raina Larasati janda dengan 2 anak suaminya meninggal karna serangan jantung sekarang dia harus banting tulang untuk menghidupi anak anaknya, dari yang tidak biasa bekerja sekarang Raina harus mencari nafkah......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 22
Tadinya tidak bisa tidur karna takut Melawati batas tapi lihatlah sekarang pemandangan yang membuat Arsen merasakan panas meskipun AC dikamar nya sudah dingin tapi tidak bisa mendinginkan tubuh Arsen.
Jubah mandi Rania tersingkap menampilkan paha mulus Rania meskipun sudah menikah Rania rajin merawat dirinya, sialan Adi kenapa membelikan baju seperti ini lihat saja nanti.
Arsen mendekati Rania dan mengungkung nya, sayang bangun! Bisikan di telinga Rania setengah sadar membuka matanya kenapa sih mas aku ngantuk.
Rania pantes saja kamu memakai jubah mandi ternya kamu menyembunyikan sesuatu, mata Rania langsung terbuka sempurna, dan melihat jubah mandinya yang sudah terbuka.
Melihat mata Arsen sudah sayu gairah semakin menggila,
"Rania aku sudah tidak bisa menahannya. melihat nya Rania merasa iba tapi dia juga tidak ingin melewati batasan nya.
"Aku harus bagaimana mas?"
"Aku tidak ingin melewati batasan masa Iddah aku saja belum beres yang kita lakukan tadi pun sudah salah"
Arsen mengembalikan kesadaran nya dan pergi ke toilet meninggal kan Rania, makanya aku ingin pulang aku tidak ingin seperti ini
Arsen menuntaskan nya kembali kenapa meskipun Rania seorang janda tapi melihat tubuhnya seperti gadis saja tubuh yang mulus wangi leher yang menggoda payu dara besar yang tersembunyi oleh pakaian kebesaran nya tapi tubuh nya yang begitu sempurna tersembunyi oleh sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain.
Itu yang membuat Arsen menyukai nya, malam pun sudah berlalu sebentar lagi subuh Rania Langsung bersiap siap ingin pulang. Aku antarkan pulang saja ya Rania ini masih subuh aku takut Kamu kenapa kenapa kamu masih tidak enak badan udara di luar pun dingin kalau kamu memakai motor.
"Gapapa mas aku pakai motor saja gak enak sama tetangga kalau subuh subuh aku dianterin pri lain"
"kenapa sih kamu harus memikirkan omongan orang lain terus Rania"
"Kamu juga harus memikirkan dirimu juga Rania jangan hiraukan omongan orang lain"
"Tolong mas kali ini dengerin aku kalau masa Iddah ku sudah beres kamu boleh mengantarkan aku pulang tapi untuk saat ini sabar dulu ya"
Arsen pun mengalah dan hanya membuntuti nya dari belakang karna Arsen takut terjadi sesuatu dengan Rania .
Ketika Rania sudah sampai di rumah, ibu Rania membuka kan pintunya
"Kamu kenapa pulang jam segini Rania?"
"Maaf Bu Rania kemarin lembur sampai tengah malam karna Rania takut jadi Rania menginap di rumah Mira karna rumah mira dekat dengan kantor"
"Kenapa muka kamu pucat Rania"
"Rania gak enak badan Bu mungkin Rania kecapean"
"yasudah kamu ke kamar kamu dulu nanti ibu bikinkan wedang jahe untuk mu biar tubuh mu mendingan"
"Baik Bu terimakasih"
Sepertinya hari ini aku tidak bisa masuk kerja tubuhku rasanya sakit semua, Rania mengambil ponselnya dan memberi pesan kepada Arsen hari ini dia tidak bisa masuk kerja.
Pagi hari nya Arsen memanggil Adi untuk menyuruh orang yang kemarin malam sengaja mengunci Rania di toilet, orang itu pun tiba tanpa basa basi Arsen memperlihatkan cctv yang dia lakukan
Orang itu langsung gemetar melihatnya maaf pak itu bukan saya, bukan kamu lalu yang ada di dalam sini itu siapa?
Kenapa kamu melakukan nya kepada Rania? Maaf pak saya hanya disuruh dengan gemetar wanita itu memohon kepada Arsen.