NovelToon NovelToon
Harusnya Aku Yang Disana

Harusnya Aku Yang Disana

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:19.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Dua tahun menjalani hubungan rahasia (backstreet) dengan Dimas—pria matang keturunan darah biru—Kirana rela mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya. Ia melepaskan masa lalu, melawan restu keluarganya sendiri, hingga meruntuhkan tembok perbedaan besar demi menyamakan arah masa depan dan bersiap melangkah ke jalan yang sama dengan sang kekasih.
Namun, tepat di hari saat ia siap menyerahkan seluruh hidupnya, takdir menghempaskannya tanpa belas kasihan. Di sebuah gedung pesta yang megah, dunia Kirana seolah runtuh. Di atas pelaminan mewah, Dimas justru bersanding dengan wanita lain yang merupakan atasannya sendiri. Tanpa ada kata putus, tanpa perpisahan hangat. Kirana ditinggalkan begitu saja dalam kehampaan oleh pria yang berjanji menjadi kompas hidupnya.
Sanggupkah Kirana bertahan dan menemukan kembali jati dirinya setelah pengorbanan tulusnya diinjak-injak? Dan bagaimanakah takdir menjemput penyesalan terdalam sang lelaki darah biru tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istana yang Meruntuhkan Duniaku

​Matahari siang itu bersinar terik, memayungi langkah kaki Kirana yang berjalan beriringan bersama Aisyah memasuki pelataran sebuah gedung pertemuan mewah di pusat kota. Kirana mengenakan salah satu pakaian terbaiknya, sebuah gamis anggun bernuansa pastel yang sengaja dia pilih agar tampak serasi dengan Aisyah. Di dalam hatinya, tidak ada debaran aneh atau kecurigaan yang mengusik. Baginya, hari ini murni merupakan sebuah pelarian kecil untuk menghibur batinnya yang selama berbulan-bulan ini gersang dan penuh sesak akibat digantung tanpa kejelasan oleh Dimas.

​"Gedungnya megah banget ya, Kirana? Temanku ini memang dari keluarga terpandang, makanya pestanya dibuat semewah ini," bisik Aisyah sembari merapikan jilbabnya saat mereka mulai mengantre di pintu masuk utama.

​Kirana hanya mengulas senyum tipis yang tulus. "Iya, indah sekali, Aisyah. Semoga kedua pengantinnya berbahagia hari ini."

​Kalimat doa itu mengalir begitu saja dari bibir polos Kirana, tanpa dia menyadari bahwa untaian doa tersebut adalah belati yang siap berbalik menikam jantungnya sendiri.

​Mereka berdua berjalan perlahan mengikuti arus para tamu undangan yang berpakaian batik dan kebaya mewah. Alunan musik gamelan berpadu instrumen modern terdengar menggema indah di langit-langit gedung yang dihiasi lampu-lampu kristal gantung yang berkilauan. Bau harum semerbak dari ratusan bunga mawar dan melati segar seketika menyerbu indra penciuman Kirana begitu mereka melangkahkan kaki melewati pintu aula utama. Atmosfer di dalam gedung itu sarat akan kemewahan, kebahagiaan, dan tawa renyah dari orang-orang kelas atas.

​"Yuk, kita isi buku tamu dulu di sebelah sana," ajak Aisyah sembari menarik lembut jemari tangan Kirana menuju meja penerima tamu.

​Kirana melangkah patuh. Namun, tepat saat kakinya berdiri beberapa langkah di depan meja kayu besar berpesta bunga itu, sepasang manik matanya secara tidak sengaja menangkap sebuah papan dekorasi besar berbingkai emas yang berdiri kokoh di samping meja. Papan tersebut menampilkan tulisan ukiran kaligrafi timbul yang benderang memberi tahu siapa pemilik hajat besar hari ini.

​Selamat Datang di Pernikahan: Dimas Wijaya & Ratna Kusuma.

​Langkah kaki Kirana seketika terkunci mati di atas lantai. Seluruh persendian di tubuhnya mendadak terasa lumpuh dan kaku bagai batu. Jantungnya berdegup kencang dengan ritme yang sangat kacau, sebelum akhirnya terasa seperti berhenti berdetak seketika. Kirana terpaku, menatap lurus ke arah deretan huruf timbul bermotif emas tersebut dengan pandangan mata yang perlahan-lahan mulai mengabur dan berbayang duka.

​Dimas Wijaya.

Nama itu tidak salah lagi. Nama pria yang selama dua tahun penuh memeluk hatinya dengan kehangatan royal, pria yang selalu dia tunggu pesannya hingga larut malam dalam sepi, dan pria yang namanya selalu dia sebut di dalam tiap bait tangisan doa dalam sujud kepasrahannya akhir-akhir ini.

kini sedang melangsungkan sebuah pesta pernikahan mewah di gedung ini, di kota ini, di hadapan sepasang matanya sendiri.

​"Kirana? Kamu kenapa? Kok mukanya mendadak pucat banget begitu?" tanya Aisyah dengan nada suara yang sarat akan rasa panik dan cemas saat menyadari perubahan drastis pada raut wajah sahabat barunya itu.

​Kirana tidak benar-benar mampu mendengar suara Aisyah dengan benderang. Telinganya mendadak berdengung hebat, mengaburkan seluruh hiruk-pikuk suara tawa di sekelilingnya. Dengan sisa-sisa tenaga yang dia miliki, dengan dada yang terasa seperti dihantam godam raksasa hingga remuk tak berbentuk, Kirana perlahan-lahan mendongakkan kepalanya, melempar pandangannya jauh menembus kerumunan tamu menuju ke arah panggung pelaminan megah yang berdiri benderang di ujung aula besar tersebut.

​Dan di sanalah dia. Di atas singgasana mewah yang dihiasi dekorasi bunga-bunga berkelas, berdiri sosok Dimas Wijaya yang tampak sangat gagah, tampan, dan berwibawa dalam balutan busana pengantin adat Jawa mewah. Pria itu sedang mengulas senyuman manisnya yang sangat khas—senyuman yang dahulu selalu menjadi milik Kirana seutuhnya—namun kini, senyuman manis itu dia persembahkan secara utuh untuk seorang wanita lain yang duduk anggun di sampingnya dengan balutan kebaya pengantin yang senada.

​Wanita itu adalah Ibu Ratna. Atasan di kantor Dimas yang dahulu sempat membuat naluri Kirana bergetar cemas.

​Air mata yang selama berbulan-bulan ini coba ditahan setengah mati oleh Kirana, kini tumpah begitu saja tanpa bisa dia bendung lagi. Bulir-bulir hangat itu mengalir setitik demi setitik membasahi kedua belah pipinya, merusak riasan wajah sederhananya, dan langsung menjatuhkan seluruh harga dirinya ke titik paling nadir. Napas Kirana mendadak menjadi putus-putus, sesak, seolah pasokan oksigen di dalam gedung mewah itu telah lenyap diangkat paksa dari sekeliling tubuhnya.

Tanpa ada satu kata putus yang terucap, tanpa ada perpisahan resmi yang mengakhiri jalinan asmara dua tahun mereka, dan di saat Kirana sedang membulatkan tekad batinnya di kota baru ini untuk memeluk jalan iman yang sama demi menyamakan arah sujud mereka berdua, Dimas telah memilih untuk bersanding bahagia di atas pelaminan bersama wanita pilihan kastanya.

​Kesibukan luar biasa, rasa lelah, dan tumpukan proyek kantor yang selalu dijadikan tameng alasan oleh Dimas selama berbulan-bulan ini, kini telah menampakkan wujud aslinya yang paling beracun, kejam, dan menghancurkan.

​Kirana berdiri gemetaran di tengah kepungan orang-orang yang sedang bersuka cita. Tangannya mendekap dadanya yang terasa robek, remuk redam, dan hancur berkeping-keping tanpa sisa. Seluruh ketulusan cinta, kesabaran menjalani hubungan rahasia, dan perjuangan batinnya untuk menjemput jalan keyakinan baru demi pria berdarah biru itu, benar-benar telah dibalas dengan sebuah kenyataan pengkhianatan yang teramat sangat keji dan tidak manusiawi sepanjang sejarah kehidupannya.

​Kirana tersadar dalam tangisnya yang membisu, bahwa istana megah yang ada di hadapannya hari ini bukan sekadar tempat pesta pernikahan biasa, melainkan tempat di mana takdir telah meruntuhkan seluruh dunia, impian, dan masa depannya hingga rata dengan tanah.

1
falea sezi
🤣🤣 nenek tua gatel
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
iya ini keputusan yang besar,Kirana tidak cerita ke keluarga
pasti ada kekecewaan disitu ,wajar sih kalau mereka marah
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
ayahnya Dimas udah berjuang untuk membalas Ratna
malahan Ratna lebih peduli kehilangan Dimas,kalau ayahnya Dimas koid,Dimas bebas haha,dsar otak nya 😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas korban keegoisan keluarga tapi Kirana ga ada hubungannya malahan kena juga karena dimas
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas Dimas sadar Kirana udah bukan hak mu lagi weh
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas ga ada otak😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
keluarga kaya tapi minim adab😭
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Ratna itu emang ga ada sadar dirinya
dia yang salah tapi tidak mau disalahkan
hasil merebut itu ga awet bu, inget umur
kamu wanita kaya ,mandiri knp harus merebut hak orang lain. percuma hartamu😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Ratna ga sadar diri banget
udah merebut malahan dia merasa korban😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
itu hasil yang kalian tanam sndri
kan bisa dibicarakan baik" ,kalian sudah mendzolimi kirana
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
wkwkwk Ratna itu hasil kerja kerasmu itu merebut hak yang awalnya bukan milikmu
rasakan akibatnya sendiri
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
mau alasan kaya apa aja
setidaknya harus ada omongan, Ratna juga ksian hasil merampas itu ga akan tenang
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas ga tau masa lalu
kalau kamu itu seorang yang tau agama
tidak akua menawarkan nikah siri ,padahal baru 3hari
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Kirana Tuhan tau kamu kuat makanya diksh cobaan ini
ayo tetap semangat
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
penyesalan emang diakhir kirana
tapi semoga ini bisa jadi pelajaran buat kamu iya
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
anjay Dimas lebih memilih menikah dengan Ratna secara diam diam
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
ceritanya bagus
cinta beda agama apakah mereka akan bahagia
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas udah banyak alasan ini
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
demi Dimas dia rela ninggalin agamanya iya😭
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
pst ada sesuatu sama Dimas itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!