Pernikahan adalah suatu ikatan sakral dua insan manusia untuk saling melengkapi, saling berbagi dan saling membutuhkan namun bagaimana jika pernikahan yang sudah berlangsung selama dua tahun harus di warnai oleh perselingkuhan?
Ayu Anindia yang semula bahagia dengan pernikahannya bersama seorang pengusaha Prasetyo Aryaduta harus mengalami kepahitan akibat perselingkuhan Prasetyo atau yang lebih akrab di panggil mas Tio. akankah Ayu memaafkan suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mccain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ririn
Hari ini Ayu sedang menunggu Ririn di kafe biasa mereka bertemu. Tadi pagi setelah Tyo berangkat ke kantor Ririn menelpon Ayu dan memintanya untuk bertemu. Lagi pula mereka juga sudah lama tidak bertemu di karenakan Ririn yang sibuk dengan pekerjaannya sebagai karyawan di sebuah perusahaan di kotan Bandung. Setelah menunggu sekitar setengah jam akhirnya sahabat yang ia tunggu tiba juga.
"Hai sayang..." Sapa Ririn sambil memeluk dan bercipika-cipiki dengan Ayu. Suatu kebiasaan saat mereka bertemu
"Hai juga Rin... Muah.." Membalas pelukan sahabatnya dan bercipika-cipiki
"Duduk gih..." Pinta Ayu.R irinpun duduk berhadapan dengan Ayu
"Mau pesan apa rin?" Tanya Ayu
"Biasa aja.. Nasi goreng sama jus avocad hehehe"
"Okey, sudah aku duga. Hehe..." Ayu pun memanggil pelayan dan memesan dua nasi goreng, jus Avocado dan jus strawberry untuk dirinya dan Ririn.
"Hmmm... Rin, kamu kok sendirian? Mana Ravel?" Tanya Ayu karena biasanya jika Ririn mengajak bertemu ia pasti akan mengajak Ravel juga agar lebih klop saat ketiga sahabat itu bertemu.
Ayu yang kalem, Ririn yang ceplas ceplos dan Ravel yang heboh.
"Nggak. Aku sengaja nggak ngajak Ravel. Lagi pula juga kan hari ini pasti dia sibuk sama perusahaannya" Jawab Ririn.
Padahal ia tahu pasti jika Ririn ngajak ketemuan, sesibuk apapun Ravel ia pasti tetap akan datang meskipun Ravel harus membatalkan meeting penting di perusahaannya karena Ravel sangat menjunjung tinggi persahabatan mereka bertiga.
"Ayu, aku kangen banget sama kamu tau nggak. Kamu gimana kabarnya?"
"Aku baik kok." Jawab Ayu dengan senyum manisnya
"Kamu gimana Rin?"
"Aku juga baik. Lebih dari baik malahan hehe..."
"Hmm.. Pasti ada apa-apanya ini. " Curiga Ayu.
"Emang ada apa-apanya kok. Hihihi... Ayu, akhirnya aku jadian sama Indra" Kata Ririn sambil nyengir.
Indra adalah gebetan sekaligus atasan Ririn di tempat Ririn bekerja.
"Widih.... Gile, pake jurus apa kamu sampe si Indra bisa jadian sama kamu hah? Kapan jadiannya?" Tanya Ayu penasaran.
"Hahahaha... Aku jadian sama dia kemarin. Hehe... Aku aja kaget pas dy WA aku pegen ketemuan. Terus dia ngajak nonton kemarin, terus jadian deh"
"Aku kayaknya nggak yakin deh kalo dia yang nyatain perasaannya ke kamu. Pasti kamu bikin sesuatu kan sampe si Indra itu jadian sama kamu?"
"Hmmm.. Pikiran kamu itu yang gituh..gini-gini juga aku punya daya tsrik tahu. Hehe"
"Iya deh percaya. Oh iya, kamu sejak kapan pulang ke Jakarta?" Tanya Ayu
"Kemarin dulu aku pulang. Sekalian minta cuti, besok udah balik lagi ke Bandung makanya ajak kamu ketemuan." Jawab Ririn
"Ayu, gimana pernikahan kamu sama Tyo?" Tanya Ririn penuh selidik.
Raut wajahnya yang tadi ceria ketika bercerita tentang hubungannya dengan Indra tiba-tiba menjadi murung saat menanyakan hubungan pernikahan sahabatnya
"Aku? Aku sama mas Tyo baik-baik aja kok. Tapi beberapa bulan ini dia sibu banget sama kerjaannya."
"Oh...."
"Kok muka kamu jadi gitu sih? Kayak nggak punya semangat? Kenapa emangnya Rin?" Tanya Ayu merasa aneh melihat Ririn.
Ririn yang semula mengajak Ayu bertemu ingin menceritakan apa yang ia lihat kemarin tiba-tiba nyalinya menciut melihat wajah Ayu yang bahagia menceritakan kehidupan pernikahannya bersama Tyo.
"Oh... Gitu... Terus Tyo gimana? Masih perhatian nggak sama kamu?"
"Ya ialah Rin... Dia kan suami aku, perhatiannya nggak berubah kok tetap sama cuman tuntutan pekerjaannya yang sekarang membuat intensitas pertemuan kami semakin jarang. Mas Tyo kebanyakan pulang larut malam atau pun nggak bisa pulang rumah kalau lembur. Tapi kemarin dia ngajak aku jalan, manjain aku Rin. Kemarin mas Tyo seharian sama aku, kita makan romantis terus dia ngajak aku nonton di bioskop." Cerita Ayu panjang lebar dengan senyum ceria yang selalu ia tampilkan saat menceritakan tentang suaminya.
Sedangkan Ririn yang mendengarnya serasa panas dingin mengingat apa yang kemarin ia saksikan dengan mata nya sendiri saat melihat Tyo bermesraan dengan seorang perempuan di lorong.
Akhirnya Ririn pun enggan menceritakan kejadian tersebut melihat sahabatnya begitu bahagia. Ririn hanya berharap laki-laki yang di lihatnya kemarin bukan Tyo meskipun kebenarannya seperti itu karena saat Ayu mengetahui semuanya, sahabatnya pasti akan hancur, pikir Ririn.
"Oh gitu.. Ayu, kenapa kamu nggak kerja aja? Kan kata kamu Tyo sibuk sama kerjaannya. Emang kamu nggak sumpek di rumah? Mending kerja aja dulu lagi pula juga belum punya anak kan?"
"Aku juga maunya gitu Rin. Aku kesepian di rumah. Mama Tyo juga udah nggak pernah ke rumah lagi."
"Kamu sih, mau aja di kurung Tyo di rumah. Hahahha...."
"Nanti aku tanya ke mas Tyo kalo dia ijinin aku kerja"
"Iyalah.. Asal kamu buju dia pake rayuan pasti dia mau. Kalo dia kasih ijin, kamu bisa kerja di perusahaan nya Ravel."
"Iya juga sih.. Dulu aja waktu aku bilang mau kerja di perusahaannya, katanya nggak boleh nanti perusahaannya bangkrut karna dia nggak konsen aku di situ"
"Hahahaha.... Gimana mau konsen kalo istrinya itu bikin dia pengen meluk terus" Canda Ririn
"Ish... Kamu nih... Hehhee"
Setelah perbincangan tersebut makanan yang mereka pesanpun sampai dan kedua sahabat itu pun menikmati makan siang di selingi pembicaraan tentang pekerjaan Ririn, hubungan Ririn dengan Indra dan masih banyak lagi yang mereka bicarakan hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul empat sore dan akhirnya Ririn mengantar Ayu pulang
Tbc
para pengusaha hampir 90% begutu, main sgn bawahannya, cukup dikencani 3 x pertemuan setelah itu dilempar ke teman2nya. mana mau punya istri model murahan.
suami klu cinta jgnkan zinah sama perempuan lain, menatap mata perempuan lain aja ogah.
ini kan luar biasa si tio, cinta yg seperti apa coba!!
maaf, sebaiknya waktu pergantian POV dikasih tanda Thor... jadi gak bingung antara POV Ayu dan POV author