Bebas dari tuduhan konspirasi penculikan yang dirancang mantan kekasihnya, Michaela Hokked (24) memilih mati demi melepaskan diri dari masa lalu yang busuk.
Namun, takdir memiliki selera humor yang kejam.
Pelariannya menuju Los Angeles hancur bersama taksi yang ia tumpangi dalam kecelakaan maut yang meremukkan wajahnya.
Enam bulan koma dan melewati enam
Kali operasi wajah, Michaela terbangun dengan rupa baru: wajah cantik milik Cecilia Lynch, wanita bermata teduh yang kecelakaan bersamanya.
Kini, Michaela terjebak sebagai 'Cecilia' di hadapan Killian Vale-Knight (28 th) pria berkuasa yang mengaku sebagai kekasih jarak jauh Cecilia.
Tanpa kecurigaan, keluarga miliarder itu menghujaninya dengan kasih sayang yang tak pernah ia miliki.
Namun, kenyataan pahit menghantam: Cecilia asli tewas dalam keadaan hamil, Mencuri identitas Cecilia adalah tiket kebebasannya, atau justru awal dari labirin misteri yang mematikan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
008
BRAK!!!!
Pintu kayu mahoni yang kokoh itu tertutup rapat dengan dentuman keras yang mengguncang seisi ruangan.
Belum sempat Michaela menghembus napas atau menyesuaikan diri dengan pencahayaan kamar pengantin yang temaram, sebuah sentakan kasar menghantam bahunya.
Tubuhnya didorong tanpa belas kasihan, lalu dibanting ke atas ranjang berukuran king-size yang berada di tengah ruangan.
Hantaman itu begitu kuat hingga ratusan kelopak mawar merah yang menghiasi sprei sutra putih berhamburan ke udara, jatuh berserakan di sekitar tubuhnya bagai tetesan darah yang membeku.
"Ah!!" Michaela mengerang, tangannya langsung bergerak mencengkeram pinggangnya yang berdenyut menyengat.
Rasa sakit akibat remasan tangan Killian di altar tadi kini menjalar gila-gilaan, berbaur dengan efek hantaman kasur pada tulang-tulangnya yang baru pulih.
Demi Tuhan, jika boleh jujur, rasa sakit fisik seperti ini sebenarnya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan penyiksaan yang pernah ia dapatkan dari sang ayah kandung sejak ia kecil hingga beranjak remaja.
Dia pernah dipukul dengan ikat pinggang, dikunci di kamar mandi yang dingin, dan dibiarkan kelaparan berhari-hari.
Kulit dan mental Michaela yang asli sekaku baja. Namun, karena tubuh yang digunakannya saat ini—tubuh yang pernah terbaring koma selama enam bulan lamanya, otot-otot dan energinya menjadi sangat lemah.
Tubuh ini berkhianat, membuatnya terlihat seperti wanita rapuh yang tidak berdaya di bawah dominasi pria di hadapannya.
Killian berdiri di tepi ranjang, merenggut dasi kupu-kupunya dengan satu sentakan kasar lalu melemparnya ke lantai.
Dia menatap Michaela dari ketinggian dengan sepasang mata elang yang kini sepenuhnya diselimuti oleh kabut kebencian yang pekat dan dingin.
"Aku benar-benar tidak menyangka kau bisa selamat dari kecelakaan yang ku ciptakan itu," ucap Killian, suaranya terdengar begitu tenang, namun ketenangan itulah yang membuatnya terdengar seribu kali lebih mengerikan.
Deg.
Setiap sel di tubuh Michaela mendadak kaku. Jantungnya berdegup dengan ritme yang menyakitkan.
"K-kecelakaan??" tanya Michaela dengan suara parau, menatap Killian dengan mata membelalak penuh horor.
"Kau benar-benar belum tahu? Atau kau hanya sedang bersandiwara?" Killian mendengus, sebuah tawa sinis yang hambar lolos dari bibirnya.
Dia melangkah maju, menumpukan satu lututnya di atas ranjang, mencondongkan tubuhnya hingga bayangan tubuh besarnya mengurung Michaela sepenuhnya.
"Kelompok penipu sepertimu... kenapa tidak langsung mampus dan pergi ke neraka saja malam itu, hm?"
"Kau... selama berbulan-bulan membuatku percaya bahwa kau adalah wanita baik-baik dari keluarga sederhana yang tulus mencintai apa adanya diriku. Tapi ternyata... kau tidak lebih dari seorang penipu. Dasar wanita murahan!"
"A-apa ini, Killian? Itu... itu kasar sekali," jawab Michaela, memundurkan tubuhnya hingga punggungnya membentur kepala ranjang.
Lidahnya terasa kelu. Dia harus tetap mempertahankan topengnya sebagai Cecilia yang linglung, walau batinnya menjerit panik.
"Rupanya kau masih ingin melanjutkan dramamu? Kau pikir aku ini orang bodoh, Cecilia?" Killian mencengkeram dagu Michaela dengan sangat kuat, memaksa wanita itu untuk menatap langsung ke dalam matanya yang menyala penuh amarah.
"Kau pikir aku tidak menyelidiki latar belakangmu sebelum aku berlutut dan melamarmu? Aku sengaja mengundangmu datang ke Los Angeles agar aku bisa mengekskusi mu langsung dengan tanganku sendiri. Aku ingin melihat bagaimana wajah memelasmu saat semua kedokmu kukuliti. Entah sudah berapa banyak pria di luar sana yang menjadi korban dari jaringan menjijikkan kalian."
Deg.
Di balik rasa sakit pada dagunya, otak Michaela yang cerdas mulai bekerja dengan kecepatan penuh.
Kabut tebal yang menyelimuti teka-teki identitas Cecilia Lynch perlahan-lahan mulai tersingkap, memperlihatkan kebenaran yang mengerikan.
Michaela kini mulai sedikit mengerti, namun kapasitas mentalnya belum mampu menampung seluruh maksud dari konspirasi gila ini.
Killian melepaskan cengkeramannya pada dagu Michaela dengan sentakan kasar, seolah-olah dia baru saja menyentuh sesuatu yang beracun.
Dia berdiri tegak kembali, menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong, sementara senyum sinisnya kembali terkembang saat ingatan pahit masa lalu menghantam kepalanya.
Bertahun-tahun hidup di dalam lingkaran elite Los Angeles, Killian Vale-Knight dikenal sebagai pria yang dingin dan menutup diri.
Dia adalah seorang introvert yang jarang sekali berbaur dalam lingkaran sosial kalangan atas yang penuh dengan kepalsuan.
Dia menutup diri karena dia tahu betul, sebagian besar wanita yang mendekatinya hanya mengincar nama besar keluarga Vale-Knight dan tumpukan harta yang dimilikinya.
Hingga suatu hari, dia mengenal Cecilia Lynch melalui sebuah platform komunikasi.
Selama berbulan-bulan, Cecilia menjual cerita tentang kehidupannya yang sebatang kara, hidup mandiri, dan berjuang keras di tengah kerasnya kota San Francisco tanpa pernah mengeluh.
Di mata Killian yang haus akan ketulusan, Cecilia adalah oase di tengah padang pasir.
Dia benar-benar mengira Cecilia berbeda dari wanita-wanita kaya yang manipulatif.
Killian jatuh cinta teramat dalam.
Saking cintanya, dia tidak ragu mentansfer uang dalam jumlah besar—ratusan ribu dolar—setiap kali Cecilia mengatakan dia membutuhkannya untuk membayar utang-utang peninggalan orang tuanya atau sekadar memenuhi kebutuhan hidup.
Killian merasa bertanggung jawab penuh atas kebahagiaan wanita itu.
Sampai akhirnya, dia memantapkan hati untuk melamar Cecilia lewat panggilan telepon, dan lamaran itu langsung diterima dengan penuh tangisan bahagia di seberang sana.
Killian merasa menjadi pria paling beruntung di dunia karena mendapatkan wanita sederhana yang begitu mencintainya.
Namun, insting bisnisnya yang tajam—atau mungkin takdir—membuatnya sedikit ragu sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Karena dia jarang berbaur di luar, Killian meminta bantuan pada saudara kembar identiknya, Millian Vale-Knight, untuk melakukan penyelidikan latar belakang besar-besaran pada calon istrinya.
Dan betapa hancurnya dunia Killian saat Millian membawa berkas penyelidikan itu ke mejanya.
Nama Cecilia Lynch sama sekali tidak sesuai dengan kepolosan yang dia tunjukkan selama berbulan-bulan berpacaran lewat ponsel.
Cecilia ternyata adalah anggota inti dari sebuah sindikat hitam terorganisir yang dikenal dengan nama Madam's Roses.
Sindikat itu memiliki seorang 'Madam' sebagai otak utamanya, dan 'Roses' adalah sebutan untuk para anggotanya—wanita-wanita muda dengan pesona mawar yang luar biasa, berpendidikan tinggi, anggun, namun memiliki akses khusus untuk masuk ke dalam lingkaran pria-pria dari circle elite seperti dirinya.
Tugas para Roses ini hanya satu: memikat, menjebak, memeras, dan menipu para taipan kaya demi menguras harta mereka demi keuntungan organisasi.
Cecilia Lynch tidak sedang jatuh cinta padanya; wanita itu hanya sedang menjalankan misi dari Madam-nya untuk menjerat mangsa terbesar mereka—seorang Vale-Knight.
Hari ketika Killian meminta Cecilia datang ke Los Angeles enam bulan lalu adalah hari di mana dia berencana menghadapkan wanita itu pada kebenaran, lalu menghancurkannya.
Dia bahkan menyewa orang untuk memastikan taksi yang ditumpangi Cecilia mengalami 'kecelakaan' sebagai bentuk peringatan awal, tanpa tahu bahwa di dalam taksi itu ada variabel lain bernama Michaela Hokked.
...ΩΩΩΩ...
Duduk di atas ranjang pengantin yang mewah itu, akhirnya Michaela mengerti sepenuhnya.
Seluruh teka-teki itu kini terjawab dengan sangat benderang, namun jawaban itu justru membawa rasa dingin yang mencekam ke dalam dadanya.
Itu artinya, dia kini berada dalam masalah yang jauh lebih besar dan mematikan daripada kejaran polisi San Francisco atas kasus kematian Julian.
Dia bukan Cecilia. Dia hanyalah Michaela Hokked, seorang gadis jalanan miskin yang kebetulan berada di tempat dan waktu yang salah.
Pikiran Michaela mendadak berputar liar, melemparkannya kembali pada memori singkat di dalam taksi enam bulan lalu.
Dia mengingat wajah lembut Cecilia yang mengajaknya naik ke dalam taksi dengan begitu ramah.
Dia mengingat bagaimana Cecilia menunjukkan kartu identitasnya seolah sengaja ingin Michaela mengingat namanya.
Sebuah realitas baru yang mengerikan menghantam kesadaran Michaela hingga membuatnya merinding.
Apakah Cecilia yang asli sebenarnya sudah tahu bahwa Killian telah mencium kedoknya? Apakah Cecilia tahu bahwa taksi itu adalah jebakan maut yang disiapkan untuknya?
Atau... atau jangan-jangan, Cecilia sengaja mengajakku masuk ke dalam mobil yang sama agar ada orang lain yang menjadi tamengnya?
Apakah kehamilan Cecilia yang disembunyikan itu juga bagian dari rencana pelariannya dari Kelompok Madam's Roses?
Michaela meremas sprei sutra di bawahnya dengan sangat erat hingga buku-buku jarinya memutih.
Matanya menatap sosok Killian yang berdiri tegap bagai malaikat pencabut nyawa di depannya.
Oh Tuhan... aku benar-benar terjebak, batin Michaela menjerit histeris.
Dia menghancurkan semua identitas aslinya untuk menghindari tuduhan pembunuhan Julian, mengira wajah baru ini adalah berkat dari Tuhan untuk memulai hidup baru yang tenang dan mewah.
Namun kenyataannya, dia justru dengan sukarela berjalan masuk ke dalam sebuah sangkar emas yang dirancang khusus untuk menyiksa pemilik asli wajah ini.
Dan yang paling buruk adalah, dia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya pada Killian.
Jika dia mengaku bahwa dia bukan Cecilia melainkan Michaela Hokked, Killian pasti tidak akan percaya dan menganggapnya sebagai taktik penipuan baru.
Atau lebih buruk lagi, dia akan diserahkan ke polisi sebagai buronan pembunuhan dari San Francisco.
"Kenapa diam, Cecilia?" Suara Killian kembali terdengar, dingin dan tajam memotong keheningan kamar.
Pria itu melangkah mendekat, mencengkeram bahu Michaela dengan kekuatan yang membuat wanita itu meringis.
"Permainanmu sudah selesai. Kau terjebak di sini, bersamaku, dalam ikatan pernikahan yang sah. Dan aku akan memastikan setiap detik yang kau lewati di rumah ini akan membuatmu memohon untuk mati."
Michaela mendongak, menatap mata elang suaminya. Ketakutan di matanya perlahan-lahan surut, digantikan oleh binar kelangsungan hidup khas Michaela Hokked yang telah lama tertidur.
Dia tersenyum sangat tipis—sebuah senyuman yang luput dari perhatian Killian.
Kau salah, Killian Vale-Knight, batin Michaela dengan tekad yang membara di dalam dadanya.
Kau mengira kau sedang menyiksa mawar penipumu. Tapi kau tidak tahu, bahwa wanita yang ada di ranjangmu malam ini adalah serigala jalanan yang sudah terbiasa hidup di dalam neraka.
.
.
Mohon komentarnya kalo suka cerita ini 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
itu Mischa kenapa muntah? mungkin kah hamil 🤨🤨🤨