Di hari anniversary mereka yang ketiga tahun, Grizla ingin menaikkan jabatan suaminya dari Manager menjadi CFO dalam diam.
Tapi malam itu, ia terpaksa mengurung niatnya karena ibu dan adiknya ikut campur di hari perayaan anniversary mereka.
Dan lebih menyakitkan lagi, mertuanya itu membawa wanita asing bersama mereka yang membuat ia tidak nyaman dan membuat ia ragu harus menyerah posisi itu.
Lama kelamaan, suaminya mulai bersikap dingin, tidak ada keharmonisan ruma tangga yang ia dambakan. Akhirnya suaminya selingkuh dengan wanita tersebut yang ternyata satu kantor dengannya, alasan selingkuhnya adalah ia menginginkan seorang anak.
Plot twist-nya adalah, perusahaan itu miliknya, yang mengangkat suaminya sebagai manager adalah dirinya melalui orang Kepercayaan yang menjadi CEO sementara di perusahaan G' Jaya.
"Hari ini buka matamu lebar-lebar, siapa yang telah mengangkat derajatmu!" - Grizla
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
Setelah keluar dari ruangan Grizla, Siska tidak langsung menuju divisi utama. Ia kembali ke mejanya, memastikan semua dokumen pendukung telah lengkap dan rapi di dalam map kulit berwarna biru tua tersebut.
Setelah semuanya siap, ia melangkah menuju lift, turun beberapa lantai menuju area kerja divisi yang dipimpin oleh Antonio.
Setelah selesai Siska pun keluar dari ruang CEO. Begitu sampai di kubikel area luar, ia melihat Boni masih duduk di depan komputernya, mengetik dengan dahi berkerut, sementara ruangan Antonio di ujung sana sudah kosong entah kemana.
Siska mengetuk pembatas kubikel Boni dengan pelan. "Siang, Tuan Boni. Bisa bicara sebentar?"
Boni mendongak, sedikit terkejut melihat sekretaris pribadi Presiden Direktur berdiri di hadapannya.
Ia segera menghentikan aktivitasnya dan berdiri. "Oh, Nona Siska, selamat Siang Ada yang bisa saya bantu? Apakah Tuan Antonio membuat masalah lagi?" tanya Boni, langsung berasumsi karena biasanya lantai atas hanya mencari Antonio jika ada masalah.
Siska tersenyum tipis, lalu menggeleng. "Tidak, kali ini bukan tentang Tuan Antonio. Ini tentang Anda."
Boni mengernyitkan alisnya bingung. "Saya?"
Siska tidak menjawab dengan kata-kata. Ia melangkah mendekat dan meletakkan map kulit biru tua yang tebal itu di atas meja kerja Boni, tepat di samping keyboard komputer.
Di atasnya, menempel sebuah surat resmi berstempel khusus dari ruangan Grizla.
"Apa ini, Nona?" tanya Boni, menatap map itu dengan penuh selidik. Ia belum berani menyentuhnya.
"Ini adalah draf lengkap dan dokumen legal untuk proyek pengembangan kawasan komersial yang baru. Nilai investasinya sangat besar, dan ini adalah proyek paling prestisius perusahaan kita kuartal ini," jelas Siska dengan nada formal namun tegas.
Boni mengangguk pelan. "Ya, saya tahu tentang proyek ini. Saya yang membantu Tuan Antonio menyusun beberapa data awalnya. Tapi, bukankah dokumen ini seharusnya diserahkan langsung ke ruangan Tuan Antonio?"
"Tidak lagi, Boni," Siska menatap mata Boni dengan sungguh-sungguh. "Mulai detik ini, proyek ini sepenuhnya dialihkan kepada Anda. Nyonya G secara pribadi menunjuk Anda sebagai Pimpinan Proyek utama. Anda bertanggung jawab penuh atas segala keputusan, eksekusi, hingga laporan akhir, tanpa harus melewati atau mendapatkan persetujuan dari Tuan Antonio."
Boni tertegun. Matanya membelalak menatap Siska, lalu beralih ke surat resmi di atas map tersebut.
Dengan tangan yang sedikit ragu, ia membuka surat itu dan membaca baris demi baris namanya yang tertulis jelas di sana sebagai penanggung jawab tunggal.
"Tapi... Nona Siska, ini... bagaimana dengan Tuan Antonio? Dia manager di sini. Jika saya mengambil alih proyek sebesar ini secara sepihak, ini akan memicu konflik besar," kata Boni, suaranya merendah, mencoba bersikap realistis terhadap posisinya.
Siska melipat tangannya di depan dada, memberikan senyum penuh keyakinan. "Nyonya G sudah mempertimbangkan semuanya, Boni. Beliau tahu persis kemampuan Anda. Selama ini, Anda yang bekerja keras di balik layar sementara orang lain yang mendapat pujian. Nyonya G merasa sudah saatnya kompetensi Anda dihargai sebagaimana mestinya."
Boni terdiam, menatap dokumen di tangannya. Ada rasa tidak percaya, namun di sisi lain, ada letupan ambisi yang selama ini ia kubur dalam-dalam karena selalu berada di bawah bayang-bayang Antonio.
"Apakah ini perintah mutlak?" tanya Boni akhirnya, memastikan.
"Sangat mutlak," jawab Siska tegas. "Nyonya G tidak menerima penolakan. Tugas Anda hanya satu: buktikan bahwa pilihan Beliau tidak salah. Buat proyek ini sukses besar."
Boni menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan. Ketegangan di wajahnya berganti menjadi ekspresi penuh tekad. Ia menutup map tersebut dan mendekapnya.
"Baik. Sampaikan terima kasih saya yang sebesar-besarnya kepada Nyonya G ini atas kepercayaan ini. Saya tidak akan mengecewakan Beliau," ucap Boni dengan nada suara yang kini terdengar mantap.
"Saya pegang janji Anda, Tuan Boni," Siska tersenyum puas. "Oh, satu lagi. Saya sarankan Anda membawa pulang dokumen ini malam ini. Pelajari baik-baik. Karena besok pagi... badai pasti akan datang ke ruangan ini saat Tuan Antonio mengetahuinya."
Boni terkekeh hambar, mengerti maksud Siska. "Saya sudah biasa menghadapi emosinya, Nona. Tapi besok, saya pastikan saya tidak akan mundur selangkah pun."
"Bagus. Selamat bekerja, Pimpinan Boni. Saya permisi," kata Siska, memberikan penekanan pada jabatan baru Boni sebelum berbalik dan melangkah pergi meninggalkan divisi tersebut.
Boni menatap kepergian Siska, lalu beralih pada map di mejanya. Tangannya mengusap permukaan map kulit itu. "Tidak menyangka sekarang aku mendapatkan kepercayaan ini," bisiknya lirih sebelum mulai membereskan barang-barangnya.
kuy.. yg banyak geh ...😭
yg banyak lagi to Les... nanggung bacanya..
tak kasih kopi nih.. biar terang kontestrasinya... 😂😂🤭
yg semangat upnya, tak kirim kopi..💪
jgn kelamaan grizla yg disiksa di rumah hantu itu..