NovelToon NovelToon
Duke, Tolong Minggir

Duke, Tolong Minggir

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Menjadi NPC / CEO / Tamat
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Leel K

Masuk ke dalam dunia novel seharusnya menjadi impian setiap pembaca. Kecuali jika novel itu adalah "Tears of the Caged Bird"—sebuah kisah dark romance di mana pemeran utamanya adalah Duke sosiopat yang hobi meneror gadis yatim piatu.

Sialnya, itulah nasib Vivienne.

Terbangun sebagai sepupu miskin dari tunangan sang Duke, Vivienne seharusnya hanya menjadi figuran yang diam dan mati muda. Tapi, melihat Freya Lark (si female lead) terus-terusan menangis dan Damian von Hart (si male lead) terus-terusan bertingkah seperti penguntit elit, kesabaran Vivienne habis.

Persetan dengan alur asli!

Jika penulis aslinya ingin drama, Vivienne akan memberinya komedi.
Jika Duke ingin bermain dark romance, Vivienne akan menyiramnya dengan air pel.

"Maaf, Duke. Anda menghalangi jalan saya menuju kebebasan finansial. Tolong minggir, atau saya tagih biaya parkir."

Selamat datang di Hartfield, di mana romansa sudah mati, dan digantikan oleh chaos yang sangat menguntungkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leel K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan dengan Dokter Muda

Keesokan paginya setelah "Tragedi Rumah Kaca", suasana di pondok Paman Barney terasa sedikit tegang, tapi bukan karena ketakutan. Lebih karena antisipasi.

Freya, sesuai instruksiku, berpura-pura demam. Sebenarnya dia sehat walafiat, berkat teh jahe dan adrenalin pasca menertawakan Duke, tapi kami butuh alibi agar dia tidak perlu bekerja di taman hari ini membantu Pamannya. Damian mungkin masih trauma kena tepung, tapi kita tidak boleh lengah.

Dan seperti jarum jam yang akurat, tamu yang ditunggu-tunggu pun tiba.

Bukan Damian. Syukurlah. Kalau dia datang lagi, aku kehabisan stok tepung.

Yang datang adalah seorang pemuda jangkung dengan tas kulit cokelat yang disandang di bahu. Rambutnya pirang keemasan, dipotong rapi tapi sedikit ikal di ujungnya, memberikan kesan lembut dan ramah. Matanya berwarna hijau daun yang hangat, tipe mata yang tidak pernah menyimpan niat jahat.

Oliver Sterling.

Putra dokter desa, teman masa kecil Freya, dan pemegang gelar Second Male Lead abadi.

Aku duduk di pojok ruangan sambil memegang buku (pura-pura baca, padahal nguping), mengamati Oliver yang sedang memeriksa suhu tubuh Freya dengan punggung tangannya.

"Badanmu agak hangat, Freya," kata Oliver, suaranya penuh kekhawatiran yang tulus. "Paman Barney bilang kau kehujanan kemarin? Kenapa kau ceroboh sekali?"

"Maaf, Oliver," jawab Freya pelan, berakting lemah dengan sangat meyakinkan. "Aku... tersesat saat mencari bunga."

Oliver menghela napas panjang, lalu tersenyum lembut. Senyum yang bisa melelehkan mentega. Dia mengeluarkan stetoskop dan beberapa botol obat dari tasnya. Gerakannya hati-hati, sopan, dan sangat... aman.

Aku menilainya dari atas sampai bawah.

Secara fisik? Oke banget. Dia tipe Golden Retriever. Ganteng, tinggi, bahunya cukup lebar, dan auranya positif. Kalau Damian itu kopi hitam pekat tanpa gula yang bikin jantung berdebar (dan asam lambung naik), Oliver ini susu cokelat hangat. Nyaman. Manis. Menyehatkan.

Tapi...

"Lembek," gumamku tanpa sadar.

Di dunia nyata, cowok kayak Oliver ini idaman. Suami material. Dia bakal inget ulang tahunmu, mijitin kakimu pas capek, dan jadi ayah yang baik.

Tapi di dunia novel dark romance? Dia cuma cannon fodder (umpan meriam).

Kenapa? Karena dia terlalu sopan. Dia terlalu takut melanggar aturan. Dia mencintai Freya, tapi cintanya penuh keragu-raguan. Dia terikat oleh status sosialnya sebagai rakyat biasa yang merasa tidak pantas bersaing dengan Duke.

Lihat saja sekarang. Dia menyentuh pergelangan tangan Freya untuk cek nadi saja wajahnya sudah merah padam.

"Duh, Mas," batinku gemas. "Kalau lo mau menang lawan Damian, lo nggak bisa cuma modal senyum manis sama paracetamol. Lo butuh taring."

"Nona Vivienne?"

Suara Oliver membuyarkan lamunanku. Dia menatapku sopan.

"Oh, hai. Dokter Oliver, kan?" sapaku ramah.

"Benar, Nona. Saya dengar dari Paman Barney bahwa Nona yang menemukan Freya dan membawanya pulang kemarin. Terima kasih banyak," katanya sambil membungkuk sedikit. Sangat hormat.

"Sama-sama. Kebetulan saya lagi lewat," jawabku. "Gimana kondisinya? Parah?"

"Tidak terlalu parah, hanya shock ringan dan sedikit demam. Istirahat dua hari dan minum obat ini, dia akan pulih." Oliver meletakkan botol obat di meja.

Kemudian, wajahnya berubah sedikit serius. Dia menatap Freya lagi.

"Freya... aku dengar rumor aneh di desa," kata Oliver ragu-ragu. "Katanya... ada keributan di rumah kaca Hartfield kemarin? Sesuatu tentang... ulat bulu raksasa dan hantu tepung?"

Freya dan aku bertukar pandang. Freya menggigit bibir menahan tawa.

"Ah, itu..." Freya mencoba mencari alasan.

"Itu saya, Dok," potongku santai. "Saya lagi latihan teater. Monolog tentang pembasmi hama. Mungkin terlalu menjiwai, jadi ada properti yang berantakan."

Oliver mengerjap. "Latihan teater... di rumah kaca Duke? Saat hujan badai?"

"Seni itu butuh pengorbanan dan suasana, Dok. Anda orang medis, mungkin kurang paham soal artistik," elakku diplomatis.

Oliver terlihat bingung, tapi dia terlalu sopan untuk mendebat seorang wanita bangsawan. Dia hanya mengangguk canggung. "Ah... begitu. Syukurlah kalau bukan hal yang berbahaya."

Lihat kan?

Dia naif. Dia percaya begitu saja. Kalau Damian, dia pasti sudah menyelidikiku sampai ke akar-akarnya.

Oliver kembali menatap Freya. Tatapannya penuh kasih sayang, tapi tertahan. Ada tembok tak terlihat di antara mereka. Tembok "Aku cuma teman masa kecil".

"Freya," kata Oliver lembut. "Lain kali hati-hati. Aku... aku khawatir padamu. Kalau terjadi apa-apa, siapa yang akan membantumu di tempat sebesar ini?"

Kalimat itu harusnya romantis. Tapi di telingaku, itu terdengar pesimis. 'Siapa yang akan membantumu?'

"Lo lah, Bambang!" teriakku dalam hati. "Lo yang harusnya bantuin! Jangan cuma nanya!"

Aku menutup bukuku dengan keras. Blam!

Oliver dan Freya tersentak.

"Dokter Oliver," panggilku, kali ini dengan nada serius. "Bisa bicara sebentar di luar? Saya mau konsultasi soal... kesehatan mental. Saya rasa saya punya gejala darah tinggi mendadak."

Oliver, si dokter baik hati, langsung sigap. "Tentu, Nona. Ada keluhan apa?"

"Keluhannya adalah gemas melihat orang yang lambat," kataku sambil berdiri. "Ayo keluar. Kita perlu bicara dari hati ke hati. Atau lebih tepatnya, dari logika ke mental blok."

Aku berjalan keluar pondok, meninggalkan Freya yang bingung.

Sudah waktunya Golden Retriever ini dilatih jadi German Shepherd. Kalau dia mau melindungi Freya dari serigala macam Damian, dia harus belajar cara menggigit

1
watno antonio
lah udah tamat aja AQ kira masih ada loh
Yulia pacar Jin
EHEMM THORRR UP NYA DIBULAN 3 KAH ATAU BULAN 4??PLISS JANGAN LAMA LAMAAA UDAHH RINDUU NIHH MAU LANJUTIN BACA NYAA🥹🙂
Leel K: Eh, lupa aku 😭 Bentar ges, lagi sibuk didua novel. Bentar lagi tamat kok
total 1 replies
shabiru Al
habis tuh damian sama vivienne dan antek2 nya🤭
shabiru Al
duke yang aneh,, dia berani melawan beruang dan memimpin pasukan perang,,, kalah sama kegilaan seorang vivienne🤣
Anbu Hasna
benar2 Out of the box.
padahal seru kalau Viviane yg gantiin Bianca jadi pasangan Duke 🤣🤣
Yulia pacar Jin: WAHH GAK SABAR BGTT NIHH THORR TUNGGUIN KAMU UP LAGI🎀✨
total 2 replies
falea sezi
disini MC nya siapa Thor Bianca ma Damian apakah Damian sama viviane
Leel K: Ofc, MC nya Vivienne dong kak 😉
total 1 replies
falea sezi
novel transmigrasi paling lucu/Curse//Curse//Chuckle/
falea sezi
zebra minta rokok bentar bentar gmna ya ngelag otak ku/Curse//Curse/
falea sezi
baru nyimak moga bagus ampe ending
Dede Dedeh
d ijinkn hiatus nya. .....tpi jangan lama lama. ku tunggu karyamu selanjutnya.....
Anbu Hasna
Poor Damian, kehilangan tunangan, kehilangan harga diri, kehilangan harga lagi
Leel K: haha, lucu bangett /Facepalm/
total 1 replies
Anne
poor damian...
gina altira
gimana Thor ajah mau disatuin atau engga,, yg penting alur ceritanya tidak membosankan dan hidup. Damian bener" nyerah ini teh 🤭🤭
Anbu Hasna
like my mom... Dia lebih percaya saya ketawa sendiri pagi2 karena gila harus masuk kerja daripada karena baca novel begini
Leel K: Waduhh
total 1 replies
gina altira
ampuunn Vivienne
gina altira
Ampuunnn, gagal total tapi dapet beasiswa Oliver. musibah membawa berkah.
gina altira
lama" Duke Hart ini jd gila
gina altira
Bianaca dan Vivienne ini tim somplak
gina altira
Savage habiss, sampe Duke tidak bisa berkata"😄
gina altira
Kuras aja tuh Duke
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!