Di dalam sebuah kamar sewaan yang sempit dan berbau lembap, seorang pemuda tiba-tiba tersentak bangun. Napasnya memburu, matanya yang tajam memancarkan kilatan cahaya keemasan sebelum akhirnya meredup dan berubah menjadi hitam pekat.
"Ini... di mana?"
Fang Yuan melihat kedua telapak tangannya. Halus, kurus, dan tidak ada bekas luka. Ini bukan tubuh kedagingan seorang Sovereign yang bisa menghancurkan galaksi dengan satu pukulan.
Dia menoleh ke meja belajar. Sebuah ponsel jadul menunjukkan tanggal: 20 Juni 2016.
Fang Yuan tertegun, lalu tawa pelan keluar dari tenggorokannya. Tawa itu semakin lama semakin keras, menggema di dalam kamar sempit tersebut.
"Hahaha! Kesengsaraan Surgawi sembilan warna ternyata tidak menghancurkanku! Aku, Fang Yuan, Sang Penguasa Surgawi Cangqiong, justru kembali ke masa usiaku delapan belas tahun?!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16.Master
"Kurang ajar! Bocah ingusan, berani sekali kamu menghina kekuatanku?!"
Wajah Master Han seketika memerah padam karena murka. Sebagai seorang *Half-Step Grandmaster* yang dihormati di wilayah utara dan menjadi kartu as Keluarga Wei, belum pernah ada orang seumurannya yang berani berbicara seangkuh itu di hadapannya.
*Wusssss!*
Master Han menghentakkan kaki kanannya ke lantai. Jubah abu-abunya langsung menggelembung hebat karena dialiri *Internal Qi* yang masif. Lantai keramik rumah sakit di bawah kakinya retak seribu. Dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh mata manusia biasa, dia melesat maju, membentuk telapak tangannya seperti cakar elang yang siap meremukkan tenggorokan Fang Yuan.
"Mati kamu, Bocah Sombong! *Cakar Elang Pemecah Batu!*" teriak Master Han berapi-api. Amplitudo angin yang dihasilkan dari serangannya bahkan sanggup merobek gorden kamar rumah sakit hingga terlepas.
Wei Jingshan yang menyaksikan dari ambang pintu tersenyum puas penuh kemenangan. Di matanya, Fang Yuan sudah tamat.
Namun, Fang Yuan bahkan tidak berkedip. Menghadapi serangan yang mematikan bagi ukuran manusia fana itu, dia tetap berdiri tegak dengan satu tangan di dalam saku celananya. Rambut biru keputih-putihannya bergerak tipis ditiup angin serangan Master Han.
Tepat saat cakar Master Han berada lima sentimeter di depan lehernya, Fang Yuan menggerakkan tangan kanannya perlahan, lalu memberikan satu tamparan ringan dengan punggung tangannya.
*PLAKKK!!!*
Suara benturan itu terdengar seperti ledakan meriam kecil.
*KRETEK! KRETEK!*
"AAAGHHH!!!"
Jeritan histeris yang menyayat hati langsung keluar dari mulut Master Han. Seluruh tulang di tangan kanannya, mulai dari jari, pergelangan, hingga siku, hancur berkeping-keping menjadi bubur tulang di dalam dagingnya akibat hantaman energi murni Fang Yuan.
Tidak berhenti sampai di situ, sisa gelombang tamparan Fang Yuan membuat tubuh Master Han berputar di udara seperti gasing sebelum akhirnya menghantam dinding beton kamar dengan sangat keras hingga dinding tersebut ambruk menimbun tubuhnya.
*BRUAAAK!*
Suasana di dalam kamar rawat VVIP seketika berubah menjadi sunyi senyap, menyisakan suara mesin detak jantung Tang Xiu yang tetap berbunyi teratur.
Wei Jingshan melongo di tempat. Seluruh dunianya serasa runtuh seketika. Lututnya lemas hingga dia terduduk di lantai dengan wajah pucat pasi bagai kertas semen. *Half-Step Grandmaster*... pelindung terkuat keluarganya yang katanya tak terkalahkan, ditumbangkan hanya dengan satu tamparan santai oleh seorang anak muda?
"H-Hanya... satu tamparan?" Wei Jingshan gemetar hebat, suaranya tercekat di tenggorokan.
Fang Yuan melangkah perlahan menuju tumpukan puing dinding tempat Master Han tertimbun. Dari balik reruntuhan, Master Han merangkak keluar dengan sisa tenaganya, mulutnya terus memuntahkan darah segar. Tatapan matanya yang tadi penuh keangkuhan kini berganti dengan ketakutan spiritual yang amat sangat mendalam.
"K-Kamu... Kekuatan ini... Kamu bukan Grandmaster... Kamu adalah Master Supranatural Ranah Dewa (*Divine Realm*)?!" rintih Master Han dengan suara serak dan bergetar. Hanya tokoh legendaris Ranah Dewa yang bisa menghancurkan *Internal Qi* miliknya semudah membalikkan telapak tangan.
Fang Yuan berdiri di hadapan Master Han, menunduk dengan pandangan dingin yang kosong. Mata kirinya yang keemasan memancarkan aura otoritas absolut.
"Ranah Dewa? Jangan samakan tingkatan fana yang dangkal itu dengan keberadaanku," ucap Fang Yuan datar. "Aku sudah memberikan peringatan kepada Keluarga Wei semalam. Tapi tampaknya, kalian mengira kata-kataku hanyalah gertakan sambal."
Fang Yuan menoleh ke arah Wei Jingshan yang kini sudah bersujud memohon ampun di lantai koridor luar.
"W-Tuan Muda Fang! Ampun! Ini semua karena hasutan Master Han! Keluarga Wei bersedia menyerahkan seluruh aset kami! Tolong jangan bunuh kami!" jerit Wei Jingshan sambil membenturkan kepalanya ke lantai berulang kali hingga berdarah.
Fang Yuan mendengus remeh. Dia mengangkat tangan kanannya, mengarahkan telapak tangannya ke arah Master Han. Sebuah percikan *Api Jiwa Cangqiong* berwarna biru keperakan muncul di ujung jarinya.
"M-Master, tolong ampuni nyawa tua ini—"
Sebelum Master Han sempat menyelesaikan kalimatnya, api biru itu sudah melesat dan membakar tubuhnya. Tanpa ada suara teriakan, dalam waktu tiga detik, sang Master hebat dari utara itu lenyap menjadi abu murni yang langsung hilang diterpa angin dari jendela yang pecah.
Fang Yuan kemudian berjalan melewati Wei Jingshan yang masih bersujud ketat ketakutan. Dia menepuk bahu Su Ruyi yang sejak tadi mematung kagum di dekat ranjang.
"Urus pengalihan seluruh aset Keluarga Wei hari ini juga. Jika ada sepeser pun yang kurang, kamu tahu apa yang harus dilakukan," perintah Fang Yuan dingin.
"B-Baik, Tuan Muda Fang! Serahkan pada saya!" jawab Su Ruyi dengan penuh semangat, matanya berbinar menatap punggung Fang Yuan.
Dengan hancurnya kartu as Keluarga Wei, kini tidak ada lagi satu kekuatan pun di Provinsi Jiangnan yang sanggup berdiri menentang Fang Yuan. Sang Penguasa Surgawi telah sepenuhnya mengunci provinsi ini di bawah telapak tangannya.