidak nyambung " dusta yang sempurna" tema balas dendam, romansa fantasi tapi deskripsi nya hanya berbicara putus cinta dan trauma tidak ada unsur kebohongan, fantasi, atau persaingan.
tidak memancing penasaran.
kurang emosi yang terasa

dan cover tulisan belum menyatu
kurang memikat mata
belum ada menggambar isi cerita
Fahri Sohil Munawar: terimakasih kak atas sarannya akan saya perbaiki terimakasih mohon bimbingannya
total 1 replies
Anisa Nur Afifah
lanjut kakk
Fahri Sohil Munawar: makasih kak sudah mampir 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!