NovelToon NovelToon
Legenda Teratai Es Abadi

Legenda Teratai Es Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Di Benua Shenzhou yang dipenuhi oleh energi spiritual (Qi), hukum rimba berlaku: yang kuat dihormati, yang lemah diinjak-injak. Ye Chen, seorang pemuda dari Klan Ye, terlahir dengan meridian yang cacat sehingga ia tidak bisa menyerap Qi. Selama enam belas tahun, ia hidup sebagai lelucon dan bahan hinaan klannya.
​Namun, takdirnya berubah drastis di suatu malam yang berdarah. Saat ia dipukuli dan dibuang ke dasar Jurang Kematian oleh sepupunya sendiri, darahnya tanpa sengaja menetes ke sebuah liontin batu giok hitam peninggalan ibunya. Liontin itu ternyata menyimpan jiwa seorang Kaisar Naga Kuno yang telah tersegel selama puluhan ribu tahun. Dengan bimbingan sang Kaisar Naga, Ye Chen memulai jalan kultivasi yang menentang langit untuk membalas dendam dan mencari kebenaran di balik hilangnya kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Batas Kemampuan

​Satu bulan berlalu sejak Ye Chen melangkahkan kakinya ke dalam Hutan Binatang Buas.

​Di kedalaman hutan yang lembap dan minim cahaya matahari, sesosok bayangan melesat dengan kecepatan mengerikan di antara dahan-dahan pohon raksasa. Sesekali, bayangan itu memijak kulit pohon vertikal seolah gravitasi tidak berlaku baginya.

​Di bawahnya, seekor Serigala Bayangan—monster tingkat tiga yang terkenal dengan kecepatannya—berlari panik dengan luka sayat memanjang di punggungnya. Monster pemburu itu kini telah berubah menjadi pihak yang diburu.

​Tiba-tiba, bayangan di atas pohon melompat turun, menukik tajam bagaikan elang yang menyambar mangsa. Sebuah belati berburu berkelebat menembus udara, langsung menancap ke tengkuk serigala tersebut, memaku tubuh monster itu ke tanah.

​Serigala Bayangan itu melolong tertahan sebelum akhirnya terdiam selamanya.

​Sosok pemburu itu mencabut belatinya, mengibaskan darah yang menempel, lalu berdiri tegak. Itu adalah Ye Chen. Namun, penampilannya kini jauh berbeda dari pemuda pucat sebulan yang lalu.

​Jubah hitamnya sudah lama robek tak bersisa, digantikan oleh jubah kasar yang ia buat dari kulit Babi Hutan Bertaring Besi. Tubuhnya sedikit lebih tinggi, bahunya melebar, dan otot-ototnya terbentuk sempurna sekeras batu karang. Rambut hitamnya yang memanjang diikat asal ke belakang, memperlihatkan sorot mata yang setajam pedang—sorot mata seorang pemangsa sejati.

​"Inti Binatang ketiga belas minggu ini," gumam Ye Chen sambil membelah kepala serigala itu dan mengambil kristal berwarna abu-abu. Ia memasukkannya ke dalam kantong kulitnya yang kini tampak menggembung.

​"Jangan membuang waktu mengumpulkan sampah. Serigala itu bahkan tidak pantas dijadikan makanan ringan bagiku," dengus Ao Tian dari dalam giok hitam.

​"Bagi Senior ini sampah, tapi bagiku ini uang untuk bertahan hidup nanti," balas Ye Chen santai. Ia melompat ke dahan pohon yang aman, lalu duduk bersila untuk memulihkan staminanya.

​Selama sebulan ini, Ye Chen telah hidup layaknya manusia liar. Ia melalui puluhan pertarungan hidup dan mati, membantai lebih dari dua puluh Babi Hutan Bertaring Besi, dan menyempurnakan tahap pertama Mandi Darah. Kulit dan ototnya kini begitu tangguh hingga senjata biasa tidak akan mampu menggoresnya.

​Namun, ada satu masalah besar yang membuatnya frustrasi.

​Ye Chen memejamkan mata dan mencoba memutar energi di dalam tubuhnya. Meridian Naganya bergemuruh, menyerap energi spiritual alam di sekitarnya bagaikan pusaran air. Namun, seberapapun banyak Qi yang ia serap, semuanya menghilang ke dalam meridiannya yang seluas lautan. Ia terjebak di puncak Tahap Pengumpul Qi tingkat ketiga selama dua minggu terakhir, tak mampu menembus tingkat keempat!

​"Senior, aku tidak bisa terus begini," keluh Ye Chen, membuka matanya perlahan. "Energi spiritual di pinggiran hutan ini terlalu tipis. Aku sudah mencoba menyerap Qi dari Inti Binatang tingkat rendah, tapi kotorannya terlalu banyak dan efisiensinya sangat lambat."

​"Sudah kubilang, Meridian Nagamu adalah dasar dari lautan yang kelaparan," jawab Ao Tian dengan nada menggurui. "Untuk menembus batas, kau membutuhkan stimulus yang besar. Curah hujan kecil tidak akan mengisi danau; kau membutuhkan sungai energi murni. Kau butuh Tanaman Obat Spiritual tingkat dua atau lebih."

​Ye Chen tersenyum kecut. Tanaman Obat tingkat pertama saja harganya bisa mencapai ratusan koin emas, apalagi tingkat kedua? Menemukannya di pinggiran hutan ini sama sulitnya dengan mencari jarum di tumpukan jerami.

​Saat Ye Chen sedang memikirkan langkah selanjutnya, telinganya yang sangat sensitif menangkap suara gemuruh yang konstan dari kejauhan. Suara air jatuh yang sangat masif.

​"Ada air terjun di dekat sini?" gumam Ye Chen.

​Didorong oleh rasa penasaran dan kehausan setelah bertarung, ia melesat dari dahan ke dahan, mengikuti sumber suara. Lima kilometer kemudian, pepohonan mulai menipis, dan sebuah pemandangan spektakuler tersaji di depan matanya.

​Sebuah air terjun raksasa setinggi puluhan meter menjatuhkan air sebening kristal ke sebuah danau yang cukup luas. Anehnya, suhu di sekitar danau itu terasa sangat dingin. Kabut putih tipis menyelimuti permukaan air, membawa aroma manis yang membuat pikiran Ye Chen langsung jernih.

​Hanya dengan menghirup udara di sekitarnya, Ye Chen merasa energi Qi di dalam meridiannya sedikit bergejolak.

​"Bocah! Matamu cukup tajam juga. Energi spiritual elemen air di tempat ini sangat kental. Pasti ada sesuatu yang tersembunyi di sini," puji Ao Tian, nadanya terdengar sedikit antusias.

​Ye Chen memfokuskan pandangannya ke balik tirai air terjun yang deras. Samar-samar, melalui celah hempasan air, ia melihat sebuah rongga gelap. Ada gua di balik air terjun itu!

​Tanpa ragu, Ye Chen menyelam ke dalam danau dan berenang menembus derasnya hempasan air. Ia menggunakan kekuatan fisiknya yang kuat untuk memanjat bebatuan licin dan menerobos masuk ke dalam gua.

​Begitu masuk, aroma manis itu menjadi sepuluh kali lipat lebih kuat. Di tengah gua yang remang-remang, terdapat sebuah kolam stalagmit kecil. Di tengah kolam itu, tumbuh setangkai bunga teratai sebening kristal es, memancarkan pendar cahaya kebiruan yang indah.

​"Itu... Teratai Es Hati Dingin?!" Ye Chen terkesiap, mengenali ciri-cirinya dari buku kuno yang pernah ia baca di perpustakaan klan. "Itu adalah Tanaman Obat Spiritual tingkat dua tahap puncak!"

​Satu kelopak Teratai Es Hati Dingin cukup untuk membuat seorang kultivator menerobos satu tingkat. Jika ia mengonsumsi keseluruhannya, menerobos ke tingkat keempat—bahkan kelima—bukan lagi mimpi!

​Namun, saat Ye Chen hendak melangkah maju, suara desisan tajam yang membekukan tulang terdengar dari langit-langit gua.

​Sssshh...

​Seberkas bayangan biru raksasa menjuntai turun. Sepasang mata kuning vertikal menatap Ye Chen dengan niat membunuh yang pekat. Itu adalah Ular Piton Sisik Es—monster tingkat lima yang setara dengan kultivator Pengumpul Qi tingkat kelima atau keenam! Tubuhnya setebal paha pria dewasa dan panjangnya mencapai belasan meter.

1
Luo Zheng
💪💪💪💪💪👍
Luo Zheng
lanjutkan
Aman Wijaya
semangat Ye Chen jadilah kuat bunuh mereka semua yang membully mu
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!