Mengisahkan Perjalanan kisah cinta Adel Emanuella Sanjaya anak tunggal dari pasangan suami istri bapak Max Sanjaya dan ibu Jenny Andreas. Kisah ini berawal ketika Adel berkenalan dengan seorang polisi yang identitasnya sengaja di rahasiakan karena tugas negaranya. Di pertemukan lagi ketika Adel sudah menjadi seorang dokter. Saat itu Adel Emanuella Sanjaya baru tahu bahwa Karel Imanuel Barnabas seorang perwira Kepolisian berpangkat Iptu. Apakah cinta mereka bisa bertahan menembus segala cobaan dengan profesi Karel yang adalah seorang intel??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengantin Baru
Semua prosedur, surat - surat sudah di siapkan oleh Karel dan Adel. Dan hari ini mereka sudah janjian dengan bagian yang melakukan persidangan nikah dinas. Karel meminta siang, karena Adel pagi hari masih berada di ruang operasi. Dan kembali mereka di untungkan, hanya mereka pasangan yang mengajukan pernikahan.
Adel sudah memberitahukan keadaan terkini dari pasien. Setelah menjawab semua pertanyaan dari orangtua pasien. Adel berlari ke ruangannya. Dia mandi dan mulai menyiapkan dirinya dengan berdandan natural baju kemeja putih dan rok hitam sudah tersedia di ruangannya.
Karel dengan baju seragamnya lengkap datang menjemput Adel. Dan ini pertama kali Adel melihat Karel menggunakan seragamnya. Orangtua Adel belum ada di Jakarta karena masih ada beberpa tamu yang harus merek layani. Rencananya minggu depan mereka sudah di Jakarta.
"Sayang..... Kamu ganteng sekali. Boleh adek peluk."
"Sini sayang." Adel langsung memeluk kekasihnya itu yang minggu depan akan menikahinya secara agama dan negara.
"Aku mencintaimu Adel Emanuella Sanjaya."
"Aku selalu mencintaimu Mas Karel Imanuel Barnabas."
Ternyata sidang nikah dinas tidak terlalu merepotkan dan membingungkan, hanya menegangkan dan diselingi dengan keisengan dari petinggi polisi selalu perwira yang bertugas melakukan sidang nikah dinas ini.
Disini Adel baru sadar penuh bahwa pria yang akan menjadi suaminya mempunyai tugas berat, sebagai istri Adel harus bisa menyimpan semua rahasia tugas suami. Mendengar itu Adel sedikit pucat. Karel menggenggam jemari tangannya, sentuhan Karel itu membuat ketenangan bagi Adel.
Proses sampai nikah terasa begitu cepat. Orangtua Adel sudah ada di Jakarta proses lamaran resmi sudah berlangsung. Dan selanjutnya pemberkatan pernikahan Adek dan Karel di gereja yang ada di kompleks berlangsung hikmat. Dokter Samuel Benito hadir, dia hanya bisa berbesar hati menerima kenyataan bahwa janur kuning itu sudah melingkar di pagar rumah, tandanya bahwa perempuan yang dia sukai sudah sah menjadi milik orang lain.
Tradisi pedang pora bagi perwira yang menikah pun terjadi. Banyak mata memandang. Dan istilah hari berkabung sekompleks yang dibuat oleh anak - anak remaja labil terdengar sampai ke letting - lettingnya Karel yang bersiap untuk acara pedang pora. Mereka semua tersenyum. Di akui memang Karel Imanuel Barnabas ini adalah laki - laki yang penuh kharismatik.
Acara terlihat sangat sederhana, namun kenyataannya sangat mewah. Oleh keluarga Barnabas, Adel di pinang bagaikan seorang permaisuri. Sebagai anak pemilik perusahaan batu bara besar di kalimantan tentu kekayaan keluarga Barnabas sangat banyak.
Adel sudah berada di rumah keluarga Barnabas. Orangtua Adel juga sudah di antar oleh lettingnya Karel ke bandara pulang ke Bali.
"Mama, papa ada masalah apapun, harus hubungi Karel dan Adel disini."
"Iya nak."
" Karel tidak mau mama dan papa susah."
"Aman nak. Papa dan mama akan tetap komunikasi dengan kamu dan Adel. Papa titip anak perempuan papa ya."
"Akan Karel jaga dan sayangi pa."
Pagi ini, putusan hukuman bagi bandar narkoba Amos. Semua polisi dengan seragam lengkap sudah bersiap - siap. Karel jam enam pagi sudah siap mau ke lokasi. Sedangkan istrinya Adel masih tertidur. Dia hanya mencium istrinya dan membiarkan dia tidur lagi. Namun sentuhan Karel itu membuat Adel kaget dan terbangun.
"Mas....."
"Ya sayang. Maaf ya mas banguni adek."
"Mas mau pengamanan lagi."
"Iya sayang." Adel pun bangun, namun hal itu membuat napsu Karel tidak terkontrol. Dia pun meminta waktu tiga menit. Penyatuan pagi pun terjadi dan berakhir ketika mereka sama - sama sudah berada di batas puncak yang maksimal. Akhirnya Adel tidak jadi menemani Karel membuat sarapan baginya. Dia kelelahan di buat lemas oleh suaminya, dan Adel kembali tidur nyenyak. Karel hanya tersenyum.
Karel setelah berpakaian lagi, dia mencium istrinya dan turun ke dapur membuat minum buat dirinya.
"Mau pengamanan pagi ini sayang??"
"Iya ma."
"Adel sayang??" Karel tertawa.
"Adek buat lemas dan tidur lagi." Papanya sudah tertawa.
"Adek, jangan kamu sering bercanda begitu. Mama ngak mau anak mantu mama malu. Karena kamu dan papamu itu otaknya sama."
Kaleb juga sudah bangun. Dia langsung bergabung dengan kedua orangtua dan adiknya.
"Ada yang kurang nih??"
"Dibuat lemas sama pawangnya."
Kembali papanya Karel dan kaleb bercanda. Mamanya hanya menggoyangkan kepalanya, melihat tingkah laki - laki dari keturunan Barnabas ini.
Karel sudah di kantor pengadilan. Dan apa yang di perkirakan Karel benar, banyak sekali masa berkumpul. Pengamanan berlapis sudah di jalankan oleh aparat keamanan. sekarang sudah pukul delapan pagi. Dan pembaaan hukuman sudah mulai. Amos bandar narkoba itu di hukum mati. Amukan masa mulai tidak bisa di kontrol.
Karel berusaha menghubungi istrinya. Namun handphone Adel ada di dalam tas jadi dia tidak dengar. Bersamaan dengan mobil ojek online yang di tumpangi Adel ke rumah sakit ditabrak oleh mobil yang tidak di kenal dari arah berlawanan. Dua orang besar dengan baju berwarna hitam langsung membius Adel dan di pindahkan ke mobil. Sedangkan sang sopir mengalami luka.
Sopir mobil ojek online yang digunakan oleh Adel melihat aksi dari dua orang besar itu. Dia berteriak meminta tolong namun mobil sudah membawa penumpangnya. Orang - orang mulai datang menolong sang supir dan dia sempat memberitahukan bahwa penumpangnya di culik.
Penculik itu tidak membawa tas kepunyaan Adel. Dan bunyi handphonenya terus berdering. Supir itu pun mengangkat
"Hallo......"
"Suara laki - laki??? Siapa inj, kenapa handphone istri saya ada di kamu."
"Maaf pak, saya supir mobil ojek online yang di sewa oleh ibu Adel."
Karel mendengarkan penjelasan sang supir sambil di antar Reza ke lokasi kecelakaaan mobil yang di alami istrinya. Polisi sudah ada di tempat. Karel langsung ke kantor polisi untuk melihat CCTV kota melihat tempat kejadian mobil yang di tumpangi Adel di tabrak, sampai tubuh Adel berpindah ke mobil yang lain.
Informasi ini sudah sampai di telinga papa dan kakaknya Karel. Kesatuan tempat Karel berdinas dan di rumah sakit. Satu tim lengkap sudah bergerak bersama Karel dan Reza serta anggotanya yang lain. Pergerakan penculik sudah di ketahui oleh polisi. Jack meminta anak buahnya agar segera meninggalkan lokasi dan Adel yang di ikat. Mereka takut ketahuan.
Karel langsung mendapati Adel yang menangis dalam keadaan di ikat tubuhnya.
"Mas...... Adek takut." Karel memeluk dan menciumnya.
"Maafkan mas sayang, maafkan." Karel langsung memeriksa tubuh istrinya. Karel menyesal sekali jika istrinya kembali trauma. Masalahnya dia baru memulihkan trauma sepuluh tahun lalu.
Anggota Karel menyisir lokasi namun pelaku sudah melarikan diri. Adel yang ketakutan sudah pingsan. Karel langsung mengendong dan bersama istrinya ke rumah sakit polri dengan mobil ambulans.