NovelToon NovelToon
Love By Accident

Love By Accident

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:9.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: iraurah

(***) Karna sebuah kecelakaan motor membuat gian harus merawat hilya dan tinggal bersama di masion miliknya.

kesibukan kedua orang tua hilya membuatnya menyetujui agar hilya tinggal bersama sang pelaku.

Akankah kecelakaan itu membawa benih benih cinta terhadap dirinya dan Gian sang pelaku dalam kecelakaan itu?

Instagraam: @iraurah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 16 - Tidak Ada Yang Perlu Ditakuti

Pagi pukul 07.15 Gian terbangun terlebih dahulu. Ia mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya di ruangan itu. Hingga ia tersadar sedang memeluk tubuh Hilya dengan erat.

Gian tidak langsung beranjak tetapi dia justru melihat wajah hHilya yang sedang tertidur pulas, begitu tenang dan damai, wajah cantiknya masih tetap telihat meski dengan kondisi seperti ini, wajah pucatnya tidak mengurangi kecantikan alaminya.

Ia pun menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik Hilya sembari tersenyum senyum sendiri disana.

Benar-benar cantik. batin Gian

Lalu ia pun tersadar dan menggeleng gelenggkan kepalanya cepat, bisa bisanya dia mencari kesempatan dalam kesempitan seperti ini,, bagaimana jika wanita itu bangun? mau taruh dimana mukanya? Gian benar benar merutuki kecerobohannya.

Ia pun beranjak dari ranjang pasien dan segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Tak lama setelah Gian ke kamar mandi, Hilya pun bangun dari tidurnya. Tetapi ia tidak melihat pria itu di mana mana sampai suara gemercik air menjawab tanyanya.

Mungkin dia sedang mandi. batin Hilya

Hilya pun beranjak dari tidurnya dan duduk di tepi ranjang sambil merapikan rambutnya yang berantakan.

15 menit kemudian gian keluar dari kamar mandi masih memakai pakaian yang sama tapi tubuhnya nampak segar.

"Tenyata kamu sudah bangung"

"Iya"

"Apa kamu butuh sesuatu?"

"Aku mau ke toilet" Ucap Hilya malu malu.

"Apa kamu perlu aku panggilkan perawat?"

"Iya, tolong panggilkan perawat wanita"

Gian pun langsung menekan tombol nurse bell, tak lama perawat pun masuk dan langsung membantu Hilya menuju toilet sedangkan Gian pergi ke kantin mencari makan.

30 menit kemudian Gian kembali ke ruang inap Hilya sembari membawa kantung kresek.

Clekk

"Maaf aku tadi dari kantin rumah sakit, aku membawakanmu makanan juga"

"Benarkah?" Seketika mata Hilya berbinar binar, sudah lama ia tidak mencicipi makanan selain bubur atau yang disediakan rumah sakit.

"Iya, sini biar aku suapi" Ucap Gian langsung membuka makanan itu dan menyuapi Hilya, tidak ada penolakan dari Hilya.

"Oh iya kata dokter sekitar tiga hari lagi aku boleh pulang" Ucap Hilya pada Gian sembari mengunyah makanan di mulutnya.

"Oh ya? Syukurlah kalau begitu. Aku juga sudah menyiapkan semua keperluan mu selama di masion" Ucap Gian yang membuat Hilya tersedak seketika

Uhuk Uhuk Uhuk

"Ya ampun pelan pelan makannya" Ucap Gian sembari menyodorkan minum pada Hilya.

"Terima kasih" Hilya pun diam sejenak menormalkan detak jantungnya.

"Apa Bapak benar benar akan mengajakku tinggal di masion?"

"Iya, bukankah kita sudah sepakat waktu itu?"

"Iya tapi jika sudah di masion apa yang harus aku lakukan? Pasti aku akan bosan nantinya"

"Kamu harus melakukan terapi setiap hari agar kamu bisa cepat pulih dan berjalan lagi" Ucap Gian

".... dan jika aku bekerja akan ada seorang perawat yang menjagamu di masion" Tambahnya pada Hilya.

Hilya masih diam tidak bersuara

"Kamu tenang saja, sesudah pulang kerja saya yang akan menjaga kamu, dan aku juga akan mengajak mu keluar rumah sesekali untuk berjalan jalan" Ucap Gian yang mencoba menyakinkan Hilya.

"Apa tidak apa apa jika aku tinggal bersama Bapak?"

"Tidak"

"Apa tidak akan ada yang marah jika aku tinggal di masion Bapak?

Gian seakan tau apa yang dikhawatirkan Hilya saat ini, dirinya pasti takut jika ada seseorang yang tidak suka Hilya tinggal bersamanya.

"Kamu tenang saja, tidak ada perlu kamu takuti"

1
Halimah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
pretty girl's
luar biasa
Nia septiani
gak usah mencela .kalo ga suka jangan di baca ya kak.kasian autornya dh cape2 mikir nulis trs di cela
Nia septiani
iya yah kak kalo aslinya mah ngtu . tp sayang kalo di novel kan ini suka suka autor nya mau bgimana tempatnya hehe sabar sabar
Endach Sukma
knpa gk kakek sekalian manggilnya, nanggung lah klo cma bapak....
Maya Ratnasari
kalo usia 19 th, itu biasanya baru lulus SMA atau udah kuliah tingkat awal.
apa iya lulusan SMA atau masih kuliah gitu udah jadi manajer??
Maya Ratnasari
logika nya, UGD adalah unit gawat darurat, setidaknya memiliki kriteria: mudah dijangkau, aksesnya cepat, tempat strategis.

kebayang yah kalo letaknya susah, pasiennya bisa koit 10x, hehhehe
Rhenii RA
Mansion bukan masion
Sri Paputungan
luar biasa
Azhure
duduk di kursi roda dengan pakaian seperti ini dengan posisi kaki sakit? aduuuhhh ga bahaya taaahh?🤭🤭🤭
Azhure
laaaahhh matanya di pinjamkan, buta atuh jadinya thor 😂😂😂
Azhure
sedikit patah dan lumayan parah? gmn maksudnya 😭😭😭
Azhure
wah ini indikasi hilang ingatan keknya, prasaan td manggil mamah, kok tb² jd manggil ibu 🤭🤭🤭
mommy raina
ceritanya menarik, meski terdapat beberapa kata yg kurang tepat
mommy raina
koreksi sdikit y thor, hubungan mereka itu adalah sbg atasan dan bawahan thor, kalau rekan bisnis itu artinya si angel jg punya perusahaan sendiri dan mereka bekerja sama. dan yg benar itu sekretaris, bukan sekertaris.
Heny Widyasworo
Luar biasa
Liiee
banyak kok UGD di lantai 2,,,
Tarty Chunjileechanheesllu
👍👍👍
Elena Sirregar
ada perkataan yg tak sesuai misal Gian menolong Haila duduk diatas kerusi: Gian menduduki Haila ke atas kerusi. seharusnya mendudukan Haila diatas kerusi. sebab dia menolong seseorang untuk duduk.
Nur Syah
wowwwww hilya benar2 cantik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!