Genre: Komedi Fantasy
Sinopsis:
Akibahara Yousuke seorang pemuda pemalas yang tidak sengaja menemukan sebuah aplikasi mencurigakan di ponselnya, ketika dia mencobanya ia menemukan dirinya telah berada di dunia lain dan di saat yang sama ia telah mengaktifkan sebuah sistem yang akan terus memberikannya misi gila yang tidak bisa dia hindari, kegagalan memberikannya hukuman dan tidak mencoba adalah kematian, itulah aturannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16 : Pemilik Kota
"Kudengar kalian memiliki sesuatu untuk dikatakan padaku?"
Yang mengatakan itu adalah seorang wanita dengan telinga rubah yang duduk di kursinya dengan pakaian menyerupai kimono lengan panjang, dia memiliki ekpresi wajah tegas dan seolah sedikit menakutkan.
"Kau?"
Tatapannya tidak menuju pada Yousuke melainkan pada Ayane yang tampak acuh tidak acuh. Ayane sudah cukup terkenal di kalangan bangsawan bisa dikatakan bahwa dia sesungguhnya adalah seorang yang tidak bisa dilewatkan siapapun.
"Kenapa seorang pahlawan datang kemari?"
Kelompok Yousuke berteriak serempak.
Pahlawan?
Bagi mereka yang belum tahu Ayane hanya dianggap mereka sebagai petualang veteran, menjadi seorang pahlawan sesuatu yang tidak bisa mereka percayai.
"Aku hanya datang karena aku merupakan bawahan pria ini, aku tidak memiliki urusan apapun di tempat ini."
"Pria ini?"
Wanita rubah itu menilai Yousuke dan melihat tidak nyaman karena baginya Yousuke terlihat seperti orang cupu yang tidak pandai dalam segala hal.
"Kamu pasti bercanda?"
Emilia memprotes.
"Yousuke sangat kuat, jangan meremehkannya."
"Emilia tenangkan dirimu."
"Tapi July?"
"Aku tahu kamu sangat menyukai Yousuke tapi ini bukan hal tepat untuk membuat masalah."
Emilia berubah merah secerah tomat dan Yousuke tidak tahu harus menanggapinya seperti apa.
Untuk Ayane mereka memilih mengesampingkannya lebih dulu.
Yousuke berkata dengan Anastasia terus memegangi lengannya.
"Aku ingin kau merubah kebijakan sebelumnya yang kau terapkan untuk wilayah kumuh nyonya Elda, kebijakan itu hanya memperburuk keadaan mereka."
Semua orang terkejut.
"Apanya yang akan menyelesaikan masalah dengan kecerdasan, yang barusan ngajak berantem."
"Memang benar."
"Kalian diam dulu, aku sudah berbicara di sini."
Elda yang dimaksud memicingkan matanya.
"Apa kau tahu, pemilik wilayah sebelumnya benar-benar busuk dia menggunakan pajak untuk dirinya sendiri dan bahkan mengatakan omong kosong bahwa dia akan mengirim upeti ke kerajaan dua kali lipat, pada akhirnya semua hal berjalan buruk, karena itulah aku mulai memberlakukan peraturan ini agar kita bisa bertahan nantinya."
Anastasia sedikit terkejut, pasalnya dia berfikir bahwa Elda hanya berusaha untuk mengucilkan wilayah kumuh tapi saat ini malah terdengar berbeda.
Jika dipikirkan orang-orang kumuh tidak dibatasi untuk berjualan di kota ini, mereka bisa pergi ke jalanan utama untuk mempromosikan bisnis mereka.
Anastasia baru menyadari hal itu sekarang.
"Lalu kenapa ada aturan jika seorang dari wilayah wilayah kumuh keluar mereka tidak boleh masuk lagi."
"Itu supaya mereka bisa pindah dan tidak bertahan hidup di kota yang akan hancur ini, jika di kota lain mereka akan lebih bisa menikmati hidup dengan baik.. ayah sialan itu menggunakan uang seenaknya saja, jika kota ini tidak bisa menyetorkan uang dengan semestinya maka kota ini juga akan dikeluarkan dari kerajaan dan berubah nama menjadi kota tanpa nama seperti sebelumnya."
"Sampai segitunya."
"Jika kota berubah nama maka akan sulit untuk bertahan, khususnya jika ada serangan luar ataupun sebagainya karena kita tidak memiliki perlindungan dari kerajaan, pahlawan juga tidak ingin repot-repot membantu kami dan hanya memperbesar wilayah mereka masing-masing."
Kota tanpa nama sebelumnya dilindungi oleh Layla karena itulah mereka masih bertahan.
Ayane menundukkan kepalanya seolah dia bersalah.
"Aku merasa harus meminta maaf untuk itu, aku sama sekali tidak bisa meyakinkan mereka."
"Seharusnya kau tidak harus meminta maaf, setelah mengalahkan raja iblis kalian para pahlawan seolah menikmati kehidupan kalian hingga terbawa suasana."
"Mereka hanya orang bodoh yang mau diperalat oleh raja."
Topik di sini terasa lebih berat dari yang diduga Yousuke jadi dia memulai kembali.
"Alasan kami datang kemari hanya ingin membuat wilayah kumuh jadi lebih baik tanpa gangguan, aku hanya berharap tidak ada sebuah pengaturan tersebunyi olehmu sebagai gangguan."
"Mana mungkin aku melakukannya, aku hanya menyerah untuk membawa wilayah itu setara dengan wilayah lainnya, jika kalian bisa melakukannya maka aku merasa terbantu namun dana yang bisa aku berikan tidak ada sama sekali."
"Maka itu sudah cukup," kata Yousuke singkat sebelum akhirnya membawa semua orang keluar dari tempat tersebut.
Elda memanggil seorang pelayan mendekat.
"Cari tahu tentang kelompok barusan?"
"Dimengerti."
Bagi Elda perkataan Yousuke tidak seperti orang yang sedang bermain-main meski begitu dia harus mencari tahu apa mereka mempunyai tujuan tertentu atau tidak.