NovelToon NovelToon
Kemuliaan Surgawi

Kemuliaan Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Dan budidaya abadi / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:34.1k
Nilai: 5
Nama Author: yogasurendra

Tiga dominasi kekuatan mencengkram alam semesta. Istana Langit, Aula Kemuliaan dan Kuil Abadi seluruhnya mendominasi segalanya. Bai Feng, seorang murid dari aula kemuliaan mendapatkan teknik legendaris yang diperebutkan tiga kekuasaan. Teknik yang mampu mengantarkan seseorang ke jalan keabadian mutlak menguasai seluruh semesta mencengkeramnya dalam satu genggaman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yogasurendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melodi Kematian

"Pertandingan selanjutnya An Yingtai dari Istana Langit melawan Su Ming dari Aula Kemuliaan!"ucap wasit lantang memanggil para peserta.

Seluruh penonton bersorak terlebih laki-laki yang melihat paha indah peri ilahi An Yingtai yang mempesona mengenakan gaun brokat biru muda dan jepit rambut kupu-kupu membuatnya tampak seperti dewi.

"Tuan Su Ming, salam kenal,"ucapnya lembut disertai tawa indah di akhir kalimatnya. Seluruh penonton laki-laki merasakan sensasi cinta ketika mendengar suara indah peri cantik yang diidolakannya.

"Salam kenal Nona,"balas Su Ming menundukkan kepalanya.

"Mari kita masuk bersama,"ucap An Yingtai mempersilahkan masuk.

Keduanya masuk ke dalam portal dan muncul di medan perang kuno.

"Aku tak akan segan-segan menyerang,"balas Su Ming mengeluarkan tombaknya yang diselimuti aura merah membara.

Bangg....!!!

Su Ming muncul mengayunkan tombaknya yang ditangkis oleh An Yingtai menggunakan seruling giok biru miliknya. Percikan api terlihat menyala dan keduanya mundur secara bersamaan. Suara melodi indah terdengar tatkala An Yingtai memainkan serulingnya. Kupu-kupu berterbangan berputar-putar di udara terbang mengelilingi Su Ming membuatnya kesal mengayunkan tombaknya demi membunuhnya.

Jlebbb...!!

Duarrr....!!!

Kupu-kupu meleleh akibat ledakan kekuatan Su Ming yang membara. Tubuhnya di penuhi aura merah menyala. Peningkatan kekuatan dari teknik yang dipelajarinya.

"Teknik pertama seni dewa perang surgawi: Penghancuran Abadi!"

Gemuruh terjadi di langit ketika awan hitam bercampur merah terlihat mengerikan. Cahaya merah turun meledakkan aura keganasan menerjang An Yingtai membuat sang empu melindungi dirinya sendiri. Asap merah mengepul menutupi segalanya dari pandangan mata. Alunan melodi kembali terdengar ditengah suara amukan gemuruh.Cahaya berkilauan tiba-tiba muncul dari balik kepulan asap berkedip kemudian melesat ke luar melayang di udara. Kupu-kupu raksasa dengan sayap indahnya terbang rendah menyebarkan serbuk sari menenangkan gemuruh. An Yingtai membuka kedua matanya menyebarkan pesona keindahan tiada tara.

"Kelembutan Hati,"gumamnya lirih.

Amukan gemuruh tak terdengar lagi menyisakan keheningan yang ambigu. Su Ming menatap An Yingtai tanpa berkedip.

"Tuan..."ucap An Yingtai lembut membuat Su Ming terkejut dan tersadar. Dirinya diam tak berani bergerak sedikitpun ketika sebagian tubuh indah dari seorang gadis terlihat olehnya yang tengah berendam di sebuah danau di tengah-tengah taman.

"Beraninya kau menggodaku hingga memamerkan tubuhmu,"balas Su Ming menyatukan kedua telapak tangannya membuka paksa ilusi mimpi.

"Itu tidak akan berguna, lebih baik Tuan ikut bermain bersamaku. Aku telah menyiapkan segalanya,"ucap An Yingtai keluar dari dalam danau mengenakan pakaian tipis tembus pandang dan sehelai selendang putih yang secara acak-acakan menutupi bagian keindahan yang diidamkan laki-laki.

"Tuan..."panggilnya lirih di telinga Su Ming menghembuskan nafas lembut.

Semburat merah bak kepiting rebus dialami oleh Su Ming. Dirinya benar-benar bahagia dan malu secara bersamaan. An Yingtai memegang tangan Su Ming mengarahkannya untuk menyentuh benda kenyal yang dimilikinya.

"Bagaimana? Apakah Tuan ingin berada di mari?"

"Ya! Aku akan menemanimu sebelum kematian mu!"balas Su Ming menampar An Yingtai hingga terpental ke belakang.

Tombak melesat menembus batasan ilusi dan berada dalam genggamannya.

"Hancurkan!"teriaknya menancapkan tombaknya ke tanah meretakkan ilusi hingga hancur berkeping-keping. An Yingtai mundur selangkah menahan dadanya yang terasa sesak. Su Ming mendengus dingin melihat wanita di depannya.

"Sungguh berbahaya wanita seperti mu. Aku akan memusnahkanmu,"ucapnya mengangkat tombaknya ke langit dan dirinya terbang di udara. Gemuruh terdengar mengerikan ketika tanah berubah menjadi lautan darah. Aura merah menyala menguar dari dalam tubuh Su Ming membara membentuk avatar prajurit perang mengenakan zirah emas membawa tombak hitam di tangannya.

"Tubuh prajurit perang surgawi!"ucap Su Ming lantang.

Ledakan kekuatan besar menciptakan angin kencang menyapu seluruh arena medan perang kuno. An Yingtai membuat perlindungan diri ketika menghadapi tekanan dan dominasi Su Ming.

"Kau tetap kalah apapun yang terjadi,"balas An Yingtai merentangkan kedua lengannya memanggil selendang putih misterius. Seruling giok biru bersuara merdu melantunkan melodi indah yang memabukkan.

Ribuan kupu-kupu berdatangan mengelilingi tubuhnya layaknya seorang peri. Kekuatannya melonjak drastis ketika burung phoenix putih muncul bersamaan dengan kupu-kupu raksasa. Keduanya berputar-putar di belakang An Yingtai menunggu perintah.

"Keindahan Mematikan!"ucapnya lantang disusul suara pekikan burung.

Kupu-kupu melesat mengecoh Su Ming dilanjutkan phoenix putih menembakkan kekuatannya melakukan serangan. Kombinasi keduanya benar-benar tak terkalahkan. An Yingtai menyentuh keningnya menggunakan jari telunjuknya ketika simbol dahi nya muncul memancarkan cahaya mengurung Su Ming ke dalam penjara.

"Penjara Duniawi!"

Su Ming terkurung tak bisa melakukan gerakan perlawanan. Kupu-kupu raksasa menebarkan serbuk sari yang mampu melelehkan segalanya berikut sang phoenix dengan kekuatan penghancurnya mampu menembus zirah emas membuat avatar prajurit perang surgawi hancur berkeping-keping. An Yingtai kembali memainkan seruling gioknya menciptakan pedang.

Wushhhh....!!!

Crashhh....!!!

Kepala Su Ming terpenggal dengan mudahnya. Kupu-kupu serta phoenix menukik tajam mencengkeram erat tangan sang empu menggelandangnya secara paksa. An Yingtai mengayunkan pedangnya menebas kedua kaki Su Ming memisahkan dari tubuh aslinya. Dirinya berdiri dengan darah terciprat pada gaun brokat biru miliknya menciptakan keindahan mematikan dari seorang wanita berparas cantik dengan julukan peri ilahi nya.

Wasit mengumumkan pemenang pertandingan dengan lantang disambut sorakan penonton yang antusias. Tian Shuo menatap dingin melihat kematian tragis muridnya. Qi Cao dan Gu Wang menahan amarahnya ketika melihat sahabat karibnya tewas di tangan wanita kejam berjulukan peri ilahi.

"Tak ada yang luput dari kematian,"ucap Dong Qingsheng lirih.

"Kehidupan mengikuti garis takdir yang tak semua orang melihatnya bahkan mereka yang menguasai seni melihat dunia,"balas Tian Shuo tenang menanggapi ucapan Dong Qingsheng.

"Perkataan saudara memang benar adanya"

Bai Feng menghela nafas panjang melihat kematian tragis Su Ming. Pandangannya tertuju pada An Yingtai yang berjalan anggun ke tempat duduk peserta.

"Semuanya berjalan seperti ramalan. Siapa yang mempermainkan kehidupan mereka,"gumamnya lirih.

"Istana Langit memiliki sesuatu untuk melakukan perubahan takdir. Pertandingan ini tak lebih dari sekedar permainan yang pemenangnya telah ditentukan dari awal,"ucap Xiong Jiangguo.

"Semengerikan itu Istana Langit mendominasi benua tertinggi. Mereka menganggap nyawa orang lain tak lebih dari sekedar gumpalan darah dan daging yang memiliki jiwa,"balas Bai Feng mengepalkan tangannya menahan amarah.

"Semuanya! Pertandingan dilanjutkan dimana Qi Cao dari Aula Kemuliaan melawan Pan Yong dari Kuil Abadi!"ucap wasit lantang mengumumkan pertandingan selanjutnya.

Keduanya berdiri di arena saling menatap satu sama lain. Pandangan kewaspadaan terlihat dari mata Qi Cao ketika berhadapan dengan Pan Yong. Informasi mengenainya tak lebih dari sekedar nama membuatnya waspada dalam mengukur kekuatan tempur.

"Salam!"ucap Pan Yong ramah.

Qi Cao menganggukkan kepalanya membalas sapaan Pan Yong. Wasit mengirimkan mereka berdua ke medan perang kuno. Keduanya berhadapan menunjukkan taringnya masing-masing dengan mengeluarkan tekanan energi spiritual yang ganas.

1
Ruslan Faisal
Luar biasa
Aris Robaka
lompat sana sini ceritanya dan kekuatan MC gk ngotak sama sekali
Glastor Roy
up
Glastor Roy
up dong tor
Glastor Roy
up
Sofandsyah
gak ada cincin ruang yaa...?
u/ menyimpan baju celana, kitab2 juga hartanya kalo punya.....🤭🤭🤭
Aris Robaka
bahasanya campur aduk tor?
bahasa modernmu di kondisikan.ini novel tentang kultivator
y@y@
🌟👍🏿👍🏻👍🏿🌟
y@y@
👍🏼⭐👍🏿⭐👍🏼
Jiyufano
laaaanjoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooot
Yahya darendra
Lumayan
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂: apanya
total 1 replies
Yahya darendra
Buruk
y@y@
🌟👍🏻👍👍🏻🌟
Sak. Lim
idioooooot songong
Sak. Lim
idioooooot lo akan menyesal nantinya
Swallowsky
alurnya lompat"
y@y@
👍🏿👍🏾👍🏿👍🏾👍🏿
Razali Azli
loh? kenapa sampai kehilangan nyawa? apakah mc memang berniat menghabiskan nyawa mereka? semakin rumit jadinya
Made Arsana
up
Jiyufano
laaaanjoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooot
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!