NovelToon NovelToon
Jantung Hatiku, Aku Hanya Ingin Kamu

Jantung Hatiku, Aku Hanya Ingin Kamu

Status: tamat
Genre:CEO / Wanita perkasa / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mira K.

4 tahun lalu, Naomi Liem dipaksa meninggalkan satu-satunya orang yang pernah dicintainya.

Dia hampir mati karenanya.

4 tahun kemudian, Darren Wijaya kembali — pewaris konglomerat terkaya, pria dengan mata rubah yang berbahaya, dan senyum yang bisa menghancurkan dunianya.

"Aku sudah menunggu 4 tahun. Kali ini, aku tidak akan melepaskanmu."

Yang tidak Naomi ketahui: Darren sudah diam-diam mencintainya selama 10 tahun. Sejak bangku SMA. Tanpa pernah goyah.

Yang tidak Darren ketahui: Ada rahasia gelap di balik perpisahan mereka — dan musuh yang jauh lebih berbahaya dari yang mereka bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mira K., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Bab 25

Arthur Wijaya Sadar

"Arthur Wijaya sadar."

Kalimat Billy membuat Darren langsung turun dari ranjang. Naomi juga berusaha bangun, tetapi Darren menahannya.

"Kamu tinggal."

"Tidak."

"Nao, tubuhmu belum kuat."

"Aku tidak akan berlari." Suara Naomi masih serak, tetapi matanya jelas. "Kalau Arthur sadar dan ini berhubungan dengan Ethan, aku harus dengar."

Darren menatapnya dua detik, lalu menyerah dengan cara paling Darren: membungkus Naomi dengan cardigan tebal, memanggil kursi roda medis, dan menyuruh dua pengawal tambahan menjaga jaraknya dari siapa pun.

"Kompromi," katanya.

Naomi duduk di kursi roda dengan ekspresi datar. "Kamu menikmati kata itu terlalu banyak."

"Aku sedang mempraktikkan pernikahan sehat."

Billy yang berdiri di pintu terlihat ingin tertawa, tetapi tidak berani.

Ruang perawatan Arthur berada di sayap utara, bagian paling sunyi dari Wijaya Estate. Selama lima tahun, ruangan itu dipenuhi bunyi mesin medis, aroma antiseptik, dan keluarga yang datang hanya saat perlu terlihat peduli. Arthur Wijaya, ayah Ethan, berbaring di ranjang besar dengan tubuh kurus dan kulit pucat, mata setengah terbuka seperti seseorang yang baru kembali dari tempat sangat jauh.

Di dinding dekat ranjang ada foto keluarga lama: Arthur yang masih tegap, Helena yang muda dan angkuh, Ethan remaja berdiri paling rapi, Bryan kecil tersenyum malas, Felicia memakai pita besar. Foto itu tampak seperti bukti kehidupan lain sebelum ruangan ini berubah menjadi kamar tunggu panjang.

Naomi mencium bau obat, alkohol, dan bunga segar yang mulai layu di vas. Lima tahun adalah waktu yang kejam. Tubuh Arthur masih hidup, tetapi seluruh rumah sudah belajar berbicara tentangnya seperti benda yang tidak akan menjawab.

Helena sudah ada di sana.

Wajahnya kacau untuk pertama kalinya sejak Naomi mengenalnya. Tidak ada senyum angkuh, tidak ada kalimat tajam. Ia berdiri di sisi ranjang Arthur, kedua tangannya gemetar.

"Arthur," bisiknya. "Kamu dengar aku?"

Dokter keluarga memeriksa pupil dan respons tangan Arthur. "Respons sadar masih tidak stabil. Jangan memberi terlalu banyak stimulasi."

Ethan berdiri di dekat jendela. Tenang. Terlalu tenang. Sapu tangan abu-abunya tidak terlihat kali ini, tetapi tangannya saling menggenggam rapi di depan tubuh.

Engkong duduk di kursi roda di ujung ruangan, wajahnya keras. Natalia juga datang dengan bantuan pelayan, satu tangan menopang perut besar. Begitu melihat Arthur membuka mata, Natalia menutup mulut, matanya basah.

Naomi memperhatikan Ethan.

Semua orang menunjukkan sesuatu: Helena panik, Engkong menahan napas, Natalia terharu, bahkan Bryan yang baru datang tampak takut. Ethan hanya tampak... siap.

Darren masuk mendorong kursi roda Naomi. Ruangan menjadi semakin tegang.

"Keluar kalau hanya mau membuat keributan," kata Helena cepat.

Darren tidak memedulikannya. Matanya tertuju pada Arthur.

"Paman Arthur," ucapnya rendah.

Mata Arthur bergerak lambat ke arah Darren. Butuh beberapa detik sebelum tatapannya fokus. Begitu mengenali Darren, jari-jarinya berkedut di atas selimut.

Dokter menahan Darren dengan satu tangan. "Pak Darren, hati-hati. Dia baru sadar."

"Aku tahu." Darren mendekat satu langkah. "Aku hanya akan bertanya satu hal."

Ethan akhirnya bersuara. "Darren, ini bukan waktu yang tepat."

Darren menoleh padanya. "Kau takut waktunya terlalu tepat?"

Ethan tidak menjawab.

Helena berdiri di antara Darren dan ranjang. "Suamiku baru sadar setelah lima tahun. Kau tidak boleh menginterogasinya."

"Lima tahun lalu, kecelakaan itu hampir membunuhnya." Suara Darren tetap rendah, tetapi setiap kata seperti benda berat. "Dan sejak itu, semua orang di rumah ini menerima cerita bahwa itu kecelakaan biasa."

Engkong mengetukkan tongkat pelan. "Darren."

"Tidak, Engkong." Darren menatap Arthur lagi. "Semalam istriku hampir mati. Hari ini Arthur sadar. Kalau rumah ini masih mau menyebut semuanya kebetulan, aku tidak ikut."

Naomi menggenggam ujung cardigan. Ia bisa merasakan semua benang di ruangan menegang pada nama Ethan, meski Darren belum menyebutnya.

Darren membungkuk sedikit agar Arthur bisa melihat bibirnya dengan jelas.

"Paman Arthur," katanya. "Lima tahun lalu, kecelakaan mobilmu. Itu benar kecelakaan?"

Monitor di samping ranjang berbunyi lebih cepat.

Dokter langsung melihat layar. "Detak jantung naik."

Mata Arthur melebar sedikit. Air mata tipis keluar dari sudut matanya, mengalir ke pelipis. Ia tidak bisa mengangkat kepala, tidak bisa membentuk kata, tetapi ketakutan di matanya terlalu hidup untuk disebut refleks orang baru sadar.

Helena menutup mulut, menangis tanpa suara. Namun tangisnya tidak hanya berisi haru. Ada panik di sana, panik yang membuat Naomi bertanya-tanya apakah Helena takut suaminya mati lagi atau takut suaminya akhirnya bisa bicara.

Ethan tetap di dekat jendela. Tangannya yang menggenggam satu sama lain tampak tenang, tetapi ibu jarinya menekan buku jari terlalu kuat sampai memutih.

Arthur membuka mulut. Tidak ada suara keluar. Hanya napas kasar, seperti seseorang yang mencoba menembus dinding.

Helena menangis. "Jangan paksa dia."

Darren tidak mundur. "Siapa yang melakukannya?"

Tangan Arthur bergerak.

Awalnya hanya jari telunjuk yang bergetar. Lalu pergelangan tangannya terangkat sedikit dari selimut. Gerakan itu lemah, hampir tidak mungkin, tetapi semua orang melihatnya.

Helena membeku.

Ethan berdiri sangat diam.

Arthur menunjuk.

Tidak lurus, tidak kuat, tetapi arahnya jelas.

Ke jendela.

Ke tempat Ethan berdiri.

Udara di ruangan pecah tanpa suara.

Natalia terhuyung. Pelayan cepat memegang lengannya. Bryan mengumpat pelan. Felicia yang baru masuk di pintu langsung pucat.

Naomi merasakan kulit kepalanya kesemutan.

Ethan menatap tangan ayahnya. Wajahnya tetap tenang, tetapi untuk sepersekian detik, hanya sepersekian detik, Naomi melihat sesuatu lewat di matanya.

Bukan takut.

Luka.

Lalu semuanya hilang.

"Papa salah lihat," kata Ethan lembut.

Suara itu membuat Naomi merinding.

"Dia baru sadar. Penglihatannya belum stabil." Ethan menatap dokter, nada suaranya bahkan terdengar prihatin. "Benar, Dok?"

Dokter ragu sepersekian detik. "Pasien memang bisa mengalami disorientasi."

"Tapi arah tangannya tidak disorientasi," kata Darren.

Natalia menunduk, satu tangan menekan perutnya, wajahnya pucat seperti baru mendengar sesuatu yang tidak ingin ia pahami malam itu sama sekali di ruangan itu.

Arthur tiba-tiba mengeluarkan suara parau, lebih mirip erangan daripada kata. Tubuhnya menegang. Monitor berbunyi cepat.

"Arthur!" Helena menjerit.

Dokter dan perawat langsung bergerak. Darren ditarik mundur oleh Billy. Natalia menangis tertahan. Engkong berdiri setengah dari kursi rodanya sebelum perawat menahannya.

Arthur mencoba menunjuk lagi.

Tangannya jatuh.

Matanya berputar, lalu tubuhnya kembali lemas di ranjang.

"Dia pingsan," kata dokter cepat. "Semua keluar! Sekarang!"

Helena menangis di sisi ranjang. Ethan tetap berdiri di dekat jendela, wajahnya pucat tetapi terkendali.

Darren menatapnya dari seberang ruangan.

Kali ini, bukan hanya Naomi yang melihat retakan pada topeng Ethan.

Seluruh Rumah Besar melihat jari Arthur menunjuk ke arahnya.

1
Wawan
Salam kenal untuk Naomi 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!