Jansen pemuda yang memiliki wajah tampan dan blasteran Indo-Belanda itu yang sangat menginginkan menghabisakan liburannya untuk mendaki Gunung yang belum terjamah. Dia memiliki kekasih yang begitu cantik yaitu Amanda Prisila.
Jansen sedang mencoba membujuk kekasihnya itu untuk pergi menghabiskan liburan mereka ke puncak gunung perawan. tetapi orang tua Amanda tidak mengizinkanya.
Apakah akhirnya Jansen dapat membujuk orang tua Amanda? dan apakah liburan Jansen dan Amanda akan menggembirakan atau malah berujung kematian?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afionita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab XVI
Enjoy reading !
" Yeah aku siap untuk membantu temanku yang cantik ini " ucap Dita dengan pujianya.
" Bagus, itu baru benar teman ku " ucap Lola.
" Aku akan menyingkirkan Intan dari Rama. tapi gimana ya caranya ? " Lolapun berpikir untuk menyingkirkan Intan.
" Itu mudah sekali, akan ku beritahu caranya " ucap Dita meyakinkan.
" Apa caranya ? " Tanya Lola penasaran.
" Kamu tinggal diam saja di sini dan mendengar kabar baiknya saja La. biar aku yang menanganinya ! " balas Dita dengan santai.
" Oke. aku pegang omongan kamu ini. asalkan kamu tidak melibatkan aku saja apabila terjadi sesuatu. bagaimana ? " ucap Lola.
" Aku yang akan bertanggung jawab. dan aku tidak akan membawa nama mu ! " ucap Dita meyakinkan.
**
" Apa kalian semua sudah puas karena sudah berhasil mendaki gunung ini ? " ucap Intan tiba-tiba.
" Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan ini sayang ? " tanya Rama kembali.
" Bukan begitu. hanya saja apa kalian masih ingin berlama lama berada di puncak gunung ini ? a a..ku.. hanya ingin bertanya kapan kita akan kembali. itu saja Ma. " ucap Intan ragu-ragu untuk bertanya.
" Ju..jujur saja aku agak khawatir. karena kita sudah berhari hari, emm.. maksud.. aku.. kita sudah seminggu berada di hutan pegunungan ini. aku.. aku takut kalau ada bahaya yang akan terjadi pada kita " ucap Intan.
" Tenang saja sayang masih ada aku dan teman teman lainya... jadi kamu tidak perlu khawatir " ucap Rama menenangkanya.
" Bilang saja kalau pacar mu itu ketakutan. dasar cewek selalu saja merepotkan " sahut Roy dengan emosinya.
" Kamu bisa tidak mengerti kondisi saat ini apa ? omongan Intan juga ada benarnya. kita juga sudah berminggu minggu. sudah waktunya juga kan kita turun !" bela Rama untuk kekasihnya.
" Kalau kamu tidak terima dengan perkataanku ini bawa saja kekasihmu pulang. agar dia tidak merengek ketakutan seperti anak kecil saja " imbuh Roy lagi.
" Bukan begitu maksudku Roy. aku cuma takut akan ada binatang buas menghampiri kita kalau kita tidak segera turun. dan kita akan menjadi santapan empuk untuk binatang binatang buas kali ini " ucap Intan mencoba menjelaskan.
" Sudah lah tan kamu tau apa tentang suasana alam pegunungan ini. kamu aja baru pertama kali ikut kegiatan seperti ini kan ? bilang aja klau kamu itu penakut ! " kata Roy mengejeknya.
" Sudah ! (bentak Rama) apa kamu bisa tidak mengahrgai pendapat perempuan sedikit? . dia hanya mengungkapkan kekawatiranya kepada kita semua. maksud intan juga baik agar kita berjaga jaga dari sesuatu. " bentak Rama.
" Sudahlah teman. jangan di teruskan lagi." stop Alex pada teman-temanya.
" Benar juga kata Intan sih Roy. kita juga sudah lama berada di atas gunung ini, waktunya kita untuk turun lagian juga sebentar lagi bahan makan kita akan segera habis. apakah kita akan berada di puncak gunung ini berlama lama ? tidak bagus juga kan?. apalagi di gunung ini masih terasa alami dan liar" ucap Pendapat Jansen.
" Sudah sudah. lebih baik kita semua tidur untuk merilekskan pikiran kita masing-masing." kata Gita.
" Iya ide bagus itu baby ! juga sekarang tugas Roy kan untuk berjaga di depan tenda ? " Seru Alex.
" Iya sekarang giliran ku " balas Roy.
**
Hari semakin gelap saat berada di tengah tengah hutan belantara ini, selain gelap juga ada hawa maupun aura aura aneh yang menyelimuti pegunungan ini.
Tengah malam,
Tiba-tiba saja Intan terbangun dari tidurnya di karenakan dia sudah tidak bisa menahanya dan ingin ke kamar kecil. karena dia sedikit takut Intan lalu membangunkan Gita akan tetapi karena sudah tengah malam seperti ini Gita yang sudah di bangunkan berkali-kali bahkan juga Intan sudah mencoba menggoyang-goyangkan bahu temanya itu tapi sama sekali tidak di respon oleh Gita yang sudah terlelap itu.
" Huh ... sudahlah aku sudah tidak tahan aku akan keluar. kamu pasti berani Intan ! " ucap Intan lalu bergegas untuk keluar.
" Hei, kamu kenapa malam-malam begini keluar ha ? " tanya Roy kasar yang sedang berjaga di depan tenda.
" Nggak mungkin kan aku minta bantuan Roy. apalagi tadi kita sempat berdebat " Gumam Intan dalam hatinya.
" Aku hanya ingin ke kamar kecil. " ucap Intan lalu segera pergi.
Di saat bersamaan Roy juga ingin ke kamar kecil dia mengikuti Intan di belakangnya dan setelah itu selesai dia akan kembali ke tendanya.
Tetapi sesaat ingin kembali ke tenda Roy mendengar teriakan Intan.
" Aaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh....... " teriak Intan.
Roy ingin menghampirinya tapi karena ada sedikit perdebatan di antara mereka Roy lalu mengabaikanya dan kembali ke tendanya lagi.