NovelToon NovelToon
The System'S Guide To Ruining The Villainess

The System'S Guide To Ruining The Villainess

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / CEO
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: DinaRyu

Up setiap hari

Stella Odette Rosewood terbangun dengan reputasi hancur, dikelilingi teman toxic, dan adik tiri bermuka dua yang ingin merebut segalanya termasuk Neo Hayes Blake, CEO dingin incaran banyak orang.

Satu-satunya jalan keluar adalah "Vix", sistem berwujud rubah ekor sembilan cerewet yang memaksanya menjalankan berbagai misi demi bertahan hidup. Stella pun mengubah taktik: membuang orang-orang toxic, merombak penampilannya, dan sengaja mendekati Neo untuk menghancurkan rencana adik tirinya.

Awalnya, interaksi mereka canggung dan Neo terlihat tak peduli. Namun, di balik kelakuan absurd dan omelan Stella pada sesuatu yang tak kasatmata, Neo melihat sosok wanita cerdas yang mati-matian berjuang sendirian.

Saat bahaya sesungguhnya dari intrik keluarga mulai mengancam nyawa Stella, sang CEO mengambil langkah.

Pria dingin itu kini menjadi pelindung posesif yang tak segan menghancurkan siapa pun yang berani mengusik miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DinaRyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 31: Sticky Note Merah Muda Neon

System Glitch

Waktu: 07:30 AM

Cahaya matahari pagi menyusup malu-malu melalui celah tirai apartemen Madeline Claire.

Udara kota London terasa lebih sejuk dan bersih sisa hujan semalam.

Di atas kasur berantakan, Stella Odette Rosewood menggeliat pelan, merentangkan kedua tangannya dengan helaan napas yang luar biasa lega.

Tidak ada sakit kepala. Tidak ada sisa racun. Tidak ada ancaman dari Paman Arthur.

Stella meraih ponsel barunya di atas nakas. Layar benda pipih itu dipenuhi oleh ratusan notifikasi berita pagi.

"KEJUTAN DI MALAM AMAL ROSEWOOD: STELLA ROSEWOOD KEMBALI SEBAGAI DIREKTUR UTAMA YANG SAH!"

"RUMOR DEPRESI DIBANTAH! PEWARIS ROSEWOOD TAMPIL MEMUKAU BERSAMA CEO BLAKE GROUP."

"ERA BARU ROSEWOOD MEDIA DIMULAI."

Stella menyeringai puas membaca headline yang terpampang nyata di portal berita terbesar London.

Senyumnya semakin lebar saat melihat foto dirinya yang sedang menggandeng lengan Neo Hayes Blake di karpet merah, tampak begitu berkuasa dan tak tersentuh.

Ayahnya, Richard Rosewood, terlihat memaksakan senyum di latar belakang, sementara Chloe bahkan tidak masuk ke dalam satu pun frame foto utama.

"Melihat wajah aslimu yang tersenyum seperti itu di pagi hari membuatku merinding, Host," tegur Vix.

Rubah ekor sembilan itu tiba-tiba muncul dari balik bantal, mengibaskan bulu putihnya yang halus.

Stella tertawa kecil, melempar bantal ke arah Vix yang dengan mudah dihindari oleh hewan ajaib itu.

"Biarkan aku menikmati kemenanganku, Rubah. Hari ini adalah hari pertamaku bekerja tanpa ada lintah yang mencoba menyedot darahku dari belakang. Aku mau bernafas dengan tenang."

"Bernafas dengan tenang?" Vix mendengus sarkas, melayang di atas kepala Stella.

"Kau lupa kalau kau sekarang berkantor di kandang predator paling berbahaya di London? Dengan tingkat afeksi 50%, pria itu tidak akan membiarkanmu bernafas lega, Nona Tengil. Buka Jendela Statusmu."

Stella memutar bola matanya, menyapu udara dengan sebelah tangan. Layar biru holografik muncul.

 [ JENDELA STATUS HOST ]

 Level: 4 (Penguasa Pemula)

 Poin Karma: 350 / 500

 [ ATRIBUT FISIK & MENTAL ]

  Kecerdasan: 88/100

  Karisma: 80/100 (Aura Ratu mulai terbentuk)

  Stamina: 90/100 (Status: Bugar dan Siap Tempur).

  Afeksi Neo Blake: 50% (Status: Obsesi Mengakar. Pria ini sudah mengunci mu dalam radarnya.)

"Tiga ratus lima puluh poin? Lumayan juga tabunganku,"

Stella mengangguk puas mengabaikan peringatan merah di baris terakhir. Ia melompat turun dari kasur.

"Ayo kita bersiap. Aku tidak sabar melihat wajah para staf Blake Group setelah berita pagi ini meledak."

Waktu: 09:00 AM

Markas Besar Blake Group, Lobi Utama

Jika kemarin kedatangan Stella disambut dengan tatapan meremehkan dan bisik-bisik keraguan, hari ini suasananya berbalik seratus delapan puluh derajat.

Begitu sepatu hak tinggi Stella melangkah masuk melewati pintu putar kaca lobi, suasana mendadak hening dengan penuh rasa hormat.

Beberapa manajer dari divisi lain yang sedang melintas bahkan menganggukkan kepala mereka dengan sopan ke arah Stella.

Stella tampil memukau namun tidak berlebihan. Ia mengenakan blus sutra berwarna champagne yang dimasukkan ke dalam celana panjang tailored berwarna navy blue.

Rambutnya dibiarkan tergerai natural dengan gelombang lembut di ujungnya. Tentu saja, aroma White Tea & Peony menguar lembut di setiap langkahnya.

"Selamat pagi, Nona Rosewood,"

Liam sudah berdiri di depan deretan lift eksekutif, menyapanya dengan nada yang jauh lebih segan dari sebelumnya.

Pria berkacamata itu membukakan pintu lift untuknya.

"Pagi, Liam. Apa timku sudah ada di lantai 15?" tanya Stella santai sambil melangkah masuk.

"Sudah, Nona. Mereka sudah tiba sejak pukul delapan dan langsung memulai pekerjaan. Tuan Blake juga sudah berada di ruangannya di lantai atas." Liam menekan tombol lift.

"Beliau meminta Anda untuk menyerahkan draf akhir pembagian vendor ke ruangannya begitu Anda tiba."

"Pria itu benar-benar tidak mengenal kata libur," gumam Stella sambil menggelengkan kepala.

Ting.

Pintu lift terbuka di lantai 15. Stella melangkah keluar menuju ruang kerja tim sementaranya.

Di sana, David, Maya, Sarah, dan Leo sedang berdiskusi hangat. Wajah mereka terlihat sangat cerah, beban ancaman dari Paman Arthur dan Chloe tampaknya sudah sepenuhnya terangkat dari pundak mereka.

"Pagi, Bos!" sapa Leo dengan semangat saat melihat Stella masuk.

"Anda melihat berita hari ini? Kita berhasil! Saham Rosewood Media naik 12% pagi ini saja!"

"Aku melihatnya," Stella tersenyum tulus, meletakkan tasnya di meja utama.

"Itu berkat kerja keras kalian juga. Hari ini kita fokus merapikan draf vendor. Jangan biarkan ada celah satu sen pun. Aku mau dokumen itu selesai dalam waktu satu jam."

"Siap, Nona!"

Stella menghabiskan satu jam berikutnya dengan sangat produktif.

Tidak ada drama keluarga, tidak ada malware yang menyusup, tidak ada adik tiri yang menangis. Hanya ada angka, strategi, dan kopi hitam panas.

Ini adalah ritme hidup yang sangat ia rindukan dari kehidupan masa lalunya.

Namun, kedamaian itu terpecah saat sebuah suara elektronik melengking di kepalanya.

[ Ding! ]

[ Misi Harian Diaktifkan! ]

[ Misi: Karena hari ini terasa terlalu damai, saatnya sedikit mengganggu Pangeran Es. Tulis pesan super tengil di selembar sticky note berwarna MERAH MUDA NEON, lalu tempelkan di atas dokumen yang akan kau serahkan pada Neo Blake. ]

[ Pesan yang harus ditulis: "Jangan terlalu merindukanku di lantai atas, Tuan Blake. Berkonsentrasi lah. - S." ]

[ Hadiah: 15 Poin Karma & 1 Kotak Macaron Kualitas Premium. ]

[ Hukuman Gagal: Host akan tersedak ludah sendiri setiap kali mencoba meminum sesuatu selama 6 jam ke depan. ]

Tangan Stella yang sedang memegang pulpen langsung kaku. Ia menatap layar biru itu dengan mata memicing tajam.

"Vix," desis Stella pelan. "Apa tujuan dari sistem ini sebenarnya? Menyelamatkanku atau mempermalukan ku setiap hari?"

Vix terkikik geli dari atas monitor David.

"Tentu saja menyelamatkanmu, Host. Tapi menyelamatkan dunia dengan cara yang membosankan itu tidak seru. Lagipula, pria dingin itu butuh sedikit hiburan. Tulis saja pesannya."

Stella menarik napas panjang. Hukuman tersedak selama 6 jam jelas bukan sesuatu yang bisa ia kompromikan.

Ia membuka laci meja yang sudah disiapkan oleh fasilitas Blake Group, dan mengutuk dalam hati saat benar-benar menemukan setumpuk sticky note berwarna merah muda neon yang luar biasa mencolok mata di sana.

Dengan tulisan tangan kursif yang elegan namun penuh keterpaksaan, Stella menuliskan kalimat cegil tersebut.

Ia menempelkannya tepat di tengah-tengah map kulit hitam berisi draf vendor, memastikan warna neon itu merusak estetika map mewah tersebut.

"Sempurna. Sekarang bersiaplah untuk diusir dari lantai atas," batin Stella sambil membawa map itu keluar dari ruangan menuju lift eksekutif.

Waktu: 10:30 AM

Lantai Teratas, Ruang Kerja CEO

Pintu kayu mahoni ganda itu terbuka setelah Stella mengetuknya dua kali.

Neo Hayes Blake sedang duduk di balik mejanya, tatapannya terfokus pada layar komputer yang menampilkan puluhan grafik pergerakan saham global.

Pria itu tidak memakai jasnya pagi ini. Ia hanya mengenakan kemeja putih berlengan panjang yang digulung rapi hingga ke siku, kerahnya dibiarkan sedikit terbuka tanpa dasi.

Penampilan yang sedikit lebih santai itu entah mengapa justru membuat aura dominannya terasa semakin liar dan berbahaya.

"Tuan Blake," Stella melangkah masuk dengan gaya anggun andalannya. Ia meletakkan map hitam itu tepat di atas meja Neo.

"Draf akhir vendor yang kau minta."

Mata obsidian Neo bergerak dari layar komputer ke arah map tersebut.

Tatapannya langsung terkunci pada selembar kertas kecil berwarna merah muda neon yang menempel di atas kulit hitam premium itu.

Warna yang sangat diharamkan di ruangan monokrom nya.

Neo menarik map itu perlahan. Mata tajamnya membaca tulisan tangan kursif di atas sticky note tersebut.

Jangan terlalu merindukanku di lantai atas, Tuan Blake. Berkonsentrasi lah. - S.

Keheningan yang luar biasa tebal langsung membungkus ruangan itu.

Stella menahan napasnya, meremas jari-jarinya di belakang punggung. Ia bersiap jika pria itu menganggapnya tidak profesional dan melempar kertas murahan itu ke wajahnya.

Namun, alih-alih marah, dada bidang Neo terlihat naik turun dalam satu embusan napas pelan.

Jemari pria itu yang panjang dan kokoh menyentuh ujung sticky note neon tersebut, mengusap tulisan tangan Stella, lalu perlahan ia melepaskannya dari atas map.

Neo mendongak.

Sorot matanya sangat pekat, gelap, dan seolah menyedot seluruh udara di sekitar Stella. Ada sebuah seringai tipis, sangat tipis, yang menghiasi sudut bibirnya.

"Merindukanmu?"

Neo mengulang kata itu dengan suara yang luar biasa serak dan rendah, getarannya seolah merayap langsung ke kulit Stella.

To be Continued

1
Puch🍒❄
lah loh hah eh kok bukannya dh diambil lg sama stella yak lah kok masih dia sih lah loh heh🤨
aku
ngabrut baca ini astaga 🤣🤣🤣
paijo londo
🤣🤣🤣yg datang ternyata tuan blake y waduh misi suruh kedip tuh awaasss entar tuan blake terpesona looohhh😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!